Pelajaran Sekolah SABAT ke-7 Triwulan 3 2014

58,275 views

Published on

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Published in: Spiritual
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
  • Shalom Sahabatku David.Terima kasih sekali lagi dengan bahan ini. Pasti Tuhan akan terus memberkati kemurahan dan pelayanan anda.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
58,275
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
49,743
Actions
Shares
0
Downloads
76
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pelajaran Sekolah SABAT ke-7 Triwulan 3 2014

  1. 1. 16 Matius 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
  2. 2. Matius 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
  3. 3. “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.” (Kisah 10:38) Yesus selalu menunjukkan kesediaan yang menyenangkan dan terus menerus untuk melayani orang lain, dari masa kanak-kanak-Nya hingga di kayu salib. Dia tidak pernah menempatkan keperluan-Nya sendiri sebagai yang pertama.
  4. 4. Kasih dan belas kasihan yang tetap adalah prinsip-prinsip yang mendukung semua tindakan-Nya: “Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.?” (Yohanes 13: 1) Prinsip-prinsip utama yang menggerakkan hati-Nya dan yang Dia ingin untuk kita ikuti adalah: Yesus selalu menunjukkan kesediaan yang menyenangkan dan terus menerus untuk melayani orang lain, dari masa kanak- kanak-Nya hingga di kayu salib. Dia tidak pernah menempatkan keperluan-Nya sendiri sebagai yang pertama. 1. Kasihilah sesamamu. 2. Suka melayani. 3. Kasihilah musuhmu.
  5. 5. Yesus mengutip perintah lama – kasihilah sesamamu – untuk beberapa kali. Dan Ia hidup menurut perintah itu. Orang-orang Yahudi berpikir hanyalah orang Yahudi (atau sahabat- sahabat kita) yang adalah sesama kita, jadi Yesus menceritakan kisah tentang “Orang Samaria yang baik hati” untuk menegur pemikiran itu. Dia mengajarkan kita untuk mengasihi semua pria dan wanita dengan menggunakan “peraturan emas” (Matius 7:12). Kita harus memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 7:12)
  6. 6. E.G.W. (The Review and Herald, April 9, 1908) “Bukanlah ceramah, bukanlah pekerjaan, atau pernyataan kesalehan dan kealiman, yang bernilai bagi Allah, tetapi pekerjaan kebenaran yang menyatakan karakter seperti Kristus. Mematuhi hukum Allah berarti harus cepat untuk melihat keperluan sesama, dan dengan cepat untuk menolong mereka dengan tidak berhenti untuk menanyakan tentang, “Apakah mereka percaya doktrin yang sama sebagaimana yang saya percayai?” Mematuhi hukum Allah berarti bertindak sebagai tangan penolong Allah dalam meringankan keperluan umat manusia yang menderita, tidak peduli apa keyakinan agama mereka yang sedang memerlukan itu.”
  7. 7. Suka melayani adalah karakteristik utama dari pelayanan Yesus. Dia memiliki belas kasihan bagi orang banyak dan selalu berusaha untuk meringankan beban mereka. Peduli terhadap kebutuhan orang lain haruslah juga menjadi ciri utama dari setiap kehidupan orang percaya. “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” (Yakobus 1:27) “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.” (Matius 25:35-36)
  8. 8. “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44) Bagaimana kita harus memperlakukan musuh-musuh kita? Melakukan perbuatan baik kepada mereka Mereka yang menunjukkan sikap bermusuhan Berbicara dengan baik kepada mereka Mereka yang menyakiti hati kita dengan perkataan mereka Perantara dihadapan Allah untuk mereka Mereka yang mengambil keuntungan dari kita Ketika kita mengasihi musuh kita, kita hidup di atas dari standar rendah dunia yang jahat ini. Dengan begitu kita menunjukkan persekutuan yang erat dengan Bapa surgawi kita.
  9. 9. “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6) Kita bisa mengasihi musuh kita karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita, meskipun kita adalah musuh-musuh-Nya (Roma 5:10). Semakin kita menyadari dan mengalami kasih Allah bagi kita, semakin banyak kasih-Nya akan mengalir dari kita kepada sesama, bahkan kepada musuh- musuh kita. Keperluan kita setiap hari bukan hanya menerima kembali kematian Yesus bagi kita tetapi untuk menyerahkan kehendak kita kepada-Nya dan tinggal di dalam Dia. Dengan cara ini Yesus Sendiri tidak mencari kehendak-Nya sendiri melainkan kehendak Bapa (Yohanes 5:30), jadi kita perlu bergantung pada Yesus dan kehendak-Nya. Karena tanpa Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa.
  10. 10. E.G.W. (This Day with God, February 29) “Ketika kita melintas melalui kehidupan, terdapat begitu banyak kesempatan bagi kita untuk melayani. Di sekitar kita ada pintu-pintu yang terbuka untuk pelayanan. Oleh menggunakan talenta berbicara dengan benar, kita dapat berbuat banyak bagi sang Guru. Perkataan adalah kekuatan untuk kebajikan ketika berisi dengan kelembutan dan simpati Kristus. Uang, pengaruh, kebijaksanaan, waktu, dan kekuatan – semua ini adalah karunia yang dipercayakan kepada kita untuk membuat kita lebih bermanfaat untuk orang di sekitar kita, dan lebih dari itu menjadi suatu kehormatan untuk Pencipta kita.”

×