Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran Sekolah Sabat ke-2 triwulan IV 2019

1,034 views

Published on

Pelajaran Sekolah Sabat ke-2 triwulan IV 2019

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pelajaran Sekolah Sabat ke-2 triwulan IV 2019

  1. 1. NEHEMIA Pelajaran 2 untuk 12 Oktober 2019 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org “Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit, kataku: "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya.” Nehemia 1:4,5
  2. 2. Nehemia di Persia: Kabar buruk Doa Nehemia Permintaan Nehemia Nehemia di Yerusalem: Nehemia diutus Bersiap untuk tugas Setelah sekitar 13 tahun setelah Ezra tiba di Yerusalem, Nehemia adalah juru minuman raja Persia. Ketika Nehemia mendengar tentang situasi Yerusalem yang buruk, ia menerima misi yang ALLAH minta untuk dipenuhinya: Membangun kembali Yerusalem. Dia segera bekerja setelah diangkat menjadi gubernur Yehuda.
  3. 3. KABAR BURUK “Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.” (Nehemiah 1:3) Pada 445 SM, Nehemia dikunjungi oleh saudaranya Hanani di puri Susan. Hanani memberitahunya kabar buruk tentang Yerusalem dan orang-orang yang dipulangkan. Artahsasta telah memerintahkan rekonstruksi Yerusalem untuk dihentikan (Ezra 4). Kemudian dihancurkan oleh musuh-musuh mereka; dinding dan gerbangnya dibakar. Nehemia segera berdoa dan berpuasa untuk orang-orang dan kota Yerusalem, meminta TUHAN untuk campur tangan.
  4. 4. DOA NEHEMIA “Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu,” (Nehemia 1:8) Ini adalah isi doa Nehemia (Nehemiah 1:5-11): A TUHAN, Engkau ALLAH Yang Maha besar dan dahsyat(1:5) B Dengarkanlah doa hamba-Mu(1:6) C Kami mengaku telah berdosa (1:6-7) D Ingatlah akan janji-Mu(1:8-9) C’ Engkau telah menebus kami (1:10) B’ Dengarkanlah doaku(v. 11) A’ Berikanlah keberhasilan kepada hamba-Mu (1:11) Kitab Nehemia menunjukkan bahwa dia adalah seorang pendoa (2:4; 4:4-5, 9;5:19; 6:14; 13:14, 29). Poin utama dari doa ini adalah untuk mengingat janji- janji ALLAH dan menuntutnya. ALLAH senang mendengar kita menuntut janji-janji- Nya. Ia ingin memenuhinya dalam hidup kita (Lukas 11:13).
  5. 5. Nehemia adalah pelayan di istana Artahsasta. Dia memegang tanggung jawab besar ketika dia berinteraksi dengan raja Persia sebagai juru minumannya. Empat bulan setelah doa Nehemia, saat yang tepatpun tiba, dan TUHAN membuatnya berbicara dengan Artahsasta tentang permintaannya (444 SM). Raja melihat kesedihan yang dialami oleh juru minumannya. Nehemia meminta izin untuk membangun kembali tembok-tembok Yerusalem. Raja Artahsasta digerakkan oleh ALLAH. Dia mengangkat Nehemia sebagai gubernur Yehuda dan mengizinkan pembangunan kembali Yerusalem. PERMINTAAN NEHEMIA “Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit.” (Nehemia 2:4)
  6. 6. “Tiada tempat dan waktu yang tidak cocok untuk menghadapkan satu permohonan kepada Allah. Tiada sesuatu yang dapat mencegah kita daripada mengangkat hari kita di dalam doa yang sungguh-sungguh. Di jalan- jalan yang ramai, di tengah-tengah segala kesibukan dagang, kita dapat melayangkan sebuah permohonan kepada Allah, memohon bimbingan ilahi, seperti yang telah dilakukan Nehemia ketika dia mengadakan permohonan di hadapan Raja Artasasta. Satu hubungan yang intim dapat diperoleh di manapun kita berada. Kita harus mempunyai hati yang senantiasa terbuka dengan doa yang selalu dilayangkan supaya Yesus dapat datang dan tinggal sebagai tamu surga di dalam jiwa.” E.G.W. (Steps to Christ, cp. 11, p. 99)
  7. 7. Yehuda terletak di wilayah "di seberang Sungai", atau Transefrata. Sanbalat (gubernur Samaria), Tobiah (gubernur Ammon) dan Geshem (gubernur Edom dan Moab) menjadi kesal ketika mereka mendengar bahwa Nehemia datang untuk membantu orang-orang Yahudi. Mereka mencoba menghancurkan pekerjaan Nehemia sejak awalnya. NEHEMIA DIUTUS “Maka datanglah aku kepada bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat dan menyerahkan kepada mereka surat-surat raja. Dan raja menyuruh panglima-panglima perang dan orang-orang berkuda menyertai aku.” (Nehemia 2:9) Raja memberi Nehemia pengawal pribadi dan surat untuk para gubernur di wilayah itu. Asaf diperintahkan untuk memberi Nehemia semua bahan yang dibutuhkannya untuk membangun kembali tembok-temboknya.
  8. 8. Nehemia tidak bergantung kepada pasukan kecilnya, namun ia menggunakan pakaian khusus: Janji TUHAN dan jaminan bahwa ia sedang menjalankan pekerjaan TUHAN. Ia mengerjakannya dengan berhati-hati: Ia meninjau sendiri ke lapangan Ia membuat rancangan pekerjaan Ia mengumpulkan para pemimpin dan menyampaikan rancangannya Ia memberi semangat kepada semua orang Ia meminta komitmen setiap orang Kita harus menyertakan TUHAN dalam setiap rencana dalam hidup kita, ketika kita menyusun suatu pekerjaan dan ketika berinteraksi dengan orang lain. Selalu gunakan kata-kata yang membangun dan memberi semangat. BERSIAP UNTUK TUGAS “Para penguasa tidak tahu ke mana aku telah pergi dan apa yang telah kulakukan, karena sampai kini aku belum memberitahukan apa- apa kepada orang Yahudi, baik kepada para imam, maupun kepada para pemuka, kepada para penguasa dan para petugas lainnya.” (Nehemiah 2:16)
  9. 9. “Anak-anak Allah bukan saja harus berdoa dalam iman, tetapi harus bekerja dengan rajin dan berhati-hati menjaga diri. Mereka menghadapi banyak kesukaran dan seringkali menghalangi pekerjaan Penjaga demi keselamatan mereka, oleh sebab mereka memperhatikan beijaksanaan dan usaha yang begitu rajin sehingga sedikit saja memperhatikan agama. Nehemia tidak menganggap kewajibannya sudah selesai bilamana ia harus menangis dan berdoa di hadapan TUHAN. Ia menyatukan permohonan-permohonannya dengan usaha yang suci, menempatkan usahanya dengan sungguh-sungguh dan penuh doa demi keberhasilan usaha di mana ia melibatkan diri. Pertimbangan yang cermat dan rencana-rencana yang matang merupakan hal yang penting dalam memajukan usaha- usaha yang suci sekarang ini sebagaimana pada zaman pembangunan kembali tembok-tembok Yerusalem.” E.G.W. (Prophets and Kings, cp. 52, p. 633)

×