Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan IV 2019

604 views

Published on

Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan IV 2019

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pelajaran Sekolah Sabat ke-9 Triwulan IV 2019

  1. 1. Pelajaran 9 untuk 30 November 2019 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org “… menggabungkan diri dengan saudara-saudara mereka, yakni pemuka-pemuka mereka itu. Mereka bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Allah yang diberikan dengan perantaraan Musa, hamba Allah itu, dan untuk tetap mengikuti dan melakukan segala perintah TUHAN, yakni Tuhan kami, serta segala peraturan dan ketetapan-Nya.” Nehemia 10:29
  2. 2.  Perkakas Bait Suci (Ezra 1:9-11)  Orang-orang yang pulang ke Yerusalem (Ezra 2:1; Nehemia 7:5-7)  Tertinggal: Suku Lewi (Ezra 8:1-20)  Orang-orang yang menetap di Yerusalem (Nehemia 11:1-24)  Para anggota paduan suara (Nehemia 12) Orang-orang Israel mengalami pencobaan dan kesengsaraan ketika mereka kembali dari Babel. Kembali ke Tanah Perjanjian bukanlah hal yang mudah. Namun, TUHAN selalu melindungi dan menolong mereka. Daftar dalam kitab Ezra dan Nehemia menunjukkan bagaimana TUHAN mengawasi sejarah. Ia juga peduli kepada kita dan setiap detail kehidupan kita.
  3. 3. PERKAKAS BAIT SUCI “Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu.” (Daniel 5:2) Daniel 1:2 mengatakan bahwa Nebukadnezar mengambil perkakas dari bait suci dan menempatkannya di bait suci dewanya. Belsyazar dihukum karena mencoba untuk menyalahkgunakan perkakas suci dengan cara yang tidak pantas. Dia menginjak-injak kesucian TUHAN. TUHAN mencatat semua perkakas, dan tidak ada yang tersisa di Babel. Ia mengawasi sejarah manusia dan peduli setiap detilnya. Ezra mendaftarkan 2.499 perkakas dari 5.400 yang dikembalikan ke Bait Suci di Yerusalem.
  4. 4. ORANG-ORANG YANG PULANG KE YERUSALEM “Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang,” (Ezra 2:64) Sebagian besar orang Yahudi menjaga silsilah mereka. Mereka tidak kehilangan identitas mereka selama pengasingan. Mereka tahu suku dan keluarga mereka. Bahkan mereka yang tidak tahu silsilah mereka (lebih dari 10.000 orang Yahudi) juga termasuk dalam daftar yang dipulangkan. Kita masing-masing memiliki bagian pribadi dan unik dalam pekerjaan ALLAH. TUHAN mengenal setiap keluarga dan individu, serta pekerjaan mereka. Ini tercermin dalam daftar nama dalam kitab Ezra.
  5. 5. TERTINGGAL: SUKU LEWI Ezra merasa heran ketika dia melihat tidak ada orang Lewi dalam daftar sukarelawan yang pulang (Ezra 8:15). Banyak yang enggan meninggalkan negeri kelahiran mereka meskipun penggenapan nubuatan yang mengejutkan dalam Ulangan 30: 1-6. Namun demikian, seruan Ezra memotivasi sebagian dari mereka untuk berangkat ke Yehuda dan bergabung dengan orang-orang yang sudah pulang 80 tahun sebelumnya. “maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau.” (Ulangan 30:3)
  6. 6. Mereka berkumpul, berpuasa, dan merendahkan diri di hadapan TUHAN. Ia telah berjanji bahwa mereka akan kembali ke tanah asal mereka, jadi mereka meminta perlindungan-Nya untuk sampai ke sana. Mereka mengakui bahwa mereka hanya mengandalkan TUHAN. TERTINGGAL: SUKU LEWI Orang-orang Lewi sangat penting. Mereka harus membantu para imam untuk melakukan reformasi rohani Ezra. Karena itu, panggilan kedua dibuat untuk meyakinkan beberapa orang Lewi untuk pulang ke Yerusalem. “Aku menghimpunkan mereka dekat sungai yang mengalir ke Ahawa dan di sana kami berkemah tiga hari lamanya. Ketika kuselidiki mereka, ternyata ada orang-orang Israel awam dan imam-imam, tetapi tidak kudapati di antara mereka orang-orang dari bani Lewi.” (Ezra 8:15) Ezra mengirim beberapa utusan ke Kasifya untuk berbicara kepada orang-orang Lewi. Ido mengirim 38 orang Lewi dan 220 hamba ke bait suci (ayat 17-20).
  7. 7. E.G.W. (That I May Know Him, September 1)
  8. 8. ORANG-ORANG YANG MENETAP DI YERUSALEM “Para pemimpin bangsa menetap di Yerusalem, sedang orang-orang lain membuang undi untuk menentukan satu dari sepuluh orang yang harus menetap di Yerusalem, kota yang kudus itu, sedang yang sembilan orang lagi tinggal di kota- kota yang lain.” (Nehemiah 11:1)Tembok Yerusalem telah dibangun kembali. Maka kehidupan sehari-hari harus kembali normal. Setiap orang harus kembali ke rumah mereka. Kebanyakan orang tinggal di desa-desa di seluruh tanah Yehuda. Hanya beberapa orang yang bersedia meninggalkan tanah leluhur mereka dan pindah ke Yerusalem, beradaptasi dengan gaya hidup kota (Nehemia 11:2). Itu adalah pengorbanan yang signifikan, tetapi Yerusalem harus dihuni kembali, dan pelayanan di Bait Suci harus tetap aktif.
  9. 9. PARA ANGGOTA PADUAN SUARA “Kemudian kedua paduan suara itu berdiri di rumah Allah. Demikian juga aku bersama-sama sebagian dari para penguasa.” (Nehemia 12:40) TUHAN telah membantu mereka membangun kembali tembok. Sekarang, mereka harus meresmikannya dan berterima kasih kepada TUHAN di hadapan umum atas pertolongan-Nya. Di atas dinding, Ezra memimpin salah satu paduan suara dan Nehemia memimpin yang lain. Setiap paduan suara pergi ke berbagai bagian kota lalu bertemu di Bait Suci. Semua orang memuji TUHAN. Perayaan tersebut bahkan terdengar dari jauh (Nehemia 12:43). Nehemia membuat daftar para imam dan orang-orang Lewi tersebut. Kemudian, ia menunjuk penyanyi-penyanyi dari dua paduan suara yang akan meresmikan tembok itu.
  10. 10. “Ketika kita memiliki rasa menghargai yang lebih dalam akan rahmat dan cinta kasih TUHAN, kita akan memuliakan-Nya, gantinya hidup dalam berkeluh kesah. Kita akan berbicara tentang perlindungan yang penuh kasih dari TUHAN, tentang belas kasihan yang lembut dari Sang Gembala yang Baik. ... Pujian, seperti aliran air yang jernih akan naik dari orang-orang yang benar-benar percaya kepada TUHAN.” E.G.W. (Sons and Daughters of God, July 10)

×