Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran sekolah sabat ke-2 triwulan III 2019

484 views

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke-2 triwulan III 2019

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pelajaran sekolah sabat ke-2 triwulan III 2019

  1. 1. Pelajaran 2 untuk 13 Juli 2019 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org “‘Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN’” (Imamat 19:18)
  2. 2. Setelah bertahun-tahun dalam perbudakan, ALLAH melepaskan orang Israel dari Mesir. Ia memberi mereka hukum yang adil dalam perjalanan mereka ke Tanah Perjanjian. “Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?” (Ulangan 4: 8). Undang-undang ini melindungi terutama bagi kaum yang lemah.  Sang Pembuat Hukum  Sepuluh Hukum  Hukum Yang Melindungi  Persepuluhan Ke-2  Tahun Yobel
  3. 3. SANG PEMBUAT HUKUM “Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.” (Keluaran 4:31) ALLAH menunjukkan diri-Nya kepada Musa di semak duri yang "menyala" tetapi "tidak dimakan api" (Keluaran 3:2). Ia berfirman kepada Musa bahwa Ia telah melihat kesedihan umat-Nya dan telah mendengar tangisan mereka (ayat 7). Allah menugaskan Musa untuk membebaskan Israel dari Mesir (ayat 10). Mereka tidak akan keluar dari Mesir dengan tangan kosong. Mesir akan membayar orang Israel untuk semua pekerjaan yang telah mereka lakukan sebagai budak (ayat 21). Dalam perjalanan mereka ke Kanaan, ALLAH memutuskan untuk membuat suatu bangsa dari orang-orang yang dulunya adalah budak. Ia memberi mereka hukum yang adil yang dapat menjadi berkah bagi seluruh umat manusia. Karena itu, Ia memanggil mereka menuju Sinai.
  4. 4. E.G.W. (Patriarchs and Prophets, cp. 27, p. 305)
  5. 5. Sepuluh Hukum adalah Konstitusi bangsa Israel. Itu adalah hukum tertinggi dari mana semua hukum lain berasal bagi mereka. Melakukan perintah tersebut adalah tanda kasih kita kepada Allah (4 pertama; Ul 6: 5; Mat 22: 37-38) dan sesama kita (6 terakhir; Im. 19:18; Mat 22:39). Kita harus memenuhi hukum tersebut baik dengan tindakan maupun niat hati kita (Matius 5: 21-30). Suatu masyarakat di mana setiap orang menaati hukum tersebut akan menjadi masyarakat yang aktif dan bersemangat di mana setiap orang dengan antusias bertindak atas kasih mereka kepada ALLAH dan terhadap sesama manusia. SEPULUH HUKUM “Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.” (Ulangan 4:13)
  6. 6. E.G.W. (Counsels to Parents, Teachers, and Students, cp. 64, p. 454)
  7. 7. Ada tiga pasal (21-23) dalam Keluaran yang mencakup berbagai jenis hukum: Hukum perbudakan (21:2-11) Hukum tentang kejahatan kekerasan (21:12-36) Hukum terhadap harta milik (22:1-15) Hukum dalam hidup sehari-hari (22:16-31) Bagaimana melaksana- kan hukum tersebut (23:1-9) Memperhatikan mereka yang lemah (budak, orang asing, janda dan anak yatim) adalah kunci dalam hukum ini. HUKUM YANG MELINDUNGI "Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas.” (Keluaran 22:21-22) Orang Israel harus memperhatikan mereka yang kurang diperhatikan dan memperlakukan mereka dengan cara yang sama seperti ALLAH memperlakukan mereka ketika mereka adalah orang asing di Mesir.
  8. 8. “Hukum yang telah diberikan Allah kepada umat-Nya pada zaman dulu adalah lebih bijaksana, lebih baik, dan lebih bersifat kemanusiaan daripada hukum-hukum bangsa yang paling beradab sekalipun di atas dunia ini. Undang-undang bangsa manusia ditandai oleh kelemahan-kelemahan serta nafsu dari hati yang belum dibaharui; tetapi hukum Allah mengandung cap Ilahi.” E.G.W. (Patriarchs and Prophets, cp. 42, p. 465)
  9. 9. Ulangan 14: 22-29 menjelaskan bahwa orang Israel harus memberikan persepuluhan kedua, dengan tujuan yang berbeda dari yang pertama. Selama dua tahun, persepuluhan kedua ini dibawa ke Yerusalem. Mereka mengkonsumsi sebagian daripadanya dalam keluarga dan membaginya dengan mereka yang membutuhkan. PERSEPULUHAN KE-2 “Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu; maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu.” (Ulangan 14:28-29) Tahun ketiga, persepuluhan khusus ini dibagikan kepada yang “membutuhkan” di setiap kota. Setiap orang Israel memberi sekitar 25-33% dari pendapatan mereka untuk mendukung bangsanya. Sebagian darinya digunakan untuk menolong mereka yang membutuhkan.
  10. 10. E.G.W. (Education, cp. 5, p. 44)
  11. 11. Tahun Yobel adalah tahun pembebasan tanah. Semua orang mendapatkan kembali harta milik mereka di tahun Yobel. Dengan cara ini, tidak ada yang dapat memiliki lahan yang terlalu luas. Selain itu, keluarga- keluarga tidak kehilangan tanah mereka — mata pencaharian mereka — untuk selamanya. Ketika seseorang harus menjual warisan mereka, harga untuk itu setara dengan manfaat dari panen berikutnya sampai Tahun Yobel. Oleh karena dosa, akan selalu ada orang miskin (Matius 26:11). Tahun Yobel adalah solusi yang ALLAH buat untuk meminimalkan kesenjangan sosial. TAHUN YOBEL “Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.” (Imamat 25:10)
  12. 12. E.G.W. (Counsels to Parents, Teachers, and Students, 428)

×