Metode+penelitian+09

2,912 views

Published on

Published in: Technology, Sports
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,912
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
123
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Jenis-jenis Hipotesa : * Hipotesa hubungan : pernyataan yang menyatakan tentang saling hubungan antara dua variabel atau lebih. * Hipotesa perbedaan : pernyataan yang menyatakan adanya ketidaksamaan antar variabel, yang disebabkan pengaruh variabel yang berbeda-beda. * Hipotesa nol , contoh : Tidak ada beda antara A dengan B * Hipotesa alternatif / kerja , contoh : Ada beda antara A dengan B Ho dan H1 sering digunakan pada penelitian eksperimental dan pengujiannya menggunakan statistik. * Hipotesa common sense (akal sehat) menyatakan hubungan keseragaman kegiatan terapan. Contoh : Hubungan antara dosis pemupukan dengan daya tahan tanaman terhadap serangga. * Hipotesa ideal Menyatakan hubungan yang kompleks, bertujuan untuk menguji adanya hubungan logis antara keseragaman-keseragaman kegiatan terapan. Contoh : Hubungan antara daerah, jenis tanah, luas garapan, jenis pupuk dan sebagainya.
  • Metode+penelitian+09

    1. 1. HIPOTESIS Pertemuan 9
    2. 2. Pengertian Hipotesis <ul><li>Dugaan/kesimpulan sementara </li></ul><ul><li>Suatu hubungan logis antara 2 atau lebih variabel yang dinyatakan dalam bentuk suatu pernyataan yang dapat diuji. </li></ul><ul><li>Jawaban sementara dari masalah penelitian yang harus diuji kebenarannya. </li></ul>
    3. 3. Unsur – unsur Penyusunan Hipotesa
    4. 4. Merumuskan dan Menguji Hipotesis <ul><li>Kapan perumusan hipotesis dilakukan ? </li></ul><ul><li>Setelah perumusan masalah dan Studi kepustakaan </li></ul><ul><li>Apakah hipotesis diperlukan dalam suatu penelitian ? </li></ul><ul><li>Ya  untuk penelitian ilmiah berkenan dengan verifikasi atau uji hipotesis </li></ul><ul><li>Tidak  untuk penelitian deskriptif, eksploratif. </li></ul><ul><li>Hipotesis harus diuji dan cara mengujinya tergantung dari metode penelitian. </li></ul>
    5. 5. Kegunaan hipotesis <ul><li>Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian. </li></ul><ul><li>Menyiapkan peneliti pada kondisi fakta-fakta dan hubungan antar fakta. </li></ul><ul><li>Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta. </li></ul><ul><li>Sebagai panduan dalam pengujian dan penyesuaian dengan fakta dan antar fakta. </li></ul>
    6. 6. Tinggi rendahnya kegunaan hipotesis <ul><li>Sangat bergantung pada: </li></ul><ul><li>Pengamatan yang tajam dari si peneliti. </li></ul><ul><li>Imajinasi dan pemikiran kreatif dari si peniliti. </li></ul><ul><li>Kerangka analisis yang digunakan oleh si peneliti. </li></ul><ul><li>Metode yang dipilih oleh si peneliti . </li></ul>
    7. 7. Ciri-ciri hipotesis yang baik <ul><li>Hipotesis harus menyatakan hubungan antar variabel. </li></ul><ul><li>Hipotesis harus sesuai dengan fakta. </li></ul><ul><li>Hipotesis harus berhubungan dan sesuai dengan ilmu pengetahuan. </li></ul><ul><li>Hipotesis harus dapat diuji. </li></ul><ul><li>Hipotesis harus sederhana. </li></ul><ul><li>Hipotesis harus dapat menerangkan fakta. </li></ul>
    8. 8. Jenis-jenis Hipotesis <ul><li>Hipotesis Hubungan </li></ul><ul><li>Hipotesis Perbedaan </li></ul><ul><li>Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif / Kerja </li></ul><ul><li>Hipotesis Common Sense </li></ul><ul><li>Hipotesis Ideal </li></ul>
    9. 9. Menggali dan merumuskan Hipotesis <ul><li>Dalam menggali hipotesis sipeneliti harus : </li></ul><ul><li>Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan cara banyak membaca literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. </li></ul><ul><li>Mempunyai kemampuan untuk mencari keterangan tentang tempat-tempat, obyek-obyek dan hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki. </li></ul><ul><li>Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan yang lain sesuai dengan kerangka teori dan bidang yang bersangkutan. </li></ul>
    10. 10. Sumber Hipotesis <ul><li>Goode & Hatt (1952) memberikan 4 sumber untuk menggali hipotesis: </li></ul><ul><li>Kebudayaan </li></ul><ul><li>Ilmu </li></ul><ul><li>Analogi </li></ul><ul><li>Reaksi individu & pengalaman </li></ul>
    11. 11. Sumber Hipotesis <ul><li>Goode & Scates (1954) memberikan 7 sumber untuk menggali hipotesis: </li></ul><ul><li>Ilmu pengetahuan </li></ul><ul><li>Wawasan </li></ul><ul><li>Imajinasi </li></ul><ul><li>Literatur </li></ul><ul><li>Pengetahuan </li></ul><ul><li>Data </li></ul><ul><li>Analogi </li></ul>
    12. 12. Perumusan Hipotesis <ul><li>Merumuskan hipotesis bukanlah hal yg mudah, disebabkan karena : </li></ul><ul><li>Tidak adanya kerangka teori atau tidak ada ilmu pengetahuan tentang masalah yang akan dibahas. </li></ul><ul><li>Kurangnya kemampuan untuk menggunakan kerangka teori yg ada. </li></ul><ul><li>Gagal mengetahui teknik-teknik penelitian yang ada. </li></ul>
    13. 13. Pengujian Hipotesis <ul><li>Menguji hipotesis dengan konsistensi logis. </li></ul><ul><li>Alasan deduktif </li></ul><ul><li>Alasan induktif </li></ul><ul><li>Menguji hipotesis dengan mencocokkan dengan fakta </li></ul>
    14. 14. <ul><li>SOAL-SOAL LATIHAN </li></ul>
    15. 15. <ul><li>01. Cara pengujian hipotesa tergantung dari </li></ul><ul><li>a. Prosedur Penelitian </li></ul><ul><li>b. Metode dan Desain yang digunakan </li></ul><ul><li>c. Masalah penelitian </li></ul><ul><li>d. Tehnik penelitian </li></ul><ul><li>02. Kalimat di bawah ini mana yang benar </li></ul><ul><li>a. Hipotesa tidak pernah dibuktikan kebenarannya </li></ul><ul><li>b. Hipotesa tidak diuji validitasnya </li></ul><ul><li>c. Kecocokan hipotesa dengan fakta membuktikan </li></ul><ul><li>hipotesa </li></ul><ul><li>d. Hipotesa bukanlah konsekuensi logis dari bukti yang </li></ul><ul><li>diperoleh </li></ul>
    16. 16. <ul><li>02. Kalimat di bawah ini mana yang benar </li></ul><ul><li>a. Hipotesa tidak pernah dibuktikan kebenarannya </li></ul><ul><li>b. Hipotesa tidak diuji validitasnya </li></ul><ul><li>c. Kecocokan hipotesa dengan fakta membuktikan </li></ul><ul><li>hipotesa </li></ul><ul><li>d. Hipotesa bukanlah konsekuensi logis dari bukti yang </li></ul><ul><li>diperoleh </li></ul><ul><li>03. Di bawah ini adalah ciri-ciri hipotesa yang baik, </li></ul><ul><li>kecuali </li></ul><ul><li>a. Menyatakan hubungan antarvariabel </li></ul><ul><li>b. Dapat diuji </li></ul><ul><li>c. Sesuai dengan fakta </li></ul><ul><li>d. Bersifat umum </li></ul>
    17. 17. <ul><li>03. Di bawah ini adalah ciri-ciri hipotesa yang baik, </li></ul><ul><li>kecuali </li></ul><ul><li>a. Menyatakan hubungan antarvariabel </li></ul><ul><li>b. Dapat diuji </li></ul><ul><li>c. Sesuai dengan fakta </li></ul><ul><li>d. Bersifat umum </li></ul><ul><li>04. Menguji hipotesa mencocokkan dengan fakta sering </li></ul><ul><li>dilakukan pada penelitian dengan metode </li></ul><ul><li>a. Sejarah c. Eksperimental </li></ul><ul><li>b. Deskriptif d. Studi kasus </li></ul>
    18. 18. <ul><li>04. Menguji hipotesa mencocokkan dengan fakta sering </li></ul><ul><li>dilakukan pada penelitian dengan metode </li></ul><ul><li>a. Sejarah c. Eksperimental </li></ul><ul><li>b. Deskriptif d. Studi kasus </li></ul><ul><li>05. Hipotesa yang bertujuan untuk menguji adanya </li></ul><ul><li>hubungan logis antara keseragaman-keseragaman </li></ul><ul><li>pengalaman empiris disebut </li></ul><ul><li>a. Hipotesa Hubungan c. Hipotesa Kerja </li></ul><ul><li>b. Hipotesa Ideal d. Hipotesa Perbedaan </li></ul>
    19. 19. <ul><li>05. Hipotesa yang bertujuan untuk menguji adanya </li></ul><ul><li>hubungan logis antara keseragaman-keseragaman </li></ul><ul><li>pengalaman empiris disebut </li></ul><ul><li>a. Hipotesa Hubungan c. Hipotesa Kerja </li></ul><ul><li>b. Hipotesa Ideal d. Hipotesa Perbedaan </li></ul><ul><li>01. Cara pengujian hipotesa tergantung dari </li></ul><ul><li>a. Prosedur Penelitian </li></ul><ul><li>b. Metode dan Desain yang digunakan </li></ul><ul><li>c. Masalah penelitian </li></ul><ul><li>d. Tehnik penelitian </li></ul>

    ×