Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran sekolah sabat ke 9 triwulan iii 2018

6,819 views

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke 9 triwulan iii 2018

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pelajaran sekolah sabat ke 9 triwulan iii 2018

  1. 1. PERJALANAN MISIONARIS KE-2 RASUL PAULUS Pelajaran 9 : 1 September 2018 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org Kisah 18,9,10 “‘ ..."Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini’”
  2. 2. 2.Derbe dan Listra. Kis. 16:1-5  Timotius muda 3.Frigia, Galatia, Misia and Troas. Kis. 16:6-10  Panggilan Makedonia 4.Samotrake, Neapolis dan Filipi. Kisah 16:11-40  Umat percaya baru 1.Siria dan Kilikia. Kis. 15:36-41  Dua Tim Misionaris 5.Tesalonika dan Berea. Kis. 17:1-15  Menyelidiki kitab suci 7.Korintus. Kis. 18:1-17  “Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” 6.Athena. Kis. 17:16-34  Areopagus
  3. 3. 2 TIM MISIONARIS “Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.’” (Kis. 15:36) Paulus dan Barnabas memutuskan untuk mengunjungi gereja-gereja yang mereka dirikan dalam perjalanan misionaris pertama mereka. Barnabas ingin membawa sepupunya, Yohanes Markus bersama mereka lagi (Kolose 4:10). Namun Paulus tidak memberi kesempatan kedua kepadanya, karena dia sudah menyerah saat perjalanan sebelumnya. Barnabas dan Yohanes Markus pergi ke Siprus, sementara Paulus dan Silas pergi ke Asia. Setelah beberapa waktu, Pulus juga menghargai pekerjaan Yohanes Markus, ia berkata: “karena pelayanannya penting bagiku.” (Filipi. 1:24; 2Tim. 4:11)
  4. 4. TIMOTIUS MUDA “...dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.” (Kisah 16:3) Paulus bertemu dengan Timotius di Listra. Dia adalah seorang pemuda yang telah diajarkan Kitab Suci oleh ibunya Eunike dan neneknya Lois (2 Timotius 1: 5) Paulus memutuskan untuk membawa Timotius dalam perjalanannya, karena ia adalah dikhususkan dan berbakat. Timotius belum disunat, karena ayahnya orang Yunani. Musyawarah di Yerusalem setuju bahwa sunat tidak boleh dipaksakan. Mengapa Paulus kemudian menyunatnya? Paulus mengasihi orang Yahudi, jadi dia melakukannya untuk membantu mereka menerima pekabaran dikhotbahkan oleh Timotius dengan lebih mudah.
  5. 5. PANGGILAN MAKEDONIA “Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!.’” (Kisah 16:9) Rencana awal Paulus adalah mengunjungi gereja yang telah didirikannya, tetapi Roh Kudus memiliki rencana yang berbeda. Roh Kudus memimpin mereka ke Misia, dan mencegah mereka pergi ke Bitinia. Ia memimpin mereka ke Troas — pelabuhan maritim — dan memberi tahu mereka ke mana harus pergi berikutnya dalam sebuah penglihatan. Mereka memasuki Eropa, sehingga Injil dapat diberitakan di daerah baru.Ini adalah contoh bagaimana kita perlu mengikuti bimbingan Roh Kudus, meskipun itu bertentangan dengan rencana atau kehendak kita.
  6. 6. UMAT PERCAYA BARU “Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’” (Kisah 16:30-31) Paulus mencari tempat di mana orang Yahudi berkumpul di Filipi. Tidak ada sinagog, dan dia menemukan beberapa wanita di tepi sungai. Lydia dari Tiatira adalah salah satu dari wanita- wanita itu. Dia menjadi orang pertama yang percaya di Eropa. Namun masalah segera muncul. Paulus mengusir setan dari seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung. Tuannya marah lalu membawa Paulus dan Silas ke pihak berwenang. Mereka dicambuk dan dipenjarakan, tetapi mereka bernyanyi di penjara. Kesaksiannya yang setia menyentuh hati nurani penjaga.
  7. 7. MENYELIDIKI KITAB SUCI Tesalonika adalah ibu kota Makedonia. Paulus datang ke sinagog untuk berkhotbah tentang kematian dan kebangkitan Yesus kepada orang Yahudi. Hanya beberapa orang Yahudi yang percaya. Yang lain memulai kerusuhan melawan Paulus dan orang-orang percaya baru dengan mengumpulkan beberapa orang yang tidak baik dari pasar. Orang-orang Yahudi di Berea menerima pekabaran dengan lebih baik. Mereka percaya akan kebenaran setelah benar-benar menyelidiki Kitab Suci. Tanggapan emosional bersifat singkat dan berlebihan jika mereka tidak diikuti oleh penyelidikan Kitab Suci secara pribadi. “Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” (Kisah 17:11)
  8. 8. AREOPAGUS “Lalu mereka membawanya menghadap sidang Areopagus dan mengatakan: "Bolehkah kami tahu ajaran baru mana yang kauajarkan ini??’” (Kisah 17:19) Paulus menggunakan metode baru untuk memberitakan Injil di Athena. Sebagian besar orang di Athena adalah orang bukan Yahudi, jadi dia tidak bisa menggunakan Kitab Suci sebagai dasar dari pekabarannya. Dia menggunakan dunia alam dan ilmu filsafat, sehingga mereka dapat memahami pekabaran yang ia sampaikan. Mereka tidak percaya bahwa dewa peduli dengan apa yang terjadi di Bumi, jadi Paulus membawakan pekabaran yang khusus bagi mereka. Kebanyakan dari mereka mengolok- olok pekabarannya, tetapi beberapa orang seperti Dionysius dan Damaris menerima pekabaran tersebut.
  9. 9. TERUSLAH MEMBERITAKAN FIRMAN DAN JANGAN DIAM “Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” (Kisah 18:10) Paulus bertemu Priskila dan Akwila di Korintus. Dia tinggal dan bekerja dengan mereka karena mereka memiliki profesi yang sama (Pembuat tenda). Tetapi Paulus ditolak oleh orang Yahudi, jadi dia berhenti berkhotbah kepada orang Yahudi. Dia mengebaskan debu dari pakaiannya dan mulai berkhotbah kepada orang bukan Yahudi saja. Situasi ini membuat rasul paulus putus asa, jadi ia memutuskan untuk meninggalkan Korintus dan melanjutkan perjalanannya. Namun, TUHAN kembali memiliki rencana yang berbeda. Paulus tinggal di Korintus selama satu setengah tahun. Itu adalah masa tinggal terlamanya hingga saat itu. Berapa banyak orang yang menunggu untuk mendengar tentang Tuhan di kota anda? Berbicaralah, dan jangan berdiam diri.
  10. 10. “Para pesuruh Allah di kota-kota besar tidak boleh merasa putus asa terhadap kejahatan, ketidakadilan, kebejatan moral, di mana mereka telah terpanggil untuk menghadapinya ketika berusaha memberitakan kabar baik keselamatan. ...Biarlah mereka yang terlibat dalam pekerjaan penyelamatan jiwa mengingat bahwa sementara terdapat banyak orang yang tidak mengindahkan nasihat Allah dalam Firman-Nya, maka seluruh dunia tidak akan berbalik dari terang dan kebenaran, dari undangan Juruselamat yang sabar dan berkemurahan. Pada setiap kota yang walaupun barangkali berisi kekejaman dan kejahatan, di sana terdapat banyak orang yang dengan pengajaran yang tepat dapat belajar untuk menjadi pengikut Yesus. Dengan demikian beribu-ribu orang dapat dijangkau dengan kebenaran yang menyelamatkan dan dapat dipimpin untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi.” E.G.W. (Prophets and Kings, cp. 22, p. 277)

×