Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran Sekolah Sabat ke-3 Triwulan III 2021

Pelajaran Sekolah Sabat ke-3 Triwulan III 2021

  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Pelajaran Sekolah Sabat ke-3 Triwulan III 2021

  1. 1. Pelajaran ke-3 Triwulan I, 2021 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org “…Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.” (Yesaya 7:9)
  2. 2.  Saat-saat berbahaya. Isaiah 7:1-2  Percaya agar teguh jaya. Isaiah 7:3-9  Meminta Tanda. Isaiah 7:10-13  Tanda diberikan: seorang perawan dan seorang putra. Isaiah 7:14  Imanuel, “ALLAH Beserta kita”. Yesaya 7:14 Coba tempatkan diri anda pada posisi Raja Ahas. Kerajaan anda lemah, lalu kerajaan lain yang lebih kuat dari anda bergabung dengan kerajaan ketiga untuk berperang dengan anda. Apa yang akan anda lakukan? Dunia Ahas hampir runtuh, sehingga dia merasa memerlukan sekutu yang kuat untuk mengatasi situasi berbahaya ini. Siapa yang ia andalkan? SYRIA ISRAEL YEHU DA Damaskus Samaria Laut Mediterania ?
  3. 3. SAAT-SAAT BERBAHAYA “Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud: "Aram telah berkemah di wilayah Efraim," maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.” (Yesaya 7:2) Raja Pekah dari Israel Raja Rezin dari Syria TIGLATH- PILESER III Raja Asyria Raja Ahas yang kejam itu meminta bantuan Asyur. Kelihatannya ini ide yang bagus, tapi rencana ini justru menjadi bumerang baginya (2Raja 16:9; 2Tawarikh 28:20). Itu bukan saat yang baik untuk kerajaan Yehuda. Edom dan orang Filistin mengganggu mereka (2Tawarikh 28:17- 18). Selain itu, raja Israel dan Aram bergabung untuk menggulingkan Ahas dan menempatkan putra Tabeel sebagai kaki tangan (Yesaya 7:6). Mereka melakukan strategi itu untuk menjadi lebih kuat karena Asyur menjadi ancaman yang serius. Mereka meningkatkan kekuatan militer mereka di bawah pemerintahan Tiglath-Pileser III.
  4. 4. PERCAYA AGAR TEGUH JAYA “Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.” (Yesaya 7:9) Mengapa ALLAH membiarkan Yehuda menanggung begitu banyak kesusahan (2Tawarikh 28:5,19)? Ahas melakukan perbuatan kejam yang ekstrim. Dia adalah raja Yehuda pertama yang mengorbankan putranya sendiri kepada berhala (2Raja-raja 16:3). ALLAH membiarkan semua kesusahan itu terjadi sehingga dia dapat sadar dari kegilaannya. Yesaya mengunjungi Ahas bersama dengan putranya, Syear Yasyub (“Yang sisa akan kembali”). Dia memberi raja sebuah pesan pengharapan dan memintanya untuk percaya pada kuasa ALLAH (Yesaya 7:3-4). Raja-raja berbahaya itu (Pekah dan Rezin) hanyalah asap bagi ALLAH. Jika Ahas percaya pada-Nya, kerajaannya akan tetap berdiri teguh (Yesaya 7:5-7,9).
  5. 5. MEMINTA TANDA “‘Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN.’” (Yesaya 7:11-12) ALLAH hendak menganugerahkan kuasa-Nya pada manusia fasik itu, “Mintalah apa pun yang engkau inginkan.” Ia mau memberikan kepada Ahas apapun yang dimintanya, karena Ia ingin menyalakan hatinya dengan iman agar dia kembali kepada-Nya. Tapi Ahas tidak ingin ALLAH menolongnya. Dia menutup pintu hatinya untuk berubah. Karena Ahas telah menolak ALLAH, Yesaya berhenti berbicara tentang “Allahmu.” Dia mencela Ahas karena mengganggu “Allahku” (Yesaya 7:11, 13). Raja Yehuda menolak ALLAH, tetapi ALLAH tidak menolak umat-Nya.
  6. 6. TANDA DIBERIKAN: SEORANG PERWAN DAN SEORANG PUTRA “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, […]” (Yesaya 7:14) ALLAH memilih tanda itu sendiri. Dalam dua tahun (sebelum seorang anak dikandung, lahir, dan cukup dewasa untuk dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat), dua raja musuh tidak akan ada lagi (Yesaya 7:14-16). Kata “perempunan muda” yang digunakan dalam ayat ini tidak menyiratkan keperawanan seksual, tetapi masa muda. Oleh karena itu, penggenapan nubuatan segera dan masa depan adalah jelas: Ibu: Segera : Istri Yesaya (Yesaya 8:3-4) Masa depan: Maria (Matius 1:20-23) Anak: Segera : Maher-Syalal Hash-Bas (Yesaya 8:1,18) Masa depan: Yesus (Lukas 1:31)
  7. 7. IMANUEL, “ALLAH BESERTA KITA” “[…] dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14) “Nama Imanuel adalah suatu tanda nama yang ditahbiskan ALLAH untuk bersaksi tentang tujuan-Nya bagi Yehuda saat ini […] Tanda Imanuel akan bersaksi tentang kehadiran ALLAH bersama umat-Nya untuk menuntun, melindungi, dan memberkati.” (SDA Bible Commentary, pada Yesaya 7:14). Di luar penggenapan nubuatan segera dan masa depan, hal itu juga merupakan janji universal: ALLAH selalu bersama kita, bahkan ketika kita sedang melalui masa-masa sulit. ALLAH yang bersama dengan Yakub dalam kesengsaraannya (Kejadian 32: 24-30) bersama tiga pemuda Ibrani dalam api (Daniel 3: 23-27) telah berjanji untuk menyertai kita juga.
  8. 8. “‘Imanuel, ALLAH beserta kita.’ Sungguh memiliki arti yang luar biasa bagi hidup kita. Betapa luasnya dasar iman kita! Betapa besar harapan dengan kekekalan yang ditempatkan di hadapan jiwa yang percaya! ALLAH bersama kita di dalam Kristus YESUS untuk menyertai kita pada setiap langkah perjalanan ke surga!” E.G.W. (God’s Amazing Grace, July 12)

×