Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan 4 2017

16,601 views

Published on

Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan 4 2017

Published in: Spiritual
  • Hey guys! Who wants to chat with me? More photos with me here 👉 http://www.bit.ly/katekoxx
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Pelajaran sekolah sabat ke 10 triwulan 4 2017

  1. 1. Pelajaran 10 untuk 9 Desember 2017 Diadaptasi dari www.fustero.es www.gmahktanjungpinang.org Roma 9:18 “Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki- Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.”
  2. 2. Allah membutuhkan satu umat misionaris untuk menginjili dunia yang dipenuhi dengan kekafiran, kegelapan, dan penyembahan berhala. Dia memilih bangsa Israel dan menyatakan diri-Nya kepada mereka. Dia merencanakan bahwa mereka menjadi satu bangsa teladan dan kemudian menarik bangsa bangsa lain kepada Allah yang benar. “Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.” (Keluaran 19:6) BEBAN PAULUS Garis keturunan, atau warisan, tidaklah menjamin keselamatan. Anda dapat saja berada pada asal-usul yang tepat, keluarga yang benar, bahkan gereja yang benar, namun masih hilang, masih berada di luar perjanjian. Untuk menentukan keabsahan ide tentang umat sisa, Paulus menggunakan kembali sejarah bangsa Israel. Dia menunjukkan bahwa Allah selalu selektif: 1. Allah tidak memilih semua keturunan Abraham, hanya garis keturunan Ishak. 2. Ia tidak memilih semua keturunan Ishak, hanya keturunan Yakub. “Adalah tujuan Allah bahwa dengan pernyataan tabiat-Nya melalui bangsa Israel, maka dunia dapat ditarik kepadaNya.,” Ellen G. White, Christ’s Object Lessons, p. 290.
  3. 3. “…dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,“ seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau." (Roma 9:12, 13). DIPILIH Itu adalah pilihan kita sendiri, bukan pilihan Tuhan, yang membuat kita menerima janji kehidupan kekal di dalam Kristus. Yesus mati untuk semua umat manusia. Namun, Allah telah menetapkan dalam Firman-Nya keadaan di mana setiap jiwa dapat dipilih untuk memperoleh kehidupan kekal-iman kepada Kristus, akan menuntun orang berdosa yang telah dibenarkan untuk menurut. Di sini ia berbicara tentang peran tertentu yang mana Allah telah memanggil pribadi tertentu untuk melakukannya. Allah ingin Yakub menjadi nenek moyang dari orang-orang yang akan menjadi agen khusus-Nya dalam penginjilan kepada dunia. Tidak ada implikasi dalam ayat ini bahwa Esau tidak bisa diselamatkan. Allah menginginkan dia diselamatkan sama seperti Ia menginginkan semua orang selamat.
  4. 4. DIPILIH “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati. Roma 9:14,15 Sekali lagi Paulus tidak berbicara tentang keselamatan pribadi, karena untuk hal itu Allah memperluas rahmat-Nya bagi semua orang, karena Ia “menghen- daki supaya semua orang diselamatkan” (1 Timotius 2:4). “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata” (Titus 2:11). Pada akhirnya, itu bukanlah pilihan sewenang-wenang Allah, bukan dekrit Ilahi, ketika Esau keluar dari keselamatan. Karunia rahmat-Nya melalui Kristus diberikan untuk semua orang. Kita semua telah dipilih untuk diselamatkan, bukan untuk hilang . (Efesus 1:4,5; 2 Petrus 1:10). Tetapi Allah dapat memilih bangsa-bangsa untuk menjalankan perannya, dan meskipun mereka bisa menolak untuk menjalankan peran tersebut, mereka tidak dapat mencegaH Allah untuk memilihnya
  5. 5. Pernyataan Allah tentang diri-Nya sendiri pada tulah di Mesir dan dalam kelepasan umat-Nya dirancang untuk menyatakan kepada orang Mesir, demikian juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa Allah Israel sesungguhnya adalah Allah yang benar. Itu dirancang untuk menjadi sebuah undangan bagi bangsa-bangsa lain untuk meninggalkan dewa-dewa mereka dan datang dan menyembah kepada-Nya. “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yes. 55:8, 9). MISTERI Bacalah: Roma 9:17–24 Jelas Firaun telah membuat pilihannya melawan Allah, sehingga dalam mengeraskan hatinya, Allah tidak sedang membuang dia dari kesempatan memperoleh keselamatan. Pengerasan hati itu sehubungan dengan permohonan untuk membiarkan bangsa Israel pergi, bukan terhadap permohonan Allah bagi Firaun untuk menerima keselamatan pribadi. Kristus mati untuk Firaun, sebagaimana juga untuk Musa, Harun, dan bangsa Israel lainnya. Dengan mengingat apa yang telah kita baca sejauh ini, bagaimanakah kita dapat memahami maksud Paulus di sini?
  6. 6. “Ada pemilihan secara pribadi dan suatu umat. Satu- satunya pemilihan yang ditemukan dalam firman ALLAH adalah manusia dipilih untuk diselamatkan. Banyak yang melihat pada akhirnya, berpikir mereka pasti terpilih untuk memiliki kebahagiaan surgawi, tetapi ini bukan pemilihan yang Alkitab nyatakan. Manusia dipilih untuk mengerjakan keselamatannya sendiri dengan takut dan gemetar. Ia dipilih untuk mengenakan baju zirah, untuk bertanding dalam pertandingan iman. … Ia dipilih untuk berjaga dan berdoa, untuk menyelidiki kitab suci, dan untuk menghindari masuk ke dalam pencobaan. Ia dipilih untuk memiliki iman yang berkelanjutan, untuk menurut kepada setiap firman yang keluar dari mulut ALLAH, sehingga dia dapat bukan hanya menjadi pendengar, melainkan pelaku firman. Inilih pemilihan menurut Alkitab.” Ellen G. White, Testimonies to Ministers and Gospel Workers, pp. 453, 454.
  7. 7. Latar belakangnya adalah ALLLAH memerintahkan Hosea untuk mengambil “Seorang perempuan sundal” (Hosea 1:2) sebagai satu ilustrasi tentang hubungan Allah dengan bangsa Israel, karena bangsa Israel sudah berpaling kepada allah-allah yang lain. Anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan ini diberi nama yang menandakan penolakan dan hukuman Allah atas penyembahan berhala bangsa Israel. Anak yang ke-3 diberi nama Loammi (Hos. 1:9), yang artinya adalah “bukan umat-Ku.” “Aku akan menaburkan dia bagi-Ku di bumi, dan akan menyayangi Lo-Ruhama, dan Aku berkata kepada Lo-Ami: Umat-Ku engkau! dan ia akan berkata: Allahku!” (Hosea 2:23) AMI: "UMAT- KU" Bacalah: Roma 9:25–29. “ Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," akan dikatakan kepada mereka: "Anak- anak Allah yang hidup.” (Hosea 1:10 )
  8. 8. Pada zaman Paulus, Ami "yaitu kita,... bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapijuga dari antara bangsa-bangsa lain” (Roma 9:24). Hosea meramalkan bahwa harinya akan datang ketika, setelah menghukum umat-Nya, Allah akan memulihkan nasib mereka, membuang allah-allah palsu mereka, dan mengadakan perjan jian dengan mereka . (Bacalah Hosea 2:11–19.) Pada saat itu semua yang Loammi, “bukan umat-Ku,” akan menjadi Ammi, “umat-Ku.” Bacalah: Hosea 2:11-19 Sebagai umat Advent,, kita mengambil bagian dari panggilan dalam Wahyu 14:6, “Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum” AMI: "UMAT- KU"
  9. 9. Dalam kata-kata yang tidak bisa disalahmengerti, Paulus menjelaskan kepada saudara- saudaranya mengapa mereka kehilangan sesuatu yang Allah inginkan untuk mereka miliki dan lebih daripada itu, untuk sesuatu yang sebenarnya mereka kejar tetapi tidak mereka peroleh. “9:30 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. 9:31 Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. 9:32 Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan” (Roma 9:30–32). TERSANDUNG
  10. 10. Pada bagian ini, Paulus menunjukkan lagi betapa pentingnya iman yang benar dalam rencana keselamatan. “seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” Roma 9:33 TERSANDUNG “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.” Kisah 2:41 Apakah YESUS Sebuah Batu Sandungan? (1 Petrus 2:6–8) Bukankah siapa saja yang percaya kepada- Nya tidak akan dipermalukan? Ya, bagi banyak orang, Yesus adalah batu sandungan, tetapi bagi mereka yang mengenal Dia dan mengasihi-Nya, Dia adalah jenis batu yang lain,, “Gunung Batu Keselamatanku” (Ps. 89:26).
  11. 11. “Bagi mereka yang percaya, Kristus menjadi dasar yang pasti. Inilah orang-orang yang jatuh di atas Batu dan hancur. Penyerahan kepada Kristus dan iman kepada-Nya dikemukakan di sini. Jatuh di atas Batu dan hancur artinya meninggalkan sifat membenarkan diri kita sendiri dan pergi kepada Kristus dengan kerendahan hati seorang anak, bertobat dari pelanggaran kita, dan percaya akan kasih-Nya yang mengampuni. Dan demikian juga oleh iman dan penurutan kita mendirikan di atas Kristus sebagai dasar kita. Di atas batu yang hidup ini, baik Yahudi mau pun kafir dapat membangun. Inilah satu- satunya dasar yang di atasnya kita dapat membangun dengan aman. Batu itu cukup lebar untuk semua orang, dan cukup kuat untuk menahan berat dan beban segenap dunia. Dan oleh hubungan dengan Kristus, semua orang yang membangun di atas dasar ini menjadi batu-batu yang hidup.” E.G.W. (The Desire of Ages, cp. 65, p. 599)

×