Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran sekolah sabat ke 6 triwulan 3 2017

Pelajaran sekolah sabat ke 6 triwulan 3 2017

  • Login to see the comments

Pelajaran sekolah sabat ke 6 triwulan 3 2017

  1. 1. Pelajaran 6 untuk 5 Agustus 2017 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org Galatia 3:18 “Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.”
  2. 2. Ada 3 kata kunci dalam Galatia 3:15-20: JANJI; WASIAT; dan HUKUM. Kita akan belajar bagaimana Paulus menggunakan 3 kata tersebut dalam pelajaran pekan ini.
  3. 3. WASIAT DAN JANJI “Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorang pun.” (Galatia 3:15) Kata dalam B. Yunani untuk kata “WASIAT” adalah diathēkē. Ia dapat berarti baik WASIAT maupun Janji. Ini adalah suatu janji di mana hanya satu pihak yang membuat janji kepada pihak yang lainnya. Wasiat/janji itu biasanya selesai pada saat tertentu (Contohnya: Setelah si pembuat wasiat meninggal dunia). Janji itu dinyatakan dalam Galatia 3:16, bahwa “segala janji itu” yang ALLAH buat “kepada Abraham dan keturunannya,” “Adalah Kristus.” (Galatia 3:16). ALLAH memberikan janji, dan kita menerima. Abraham hanya menerima janji dari ALLAH oleh imannya dan ALLAH selalu memenuhi janji-janji-Nya. (2 Kor. 1:20).
  4. 4. JANJI DAN HUKUM Paulus membandingkan janji yang diterima oleh iman dengan hukum yang diumumkan 430 tahun kemudian. Apakah hukum membatalkan janji yang sebelumnya? Tidak. Apakah penggenapan janji (KRISTUS Sendiri) itu membatalkan hukum? Tidak. Paulus menulis tentang hal ini dalam Roma 3: “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman?” (Roma 3:31). Apakah ALLAH menghapus hukum setelah menggenapi janji-Nya? Jawabannya adalah jelas: “Sama sekali tidak!” Keselamatan adalah oleh iman dalam JANJI, jadi hukum tidak dapat menyelamatkan kita. Di sisi lain, iman tidak membatalkan hukum. Jadi, apa TUJUAN/MAKSUD dari hukum? “Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.” (Galatia 3:17)
  5. 5. MAKSUD HUKUM “Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.” (Galatia 3:19) Paulus tidak bermaksud bahwa hukum ditambahkan kepada wasiat/janji sebagai suatu lampiran. Janji itu adalah sepihak, jadi ia tidak bergantung pada hal-hal yang manusia dapat lakukan. Hukum diperkenalkan untuk menunjukkan keadaan kita yang berdosa dan untuk membuka mata rohani kita terhadap dosa-dosa dalam kehidupan kita. (Roma 7:13). Istilah “sampai datang keturunan” dapat bermakna bahwa hukum tidak lagi dibutuhkan setelah KRISTUS datang. Namun, kata “sampai” tidak selalu bermakna suatu periode waktu tertentu saja. Sebagai contoh, YESUS berkata: “…peganglah itu sampai Aku datang.” (Wahyu 2:25) Artinya bukanlah kita tidak lagi melakukannya setelah Ia datang kembali.
  6. 6. 10 Hukum (Yang diberikan ALLAH di Sinai) tidak hanya berlaku sejak 430 tahun setelah janji itu diberikan hingga saat ia digenapi (Kristus). Sebagai contoh, ALLAH berkata bahwa Abraham “mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.” (Kej. 26:5) Yusuf mengetahui bahwa perzinahan adalah dosa terhadap ALLAH (Kej. 39:7-10). Bangsa Israel memelihara Sabat sebelum Hukum itu diberikan di G. Sinai (Keluaran 16:22-26). Lantas, mengapakah ALLAH memberikan hukum di Sinai kepada bangsa Israel melalui Musa? Karena mereka telah melupakan hampir keseluruhan hukum ALLAH selama perbudakan di Mesir. MAKSUD HUKUM “Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.” (Galatia 3:19)
  7. 7. E.G.W. (Testimonies for the Church, vol. 8, cp. 34, p. 207)
  8. 8. KEUNGGULAN DARI JANJI “Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.” (Galatia 3:18) Hukum yang ALLAH berikan kepada bangsa Israel adalah kekal, namun ia tidak dapat menyelamatkan siapapun. Pengorbanan YESUS (Janji tersebut) adalah saat yang menentukan dalam kisah keselamatan. Sejak saat itu, ada sebuah jalan menuju keselamatan, (yang telah dibayang-bayangi oleh hukum upacara). Hukum adalah penting, namun ia tidak dapat menggantikan janji keselamatan oleh kasih karunia dan iman saja. Oleh karena hukumlah, kita dapat memahami dengan lebih baik betapa ajaibnya janji ALLAH tersebut.
  9. 9. E.G.W. (Selected Messages, vol. 3, cp. 22, p. 194)

×