Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Biologi vertebrata

2,589 views

Published on

Published in: Lifestyle, Technology
  • Be the first to comment

Biologi vertebrata

  1. 1. Verterbrata (Reptilia, Aves, dan Mamalia) Ahmad Sabili Rifa’I Dwi Linda Salsabila Riza Irianingtyas Siti Nur Rukhoiyah Dewi SMA NEGERI 1 SIDOARJO TAHUN AJARAN 2012-2013 (03) (10) (24) (26)
  2. 2. Pengertian Reptili adalah sebuah kelompok hewan vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya. Reptilia adalah tetrapoda (hewan dengan empat tungkai) dan menelurkan telur yang embrionya diselubungi oleh membran amniotik
  3. 3. Ciri-Ciri hewan reptil • Tubuhnya dilindungi oleh kulit bersisik dari zat tanduk • Bernapas menggunakan paru-paru • Bersifat poikiloterm • Berkembangbiak dengan bertelur (ovipar), ada juga yang melahirkan (ovovivipar) • Mengalami pembuahan didalam tubuh hewan betina (fertilisasi internal) • Ada yang memiliki kaki, ada juga yang tidak memiliki kaki (bergerak dengan melata). • Bertulang belakang
  4. 4. Klasifikasi reptilia • 1. Squamata, terdiri dari 2 subordo : a. Lacertilia(bangsa kadal), mempunyai empat tungkai. Contoh : kadal (mabauys sp.), bunglon (draco sp.), dan komodo (varanus komodoensis)
  5. 5. Klasifikasi Lacertilia
  6. 6. b. Ophidia (bangsa ular) • Tidak mempunyai tungkai serta rahang atas dan rahang bawah tidak memiliki sendi. Contohnya : piton (phyton reticulatus), kobra (Naja naja), dan ular sanca hijau (Chondrophyton viridis).
  7. 7. Klasifikasi Ophidia
  8. 8. 2. Testudinata (bangsa kura-kura dan penyu) • Tubuh terlindung oleh karapaks dibagian atas dan plastron dibagian bawah, tidak mempunyai gigi, dan rahangnya dilapisi zat tanduk. Contoh : kurakura air tawar (Chelydra serpentia) dan penyu hijau (Chelonia mydas)
  9. 9. Klasifikasi Testudinata
  10. 10. 4. Crocodilia (bangsa buaya) • Memiliki kulit yang tebal, rahang kuat, serta pada lubang hidung dan telinga terdapat klep yang dapat menutup ketika berada di dalam air. Contoh : buaya muara (Crocodilus porosus)
  11. 11. Klasifikasi Crocodilia
  12. 12. 3.Rhynchocephalia • Merupakan ordo yang paling primitif, contohnya : tuatara (Sphenodon punctatus)
  13. 13. Sistem pernapasan reptilia • Reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Gas O2 dalam udara masuk melalui lubang hidung => rongga mulut => anak tekak => trakea yang panjang => bronkiolus dalam paru-paru. Dari paru-paru, O2 diangkut darah menuju seluruh jaringan tubuh. Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut darah menuju jantung untuk dikeluarkan melalui paru-paru => bronkiolus => trakea yang panjang => anak tekak => rongga mulut => lubang hidung. Pada Reptilia yang hidup di air, lubang hidung dapat ditutup ketika menyelam.
  14. 14. Sistem reproduksi reptilia
  15. 15. Sistem reproduksi • Jantan : a. memiliki alat kelamin khusus : hemipenis b. sepasang testis c. memiliki epipidemis d. memiliki vas deferens
  16. 16. • Betina : a. memiliki sepasang ovarium b. memiliki saluran telur c. berakhir pada saluran kloaka
  17. 17. PROSES PENGEMBANGBIAKAN REPTILIA • Pembuahan pada reptile berlangsung didalam tubuh betina. Pada saat kopulasihemipenis kadal jantan dimasukan kedalam cloacal betina dan seperma jantandipancarkan untuk membuahi sel telurdalam tubuh kadal betina. Telur yang telahdibuahi akan mengandung zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Telur tersebut akan dipertahankan hinga menetas didalam tubuh induk betina, kemudianmuda keluar melalui cloaca, sehingga induk betina kadal tampak sepertimelahirkan, sehinggta disebut ovovivirar
  18. 18. AVES
  19. 19. Aves adalah unggas atau burung. Ciri utama Aves yang tidak dimiliki oleh kelompok lainnya, yaitu bulu sebagai penutup tubuh. Menurut evolusinya, bulu merupakan modifikasi dari sisik reptilia. Bulu tampak berkilau, kuat, elastis, waterproof, dan berwarna-warni. Untuk memahami karakter kelas Aves, orang biasa mengambil contoh burung merpati (Columba livia).
  20. 20. Burung adalah hewan homoiotermis atau dengan bahasa sederhana disebut hewan berdarah panas, artinya temperatur tubuhnya stabil di berbagai tempat yang temperaturnya berbeda atau temperatur lingkungan tidak memengaruhi temperatur tubuh. Sifat ini ada kaitannya dengan kerja jantung burung yang sudah terbagi menjadi empat ruang secara sempurna.
  21. 21. Anggota tubuh depan mengalami modifikasi menjadi sayap, memiliki paruh dari zat tanduk yang kuat, tak memiliki gigi. Bentuk tubuh burung sangat spesifik. Keragaman jenisnya tidak terlalu berbeda jauh sehingga seluruh anggota Aves mudah dikenal, yaitu tubuh ditutupi bulu, berkaki dua, kaki ditutupi dengan sisik yang keras, berparuh dari zat tanduk, dan bersayap.
  22. 22. Archeornithes Subkelas Aves Neornithes
  23. 23. Subkelas Archeornithes Burung yang tergolong Subkelas ini adalah Burung yang masih mempunyai beberapa sifat Reptilia, isalnya pada rongga mulut masih terdapat gigi, sayapnya ash memiliki sisa-sisa kait kuku, kaki belakangnya bersisik dan ekor masih nampak panjang. Semua Subkelas ini telah punah tinggal fosilnya saja. Contohnya yaitu Archaeopteryx ografis dan Archaeornis.
  24. 24. Subkelas Neornithes Anggota hewan ini telah memiliki sternum (tulang dada) yang sempurna, ekor berbulu, dan berukuran pendek. Contohnya yaitu penguin dan ayam.
  25. 25. Ciri-Ciri Umum Ciri-Ciri Khusus Ciri-Ciri Tubuh
  26. 26. Ciri-ciri Umum Bersayap, tubuh dilindungi bulu. Berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Suhu tubuhnya tetap, tidak berpengaruh sama suhu lingkungan (homoiterm). Bernapas dengan paru-paru dan pundi-pundi udara. Tulangnya tipis dan berlubang. Mulut berbentuk paruh yang kaku dan kuat. Pada sebagian besar spesies, anggota gerak atas berfungsi untuk terbang. Kulit kakinya diselubungi semacam sisik yang disebut tasometatarsus. Memiliki kantong udara untuk membantu pernapasan pada saat terbang.
  27. 27. Ciri Khusus Aves Bulu adalah suatu adaptasi vertebrata yang paling luar biasa karena sangat ringan dan kuat. Bulu terbuat dari keratin, protein yang juga menyusun rambut dan kuku manusia dan sisik pada reptile. Pertama kali bulu kemungkinan berfungsi sebagai penyekat selama evolusi hewan endoterm, setelah itu baru dimanfaatkan sebagai peralatan terbang. Selain penyokong dan membentuk sayap, bulu juga dapat dimanipulasi untuk mengontrol pergerakan udara disekitar sayap. Bulu adalah ciri khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Hampir seluruh tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal dari epidermal tubuh, yang pada reptile serupa dengan sisik. Secara embriologis bulu aves bermula dari papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis. Dasar bulu itu melekuk ke dalam pada tepinya sehingga terbentuk folikulus yang merupakan lubang bulu pada kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan membentuk bungkus yang halus, sedang epidermis membentuk lapisan penyusun rusuk bulu.Sentral kuncup bulu mempunyai bagian epidermis yang lunak dan mengandung pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan dan proses pengeringan pada perkembangan selanjutnya (Jasin, 1984).
  28. 28. Berdasarkan Susunan Anatomis a. Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak. b. Plumulae, Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan perbedaan detail. c. Plumae, Bulu yang sempurna. Susunan plumae terdiri dari : o Shaft (tangkai), yaitu poros utama bulu. o Calamus, yaitu tangkai pangkal bulu. o Rachis, yaitu lanjutan calamus yang merupakan sumbu bulu yang tidak berongga di dalamnya. Rachis dipenuhi sumsum dan memiliki jaringan. o Vexillum, yaitu bendera yang tersusun atas barbae yang merupakan cabang-cabang lateral dari rachis. d. Barbae e. Barbulae, Ujung dan sisi bawah tiap barbulae memiliki filamen kecil disebubarbicels yang berfungsi membantu menahan barbula yang saling bersambungan
  29. 29. Berdasarkan Letaknya Menurut letaknya, bulu aves dibedakan menjadi: a. Tectrices, bulu yang menutupi badan. b. Rectrices, bulu yang berada pada pangkal ekor, vexilumnya simetris dan berfungsi sebagai kemudi. c. Remiges, bulu pada sayap yang dibagi lagi menjadi: 1. remiges primarie yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara metacarpal pada metacarpalia. 2. Remiges secundarien yang melekatnya secara cubital pada radial ulna. 3. Remiges tertier yang terletak paling dalam nampak sebagai kelanjutan sekunder daerah siku. 4. Parapterum, bulu yang menutupi daerah bahu. h. Ala spuria, bulu kecil yang menempel pada ibu jari
  30. 30. Sistem Respirasi Sistem Rangka Sistem Pencernaan Sistem Organ Sistem Saraf Sistem Ekskresi Sistem Reproduksi Sistem Peredaran Darah
  31. 31. Sistem Respirasi Unggas dalam hal ini mengambil contoh pada burung, burung mempunyai alat pernafasan (pulmo). Ukuran pulmo relatif kecil di bandingkan ukuran tubuhnya. Paru-paru burung terbentuk untuk bronkus primer, bronkus skunder da pembuluh brokiolus. Bronkus primer berhubungan dengan mesobronkus yang merupakan bronkiolus terbesar. Mesobronkus bercabang menjadi dua set bronkus sekunder anterior dan posterior yang disebut ventrobronkus dan dorsobronkus. Ventrobronkus dan dorsobronkus dihubungkan oleh parabronkus. Paru-paru burung memiliki kurang/lebih 10000 buah. Parabronkus yang garis tengahnya kurang/lebih 0,5mm. sepasang paru-paru pada burung menempel di dinding dada bagian dalam. Paru-paru burung memiliki perluasan yang disebut kantong udara sakus pneumatikus yang mengisi daerah selangka dada atas, dada bawah, daerah perut, daerah tulang humerus, dan daerah leher.
  32. 32. Alat pernapasan yang terdiri atas: a. Lubang hidung b. Celah tekaka pada faring, berhubungan dengan trakea. c. Trakea berupa pipa dengan penebalan tulang rawan berbentuk cincin yang tersusun disepanjang trakea. d. Siring (alat suara), terletak dibagian bawah trakea. Dalam siring terdapat otot sternotrakealis yang menghubungkan tulang dada dan trakea, serta berfungsi untuk menimbulkan suara. Selain itu dapat juga otot siringialis yang menghubungkan siring dengan dinding trakea sebelah dalam. Dalam rongga siring terdapat selaput iank mudah bergetar. Getaran selaput suara tergantung besar kecilnya ruangan siring yang diatur oleh otot sternotrakealis dan otot siringialis. e. Bifurkasi trakea, yaitu percabangan trakea menjadi dua bronkus kanan dan kiri. f. Bronkus (cabang trakea), tertletak antara siring dan paru-paru. g. Paru-paru dengan selaput pembungkus paru-paru yang disebut pleura.
  33. 33. Sistem Pencernaan 1) 2) 3) 4) 5) Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan. Saluran pencernaan pada burung terdiri atas: Paruh: merupakan modifikasi dari gigi, Rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk, Faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat, Lambung terdiri atas: • Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis. • Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan vang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai ” hen’s teeth”, Intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara padakloaka. Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum. Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu.
  34. 34. Sistem Reproduksi Sistem Genitalia Jantan Sistem Genitalia Betina Proses Fertilisasi Fungsi BagianBagian Telur Aves Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok burung tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka.
  35. 35. Sistem Genitalia Jantan • Testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya licin, terletak di sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Pada musim kawin ukurannya membesar. Di sinilah dibuat dan disimpan spermatozoa. • Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada burung-burung kecil, duktus deferen bagian distal yang sangat panjang membentuk sebuah gelendong yang disebut glomere. Dekat glomere bagian posterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan dengan epididimis yang kecil kemudian menuju duktud deferen. Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.
  36. 36. Sistem Genitalia Betina • Ovarium. Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen. • Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian; bagian anterior adalah infundibulumyang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya adalah magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjutnya istmus yang mensekresikan membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland untuk menghasilkan cangkang kapur.
  37. 37. Proses Fertilisasi Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka. Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur. Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri, serta perlu dibesarkan dalam sarang.
  38. 38. Fungsi Bagian-Bagian Telur Aves • Titik embrio –> bagian yang akan berkembang menjandi embrio • Kuning telur –> cadangan makanan embrio • Kalaza –> menjaga goncangan embrio • Putih telur –> menjaga embrio dari goncangan • Rongga udara –> cadangan oksigen bagi embrio
  39. 39. Sistem Peredaran Darah Untuk mempelajari peredaran darah pada aves, kita ambil contoh peredaran darah burung. Peredaran darah burung tersusun oleh jantung sebagai pusat peredaran darah, dan pembuluh-pembuluh darah. Darah pada burung tersusun oleh eritrosit berbentuk oval dan berinti. Jantung burung berbentuk kerucut dan terbungkus selaput perikardium. Jantung terdiri dari dua serambi yang berbdinding tipis serta dua billik yang dindingnya lebih tebal. Pembuluh-pebmuluh darah dibedakan atas arteri dan vena. Arteri yang keluar dari bilik kiri ada tiga buah, yaitu dua arteri anonim yang bercabang lagi menjadi arteri-arteri yang memberi darah kebagian kepala, otot terbang, dan anggota depan; dan sebuah aorta yang merupakan sisa dari arkus aortikus yang menuju kekanan (arkus aortikus yang menuju kekiri mereduksi). Pembuluh nadi ini kemudian melingkari bronkus sebelah kanan dan membelok kearah ekor menjadi aorta dorsalis (pembuluh nadi punggung). Pembuluh nadi yang keluar dari bilik kanan hanya satu, yakni arteri pulmonalis (pembuluh nadi paru-paru), yang kemudian bercabang menuju paru-paru kiri dan kanan.
  40. 40. Pembuluh balik atau vena dibedakan atas: 1. Pembuluh balik tubuh bagian atas (vena kava superior); vena ini membawa darah dari kepala, anggota depan, dan anggota otot-otot pektoralis menuju jantung. 2. Pembuluh balik tubuh bagian bawah (vena kava inferior); membawa darah dari bagian bawah tubuh ke jantung. 3. Pembuluh balik yang datang dari paru-paru (pulmo) kanan dan paru-paru kiri serta membawa darah menuju serambi kiri jantung.
  41. 41. Sistem Ekskresi Alat ekskresi burung berupa sepasang ginjal metanerfous.ginjal dihubungkan oleh ureter ke kloaka karena burung tidak memiliki vesika urinaria. Tabung ginjal burung lebih banyak dari pada mamalia karena kecepatan metabolisme burung sangat tinggi. Tiap 1ml kubik jaringan korteks ginjal burung mengandung 100 sampai dengan 500 tabung ginjal ini membentuk lengkung henle kecil. Air dalam tubuh disimpan melelui reabsorpsi ditubulus. Di dalam kloaka juga terjadi reabsorpsi air yang menambah jumlah air dalam tubuh. Sampah nitrogen dibuang sebagai asam urat yang dikeluarkan lewat kloaka sebagai kristal putih yang bercampur feses. Khusus pada burung laut, misalnya camar, selain mengekskresi asam urat juga garam. Hal ini disebabkan karena burung laut meminum air garam dan memakan ikan laut yang mengandung garam. Burung laut memiliki kelenjar pengekskresi garam diatas mata. Larutan garam mengalir kerongga hidung kemudian keluar lewat nares luar dan akhirnya garam keluar lewat ujung paruh.
  42. 42. Sistem Saraf Susunan saraf pada burung serupa dengan susunan saraf pada manusia dan hewan menyusui.Segala kegiatan saraf di atur oleh susunan saraf pusat. Susunan saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum belakang.Otak burung juga terdiri atas empat bagian ,otak besar,otak tengah,otak kecil dan sum-sum lanjutan.Selain otak kecil maka otak besar pada burung juga bisa tumbuh dengan baik.Otak besar burung berbeda dengan otak besar pada manusia. Permukaan otak besar pada burung tidak berlipatlipat,sehingga jumlah neuron padda burung berkembang dengan membentuk dua gelembung.Perkembangan ini berhubungan dengan fungsi penglihatanya. Otak kecil pada burung mempunyai lipatan-lipatan yang memperluas permukaan sehingga dapat menampung sejumlah neuron yang cukup banyak.Perkembangan Otak kecil ini berguna bagi pengaturan keseimbangan burung di waktu terbang.
  43. 43. Sistem Rangka a) Struktur Rangka Burung memiliki struktur tulang yang beradaptasi untuk terbang.Adaptasi tulang burung adalah sebagai berikut : • Burung memiliki paruh yang lebih ringan dibandingkan rahang dan gigi pada hewan mamalia. • Burung memiliki sternum (tulang dada) yang pipih dan luas,berguna sebagai tempat pelekatan otot terbang yang luas. • Tulang-tulang burung berongga dan ringan .Tulang-tulang tersebut sangat kuat karena memiliki struktur bersilang. • Sayap tersusun dari tulang-tulang yang lebih sedikit dibandingkan tulang-tulang pada tangan manusia.Hal ini berfungsi untuk mengurangi berat terutama ketika burung terbang. • Tulang belakang bergabung untuk memberi bentuk rangka yang padat,terutama ketika mengepakkan sayap pada saat terbang. Burung juga memiliki tulang-tulang yang khas yang sesuai untuk terbang.Anggota depan berubah fungsi menjadi sayap.Tulang dan dada membesar dan memipih sebagai tempat melekatnya otot-otot dan sayap.Hal ini memungkinkan burung untuk terbang. Berikut gambar struktur rangka pada burung (aves)
  44. 44. b) Fungsi Rangka Berikut fungsi rangka pada burung perkutut : • Tengkorak : Melindungi otak dan isi kepala • Tulang leher : Untuk menghubungkan ke tempurung kepala. • Tulang lengan : Untuk menggerakkan sayap. • Tulang hasta : Tulang sayap yang menghubungkan dengan tulang lengan. • Tulang pengumpil : Tulang sayap yang menghubungkan dengan tulang lengan. • Korakoid : Penghubung tulang dada. • Tulang dada : Tempat melekatnya oto untuk terbang. • Tulang rusuk : Tulang yang melindungi isi perut. • Pelvis : Penghubung tulang ekor. • Tulang ekor : Tulang penghubung dengan kloaka. • Tulang kering : Penghubung tulang paha kebetis. • Tulang paha : Untuk persendian.
  45. 45. Mamalia
  46. 46. Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu (glandula mamae); bernafas dengan paru-paru; berkembang biak dengan cara melahirkan anak (vivipar), dan beberapa diantaranya dengan cara bertelur seperti platypus; yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau "berdarah panas“; umumnya hiup di darat namun ada juga ya ng hidup di laut seperti lumba-lumba,anjing laut, dan duyung.
  47. 47. Mamalia dibagi menjadi bebrapa ordo, diantaranya :
  48. 48. A. Ordo Monotremata Ciri-ciri: Gigi hanya ada sebelum dewasa. Berparuh, bertelur, mengeram, tubuh berambut, tidak mempunyai daun telinga (auricula atau pinnae). Hewan jantan mempunyai taji (berhubungan dengan kelenjar racun). Penis hanya satu lewat sperma (urin tidak), testis dalam abdomen. Oviduk bermuara kedalam kloaka, ekor pipih. Hewan betina tidak beruterus dan tidak bervagina, tanpa puting susu tetapi menyusui anaknya. Pemakan invertebrata yang hidup air.
  49. 49. platipus
  50. 50. B. Ordo Insektivora Ciri-ciri: Berukuran sangat kecil sampai kecil, merupakan mamalia terestrial yang hidup dilubang, dipohon atau amfibius,kaki pentadactyl, giginya mempunyai puncak yang tajam, daerah olfaktori pada kepala lebih panjang daripada pada daerah kranial, tidak ada posorbital, tulang air mata tidak melebar ke wajah, dan biasanya mempunyai taju paroccipital yang jelas.
  51. 51. C. Carnivora Ciri-ciri: Berukuran kecil sampai besar,kakinya mempunyai 4 atau 5 jari yang bercakar melengkung dan tajam, mempunyai gigi seri tiga buah, terkorak kuat dengan kranium yang membulat, dan tidak terdapat lempeng postorbital
  52. 52. beruang
  53. 53. D. Ordo Rodentia Ciri-ciri: Berukuran kecil sampai besar, kaki dengan 5 jari, terdapat sebuah gigi seri atas yang besar, terkorak daerah wajah tidak berlubanglubang, dan tidak terdapat keping postorbital.
  54. 54. Tikus Rumah
  55. 55. E. Ordo Sirenia Ciri-ciri: Mirip cetacea, tidak ada daun telinga, tidak ada tungkai belakang. Tungkai depan seperti dayung, kulit tebal sedikit rambut, dan hidup di laut atau di air tawar.
  56. 56. sapi laut
  57. 57. F. Ordo Cetacea Ciri-ciri: Mirip sirenia, tidak ada daun telinga, tidak ada rambut, tidak ada kelenjar-kelenjar di kulit. Tidak ada tungkai belakang, tungkai depan disebut flipper seperti dayung. Bentuk gigi semua sama dan tidak berlapisan email, atau tidak bergigi. Jari lebih dari lima. Hidup di laut atau air tawar, lambung terbagi menjadi 4.
  58. 58. paus biru
  59. 59. G. Ordo Chiroptera Ciri-ciri: Pemakan buah-buahan di malam hari (nokturnal). Gigi runcing tajam, kaki belakang lebih kecil, terdapat selaput antar jari-jari, dari tungkai depan hingga tungkai belakang, berguna untuk terbang, denagn gerakan seperti sayap burung.
  60. 60. kelelawar
  61. 61. H. Ordo Marsupialia Ciri-ciri: Telur mempunyai makanan cadangan, anaknya lahir pada tahap perkembangan yang masih awal, mempunyai kloaka yang dangkaldan sebuah spinkter, otak tidak mempunyai korpus kallosum, terdapat satu set gigi yang tidak diganti kecuali premolar terakhir, telinga biasanya dilindungan dengan sebuah bulla yang dibentuk dari alispenoid.
  62. 62. wombat
  63. 63. I. Ordo Probosoidea Ciri-ciri: Tubuh besar, mempunyai proboscis dengan dua lubang hidung, dapat untuk memegang. Kepala besar, leher pendek, telinga lebar, gigi seri atas dua buah yang tumbuh panjang, kaki lurus seperti tiang, berat badan sekitar 300-350kg, dan umur dapat mencapai 50 tahun.
  64. 64. gajah sumatra
  65. 65. J. Ordo Pholidota Ciri-ciri: Umumnya tak bergigi, tidak terdapat clavicula, tubuh dilindungi sisik dari zat tanduk, bagian tubuh ventral berambut, makan semut, anai-anai, dan dapat berpegangan dengan ekornya.
  66. 66. trenggiling
  67. 67. K. Ordo Perissodactyla Ciri-ciri: Telapak kaki berjari ganjil, dibungkus kuku dari zat tanduk, tidak bertanduk, lambung sederhana, tidak memiliki vesicafellea (kantung empedu).
  68. 68. L. OrdoArtiodactyla Ciri-ciri: Digolongkan menjadi ruminansia dan non-ruminansia, ruminansia mamalia memamah biak, kaki panjang, berjari genap, bertanduk, tidak bertaring, lambung terbagi 4 kompartemen. Non-ruminanasia, mamalia tidak memamah biak, lambung tidak terbagi 4 kompartemen, bertaring, tidak bertanduk.
  69. 69. kambing
  70. 70. M. Ordo Primata Ciri-ciri: Pada umumnya setiap melahirkan hanya satu anak, tangan dan kaki berjari lima, berkuku dan dapat untuk memegang.
  71. 71. simpanse

×