Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran sekolah sabat ke 8 triwulan 4 2017

14,998 views

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke 8 triwulan 4 2017

Published in: Spiritual
  • Hey guys! Who wants to chat with me? More photos with me here 👉 http://www.bit.ly/katekoxx
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Pelajaran sekolah sabat ke 8 triwulan 4 2017

  1. 1. Pelajaran 8 untuk 25 November 2017 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org Roma 7:6 “Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat”
  2. 2. Orang-orang Yahudi yang bertobat percaya bahwa adalah perlu untuk memlihara hukum moral dan hukum upacara agar diselamatkan. Mereka mengajarkan hal itu di beberapa gereja. Paulus mengetahui bahwa manusia lama berusaha memperoleh keselamatan melalui penurutan yang ketat terhadap hukum Taurat. Manusia baru menerima pengorbanan Kristus untuk selamat. Dia ingin mencegah bangsa-bangsa lain agar tidak menerima konsep keselamatan oleh hukum. Roma 7:1-6 Jika kita hendak memahami perbandingan ini dengan lebih baik, kita harus memerhatikan konteks tulisan Paulus kepada jemaat di Roma. MATI KEPADA HUKUM Paulus menggunakan Ilustrasi berikut: Seorang wanita menikah dengan seorang pria. Hukum mengikat wanita kepada pria tersebut selama hidupnya. Selama pria itu masih hidup, wanita itu tidak bisa bersama dengan pria lain. Tetapi ketika pria yang dinikahi telah meninggal, dia bebas dari hukum yang mengikatnya kepada pria tersebut.(Roma 7:3).
  3. 3. TRANSISI DARI HUKUM KEPADA KASIH KARUNIA Suami adalah “Hukum” (manusia lama yang mencoba untuk selamat oleh mematuhi hukum). Selama kita menikah dengan hukum, kita berada di bawah wewenangnya. Ketika kita disalibkan bersama Kristus, manusia lama kita mati sehingga kita bebas dari hukuman serta dari kuasa dosa dan hukum. SUAMI PERTAMA KEMATIAN SUAMI PERTAMA PERNIKAHAN BARU Kita dilahirkan kembali oleh ROH KUDUS ketika kita menjadi satu dengan Jurus’lamat yang telah bangkit; Sejak saat itu, kita tidak lagi melayani ALLAH oleh karena hukum dan rasa takut, tetapi karena kita memiliki ROH dan kasih yang baru “manusia lama” adalah Suami pertama. Penyaliban “manusia lama” (Roma 6:6) adalah kematian suami pertama itu. Kebangkitan kepada hidup yang baru (Roma 6:5,11) adalah Pernikahan Baru. Hasil akhirnya adalah menghasilkan buah bagi ALLAH; buah kehidupan yang telah diubahkan.
  4. 4. Paulus dulunya adalah seorang Farisi, ia menghidupkan mazhab yang paling keras dalam agamanya. Oleh perbuatan lahiriah (secara luar), tanpa mengenal lelah ia berusaha untuk memelihara tuntutan-tuntutan sebuah hukum yang kudus. Ketika Paulus memahami sifat alami hukum, pengertian yang baru tersebut menuduhkan pelanggarannya dan menyingkapkan dalam dirinya keinginan-keinginannya yang jahat. (Roma 7:8). Kemudian ia memahami bahwa hukum tidaklah menyelamatkan kita, namun menuduh kita. (Roma 7:10). Sehingga ia memahami bahwa akhir dari kehidupan orang berdosa adalah kematian kekal. (Roma 7:11). DOSA DAN HUKUM Hukum bukanlah dosa. Dosa berada dalam diri manusia, dan hukum menunjukkan dosa. Roma 7:7-11
  5. 5. ROHANI: HUKUM JASMANI/DAGING: DOSA Tujuan tetap dari Hukum adalah untuk mengungkapkan kebenaran, untuk menginsafkan manusia dari dosa dan untuk menunjukkan kebutuhan akan Juruselamat. Jika tidak ada hukum yang dapat menginsafkan manusia dari dosa, maka Injil tidak akan berdaya; Jika orang berdosa tidak menyadari akan dosanya, dia tidak akan merasakan perlunya pertobatan dan memiliki iman kepada Kristus. HUKUM ITU SUCI Hukum ALLAH adalah pernyataan karakter ALLAH dan ia adalah sebuah ekspresi dari Pikiran serta Kehendak- Nya. Hukum diberikan demi kebaikan kita, dan hukum itu adalah suci, benar dan baik. Hanya mereka yang lahir dari Roh yang memiliki buah Roh- lah yang dapat mematuhi hukum ALLAH. Kita menyerahkan diri kita kepada dosa ketika kita hidup menurut keinginan daging. Bahkan orang yang paling suci sekalipun adalah daging/duniawi bila dibandingkan dengan kerohanian hukum. Roma 7:12-14
  6. 6. “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat” (Roma 7:15) “Ketika seorang Kristen menyadari bahwa keinginan-keinginan dan perasaan mereka yang lama, yang ia cela dan benci, sedang mencoba hendak menguasainya kembali hari demi hari, ia berjuang melawan pengaruhnya dan dipenuhi oleh buah-buah ROH KUDUS. Namun kemudian, ia menemukan bahwa ia tidak dapat mencapai kemerdekaan oleh dirinya sendiri atau oleh hukum; ia tidak mampu mencapai apa yang hendak ia lakukan. Setiap malam ia mengakui ketidakberdayaannya dan meminta pertolongan yang dari atas dengan suara yang penuh dengan kerinduan.” (SDA Bible Commentary, on Romans 7:15) “Setiap hari upaya baru dalam menahan dan menyangkal diri dibutuhkan. Setiap hari ada pertempuran baru untuk dipertarungkan dan dimenangkan. Setiap hari jiwa harus dipanggil dengan sungguh-sungguh memohon kepada Allah untuk mencapai kemenangan yang luar biasa melalui kayu salib.” E.G.W. (Testimonies for the Church, vol. 4, No. 29, “Duty of Parents to the College”)
  7. 7. “Inilah hal yang harus umat manusia lakukan. Ia harus menghadap kepada cermin, yaitu Hukum ALLAH, membedakan cacat dalam karakter moralnya, dan menyingkirkan dosa-dosanya, membasuh jubah tabiatnya dalam darah anak domba. Rasa iri, kesombongan, kebencian, tipu daya, perselisihan, dan kejahatan akan disucikan dari hati yang mereka yang menerima kasih Kristus dan yang menghargai pengharapan untuk menjadi seperti Dia ketika kita akan melihat Dia sebagaimana Ia ada. Agama Kristus memurnikan dan menghargai pemiliknya, apapun lingkungannya atau tempatnya dalam kehidupan. E.G.W. (God’s amazing grace, August 11) Apa yang dapat kita lakukan dengan pertarungan batin tersebut? MANUSIA DALAM ROMA 7 Roma 7:16-20 Orang-orang yang menjadi orang Kristen yang tercerahkan bangkit melampaui tingkat karakter mereka yang terdahulu menjadi kekuatan mental dan moral yang lebih besar. Mereka yang jatuh dan terhina oleh dosa dan kejahatan, melalui jasa Juruselamat, akan dapat ditinggikan ke posisi yang sedikit lebih rendah dari pada para malaikat.”
  8. 8. HUKUM DALAM BATIN/AKAL BUDI SAYA Mengetahui kehendak ALLAH yang telah diwahyukan kepada manusia Hukum ALLAH yang dipahami dan diterima dalam pikiran saya Menuntun saya kepada Kristus Yang membebaskan saya dari dosa HUKUM DALAM ANGGOTA TUBUH SAYA Kuasa jahat yang menimbulkan masalah dalam hidup saya Ia mencari keuntungan dari setiap keinginan daging saya Ia menjadikan saya hamba terhadap dosa Kita hanya dapat mencapai kemenangan melalui YESUS KRISTUS Roma 7:21-25 Perjuangan antara kedua hukum tersebut adalah perjuangan hingga akhir hidup kita.
  9. 9. “Ini adalah puncak terhadap pemikiran yang Paulus maksudkan. Tidaklah cukup untuk diyakinkan akan keunggulan hukum Taurat atau mengakui hikmat dan keadilan dari tuntutannya. Bahkan menyatakan betapa baik prinsip-prinsipnya dan bersukacita dalam melakukannya tidaklah cukup. Hukum dosa dalam anggota tubuh kita tidak dapat dikalahkan oleh usaha terbaik manapun, kecuali orang berdosa yang memberontak itu menyerahkan dirinya kepada KRISTUS oleh iman. Tidak ada usaha sungguh-sungguh untuk mengejar ketaatan yang akan bermanfaat terhadap hukum dosa di dalam anggota tubuh, hingga orang berdosa yang sedang berjuang menyerah dalam iman kepada Kristus. Kemudian, penyerahannya kepada Seseorang itu (KRISTUS) akan menggantikan penurutan legalis terhadap sebuah hukum. Karena hal itu adalah sebuah penyerahan kepada seseorang yang dikasihi dengan lembut, hal tersebut terasa bagaikan kebebasan yang sempurna.” SDA Bible Commentary, on Romans 7:25 “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini!” (Roma 7:24) (Roma 7:24-25)
  10. 10. "Paulus merindukan saudara-saudaranya untuk melihat bahwa kemuliaan besar dari Juruselamat yang penuh pengampunan memberi makna pada seluruh peraturan Yahudi. Dia juga merindukan juga agar mereka melihat bahwa ketika Kristus datang ke dunia, dan mati sebagai korban bagi manusia, maka lambang bertemu dengan yang dilambangkan. "Setelah Kristus mati di kayu salib sebagai korban dosa, maka hukum upacara tidak lagi memiliki kekuatan. Namun itu terhubung dengan hukum moral, dan mulia. Semuanya menyandang meterai Ilahi, dan menyatakan kekudusan, keadilan, dan kebenaran Allah. Dan jika pelayanan yang akan berlalu ini saja mulia, betapa lebih mulia lagi yang nyata itu, ketika Kristus dinyatakan, memberikan Roh-Nya yang penuh pengorbanan, menguduskan, kepada semua yang percaya." Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 1095.

×