Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran sekolah sabat ke 7 triwulan III 2018

6,545 views

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke 7 triwulan III 2018

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pelajaran sekolah sabat ke 7 triwulan III 2018

  1. 1. Pelajaran 7 untuk 18 Agustus 2018 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org Kisah Para Rasul 13:38,39 “Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa.’”
  2. 2. 6. KEMBALI KE ANTIOKHIA Kisah 14:21-28.  Mengokohkan gereja-gereja Dalam rencana Allah, sudah waktunya bagi rasul Paulus untuk mengkhotbahkan Injil dan membangun gereja-gereja baru di sekitar Kekaisaran Romawi. 1. ANTIOKHIA. Kisah 13:1-3  Preparing for the journey 2. SALAMIS DAN PAFOS. Kisah 13:4-12  Elimas dan Sergius, pertentangan dan pertobatan 3. PISIDIA ANTIOKHIA. Kisah 13:13-52  Khotbah Paulus  Reaksi orang Yahudi dan Bangsa Lain 4. IKONIUM Kisah 14:1-7  Bekerja bagi Israel 5. LISTRA DAN DERBE Kisah14:8-20  Bekerja di antara bangsa lain
  3. 3. MEMPERSIAPKAN PERJALANAN Kisah 13:1-3 “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.’” (Kisah 13:2) Yesus telah memberi tahu Paulus tentang misinya untuk berkhotbah kepada orang dari bangsa lain (Kisah 22:21). Namun, Dia menunggu Roh Kudus dengan jelas menunjukkan waktu yang tepat untuk memulai pekerjaan itu. Setelah beberapa waktu berdoa dan berpuasa, Roh Kudus memerintahkan gereja di Antiokhia untuk mengirim tim misionaris pertama: Barnabas dan Saulus. Gereja memberi mereka wewenang untuk misi ini dengan menumpangkan tangan pada mereka. Pada mulanya Barnabas memimpin tim, tetapi Saulus segera mulai mengambil peran utama dari perjalanan misionaris itu. Dia dipanggil Paulus mulai Kisah 13:9.
  4. 4. Kisah 13:4-12 PERTENTANGAN DAN PERTOBATAN “Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan.” (Kisah 13:12) Roh Kudus memimpin Paulus, Barnabas dan Yohanes Markus ke Seleukia di mana mereka naik perahu ke Siprus. Barnabas lahir di Siprus, dan itu adalah salah satu tempat pertama di mana orang Kristen memberitakan Injil. Beberapa orang dari Siprus adalah orang pertama yang berkhotbah kepada orang-orang bukan Yahudi di Antiokhia (Kisah 11:19-20) Elimas adalah seorang tukang sihir Yahudi yang menentang mereka di sana. Gubernur, Sergius Paulus, tertarik pada Injil. Dia akhirnya menerima setelah Elimas menjadi buta di hadapan Paulus.
  5. 5. Kisah 13:13-52 KHOTBAH PAULUS “Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita.” (Kisah 13:32) Mereka meninggalkan Siprus dan pergi ke Perga; kemudian Pisidia Antiokhia (Turki). Yohanes Markus memutuskan untuk berhenti di Perga, karena ia takut tantangan perjalanan mereka. Mereka diundang untuk berkhotbah di sinagog Antiokhia pada hari Sabat pertama mereka tinggal di sana. Paulus berkhotbah tentang tiga poin utama: Paulus menghimbau orang banyak untuk menerima keselamatan yang YESUS tawarkan (13:38-41) ALLAH telah menuntun umat-Nya dari Mesir hingga zaman Raja Daud (13:17-22) YESUS telah menggenapi janji ke-Mesias-an-Nya (13:23-37)
  6. 6. REAKSI ORANG YAHUDI DAN BANGSA LAIN “Ketika Paulus dan Barnabas keluar, mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya.” (Kisah 13:42) Ada beberapa orang dari bangsa lain di sinagog ketika Paulus berkhotbah. Mereka belum sepenuhnya menerima Yudaisme, mungkin karena mereka dipaksa untuk disunat. Mereka membagikan kabar baik dengan keluarga dan sahabat mereka. Sabat berikutnya, “hampir seluruh kota itu berkumpul ” untuk mendengar Paulus berkhotbah. Orang-orang Yahudi menjadi iri karena orang-orang dari bangsa lain menerima Injil, sehingga mereka melemparkan Paulus dan Barnabas keluar dari kota.
  7. 7. Para rasul tiba di Ikonium dan mengikuti metode yang sama yang mereka gunakan di Antiokhia, yaitu berkhotbah kepada orang-orang Yahudi terlebih dahulu. Sebagai hasilnya, “sejumlah besar orang Yahudi dan orang Yunani menjadi percaya.” Tetapi orang-orang Yahudi yang tidak percaya kembali menimbulkan masalah. Paulus dan Barnabas harus melarikan diri dari kota itu untuk menghindari hukuman mati! Kisah 14:1-7BEKERJA BAGI ISRAEL “Tetapi orang banyak di kota itu terbelah menjadi dua: ada yang memihak kepada orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu.” (Kisah 14:4) Sebagian besar orang Yahudi menolak Injil, tetapi Paulus tidak pernah kehilangan harapan bahwa banyak orang Yahudi akan menerima Yesus (Roma 9-11).
  8. 8. Kisah 14:8-20BEKERJA BAGI BANGSA LAIN “Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia." Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara.” (Kisah 14:11-12) Perjalanan mereka terus wilayah Listra dan Derbe. Di Listra, Paulus menemui seorang lumpuh yang memiliki beriman untuk disembuhkan. Ketika orang- orang Likaonia melihat keajaiban itu, mereka berpikir bahwa Paulus dan Barnabas adalah dewa-dewa yang menjelma menjadi manusia. Ketika para rasul memahami situasinya, mereka hampir tidak bisa menghentikan orang banyak tersebut dari mempersembahkan korban. Beberapa orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium mengambil keuntungan dari situasi dan menghasut orang-orang dari bangsa lain untuk melawan para rasul. Paulus dirajam, tetapi secara ajaib dia berhasil selamat.
  9. 9. Kisah 14:21-28 MENGOKOHKAN GEREJA-GEREJA “Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.” (Kisah 14:21) Setelah perjalanan berakhir, mereka menelusuri kembali jalan yang telah mereka lalui. Mengapa mereka tidak langsung kembali ke Antiokhia? Mereka ingin mengukuhkan gereja-gereja baru dengan mendorong serta memperkuat orang-orang percaya baru. 1. Memperingatkan tentang tantangan yang ada di depan. 2. Menetapkan para penatua. 3. Berdoa dan berpuasa bersama mereka. 4. Meneguhkan iman mereka kepada Tuhan. Kembali di Antiokhia, mereka menceritakan peristiwa-peristiwa perjalanan mereka kepada gereja. Semua orang percaya bersukacita bersama.
  10. 10. “Paulus tidak pernah melupakan sidang-sidang yang telah didirikannya. Setelah mengadakan perjalanan misionaris, ia dan Barnabas mengunjungi kembali sidang-sidang yang telah didirikannya, memilih di antara pria dan wanita yang dapat mereka latih untuk menggabungkan diri dalam pekerjaan penginjilan. ... E.G.W. (The Acts of the Apostles, cp. 34, p. 367-368) […] Rasul itu menjadikan sebagian pekerjaannya mendidik orang-orang muda untuk pekerjaan kependetaan.. […] Pekerja- pekerja yang berpengalaman dewasa ini melakukan suatu pekerjaan yang mulia bila melatih pekerja-pekerja yang lebih muda dan meletakkan beban itu ke pundak mereka, gantinya berusaha menjalankan segala beban itu dengan kekuatan sendiri.”

×