Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran Sekolah SABAT ke-3 Triwulan 1 2016

Pelajaran Sekolah SABAT ke-3 Triwulan 1 2016

Pelajaran Sekolah SABAT ke-3 Triwulan 1 2016

  1. 1. www.gmahktanjungpinang.org Adapted from : www.fustero.es Pelajaran 3untuk 16 Januari 2016 Kejadian 28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
  2. 2. Kitab Kejadian menceritakan kisah penipuan dan hubungan yang retak sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa. Selama kurun waktu tersebut, konflik Kosmis menyebarluas ke seluruh penjuru bumi.
  3. 3. “Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” (Kej. 4:9) Persembahan Kain ditolak, sebaliknya, ALLAH menerima persembahan Habel. Gantinya merenungkan mengapa persembahannya ditolak, ia malahan marah kepada Habel. Ketika Kain lahir, Hawa berpikir bahwa dialah Jurus’lamat yang dijanjikan ALLAH, namun ternyata tidak. Kain menjawab Allah dengan cara menantang, ia tidak menunjukkan pertobatan. Kelahiran Set membawa harapan kembali, karena Mesias yang dijanjikan akan berasal dari keturunannya. DOSA KAIN Bapa segala dusta (Setan) menggodanya untuk membunuh adiknya. Ia pun melakukannya lalu ia berdusta untuk menyembunyikan dosanya dengan mengatakan (“Aku tidak tahu.”)
  4. 4. “... dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata- mata.” (Kejadian 6:5) Keturunan Kain dengan cepat jatuh ke dalam kehidupan yang berdosa. Keturunan Set tetap setia untuk sementara waktu, tetapi pada akhirnya mereka dan seluruh umat manusiapun memberontak terhadap ALLAH. ALLAH memutuskan untuk menghentikan pemberontakan tersebut, Ia akan mengembalikan keadaan Bumi seperti keadaannya ketika pertama kali diciptakan: “belum berbentuk dan kosong.” (Kejadian 1:2). “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” (Kejadian 6:8). Hal tersebut merupakan suatu permulaan yang baru. Namun masalah kembali muncul. Nuh mabuk, lalu Ham bertindak tidak sopan dan memalukan. Meskipun demikian, harapan masih ada melalui keturunan Sem yang setia. PEMBERONTAKAN GENERASI PERMULAAN
  5. 5. PENGALAMAN ABRAHAM “Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.” (Kej. 22:13) ALLAH menjanjikan Abraham seorang anak; Oleh keturunannya semua bangsa di bumi akan mendapat berkat (Kej. 22:18). Lalu ALLAH meneguhkan janji tersebut kepada Ishak (Kej. 26:4) dan kepada Yakub (Kej. 28:14). “Oleh sebab Abraham telah menunjukkan satu kekurangan iman di dalam janji-janji Allah, Setan telah menuduh di hadapan malaikat-malaikat dan di hadapan Allah bahwa dia telah gagal untuk memenuhi syarat perjanjian itu, dan dia tidak layak untuk menerima berkat berkatnya, Allah ingin membuktikan kesetiaan hamba-Nya di hadapan segenap surga, untuk menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu selain penurutan yang sempurna dapat diterima, dan untuk menyatakan dengan lebih jelas di hadapan mereka rencana keselamatan itu.” E.G.W. (Patriarchs and Prophets, cp. 13, pg. 154) Apa hubungan antara harus membunuh anak perjanjian dengan Konflik kosmis kebaikan melawan kejahatan?
  6. 6. “Sesungguhnya Aku menyertai engkau ... ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.”(Kejadian 28:15) Yakub meminta saudaranya Esau untuk menjual hak kesulungannya. Lalu ia menipu ayahnya untuk mencuri berkat yang seharusnya menjadi bagian Esau. Reaksi Esau adalah jelas dan tegas; ia akan membunuh saudaranya. Ribka mengirim Yakub jauh dari rumah untuk menyelamatkannya. ALLAH bertemu dengan Yakub dan memberkatinya di tengah-tengah keputusasaannya. Terlepas dari segala kesalahannya, ALLAH tidak melihat dia sebagai Yakub-si penipu-tetapi sebagai Israel yang akan berpaut erat dengan Allah.
  7. 7. “Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan- jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya.” (Kejadian 32:11) Yakub memutuskan untuk kembali ke rumah setelah ditipu oleh ayah mertuanya (Laban) selama 20 tahun. Ia dikejar oleh ayah mertuanya dan ALLAH melepaskannya (Kej. 31:29). Ia kembali putus asa ketika ia tahu saudaranya Esau mendatanginya dengan 400 orang bersenjata. Ia berdoa sepanjang malam lalu bergumul melawan ALLAH dan memegang-Nya erat- erat, walaupun ia menang, akhirnya ia pincang dan tak berdaya. Ketika Esau melihat Yakub seperti itu, ia berpikir bahwa Yakub tidaklah berbahaya, dan iapun memaafkan adiknya tersebut. Jika kita ingin mengalahkan konflik dalam kehidupan, kita harus berpegang teguh kepada TUHAN seperti yang telah Yakub lakukan. TUHAN akan mengalahkan Iblis dan menuntun kita ke Tanah Perjanjian. KONFLIK YAKUB (II)
  8. 8. “Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.” (Kejadian 45:5) Sebuah jubah maha indah, 2 mimpi dan seorang ayah yang mengirim anak bungsunya untuk mengawasi saudara-saudaranya, sungguh suatu kisah yang tragis. Yusuf berjanji kepada ALLAH; ia memilih untuk setia kepada-Nya bagaimanapun keadaannya. Dan ternyata keadaan yang dihadapinya selama bertahun-tahun adalah begitu keras untuk dilaluinya. Yusufpun menjadi orang paling berkuasa ke-2 di Mesir, jadi sebenarnya sekarang ia mampu membalas dendam kepada saudara-saudaranya. Namun, ia tidak melihat kejahatan mereka, tetapi ia melihat suatu rencana ALLAH terhadap kehidupannya, keluarganya dan setiap orang di muka bumi. Kita membutuhkan cara pandang Yusuf. Kita harus melihat melampaui apa yang ada di hadapan kita saat ini. Kita harus melihat bahwa ALLAH sedang menuntun jalan kita untuk memenuhi rencana-Nya bagi dunia melalui keluarga dan diri kita sendiri. CARA PANDANG YUSUF
  9. 9. E.G.W. (Thoughts from the Mount of Blessing, cp. 2, pg. 43)

×