Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Imunologi dan vaksin

Materi farmakologi mahasiswa 2013/2014

  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Imunologi dan vaksin

  1. 1. Kelompok 9
  2. 2. Pengertian Imunologi.. • Imunologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai sistem kekebalan tubuh/imunitas • Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor.
  3. 3. Fungsi Imunitas Penangkal benda asing yang masuk ke dalam tubuh; Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit menghancurkan dan menghilangkan substansi asing yang masuk ke dalam tubuh; Untuk keseimbangan fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh yang telah tua; Sebagai pendeteksi adanya sel-sel abnormal, termutasi atau ganas, serta menghancurkannya; Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan.;
  4. 4. Ada 2 jenis: Kekebalan alam (natural immunity), merupakan mekanisme pertama yang akan terjadi saat infeksi berlangsung, terjadi secara cepat terhadap infeksi mikrobia, dan terjadi antara jam ke-0 sampai jam ke-12 infeksi. immunity terjadi karena tubuh dapat mengenali struktur mikroba yang masuk, bisa karena sebelumnya mikroba tersebut sudah pernah menginfeksi tubuh, atau karena struktur mikroba tersebut mirip seperti struktur mikroba lain yang pernah menginfeksi tubuh. Kelemahan dari mekanisme ini adalah tidak dapat mengenali struktur yang sama sekali baru menginfeksi tubuh.
  5. 5. Kekebalan didapat (adaptive immunity) Mekanisme ini terjadi sekitar 1 hingga 5 hari setelah infeksi. Secara singkat, makanisme ini akan mencoba membuat "ingatan" baru tentang struktur benda asing yang masuk ke tubuh, kemudia bereaksi untuk menghalau benda asing tersebut. Sel yang terlibat pada mekanisme ini adalah limfosit, baik sel T limfosit maupun sel B limfosit.
  6. 6. Imunisasi merupakan investasi kesehatan masa depan karena pencegahan penyakit melalui imunisasi merupakan cara perlindungan terhadap infeksi yang paling efektif dan jauh lebih murah dibanding mengobati seseorang apabila telah jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Vaksin merupakan salah satu ‘keajaiban’ dalam dunia kedokteran. Sebelum era imunisasi, banyak sekali manusia yang meninggal pada muda akibat penyakit infeksi. Akhirnya, ditemukan vaksin, yang berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari kematian pada usia muda. Itulah sebabnya mengapa imunisasi bukan sekadar upaya strategis di bidang kesehatan, namun juga upaya kemanusiaan.
  7. 7. Jenis- jenis, Dosis, Jumlah, Pemberian dan Efek Samping Imunisasi ada dua skema rekomendasi imunisasi. 1. skema imunisasi dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, yakni Program Pengembangan Imunisasi (PPI), disebut imunisasi wajib, yang terdiri dari vaksin BCG, polio tetes minum (polio oral), DPT, hepatitis B dan campak. 2. Vaksin yang belum masuk dalam daftar imunisasi PPI dan tidak disubsidi pemerintah, sehingga disebut tidak wajib atau ‘hanya’ dianjurkan saja. Seperti vaksinnya, seperti HiB (Haemophilus influenza type B), MMR (Measles, Mumps, Rubella), tifus, Hepatitis A, PCV (Pneumococcal), HPV (Human Papillomavirus), dan lain-lain.
  8. 8. BCG Vaksin BCG diberikan pada bayi sejak lahir, untuk mencegah penyakit TBC. Jika bayi sudah berumur lebih dari tiga bulan, harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu. BCG dapat diberikan apabila hasil uji tuberkulin negatif. Pemberian vaksin BCG • Umur: 0 – 11 bulan • Dosis: 0,05 cc • Cara pemberian: Intrakutan, lengan kanan • Jumlah suntikan: Satu kali BCG Efek samping :  Reaksi Normal Bakteri BCG ditubuh bekerja dengan sangat lambat. Setelah 2 minggu terjadi pembengkakan kecil merah di tempat penyuntikan dengan garis tengah 10 mm, kemudian, pembengkakan menjadi abses kecil yang menjadi luka, jangan berikan obat apapun dan biarkan terbuka atau ditutup dengan kasa kering. Luka tersebut akan sembuh dan meninggalkan jaringan parut tengah 3-7 mm.  Reaksi Berat terjadi peradangan setempat yang agak berat atau abses yang lebih dalam, kadang juga terjadi pembengkakan di kelenjar limfe pada leher / ketiak, hal ini disebabkan kesalahan penyuntikan yang terlalu dalam dan dosis yang terlalu tinggi.  Reaksi yang lebih cepat Jika anak sudah mempunyai kekebalan terhadap TBC, proses pembengkakan mungkin terjadi lebih cepat dari 2 minggu, ini berarti anak tersebut sudah mendapat imunisasi BCG atau kemungkinan anak tersebut telah terinfeksi BCG.
  9. 9. Hepatitis B Hepatitis B diberikan tiga kali. Yang pertama dalam waktu 12 jam setelah lahir. Imunisasi ini dilanjutkan saat bayi berumur 1 bulan, kemudian diberikan lagi saat 3-6 bulan. Cara pemberian vaksin Hepatitis B • Umur : Mulai umur 0 bulan • Dosis : 0, 5 cc / pemberian • Cara pemberian : Suntikan IM pada bagian luar • Jumlah suntikan : 3 x • Selang pemberian : 3 dosis dengan jarak suntikan 1 bulan dan 5 bulan. Efek samping : tidak ada
  10. 10. Polio Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya vaksin ini diberikan 3 kali, saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini dulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Cara pemberian vaksin polio. • Umur : 0 – 11 bulan • Dosis : 2 tetes • Cara pemberian : Meneteskan ke dalam mulut • Selang waktu : Berikan 4 x dengan jarak minimal 4 minggu. • Efek samping : Bila anak sedang diare ada kemungkinan vaksin tidak bekerja dengan baik karena ada gangguan penyerapan vaksin oleh usus akibat diare berat.
  11. 11. DTP DTP diberikan untuk mencegah tiga macam penyakit sekaligus, yaitu Difteri, Tetanus, dan Pertusis. Vaksin ini diberikan pertama kali saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Lalu saat bayi berumur 4 dan 6 bulan. Ulangan DTP diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Pemberian vaksin DPT • Umur : 2 – 11 bulan • Dosis : 0,05 cc • Cara pemberian : Intra Muskular / Sub Cutan, jumlah suntikan : 3 x • Selang pemberian : Minimal 4 minggu • Efek samping : 1) Panas 2) Rasa sakit didaerah suntikan 3) Peradangan 4) Kejang-kejang
  12. 12. Campak Campak pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan. Campak-2 diberikan pada program BIAS SD kelas 1, umur 6 tahun. Cara pemberian vaksin. • Umur : 9 bln. • Dosis : 0, 5 cc • Cara pemberian: Suntikan secara IM di lengan kiri atas • Jumlah suntikan : 1 x dapat diberikan bersamaan dengan pemberian vaksin lain tapi tidak dicampur dalam 1 semprit. • Efek samping vaksin campak : panas dan kemerahan. Anak-anak mungkin panas selama 1 – 3 hari setelah 1 minggu penyuntikan, kadang disertai kemerahan seperti penderita campak ringan.
  13. 13. Macam-macam Imunisasi Yang Dianjurkan 1. Hib Pemberian vaksin ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari virus Haemophilus influenza type B, yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis (infeksi pada katup pita suara dan tabung suara). Waktu pemberiannya yaitu pada anak umur 2, 4, 6, dan 15 bulan.
  14. 14. 2. Pneumokokus (PCV) Pemberian vaksin ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari bakteri pnemukokus yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga. Waktu pemberiannya pada umur 2, 4, 6 bulan, serta antara 12 - 15 bulan. Kalau belum diberikan hingga usia anak di atas 1 tahun, PCV hanya diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Jika usia anak sudah 2 - 5 tahun, PCV hanya diberikan 1 kali. 3. Influenza Pemberian vaksin ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari beberapa jenis virus influenza. Waktu pemberiannya setahun sekali sejak usia 6 bulan. Bisa terus diberikan hingga dewasa. Untuk usia di atas 2 tahun, vaksin bisa diberikan dalam bentuk semprotan pada saluran pernapasan.
  15. 15. 4. MMR (Measles, Mumps, Rubella) Pemberian vaksin ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari virus campak, gondok, dan rubella (campak Jerman). Waktu pemberiannya pada usia 15 bulan, dan diulang saat anak berusia 6 tahun. Vaksin ini bisa diberikan pada umur 12 bulan, jika belum mendapat campak di usia 9 bulan. 5. Tifoid Pemberian vaksin ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid (tifus). Waktu pemberiannya pada umur di atas 2 tahun, dan diulang setiap 3 tahun. Terdapat dua jenis, yaitu oral dan suntik. Tifoid oral diberikan pada anak di atas 6 tahun.
  16. 16. 6. Hepatitis A Pemberian vaksin ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari virus Hepatitis A, yang menyebabkan penyakit hati. Waktu pemberian pada umur di atas 2 tahun, dua kali dengan interval 6 - 12 bulan. 7. HPV (Humanpapilloma Virus) Pemberian vaksin ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari Humanpapilloma Virus yang menyebabkan kanker mulut rahim. Waktu pemberian pada anak umur di atas 10 tahun, diberikan 3 kali dengan jadwal 0, 1-2 bulan kemudian, serta 6 bulan kemudian.
  17. 17. Cara Kerja Vaksin Vaksin berfungsi membantu tubuh mempersiapkan diri untuk melawan penyakit. Pada dasarnya, vaksin memberi tubuh semacam “bocoran” karakteristik bakteri, virus, atau racun tertentu sehingga memungkinkan tubuh untuk belajar bagaimana cara mempertahankan diri. Jika tubuh pada akhirnya diserang oleh patogen tertentu setelah vaksin diberikan, maka sistem kekebalan tubuh sudah siap untuk melawan serangan tersebut. Ketika patogen lemah atau yang telah mati diperkenalkan ke dalam aliran darah, sel B tubuh akan langsung bekerja. Sel B adalah sel-sel yang bertanggung jawab memerangi patogen penyebab penyakit. Setelah sel B dirangsang untuk bertindak, antibodi kemudian terbentuk sehingga tubuh mengembangkan kekebalan terhadap patogen tertentu.

×