Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran sekolah sabat ke-2 triwulan II 2019

1,051 views

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke-2 triwulan II 2019

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pelajaran sekolah sabat ke-2 triwulan II 2019

  1. 1. Pelajaran 2 untuk 13 April 2019 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN’” (Yosua 24:15)
  2. 2. BAGAIMANA MEMILIH Pilihan Bebas Membuat pilihan yang benar APA YANG HARUS DIPILIH Memilih teman Memilih pendamping hidup Memilih jalan hidup Kita membuat pilihan setiap hari. Ada hal yang rutin maupun yang hal yang remeh, tetapi yang lain mungkin memiliki dampak dalam kehidupan kekal kita (Yosua 24:15). Pilihan kita dapat mengubah hidup kita dan kehidupan orang-orang di sekitar kita (secara positif atau negatif). Pikirkan tentang pilihan Kain, saudara- saudara Yusuf, Korah, Datan dan Abiram; atau Kornelius, kepala penjara Filipi dan masih banyak lainnya (1 Korintus 7:16). Mari kita pelajari nasihat Alkitab tentang pengambilan keputusan umum dan membuat beberapa pilihan paling penting dalam hidup kita.
  3. 3. PILIHAN BEBAS Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.” (1 Petrus 2:15-16) Alkitab menjelaskan bahwa ALLAH menciptakan kita dengan kehendak bebas. Yaitu, kita bebas memilih, dan TUHAN mendorong kita untuk membuat pilihan yang benar (Galatia 5:13; Ulangan 30:19). Dalam kasih-Nya, Allah sudah memilih kita untuk hidup kekal bahkan sebelum kita diciptakan (Efesus 1:4). Namun, kita harus membuat keputusan setiap hari untuk menerima keselamatan itu (Yohanes 3:16; Yosua 24:15).
  4. 4. “Karakter yang kita kembangkan, sikap yang kita terima hari ini, adalah memperbaiki nasib masa depan kita. Kita semua membuat pilihan, baik bersama orang yang diberkati, di dalam Kota Terang, atau bersama orang jahat, di luar kota Terang.” E.G.W. (Reflecting Christ, October 16)
  5. 5. Kenyamanan, tren budaya, pengaruh teman sebaya, emosi, kebiasaan, adalah panduan yang tidak dapat diandalkan untuk membuat pilihan. Menurut Alkitab, bagaimana kita dapat membuat pilihan yang benar? Berdoa sebelum membuat keputusan (1 Tes. 5:17; Yak. 1:5) Taat kepada perintah TUHAN (Yes. 1:19; Mat. 7:24-25) Menyelidiki Alkitab (Mzm. 119:105; 2 Tim. 3:16) Beriman kepada TUHAN (Amsal 3:5- 6; Yes. 58:11) Meminta nasihat dari orang yang bijaksana (Amsal 15:22; 24:6) MEMBUAT PILIHAN YANG BENAR “Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." (Yakobus 4:13-15)
  6. 6. Teman-teman yang kita pilih dapat membimbing kita ke jalan yang benar maupun yang salah. Seorang teman yang baik "menaruh kasih setiap waktu" dan merupakan saudara "pada masa kesukaran" (Amsal 17:17). Persahabatan adalah hubungan dua arah: "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara" (Amsal 18:24). MEMILIH TEMAN “Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.” (Amsal 22:24-25) Yonatan dan Daud adalah contoh persahabatan tanpa syarat. Daud akan menggantikan kedudukan yang seharusnya diserahkan kepada Yonatan, tetapi ia tidak menganggap Daud sebagai saingan, namun dengan rendah hati menawarkan persahabatan kepadanya.
  7. 7. Memilih teman adalah penting, tetapi memilih dengan siapa akan kita berbagi seluruh hidup kita jauh lebih penting. Cara terbaik untuk membuat pilihan yang benar adalah meminta bimbingan TUHAN (Kejadian 24: 7). Ada nasihat baik lainnya dalam kisah Ishak dan Ribka: carilah rekan yang takut akan TUHAN (Kejadian 24: 3-4). MEMILIH PENDAMPING HIDUP “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kejadian 2:24) Jika kita menginginkan pernikahan yang sukses, kita harus memulainya dengan menjadi orang yang tepat bagi diri kita sendiri (Mazmur 37:27; 119: 97; 1Kor 15:33; Yakobus 1: 23-25). Kita harus mau memperlakukan pasangan kita seperti kita ingin diperlakukan (Matius 7:12).
  8. 8. “Pilihan pendamping hidup haruslah dibuat sebaik mungkin untuk menjamin kesejahteraan fisik, mental, dan rohani bagi orang tua dan anak-anak mereka - pendamping hidup yang demikian akan memungkinkan orangtua dan anak-anak untuk menjadi berkat bagi sesama dan menghormati Pencipta mereka.” E.G.W. (Letters to Young Lovers, p. 14)
  9. 9. Selain bekerja penuh waktu di rumah untuk mengurus rumah dan keluarga (yang paling mulia dari semua pekerjaan), setiap orang harus memilih jalan-jalan pekerjaan untuk memenuhui kebutuhan hidup keluarganya. MEMILIH JALAN HIDUP ( PEKERJAAN) “Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya -- juga itu pun karunia Allah.” (Pengkhotbah 5:18) Langkah pertama adalah memilih jalur pembelajaran yang terkait dengan karier pekerjaan yang diinginkan, jika memungkinkan. Setiap pilihan harus mengikuti prinsip utama berikut: “apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah.” (1 Korintus 10:31). Di sisi lain, pekerjaan tidak boleh menjadi pusat kehidupan kita (lihat Pengkhotbah 2: 1-11). Ingatlah bahwa "cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan" (1Tim. 6:10).
  10. 10. “Marilah kita ingat bahwa pekerjaan yang sedang kita lakukan mungkin bukan pilihan kita, tetapi itu harus diterima sebagai pilihan Allah bagi kita. Menyenangkan atau tidak, kita harus melakukan kewajiban yang ada pada kita. ‘Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi’ Pengkhotbah 9:10” E.G.W. (The Ministry of Healing, cp. 39, p. 472)
  11. 11. Apa yang perlu kau pahami ialah tenaga kemauan yang sejati. Inilah kuasa yang memerintahkan di dalam tabiat manusia, kuasa mengambil keputusan, atau kuasa memilih. Segala sesuatu tergantung atas perbuatan kemauan yang benar. Kuasa memilih Allah telah diberikan kepada manusia; inilah yang harus digunakan manusia. Engkau tidak dapat mengubah hatimu, dengan dirimu sendiri engkau tidak dapat memberikan kepada Allah segala keinginan-keinginan hati itu; tetapi engkau dapat memilih melayani Dia. Engkau dapat memberikan kemauan padaNya, lalu dia akan bekerja di dalam engkau dan mengerjakannya semua sesuai dengan keridlaanNya. Dengan demikian semua tabiatmu akan dibawa kepada pimpinan Roh Kristus; keinginan-keinginanmu akan dipusatkan padaNya, pikiran-pikiranmu akan setuju dengan Dia. E.G.W. (Steps to Christ, cp. 5, p. 47)

×