Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran Sekolah Sabat ke-2 Triwulan I 2020

1,618 views

Published on

Pelajaran Sekolah Sabat ke-2 Triwulan I 2020

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pelajaran Sekolah Sabat ke-2 Triwulan I 2020

  1. 1. “Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. ” Daniel 1:17 Pelajaran 2 untuk 11 Januari 2020 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org
  2. 2. Nebukadnezar menyerang Yerusalem tiga kali untuk menaklukkannya. Terakhir kali (yang ke-3) adalah pada 586 SM. Yerusalem diluluh lantakkan dan orang-orang Israel dibawa ke Babel. Kali ke-2 pada 597 SM. Raja membawa para pengrajin, pandai besi dan orang-orang penting lainnya (termasuk Yehezkiel). Yang pertama kali pada 605 SM. Para pangeran dan bangsawan dibawa ke Babel. Tujuannya adalah untuk "membabelkan" para pangeran itu agar mereka setia kepada Babel. Daniel, Hananya, Misael dan Azarya adalah bagian dari kelompok tersebut. ALLAH MEMEGANG KENDALI. Daniel 1:1-2, 21 PELATIHAN UNTUK MEMBABELKAN: Tekanan Lingkungan. Daniel 1:3-7 Pola Makan. Daniel 1:8-16 HASIL: Tak Bercela. Daniel 1:4,17 Unggul. Daniel 1:18-20
  3. 3. ALLAH MEMEGANG KENDALI “Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.” (Daniel 1:2) ALLAH mungkin dapat dilihat sebagai Oknum yang dikalahkan dan dibuang yang tidak dapat membela umat-Nya sendiri. Namun, ungkapan "Tuhan menyerahkan ..." menjelaskan makna sebenarnya. TUHAN menggunakan Babel untuk menghukum ketidaktaatan umat-Nya (Habakuk 1:5-11). Ia mengendalikan sejarah. Ia membatasi hukuman mereka untuk 70 tahun saja. Ia juga menggunakan Koresy untuk membebaskan umat-Nya (Esdras 1:1). Kita juga dapat percaya bahwa TUHAN akan selalu memegang kendali sejarah dunia ini hingga akhirnya. Ia akan melindungi umat-Nya hingga akhir zaman.
  4. 4. TEKANAN LINGKUNGAN “Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.” (Daniel 1:7) Nebukadnezar ingin mengubah para pangeran Ibrani menjadi orang Babel yang loyal. Dia mencoba mengubah pola pikir dan ibadah mereka. Dia mengganti tempat tinggal mereka, dari Yerusalem yang sederhana menjadi Babel yang mewah Dia mengubah nama mereka, untuk menghubungkan identitas mereka dengan para dewa Babel Dia mengganti pendidikan mereka, untuk mengajar mereka tentang budaya dan agama Babel Dia mengubah pola makan mereka, untuk membuat mereka menyembah dewa- dewa Babel Jika mereka menerima semua perubahan itu, mereka akan menjadi pegawai kerajaan. Apakah mereka akan mengorbankan prinsip mereka untuk kehidupan yang mudah dan nyaman?
  5. 5. POLA MAKAN “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.” (Daniel 1:8) Tampaknya, para pemuda Ibrani tersebut tidak bisa melakukan apa pun untuk menolak perubahan. Namun, mereka tidak mau menyerah pada hal-hal yang bertentangan dengan iman mereka. Daniel menyarankan suatu diet untuk menghindari kedua masalah tersebut. Selain itu, dia meminta minum sesuatu yang membuatnya dapat berpikir jernih. Yang terpenting, dia percaya kepada TUHAN. Dia percaya bahwa IA akan bertindak luar biasa dalam waktu singkat (sepuluh hari). Makanan raja termasuk daging yang dilarang oleh TUHAN (Imamat 11). Makanan itu telah dikorbankan untuk para dewa Babel. Pada waktu itu, memakannya adalah bagian dari ibadat kepada para dewa. (Kisah 15:28-29).
  6. 6. “Ada banyak orang yang mengaku Kristen sekarang ini yang menganggap bahwa Daniel terlalu fanatik dan mencapnya bodoh dan berpikiran sempit. Mereka menganggap bahwa urusan makan dan minum terlalu kecil artinya dalam membuat satu keputusan yang besar. Mungkin salah satu sebabnya ialah pengorbanan setiap kesempatan di dunia ini. Tetapi mereka yang berpikir demikian akan mendapati pada hari penghakiman bahwa mereka sudah lari dari tuntutan ALLAH yang jelas dan membuat pikiran mereka sebagai standar menentukan salah atau benar. Mereka akan mendapati bahwa apa yang nampaknya tidak penting bagi mereka, bukanlah demikian anggapan ALLAH. Tuntutan-Nya harus dituruti secara khidmat.” E.G.W. (Counsels on Health, p. 69)
  7. 7. TAK BERCELA “Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.” (Daniel 1:17) Aspenas memilih pria muda "tanpa cacat fisik" (Daniel 1:4 NIV ). Ini adalah korban syukur Nebukadnezar yang simbolis kepada dewanya, Marduk. Semua orang muda tanpa cacat fisik atau mental. Namun, hanya empat yang tidak menunjukkan cacat rohani. TUHAN menghargai kesetiaan mereka dengan memberi mereka penampilan fisik dan pengetahuan intelektual di atas semua orang muda lainnya (Daniel 1:15, 17). TUHAN juga akan memberi kita hikmat untuk tetap setia kepada-Nya di dunia yang tercemar dengan mitos dan kebohongan.
  8. 8. UNGGUL “Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.” (Daniel 1:20) Mereka dipaksa belajar hal-hal yang bertentangan dengan kepercayaan mereka. Hari ini, kita juga harus belajar hal-hal yang salah yang diajarkan sebagai kebenaran. TUHAN mengendalikan sejarah TUHAN memberi kita hikmat untuk mengatasi lingkungan yang tidak bersahabat TUHAN memberkati mereka yang memutuskan untuk taat kepada-Nya, apapun keadaan yang mereka alami Berkat keputusan yang mereka buat untuk mempertahankan iman mereka, TUHAN memberkati mereka dengan mengaruniakan mereka keterampilan intelektual yang unggul. Mereka lulus ujian dengan hasil luar biasa. Kita dapat belajar hal berikut dari pengalaman mereka:
  9. 9. “Daniel telah dihadapkan kepada pencobaan terberat yang dapat menyerang kaum muda dewasa ini; namun dia tetap setia pada perintah agama yang diterima pada awal kehidupannya. Dia dikelilingi dengan pengaruh yang kuat untuk menumbangkan orang-orang yang akan bimbang antara prinsip dan kecenderungan; namun firman TUHAN menunjukkan bahwa dia adalah seseorang dengani karakter yang sempurna. Daniel tidak berani bergantung pada kekuatan moralnya sendiri. Baginya doa adalah suatu keharusan. Dia menjadikan TUHAN Sebagai kekuatannya, dan rasa takut akan TUHAN terus ada di hadapannya dalam semua catatan kehidupannya.” E.G.W. (Fundamentals of Christian Education, cp. 8, p. 78)

×