Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran sekolah sabat ke 4 triwulan iii 2018

2,885 views

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke 4 triwulan iii 2018

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pelajaran sekolah sabat ke 4 triwulan iii 2018

  1. 1. Pelajaran 4 untuk 28 Juli 2018 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org Kisah Para Rasul 6:7 “Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.”
  2. 2. 1. Pengangkatan para pemimpin. Kisah 6:1-7 2. Pelayanan Stefanus:  Berkhotbah dan menghadapi pertentangan. Kisah 6:8-15  Khotbah dan peringatan. Kisah 7:1-53  Penglihatan dan kematian. Kisah 7:54-8:2 3. Pelayanan Filipus:  Samaria. Acts 8:3-25  “Sampai ke ujung bumi.” Kisah 8:26-40 Pertumbuhan Gereja yang mula- mula sangat luar biasa. Ribuan orang bergabung dengan gereja, termasuk beberapa imam. Namun, beberapa masalah muncul di antara persekutuan mereka. Masalah-masalah ini harus ditangani dan diselesaikan sebelum terjadi perpecahan. Mengangkat para pemimpin yang cakap akhirnya memecahkan masalah-masalah tersebut dan berkontribusi untuk menggenapi misi Gereja.
  3. 3. PENGANGKATAN PARA PEMIMPIN “Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.” (Kisah 6:5) MASALAH Semua orang percaya dalam kasus ini adalah orang Yahudi, tetapi beberapa dari mereka berasal dari luar Yudea. Orang- orang “Yunani” itu mengeluh tentang diskriminasi terhadap mereka dalam pembagian bantuan untuk para janda. SOLUSI Para rasul menyarankan agar para pemimpin diangkat yang akan “melayani meja [diakineō]” sementara mereka (para rasul) menyerahkan diri mereka kepada “pelayanan [diakonia] firman.” Para diaken itu akan melayani kebutuhan jasmani dan rohani Gereja. KECAKAPAN Para pemimpin yang diangkat oleh Gereja hendaknya memiliki kesaksian yang baik, penuh dengan Roh Kudus dan berhikmat. Kisah 6:1-7
  4. 4. BERKHOTBAH DAN PERTENTANGAN “Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.” (Kisah 6:8) Selain mengurus Gereja, Stefanus juga berkhotbah kepada orang Yahudi yang bukan berasal dari Yudea. Dia menghadapi pertentangan yang keras di sinagog. Namun, mereka yang menentangnya tidak dapat menyangkal argumennya (Kisah 6:10), sehingga mereka menyuap saksi palsu untuk menuduhnya di hadapan Sanhedrin (Kisah 6:11) Mereka menuduhnya berbicara menentang Musa dan bait suci (Kisah 6:14). Itu menyiratkan bahwa Stefanus mungkin mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Domba yang menghapus dosa (sehingga menjadikan korban-korabn di bait suci tidak lagi diperlukan) Kisah 6:8-15
  5. 5. KHOTBAH DAN PERTENTANGAN (1) “Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.” (Kisah 7:51) Stefanus membela diri dengan berbicara tentang bagaimana TUHAN memelihara nenek moyang KITA (Stefanus dan Orang Yahudi). Sanhedrin menolak pekabarannya, sehingga Stefanus menghentikan khotbahnya. Kemudian, dia menegur mereka dengan keras? (Kisah 7:51). Dia melepaskan dirinya dari para pemimpin Yahudi dengan berbicara tentang nenek moyang MEREKA (Orang Yahudi saja, tanpa Stefanus). Mereka membunuh Mesias sebagaimana nenek moyang mereka membunuh para nabi di masa lalu. Tidak ada panggilan untuk pertobatan dalam peringatan Stefanus. Sanhedrin memeteraikan takdir Israel dengan menolak pelayanan Stefanus. Kisah 7:1-53
  6. 6. Perjanjian ALLAH dengan umat-Nya Mikha 6:1-2 Kisah 7:2-8 Tindakan ALLAH yang berkuasa Mikha 6:3-5 Kisah 7:9-36 Ketentuan Perjanjian dan pelanggarannya Mikha 6:6-12 Kisah 7:37-50 Hukuman dari pelanggaran perjanjian Mikha 6:13-16 Kisah 7:51-53 Khotbah Stefanus mengikuti pola yang sama yang digunakan para nabi Perjanjian Lama. Mari bandingkan dengan Mikha 6. Kisah 7:1-53KHOTBAH DAN PERTENTANGAN (1)
  7. 7. PENGLIHATAN DAN KEMATIAN Stefanus mengubah khotbahnya karena sikap antagonis para anggota Sanhedrin. Dia berdoa untuk terakhir kalinya sambil dilempari batu. Doa belas kasih bagi orang-orang yang sedang melemparinya hingga mati. Doa itu meninggalkan bekas dalam pikiran seorang saksi: Saulus dari Tarsus. “Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.” (Kisah 7:55) Kisah 7:54-8:2 Pada saat itu, Stefanus menerima penglihatan tentang Yesus yang dimuliakan. Dia menerima bahwa mereka yang menghakiminya di Bumi pada suatu hari akan dihakimi oleh Hakim Surgawi.
  8. 8. SAMARIA “Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.” (Kisah 8:5) Setelah kematian Stefanus, Saulus memimpin serangan terhadap Gereja. Banyak orang Kristen harus meninggalkan Yerusalem untuk menyelamatkan hidup mereka. Filipus pergi ke Samaria, dengan demikian ia memenuhi misi yang Yesus perintahkan (Kisah 1:8) Orang Samaria menerima Pentateukh (lima buku pertama Musa) dan mengharapkan Mesias, tetapi agama mereka bercampur dengan paganisme. Kisah 8:3-25 Ketika mereka mendengar Filipus dan melihat mujizat yang dia lakukan, banyak yang menerima Yesus. Petrus dan Yohanes diutus untuk melihat apa yang terjadi di sana. Atas upaya mereka, banyak orang Samaria yang menerima Roh Kudus. Mereka menjadi anggota Gereja Kristen.
  9. 9. “SAMPAI KE UJUNG BUMI” “Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.” (Kisah 8:26) Filipus dipanggil dari khotbah kepada orang banyak kepada berkhotbah kepada satu orang. Seorang bendahara Ethiopia perlu memahami Injil, sehingga dia dapat mengabarkannya di Afrika. Gereja tidak berhenti di Yudea ataupun di Samaria. Pekabaran keselamatan harus mencapai seluruh Bumi. Filipus membaptis orang Etiopia itu lalu ia dibawa ke Azotus. Dia berkhotbah di seluruh perbatasan Mediterania hingga Kaisarea. Banyak orang menerima Injil dan memberitakannya di negeri-negeri yang jauh. Kisah 8:26-40
  10. 10. “Pada setiap zaman para utusan pilihan Allah telah dicela dan dianiaya, namun lewat penderitaan mereka pengetahuan akan Allah telah disebarluaskan. Setiap murid Kristus harus terjun ke dalam barisan itu dan melaksanakan pekerjaan yang sama, karena ia tahu bahwa musuhnya tak dapat berbuat apa-apa menentang kebenaran, tetapi justru untuk kebenaran. Allah bermaksud supaya kebenaran dinyatakan dan menjadi pokok ujian dan diskusi, bahkan melalui hinaan yang diberikan kepada kebenaran itu. Pikiran orang harus digerakkan, setiap pertentangan, setiap celaan, setiap upaya untuk membatasi kebebasan hati nurani, adalah alat Allah untuk membangunkan pikiran yang tanpa itu bisa tertidur.” E.G.W. (Thoughts From the Mount of Blessing, cp. 2, p. 33)

×