Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran sekolah sabat ke 14 triwulan 3 2017

18,170 views

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke 14 triwulan 3 2017

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pelajaran sekolah sabat ke 14 triwulan 3 2017

  1. 1. Pelajaran 14 untuk 30 September 2017 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org Galatia 6:14 “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. ”
  2. 2. 1. Dengan Tangan Paulus Sendiri. Galatia 6:11. 2. Bermegah dalam Daging. Galatia 6:12-13. 3. Bermegah dalam Salib. Galatia 6:14. 4. Suatu Ciptaan Baru. Galatia 6:15. 5. Tanda TUHAN YESUS. Galatia 6:16-18. Bagian penutup surat Paulus sebenarnya adalah sebuah ajakan bagi jemaat Galatia. Paulus bagaikan seorang gembala yang senantiasa memelihara kawanan dombanya. Ia ingin menandaskan kebenaran-kebenaran tentang iman kepada pikiran jemaat tersebut. Oleh karena itu, ia kembali mengarahkan mereka kepada Salib Yesus, yang adalah satu-satunya alasan untuk bermegah dalam hidup saat ini maupun untuk selama-lamanya.
  3. 3. DENGAN TANGAN PAULUS SENDIRI “Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri!” (Galatia 6:11) Paulus memiliki masalah dengan penglihatannya, sehingga ia tidak menulis suratnya sendiri, ia mendiktekannya kepada juru tulisnya seperti Tertius (Roma 16:22). Namun, dulunya ia sendirilah yang menulis surat-suratnya. (2 Tesalonika 3:17). 1.Ia tidak menyebutkan salam pribadinya, mengindikasikan adanya ketegangan dalam hubungan mereka. 2.Rasul Paulus menuliskan teguran akhir yang ditulis oleh dirinya sendiri. Adalah jelas bahwa ia ingin agar jemaat Galatia memahami tegurannya yang keras kepada mereka. Bagian penutup suratnya kepada jemaat Galatia berbeda dengan bagian penutup surat-suratnya yang lain: Galatia 6:11
  4. 4. BERMEGAH DALAM DAGING “Sebab mereka yang menyunatkan dirinya pun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah.” (Galatia 6:13) Paulus mengungkapkan motivasi orang Yahudi yang sesungguhnya yaitu: Keinginan untuk menghindari penganiayaan. Mereka hendak “bermegah atas keadaan… yang lahiriah.” Mereka melakukannya agar diterima oleh orang Yahudi (Non-Kristen) di Galatia. Mereka juga berusaha “supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus.” Para pemimpin agama Yahudi masih memiliki pengaruh Politik penting, mereka memiliki sanksi resmi dari Roma; oleh karena itu banyak umat percaya Yahudi (Kristen Yahudi) yang ingin mempertahankan hubungan baik dengan mereka. Mereka lebih memilih kehormatan daripada menderita demi KRISTUS. “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.” (2 Tim. 3:12). Galatia 6:12-13 Oleh menyunat bangsa lain dan mengajar mereka untuk menuruti hukum taurat, Kristen Yahudi dengan orang Yahudi dapat memiliki titik persamaan mendasar
  5. 5. BERMEGAH DALAM SALIB “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” (Galatia 6:14) Rasul Paulus tidak bemegah dalam daging seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi-Kristen pada umumnya, namun ia bermegah dalam salib Kristus. Bermegah dalam daging dan bermegah dalam Salib adalah dua pilihan yang tidak dapat dipilih sekaligus. Setiap hari, kita hanya dapat memilih salah satu darinya. Pada zamannya, salib adalah suatu lambang kehinaan. Dengan itulah seorang penjahat/kriminal membayar perbuatannya, suatu cara kematian yang mengerikan. Bagaimana Paulus dapat bermegah dalam lambang yang demikian? Salib Kristus mengubah semuanya. Kita telah mati bersama Kristus, sehingga dunia tidak lagi dapat memperbudak kita. Galatia 6:14
  6. 6. SUATU CIPTAAN BARU “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.” (Galatia 6:15) Surat Paulus kepada Jemat di Galatia disimpulkan pada ayat tersebut. Kita adalah legalis ketika kita mencari keselamatan melalui apa yang kita lakukan atau apa yang tidak lagi kita lakukan. Keselamatan tidak bergantung atas perbuatan kita, tetapi atas apa yang ALLAH lakukan dalam diri kita. Agama sejati bukanlah perbuatan lahiriah tertentu, namun menyerahkan hati kita sepenuhnya kepada ALLAH. Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menjadi suatu ciptaan baru. Hanya Sang Pencipta Yang dapat memberikannya kepada jiwa rohani lama kita. Galatia 6:15 Ketika kita dibenarkan, suatu perubahan dimulai dalam diri kita. Kita berhenti menjadi orang yang berusaha menyenangkan dunia dan kita menjadi umat percaya yang berusaha melakukan hal-hal yang berkenan bagi ALLAH.
  7. 7. TANDA TUHAN YESUS Galatia 6:16-18 “Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah.” (Galatia 6:17) Damai sejahtera dan rahmat mengikuti mereka yang hidup selaras dengan peraturan (ukuran, kanon, patokan). Paulus memperkenalkan bahwa patokan itu adalah: Pembenaran oleh iman dalam Kristus saja. Kita tidak menjadi bagian dari umat Israel ALLAH yang sejati oleh menjadi putra-putri dan keturunan Abraham secara lahiriah, namun oleh iman dalam YESUS Sang Mesias. Paulus menyelesaikan argumen mereka: “Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.” (Gal. 6:17). Tanda (B. Yunani: Stigmata) yang mendukung otoritas Paulus sebagai Rasul adalah luka dan cidera pada tubuhnya yang diakibatkan oleh pelayanannya kepada TUHAN YESUS. (2 Korintus 11:23-28).
  8. 8. E.G.W. (The Desire of Ages, cp. 17, p. 172)

×