ALIRAN-ALIRAN SEJARAH SASTRA DAN CONTOH KARYANYA
REALISME
Aliran ini mengutamakan realitas kehidupan. Sastra realis merupa...
cerpen-cerpen karya Danarto:
- “ Godlob “
-“ Kecubung Pengasihan “
- “ Rintrik “
ABSURDISME
Aliran dalam kesusastraan yang...
-“Dag Dig Dug”
-“Aduh”
b). Puisi:
-“Telegram”
-“Sobat”
-“keok”
PSIKOLOGISME
Aliran yang mengutamakan pembahasan masalah ke...
- “ Buah Rindu“
-“ Karena Kasihmu “
- “ Memuji Dikau “
- “ Mengawan “
- “ Do‟a “
Novel karya-karya Hamka:
- “ Tenggelamnya...
*Marah Roesli
-Siti Nurbaya (1922)
-La Hami (1924)
-Anak dan Kemenakan (1956))
*Nur Sutan Iskandar:
-Apa Dayaku karena Aku...
-“Ratna” Armyn Pane
-“Lukisan Masa” Armyn Pane
-Djinak-djinak Merpati” Armyn PanE
IRONISME
Aliran yang mementingkan nada m...
Aliran yang mementingkan pengungkapan secara terus-terang, tanpa mempedulikan
baik buruk dan akibat negatif. Pengarang nat...
- “ Dengar Keluhan Pohon Mangga “, karya Maria Amin
-“ Musyawarah Burung “ karya Fariduddin Attar
sanjak:
-“ Kucing “ sanj...
HEROISME
Aliran yang mencuatkan nilai-nilai kepahlawanan, kecintaan terhadap tanah air dan figur
teladan bangsa, serta sem...
TRANSENDENTALISME
Aliran yang mengetengahkan nilai-nilai transendental, renungan-renungan hidup yang
mendalam, yang metafi...
Aaaaaaaa
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Aaaaaaaa

758 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Aaaaaaaa

  1. 1. ALIRAN-ALIRAN SEJARAH SASTRA DAN CONTOH KARYANYA REALISME Aliran ini mengutamakan realitas kehidupan. Sastra realis merupakan kutub seberang dari sastra imajis. Apa yang diungkapkan para pengarang realis adalah hal-hal yang nyata, yang pernah terjadi, bukan imajinatif belaka. Biografi, otobiografi, true-story, album kisah nyata, roman sejarah, bisa kita masukkan ke sini. Sastra realis juga berbeda dengan berita surat kabar atau laporan kejadian, karena ia tidak semata-mata realistik. Sebagai karya sastra, ia pun dihidupkan oleh pijar imajinasi dan plastis bahasa yang memikat. Contoh: Novel : -“Fatimah“ karya Titie Said, -“Rindu Ibu adalah Rinduku” karya Motinggo Boesye, - “Bilik-bilik Muhammad” karya A.R.Baswedan, skenario -“Arie Anggara“ karya Arswendo Atmowiloto, SURREALISME Aliran yang terlalu mengagungkan kebebasan kreatif dan berimajinasi sehingga hasil yang dicapai menjadi antilogika dan antirealitas. Bisa jadi apa yang terungkap itu pada mulanya berangkat dari kenyataan sekitar, tetapi karena desain imajinasinya itu sudah demikian sarat, kuat dan jauh, ia terasa ekstrim dan radikal. Ada semacam keadaan trans (hanyut/kesurupan) di sana, sesuatu yang tidak kita temukan dalam realisme maupun naturalisme.Surrealisme lebih dekat terhadap absurdisme daripada terhadap realisme. Contoh: Sajak Rendra: - “ Khotbah “ -“ Nyanyian Angsa “ - “ Mencari Bapa “,
  2. 2. cerpen-cerpen karya Danarto: - “ Godlob “ -“ Kecubung Pengasihan “ - “ Rintrik “ ABSURDISME Aliran dalam kesusastraan yang menonjolkan hal-hal yang di luar jalur logika, satu kehidupan dan bentang peristiwa imajinatif, dari alam bawah sadar, suasan trans. Pengarang aliran ini punya kesan mengada-ada, sengaja menyimpang dari konvensi kehidupan dan pola penulisan, tetapi pada super starnya, nampak kuat kebaruan dan kesegaran kreativitas mereka, bahkan kegeniusan mereka. Umumnya, mereka ini pernah pula sukses sebagai pengarang konvensional, sebagaimana para pelukis abstrak yang sempat meroket dan malang melintang di langit dunia mereka, bukan sunyi dari penciptaan lukisan-lukisan naturalis. Dramawan kontemporer/absurd yang tersohor, misalnya Putu Wijaya, N. Riantiarno dan Arifin C. Noer, juga punya seabrek karya konvensional. Contoh: karya-karya Iwan Simatupang di dasawarsa 60 an a).Drama: -“ Petang di Sebuah Taman “ -“ RT 0 RW 0 “ b).Cerpen: -“ Tegak Lurus dengan Langit “ c).Novel: -„‟Kering” -“Merahnya Merah” -“Ziarah” -“Koooong” karya-karya Putu Wijaya a). Drama: -“Anu”
  3. 3. -“Dag Dig Dug” -“Aduh” b). Puisi: -“Telegram” -“Sobat” -“keok” PSIKOLOGISME Aliran yang mengutamakan pembahasan masalah kejiwaan dalam kaitannya dengan berbagai peristiwa dalam cerita. Contoh: Novel: - “ Belenggu” Armijn Pane - “ Atheis “ Achdiat Kartamiharja - “ Royan Revolusi “ dan “ Kemelut hidup “ Ramadhan K.H. -“ Damai dalam Badai “ dan “ Cintaku Selalu Padamu “ Motenggo Boesye -“ Bila Malam Bertambah Malam “ Putu Wijaya novel-novel N.H. Dini, Titie Said, La Rose, Ike Supomo, Marga T., Ashadi Siregar, Ahmad Tohari, bisa disebut sebagai novel psikologi. ALIRAN ROMANTIK Sastra romantik ditandai dengan ciri-ciri : keinginan untuk kembali ke tengah alam, kembali kepada sifat-sifat yang asli, alam yang belum tersentuh dan terjamah tangan-tangan manusia. Istilah ini juga mencakup ciri-ciri adanya : keterpencilan, kesedihan, kemurungan, dan kegelisahan yang hebat. Romantisme, aliran yang mementingkan curahan perasaan yang indah dan menggetarkan yang diungkapkan dalam estetika diksi dan gaya bahasa yang mendayu-dayu membuai sukma. Contoh : puisi-puisi Amir Hamzah:
  4. 4. - “ Buah Rindu“ -“ Karena Kasihmu “ - “ Memuji Dikau “ - “ Mengawan “ - “ Do‟a “ Novel karya-karya Hamka: - “ Tenggelamnya Kapal Van der Wijk “ - “ Di Bawah Lindungan Ka‟bah “ - “ Di dalam Lembah Kehidupan” kumpulan sanjak: - “ Nyanyian Ibadah “ nya Korrie Layun Rampan - “ Romance Perjalanan “ Kirjomulyo EKSPRESIONISME DAN IMPRESIONISME M.H. Abrams menyatakan bahwa ekspresionisme adalah gerakan dalam sastra dan seni di Jerman yang mencapai puncaknya pada periode 1910 – 1952. Para pelopornya seniman dan pengarang yang dengan bermacam cara menyimpang dari penggambaran yang realistik tentang kehidupan dan dunia. Mereka mengekspresikan pandangan seni mereka atau emosi secara kuat. Ekspresionisme tidak pernah merupakan suatu gerakan yang dirancang secara baik. Dapat dikatakan bahwa ciri utama ekspresionisme adalah pemberontakan melawan tradisi realisme dalam bidang sastra dan seni, baik dalam hal pokok persoalannya (subyect matter) maupun gayanya (style). Contoh: Novel : *Merari Siregar: -Azab dan Sengsara (1920) -Binasa kerna Gadis Priangan (1931) -Cinta dan Hawa Nafsu
  5. 5. *Marah Roesli -Siti Nurbaya (1922) -La Hami (1924) -Anak dan Kemenakan (1956)) *Nur Sutan Iskandar: -Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923) -Cinta yang Membawa Maut (1926) -Salah Pilih (1928) -Karena Mentua (1932) -Tuba Dibalas dengan Susu (1933) -Hulubalang Raja (1934) -Katak Hendak Menjadi Lembu (1935) MELANKHOLISME Aliran dengan karya-karya penuh warna muram, sendu, kehidupan yang getir dan tragis, sarat ratapan dan rintihan. Kisah cinta klasik, drama-drama dalam film India, cerita- cerita dengan tema kemiskinan, kemalangan hidup dan penderitaan termasuk melankholisme. Contoh: Novel: -“ Di dalam Lembah Kehidupan “ Hamka - “ Tenggelamnya Kapal Van der Wijk “ Hamka - “ Di bawah Lindungan Ka‟bah “Hamka Puisi: - “ Buah Rindu “ Amir Hmzah -“Nyanyian Sunyi” Amir Hmzah Drama:
  6. 6. -“Ratna” Armyn Pane -“Lukisan Masa” Armyn Pane -Djinak-djinak Merpati” Armyn PanE IRONISME Aliran yang mementingkan nada mengejek, kadang terus terang, kadang melalui sindiran-sindiran. Bisa juga, karya itu sebenarnya merupakan kritik tajam terhadap kondisi sosial atau perilaku tokoh tertentu. Contoh : Novel: - “ Melaut Benciku “ Amal Hamzah - “ Kisah Sebuah Celana Pendek “ Idrus, cerpen : - “ Sumpah WTS “ Hamsad - “ Catatan Harian Seorang Koruptor “ F. Rahardi NIHILISME Aliran yang mengekspos peristiwa atau pemikiran-pemikiran, bisa saja sampai tingkat filsafat, tanpa landasan moral kemanusiaan, apalagi Keilahian. Cerita-cerita yang ateistik, komunistik, sekuleristik, chauvinistik bisa dimasukkan ke dalam fiksi nihilis. Ada memang, cerita yang menghadirkan paham-paham penafian Tuhan, pemasabodohan agama dan penghalalan segala cara untuk mencapai tujuan, misalnya Contoh: Novel: -“ Atheis “Achdiat Kartamihardja NATURALISME
  7. 7. Aliran yang mementingkan pengungkapan secara terus-terang, tanpa mempedulikan baik buruk dan akibat negatif. Pengarang naturalis dengan tenangnya menulis tentang skandal para penguasa atau siapapun, dengan bahasa yang bebas dan tajam. Pornografi, karya mereka jatuh menjadi picisan, bukan tabu bagi mereka. Biasanya, hal ini benar-benar mereka sadari, bahkan mereka pun sempat membanggakan naturalisme ini sebagai gaya mereka. Contoh: Kumpulan sanjak F. Rahardi, “ Catatan Harian Sang Koruptor “ dan “ Sumpah WTS “, sanjak Rendra “ Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta “, “ Rick dari Corona “, “ Sajak Gadis dan Majikan “, SIMBOLISME `Pengungkapan simbolis tidak secara harfiah, melainkan dengan simbol-simbol. Sebuah simbol berarti sesuatu yang bermakna sesuatu yang lain. Bunga mawar sebagai simbol dari kecantikan. Simbolisme merupakan aliran dalam sastra yang mencoba mengungkapkan ide-ide dan emosi lebih dengan sugesti-sugesti daripada menggunakan ekspresi langsung, melalui objek-objek, kata-kata dan bunyi. Aliran ini merupakan reaksi terhadap realisme dan naturalisme yang hanya berpijak pada kenyataan semata. Sastra simbolik banyak menggunakan simbol atau lambang dalam mengungkapkan pemikiran, emosi, secara samar-samar dan misterius. Contoh : fabel : -“Serial Kancil” -“Hikayat Kalilah dan Daminah”
  8. 8. - “ Dengar Keluhan Pohon Mangga “, karya Maria Amin -“ Musyawarah Burung “ karya Fariduddin Attar sanjak: -“ Kucing “ sanjak Sutardji Q.B - “ Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa “ karya Y.B. Mangunwijaya - “Ular dan Kabut“Ayip Rosidi puisi: -“Sebuah Lok Hitam“Hartoyo Andangjaya IDEALISME Aliran dalam kesusastraan yang mengungkapkan hal-hal yang ideal, pengarangnya penuh perasaan dan cita-cita. Mereka berpendapat, sastra punya peran untuk suatu perubahan sosial ke arah yang positif. Sastra bertenden, sebutan untuk karya-karya pengarang idealis, diharapkan mampu mengubah sikap hidup masyarakat atau pembaca dari yang kurang baik menjadi baik, dari yang statis menjadi dinamis, dari yang malas menjadi rajin, dan seterusnya. Contoh : Novel: -“Habis Gelap Terbitlah Terang“ karya R.A. Kartini; -“Layar Terkembang“ karya Sutan Takdir Alisjahbana -“Kemarau“ karya A.A. Navis, cerpen “Kadis“ karya Muhammad Diponegoro. Cerpen: - “Sisifus” karya Muhammad Fudoli Zaini
  9. 9. HEROISME Aliran yang mencuatkan nilai-nilai kepahlawanan, kecintaan terhadap tanah air dan figur teladan bangsa, serta semangat membela tanah air. Contoh: Novel: -“Bende Mataram“ karya Muhammad Yamin, Puisi: -“Diponegoro“ karya Chairil Anwar, -“Tanah Tumpah Darah“ karya Sitor Situmorang, Cerpen: - “Di Medan Perang“Trisno Yuwono - “Laki-laki dan Mesiu“Trisno Yuwono RELIGIUSISME Religiusme, aliran yang mementingkan nilai-nilai keagamaan atau renungan tentang Tuhan dan manusia di hadapan-Nya. Sastra religius dimiliki oleh setiap agama, juga oleh sastrawan yang punya penghayatan personal terhadap Tuhan. Contoh : Novel : -“Gitanyali“ karya Rabindranath Tagore - “Rindu Dendam“ karya Y.E. Tatengkeng, “Kata Hati“ karya Samadi, sanjak Rendra dalam: - “Sajak-sajak Sepatu Tua“ - “Balai-balai“ - “Sajadah Panjang”
  10. 10. TRANSENDENTALISME Aliran yang mengetengahkan nilai-nilai transendental, renungan-renungan hidup yang mendalam, yang metafisis (di atas hal-hal yang fisik/nampak). Kalau sastra sufi merupakan katarsisme, maka sastra aliran ini kebanyakan bersifat kontemplatif. Contoh : Sanjak-sanjak Afrizal Malna dalam: - “Abad yang Berlari” -“Isyarat“ cerpen-cerpen Danarto dan Hamid Jabba KOMEDIALISME Penuh suasana ceria, kocak, menganggap hidup penuh optimisme dan rasa humor, berbeda dengan determinisme dan melankolisme yang pessimistis. Tetapi ia tidak identik dengan lawak. Contoh : Drama: - “Tuan Kondektur” - “Pinangan“ - “Orang-orang Kasar“ karya Anton Chekov, -“Kejarlah Daku kau Kutangkap“ karya Asrul Sani, Novel: - “Dari Hari ke Hari“ karya Mahbub Junaidi - “Arjuna Mencari Cinta“ -“Yudhistira Duda“ oleh Yudhistira Ardi Noegraha

×