Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran sekolah sabat ke 9 triwulan 1 2018

12,482 views

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke 9 triwulan 1 2018

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pelajaran sekolah sabat ke 9 triwulan 1 2018

  1. 1. Pelajaran 9 untuk 3 Maret 2018 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org Yohanes 3:16 “‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal’." PERSEMBAHAN SYUKUR
  2. 2.  Garis Besar Pelajaran:  Di mana Hatimu Berada  Penatalayanan Kasih Karunia ALLAH  Persembahan Terbaik Kita  Motif hati.  Pengalaman Memberi Kita adalah para penatalayan ALLAH, sehingga patutlah kita meniru perbuatan-Nya. Dengan murah hati Ia memberikan kepada kita semua kebutuhan kita. Kita menunjukkan rasa terima kasih kita dengan memberikan persembahan-persembahan kita seperti harta, waktu dan talenta kita dengan sukacita dan tulus.
  3. 3. DI MANA HATIMU BERADA “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:20) “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat .” (2 Korintus 5:7). Pikiran dan motif kita haruslah didasarkan atas hal-hal yang kekal. Adalah penting untuk memerhatikan hal-hal duniawi dan mengantisipasi situasi masa depan (mencari pekerjaan, pensiun…), tetapi itu seharusnya tidak menjadi tujuan utama hidup kita. Kita harus hidup selaras dengan iman kita. Iman kita harus bersauh kepada ALLAH gantinya kepada hal- hal duniawi. Bagaimana agar kita dapat mengumpulkan harta di surga?
  4. 4. PENATALAYANAN KASIH KARUNIA ALLAH “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:10) Kasih karunia Kristus adalah hadiah terindah yang telah ALLAH berikan kepada kita, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” (Ef. 2:8) Kasih karunia ALLAH bukanlah untuk kesenangan kita sendiri. Kita dipanggil untuk membagikannya kepada orang lain, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” (Matius 10:8) Mempersembahkan harta, talenta dan waktu kita adalah bermanfaat untuk menyebarkan berita keselamatan.
  5. 5. PERSEMBAHAN TERBAIK KITA “Dari segala yang diserahkan kepadamu, yakni dari segala yang terbaik di antaranya, haruslah kamu mempersembahkan seluruh persembahan khusus kepada TUHAN, sebagai bagian kudus dari padanya.” (Bilangan 18:29 NIV) Kita menunjukkan rasa syukur kita kepada ALLAH dengan mempersembahkan yang terbaik atas segala sesuatu yang telah diberikan-Nya kepda kita. Dalam masyarakat Israel kuno, mereka biasanya mempersembahkan yang terbaik dari hasil tanah atau dari hewan yang mereka miliki, persembahan tersebut selalu “tidak bercela.” (Imamat 22:19) Uang selalu memiliki nilai yang sama, jadi bagaimana kita bisa menerapkan konsep memberi “yang terbaik” pada saat ini? Kita tidak boleh memberikan bagian yang sisa-sisa, melainkan bagian yang terbaik (Lukas 21:4). Mungkin kita dapat memberikan minyak wangi istimewa untuk meminyaki TUHAN kita! (Lukas 7:37-47)
  6. 6. “hati Maryam dipenuhi dengan rasa syukur. Ia telah mendengar Yesus berbicara tentang kematian-Nya yang sudah dekat, dan dalam kasih dan kesusahannya yang mendalam ia ingin menunjukkan kehormatan kepada-Nya. Dengan pengorbanan pribadi yang besar ia telah membeli sebuah buli-buli berisi "minyak wangi yang mahal harganya" yang dengan itu ia menyirami tubuh-Nya. Tetapi sekarang banyak orang sedang mengumumkan bahwa Ia hampir akan dimahkotai sebagai raja. Kesedihannya berubah menjadi kesukaan, dan ia ingin yang pertama menghormati Tuhannya. Setelah memecahkan buli-buli minyak wangi itu, ia mencurahkan isinya ke atas kepala dan kaki Yesus, kemudian bertelutlah ia sambil menangis, dan sambil membasahinya dengan air matanya, dikeringkannya kaki-Nya dengan rambutnya yang panjang itu. … Maryam mendengar kritik itu. Hatinya berdebar-debar. Ia takut jangan-jangan saudaranya perempuan akan menyalahkan dia karena pemborosan itu. Tuhan juga mungkin berpendapat bahwa ia pemboros. Tanpa minta maaf ia sudah hampir surut, tetapi suara Tuhannya terdengar, "Biarkanlah dia, apakah sebabnya kamu menyusahkan dia?" Ia melihat bahwa perempuan itu sudah malu dan sedih. Ia mengetahui bahwa dalam perbuatan ini perempuan itu telah menyatakan rasa terima kasihnya karena keampunan dosa-dosanya, dan Ia membawa kelegaan pada pikirannya..” E.G.W. (The Desire of the Ages, c. 62, p. 558, 560)
  7. 7. MOTIF HATI “Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.” (2 Korintus 8:12) Hanya ALLAH Yang mengetahui motif kita ketika memberi baik sedikit maupun banyak persembahan kita. Tidak ada seorangpun yang dapat menghakimi motif kita. (Yakobus 4:12). Ada banyak motif dalam memberi, mulai dari mementingkan diri hingga kemurahan hati. Kita dapat melakukan tindakan benar dengan alasan yang salah, contohnya: agar dipuji, dihormati orang, dll. Kemurahan hati dimotivasi oleh kasih. Kasih tersebut adalah respon terhadap kasih ALLAH dalam hidup kita.
  8. 8. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Korintus 9:7) Begitu kita mengalami kasih TUHAN, kita mengerti bahwa Ia akan selalu memelihara kita. Dia tidak akan meminta apapun yang dapat membahayakan kita. Hal tersebut termasuk permintaannya untuk bermurah hati. Persembahan adalah suatu tindakan iman. Ini adalah ungkapan rasa syukur kita atas semua yang telah Ia berikan kepada kita. Kita mencerminkan karakter TUHAN oleh memberi. Kepercayaan kita kepada-Nya juga bertumbuh ketika kita memberi dengan sukarela, murah hati dan berbahagia. Marilah kita mengalami sukacita dalam memberikan kepada Tuhan yang pertama dan terbaik dari uang, waktu dan talenta kita.
  9. 9. “Roh kemurahan hati adalah roh Surga. Roh mementingkan diri adalah roh setan. Kasih pengorbanan diri Kristus diperlihatkan di kayu salib. Ia memberikan sagala yang Ia miliki, dan kemudian memberikan diri-Nya sendiri agar manusia boleh diselamatkan. Salib Kristus mendorong kemurahan hati dari setiap pengikut Jurus’lamat yang berbahagia itu. Prinsip yang dijelaskan di sana adalah memberi, memberi. Ini dilakukan dalam perbuatan baik yang nyata dan ia adalah buah kehidupan Kristen yang benar. Prinsip dari duniawi adalah mengambil, mengambil, dan dengan demikian mereka berharap mendapatkan kebahagiaan; tetapi melakukan dalam semua yang terkait dengannya, buahnya adalah penderitaan dan kematian.” Ellen G. White, in Advent Review and Sabbath Herald, Oct. 17, 1882.

×