Produk.atina

2,447 views

Published on

power point sma

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,447
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
127
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Produk.atina

  1. 1. Prinsip Operasional <ul><li>Prinsip Bagi Hasil ( Musyarakah/Mudharabah ) </li></ul><ul><li>Prinsip Jual Beli ( Murabahah/Salam/Istishna ) </li></ul><ul><li>Prinsip Sewa ( al Ijarah ) </li></ul><ul><li>Prinsip Jasa-jasa ( Ju’alah ) </li></ul>
  2. 2. Skema Operasional BMT POOLING DANA <ul><li>SUMBER DANA: </li></ul><ul><li>Simp Wadiah </li></ul><ul><li>Simp Mudharabah </li></ul><ul><li>Simp. Berjangka Mudharabah </li></ul><ul><li>Equity </li></ul><ul><li>Pembiayaan/Jual Beli: </li></ul><ul><li>Murabahah </li></ul><ul><li>Istisna </li></ul><ul><li>Salam </li></ul><ul><li>Bagi Hasil: </li></ul><ul><li>Mudharabah </li></ul><ul><li>Musyakarah </li></ul><ul><li>Sewa </li></ul><ul><li>Ijarah </li></ul>Bagi Hasil Marjin Porsi BMT 100% pendapatan BMT Income Distribution Porsi Anggota Alhamdulillah ...
  3. 3. Produk & Jasa BMT Simp. Berjangkao Simpanan Berjangka Operasional BMT Penghimpunan Dana Penggunaan Dana Jasa Layanan BMT Wadiah ( Yad Dhamanah ) Mudharabah Equity Financing Debt Financing Ijaroh Qord Simpanan Simpanan
  4. 4. Produk Pembiayaan (Financing) Equity Financing Mudharabah Musyarakah Mutlaqah (tidak bersyarat) Muqayyadah (bersyarat) Musyarakah (kerjasama dua pihak atau lebih)
  5. 5. Produk Pembiayaan (Financing) lanjutan… Debt Financing Barang-barang Barang - uang Barter  Uang - Barang Uang - uang <ul><li>Jual Beli (Bai) </li></ul><ul><li>Murabahah (margin) </li></ul><ul><li>Bithaman Ajil (cicil) </li></ul><ul><li>Sewa Menyewa (Ujro) </li></ul><ul><li>Ijarah (sewa) </li></ul><ul><li>Ijarah Wa Iqtina (sewa beli) </li></ul>Salam (indent-> pertanian) Istisna (indent -> manufacture) Sharf (tukar valas) X (tidak boleh)
  6. 6. Sumber Dana Bank Syariah 1. Modal (SW, SP, SPK) 2. Dana Pihak III : - Titipan (wadiah)  Simpanan Simp. Berjangka - Investasi/penyertaan (mudharabah)  Simpanan Simp. Berjangka 3. Dana Pihak II - Penyertaan dari LK/LKS lain
  7. 7. Penghimpunan Dana Pihak III <ul><li>Prinsip Wadiah Yad adh-Dhamanah </li></ul><ul><ul><li>BMT dpt memanfaatkan & menyalurkan dana yg disimpan serta menjamin bahwa dana tsb dpt ditarik setiap saat oleh pemilik dana </li></ul></ul><ul><ul><li>keuntungan & kerugian sepenuhnya milik BMT (pemilik dana dapat diberi bonus tanpa perlu diperjanjikan dulu) </li></ul></ul><ul><ul><li>dpt mengenakan biaya administrasi </li></ul></ul><ul><ul><li>tidak boleh overdraft (saldo merah) </li></ul></ul>
  8. 8. Wadiah yad adh-dhamanah Anggota (penitip) BMT (Penyimpan) Anggota pengguna dana 1.Titip dana 4. Beri bonus 3. Bagi hasil 2. Pemanfaatan dana
  9. 9. Penghimpunan Dana (lanjutan …) <ul><li>Prinsip Wadiah Yad al-amanah </li></ul><ul><ul><li>BMT tidak boleh memanfaatkan & menyalurkan dana / barang yg disimpan / dititip </li></ul></ul><ul><ul><li>Menjamin bahwa dana / barang tsb dapat ditarik setiap saat oleh pemilik dana </li></ul></ul><ul><ul><li>Dapat mengenakan biaya administrasi </li></ul></ul>
  10. 10. Wadiah yad al-amanah Anggota Muwaddi’ (penitip) BMT Mustawda’ (penyimpan ) 1. Titip uang/barang 2. Bebankan biaya penitipan
  11. 11. Rukun Wadiah <ul><li>Penitip / pemilik barang / harta </li></ul><ul><li>(muwaddi’) </li></ul><ul><li>Penerima titipan / orang </li></ul><ul><li>yang menyimpan (mustawda’) </li></ul><ul><li>Barang / harta yang dititipkan </li></ul><ul><li>Aqad / Ijab Qabul </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Prinsip Mudharabah </li></ul><ul><ul><li>Tidak ada pembatasan bagi BMT dalam menggunakan dana </li></ul></ul><ul><ul><li>BMT wajib memberitahukan nisbah & tata cara pemberian keuntungan dan/atau perhitungan pembagian keuntungan serta risiko yg dpt timbul dr penyimpanan dana </li></ul></ul><ul><ul><li>Dana dpt ditarik setiap saat oleh pemilik dana sesuai perjanjian </li></ul></ul><ul><ul><li>) </li></ul></ul>Penghimpunan Dana (lanjutan…)
  13. 13. Rukun Mudharabah <ul><ul><ul><ul><ul><li>Shahibul maal (pemilik modal / angota) </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Mudharib (BMT) </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Amal (pekerjaan) </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Hasil (bagi hasil) </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Aqad / Ijab qabul </li></ul></ul></ul></ul></ul>
  14. 14. Mudharabah Mutlaqah Penabung / Deposan Shahibul Maal BMT : -Mudharib -Wkl Shahibul Maal 1. Titip dana 4.Bagi Hasil 2 . Pemanfaatan dana 3. Bagi Hasil Pengusaha
  15. 15. Rumus perhitungan Bagi Hasil Simpanan & Simp. Berjangka Mudharabah <ul><li>saldo rata-rata angota x keuntungan yang diperoleh untuk deposito x nisbah </li></ul><ul><li>Saldo rata-rata Produk </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Bapak Ahmad memiliki Simp. Berjangka Rp. 10.000.000,- Jangka waktu 1 bulan </li></ul><ul><li>Nisbah = Deposan 57% dan BMT 43 %, dgn asumsi rata-rata saldo </li></ul><ul><li>Simp. berjangka jangka waktu 1 bln Rp. 950.000.000,- dan keuntungan yang </li></ul><ul><li>diperoleh u/ deposito 1 bln Rp. 30.000.000,-. Keuntungan Bp Ahmad sbb: </li></ul><ul><li>(10.000.000 : 950.000.000) x 30.000.000 x 57 % = 180.000 (before tax) </li></ul>
  16. 16. Produk Pembiayaan <ul><li>Prinsip Jual Beli (Bai’) </li></ul><ul><ul><li>Bai’ al-Murabahah </li></ul></ul><ul><ul><li>Bai’ bistsaman Ajil (jual beli dg cara cicilan) </li></ul></ul><ul><ul><li>Bai’ as-Salam (jual beli dg inden utk pertanian) </li></ul></ul><ul><ul><li>Bai’ al-Istishna’ (jual beli dg order utk manufacture) </li></ul></ul><ul><li>Prinsip Bagi Hasil (Syirkah) </li></ul><ul><ul><li>Mudharabah (Trust Financing/investment) </li></ul></ul><ul><ul><li>Musyarakah (Partnership) </li></ul></ul><ul><li>Jasa (Qardh) </li></ul><ul><li>Prinsip Sewa (Ijarah) </li></ul>
  17. 17. <ul><li>Murabahah </li></ul><ul><ul><li>Pembiayaan pengadaan barang, menjual barang dengan harga beli ditambah keuntungan </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Harga = Cost + Profit </li></ul></ul></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>A ingin membeli motor, harga motor tsb 4.000.000 bank ingin mendapat keuntungan 800.000 selama 2 th, sehingga harga yg ditetapkan 4.800.000 dan nasabah dapat mencicil 200.000 per bulan </li></ul>Produk Pembiayaan (lanjutan…) Prinsip Jual Beli
  18. 18. Murabahah BMT Anggota 2. Akad 6. Bayar 1. Negosiasi Pemasok/Toko/Pabrikan 4. Kirim Barang 3. Bayar Uang 5. Dokumen
  19. 19. Produk Pembiayaan (lanjutan…) Prinsip Jual Beli <ul><li>Bai’ as-Salam </li></ul><ul><ul><li>(jual beli berdasar pesanan misal utk agribisnis) </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembelian barang u/ penghantaran ( delivery) yg ditangguhkan dgn pembayaran dimuka dan pd waktu yg bersamaan, bank dapat mencari pembeli produk tsb </li></ul></ul><ul><ul><li>Catatan : Bayar sekaligus lunas saat jatuh tempo pembayaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : </li></ul></ul><ul><ul><li>Petani butuh dana Rp. 2 juta u/ mengelola sawahnya dan BMT akan membeli gabahnya u/ jk wktu 4 bln sebanyak 2 ton dgn harga Rp. 2 juta, pd saat jth tempo petani menyerahkan hasilnya dan BMT menjualnya dg harga Rp. 1.200/kg, shg keuntungan BMT adalah Rp. 400.000 </li></ul></ul>
  20. 20. Rukun Salam <ul><li>Pembeli (Muslim / salam) </li></ul><ul><li>Penjual (Muslam ilaihi) </li></ul><ul><li>Barang </li></ul><ul><li>Harga </li></ul><ul><li>Ijab-qabul </li></ul>
  21. 21. Bai’ as-Salam Anggota Penjual Pembeli BMT 1. Negosiasi Pesanan 2. Pemesanan Barang Angota & Bayar Tunai 4. Kirim Pesanan 5. Bayar tunai setelah pesanan selesai dibuat 3. Kirim dokumen
  22. 22. Produk Pembiayaan (lanjutan…) Prinsip Jual Beli <ul><li>Bai’ al-istishna’ </li></ul><ul><ul><li>Sama seperti Salam dgn pembayaran dpt di muka, dicicil atau di belakang (u/ manufaktur, kecil-menengah, konsturksi) </li></ul></ul><ul><ul><li>Catatan : Bayar cicilan setelah barang selesai dibuat </li></ul></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Tn B ingin membangun rumah & membutuhkan dana Rp. 30 juta, setelah selesai pembangunan, bank menjual rumah tsb ke Tn B Rp. 39 juta dgn jangka waktu 3 thn. </li></ul>
  23. 23. Rukun Istishna’ <ul><li>Produsen </li></ul><ul><li>Pemesan </li></ul><ul><li>Barang </li></ul><ul><li>Harga </li></ul><ul><li>Sighat </li></ul>
  24. 24. Bai’ al-Istishna’ Anggota Konsumen (pembeli) Produsen Pembuat Bank Penjual 1. Pesan 2. Beli dengan bayar cicil 3. Jual
  25. 25. Produk Pembiayaan (lanjutan…) Prinsip Bagi Hasil (Syirkah) <ul><li>Mudharabah Mutlaqah </li></ul><ul><ul><li>Pemilik dana memberikan keleluasaan penuh kepada pengelola untuk mempergunakan dana </li></ul></ul><ul><ul><li>Modal 100 % Bank (revenue/profit sharing) </li></ul></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Tn X membutuhkan modal u/ berdagang Rp 30 juta dan diperoleh pendapatan Rp 5 juta perbulan. Dari pendapatan ini disisihkan u/ tabungan pengembalian modal Rp 2 juta dan sisanya dibagi hasil misal 60% : 40 % </li></ul>
  26. 26. Mudharabah Mutlaqah Rugi Laba 60 % 40 % 0 % 100 % Repayment of Capital 100 % modal management
  27. 27. Produk Pembiayaan (lanjutan…) Prinsip Bagi Hasil (Syirkah) <ul><li>Mudharabah Muqqayadah </li></ul><ul><ul><li>Pemilik dana menentukan syarat dan pembatasan kepada pengelola dana u/ jangka waktu, tempat, dan jenis usaha </li></ul></ul>
  28. 28. Produk Pembiayaan (lanjutan…) Prinsip Bagi Hasil (Syirkah) <ul><li>Al-Musyarakah (Partnership) </li></ul><ul><ul><li>Pembiayaan proyek dgn pendanaan dari BMT dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Anggota dgn keuntungan & resiko akan ditanggung bersama sesuai kesepakatan </li></ul></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Tn C akan melaksanakan proyek senilai Rp 100 juta, & hanya punya modal Rp 50 juta + Rp 50 juta (pembiayaan dr BMT) keuntungan dari proyek Rp 20 juta. Dg nisbah bagi hasil 50:50, di akhir proyek Tn C hrs mengembalikan dana Rp 50 juta + Rp 10 juta </li></ul>
  29. 29. Al-Musyarakah (Partnership) Anggota Asset Value BMT Pembiayaan Proyek / Usaha Keuntungan / Kerugian Bagi hasil keuntungan / kerugian sesuai porsi kontribusi modal
  30. 30. <ul><li>Ijarah Wa Iqtina </li></ul><ul><ul><li>akad sewa-menyewa suatu barang antara bank dengan nasabah dimana nasabah diberi kesempatan untuk membeli obyek sewa pada akhir akad atau dalam dunia usaha dikenal dengan finance lease . Harga sewa dan harga beli ditetapkan bersama di awal perjanjian. </li></ul></ul><ul><ul><li>obyek sewa yang ditransaksikan antara lain meliputi properti, peralatan, alat-alat transportasi, dan alat-alat berat </li></ul></ul>Produk Pembiayaan (lanjutan…) Prinsip Sewa Beli (Ijarah) Sub Menu Main Menu
  31. 31. Ijarah wa Iqtina’ Sub Menu Main Menu
  32. 32. Terimakasih Wassalamu’alaikum wr. wb.

×