Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
THE EVOLUTION OF CONFUSION: SOFT
SYSTEMS METHODOLOGY AND SOCIAL
THEORY REVISITEDL. HOUGHTON AND P.W.J LEDINGTON
• Realitas Sosial yang diterapkan pada SSM sudah menjadi satu bagian
penting dalam perkembangan Applied Systems Thinking. ...
SSM DALAM ARUS LITERATUR
UTAMA
• Literatur utama yang menjadi dasar kajian dalam proses
penelitian yang mengacu langsung pada SSM: Systems
thinking, Syst...
SSM MENURUT CHECKLAND (1981)
Checkland berpendapat bahwa ada TIGA KELEMAHAN UTAMA
dalam pendekatan ilmiah tradisional (Har...
SSM MENURUT CHECKLAND (1981)
Mudah untuk diketahui dan
seringkali mempunyai ciri dan
bentuk khusus, dan
penanganannya juga...
PROBLEM SITUATION IMPROVED
TERDOKUMENTASI DENGAN BAIK
SOCIAL MANAGEMENT
PROBLEMS DALAM SSM
PENDEKATAN THD PEMECAHAN
MASALA...
SSM DAN KONTEKS
PARADIGMANYA
SSM DAN KONTEKS PARADIGMA SOSIAL
Sociology of Radical Change
Subjective Reality Objective Reality
Sociology of Regulation
...
4 BUAH PARADIGMA YANG ADA PADA SOSIOLOGI DAN PENERAPANNYA.
1.Functionalist Paradigm ( Objective – Regulation )
Paradigma i...
3.Radical Humanist ( Subjective – Radical Change )
Pada pandangan paradigma ini, kesadaran seseorang didominasi oleh struk...
SSM & IT’S JOURNEY FROM 1981
TO 1998
PADA TAHUN 1981-1988
Pada tahun 1988, SSM disajikan dalam bentuk model 7 tahap yang dibentuk
kembali dalam proses yang mel...
199O
.
MODE 1 Versus Mode 2
Methodology driven Situation Driven
Intervention Interaction
Sometimes sequential Always inter...
1998
1998
• Alasan original SSM dikembangkan untuk memecahkan masalah dalam dunia nyata.
Namun sekarang fokus SSM lebih pa...
INTERPRETASI DAN KRITIK
SEPUTAR KERANGKA PARADIGMA
SSM DALAM LITERATUR-LITERATUR
PENELITIAN
Kritik terhadap SSM Sanggahan
asumsi SSM bersifat
subjektif & regulatif ,
paradigma intepretatif ,
tidak radikal &
emansip...
Kritik terhadap SSM Sanggahan
Ketidakmampuan inbuilt untuk
menangani aspek-aspek
manusia dan sosial yang
kompleks dalam si...
SUDUT PANDANG CHECKLAND (1981)
SUDUT PANDANG JACKSON (2001)
SUDUT PANDANG (HIRSHHEIM ET AL, (1995),
LEDINGTON & LEDINGTON)
• Literatur yang ada saat ini masih belum memberikan gambaran yang
jelas terhadap SSM serta kaitannya dengan teori sosial....
KESIMPULAN
EVOLUSI SSM, KETERKAITAN TIGA FASE INI DAN BAGAIMANA HAL
TERSEBUT MENJADI DASAR TEORI SOSIAL YANG MELANDASI SSM
Checkland ...
Meskipun Burrel & Morgan mengasumsikan bahwa SSM hanya bisa
masuk ke dalam satu titik dari empat kuadran dan tidak dapat
m...
SECARA SINGKAT, SSM BERJALAN DENGAN CARA MENINGKATKAN
PROSES INFORMASI YANG KOMPLEK.
SECARA IMPLISIT, SSM ADALAH KERANGKA ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Presentasi tugas p heri

186 views

Published on

Presentasi bahan kuliah kebijakan publik UI

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Presentasi tugas p heri

  1. 1. THE EVOLUTION OF CONFUSION: SOFT SYSTEMS METHODOLOGY AND SOCIAL THEORY REVISITEDL. HOUGHTON AND P.W.J LEDINGTON
  2. 2. • Realitas Sosial yang diterapkan pada SSM sudah menjadi satu bagian penting dalam perkembangan Applied Systems Thinking. Bahkan, Realitas sosial ini menjadi dasar pemikiran intelektual guna memberi batasan antara pendekatan “Hard” dan “Soft”. • SSM sudah bertransformasi dari sekedar memfasilitasi perubahan di “real world” menjadi fokus pada pada pembelajaran terhadap “real world” itu sendiri. • Oleh karena adanya perubahan fokus “pembelajaran” dari SSM, maka konsep realitas sosial harus dapat dipahami secara jelas dan gamblang. • Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana kita mampu memetakan peran SSM dalam paradigma teori sosial tersebut? LATAR BELAKANG
  3. 3. SSM DALAM ARUS LITERATUR UTAMA
  4. 4. • Literatur utama yang menjadi dasar kajian dalam proses penelitian yang mengacu langsung pada SSM: Systems thinking, System Practices (STSP), Soft Systems methodology in action dan Information (SSMA), Systems and Information systems (ISI) dan Soft Systems Methodology: A thirty year Restrospective (SSM30) • Dua naskah utama yang menjadi dasar kajian dari literatur kedua (pelengkap): Information in Action (Davies and Ledington, 1991) dan Systems: Concepts Methodologies and Applications (Wilson, 1984:1990)
  5. 5. SSM MENURUT CHECKLAND (1981) Checkland berpendapat bahwa ada TIGA KELEMAHAN UTAMA dalam pendekatan ilmiah tradisional (Hard Systems) terhadap masalah-masalah manajemen, sbb: 1 METODE SAINTIFIK (ILMIAH) AKAN MENGALAMI KENDALA BILA DIHADAPKAN PADA SITUASI YANG KOMPLEKS DAN SANGAT RUMIT. 2 MENGECILKAN MASALAH “DUNIA” TIDAK MUNGKIN DILAKSANAKAN DALAM JARINGAN SOSIAL YANG KOMPLEKS. 3 AREA YANG GAGAL UNTUK DIHADAPI OLEH ILMU ILMIAH ADALAH “MANAJEMEN”. (Real world “management” adalah kegiatan sehari-hari yang tidak dapat dipecahkan atau diakomodir oleh hipotesa sederhana)
  6. 6. SSM MENURUT CHECKLAND (1981) Mudah untuk diketahui dan seringkali mempunyai ciri dan bentuk khusus, dan penanganannya juga selalu sama. Sehingga cara memandang masalah “hard” ini bisa dilakukan dengan menggunakan “system ideas” dan problem solving Hard sistems thinking HARD PROBLEM SOFT PROBLEM Aktivitas manusia yang tidak dapat dipecahkan atau diakomodir oleh hipotesa sederhana, bersifat rumit dan kompleks
  7. 7. PROBLEM SITUATION IMPROVED TERDOKUMENTASI DENGAN BAIK SOCIAL MANAGEMENT PROBLEMS DALAM SSM PENDEKATAN THD PEMECAHAN MASALAH “REAL WORLD” • KOMPLEKSITAS • SOCIAL SCIENCE • MANAGEMENT ISSUES SSM MENURUT CHECKLAND (1981) PROBLEM SITUATION PERTANYAAN: METODOLOGI APA YANG DIHARAPKAN DIPEROLEH DI “REAL WORLD”?
  8. 8. SSM DAN KONTEKS PARADIGMANYA
  9. 9. SSM DAN KONTEKS PARADIGMA SOSIAL Sociology of Radical Change Subjective Reality Objective Reality Sociology of Regulation Radical Humanist/Neo Humanist Radical Structuralism Interpretive/Social Relativist Functionalist/Posistivist (Burrell and Morgan, 1979, p22) Pada 1979 Burrell and Morgan mempromosikan 4 model pendekatan paradigma klasik, dengan gambar dibawah ini:
  10. 10. 4 BUAH PARADIGMA YANG ADA PADA SOSIOLOGI DAN PENERAPANNYA. 1.Functionalist Paradigm ( Objective – Regulation ) Paradigma ini merupakan paradigma yang dominan pada studi organisasi/kerangka yang dominan untuk penelitian sosial. Ini mengasumsikan fungsi murni dan objektivitas dalam dunia sosial. Paradigma ini menyediakan penjelasan yang rasional tentang masalah kemanusiaan. Pada dasarnya paradigma ini bersifat pragmatis dan mengakar kepada konsep positivisme. Hubungan-hubungan yang ada bersifat konkret dan bisa diidentifikasi, dipelajari, dan diukur melalui media ilmiah. 2.Interpretive Paradigm ( Subjective – Regulation ) Paradigma ini menjelaskan tentang kestabilan perilaku dalam pandangan seseorang individual. Paradigma ini memfokuskan pada pemahaman mengenai dunia yang diciptakan secara subjektif apa adanya serta prosesnya. Pemikiran interpretatif adalah pendekatan subjektif terhadap realitas didasarkan tegas pada asumsi bahwa realitas sosial diciptakan terus-menerus , oleh manusia di dunia sosial.
  11. 11. 3.Radical Humanist ( Subjective – Radical Change ) Pada pandangan paradigma ini, kesadaran seseorang didominasi oleh struktur ideologinya, cara pandang hidupnya dan interaksinya dengan lingkungan. Hal ini akan mengarahkan hubungan kognitif antara dirinya dan kesadaran sebenarnya, sehingga mencegah pemenuhan kepuasan pada manusia. Para pendukung teori ini memfokuskan pada pembentukan batasan sosial yang mengikat potensial. Salah satu gagasan yang paling mendasar dari paradigma ini adalah bahwa kesadaran manusia didominasi oleh superstruktur ideologis ini dengan yang ia berinteraksi, dan bahwa ini mendorong irisan kognitif antara dirinya dan kesadaran sejati. SSM berkaitan dengan persepsi dan fakta- fakta keras tidak dingin tentang dunia nyata. Inti adalah ide dari pandangan dunia ( atau Weltanschauung ) dalam sistem aktivitas manusia . Checkland berpendapat : Konsep sistem aktivitas manusia adalah depan krusial berbeda konsep sistem alam dan dirancang 4.Radical Structuralist ( Objective – Radical Change ) Paradigma ini mempercayai bahwa perubahan radikal dibentuk pada sifat struktur sosial. Masyarakat kontemporer dapat dikarakteristikan dengan konflik fundamental yang akan menghasilkan perubahan radikal melalui krisis politik dan ekonomi.
  12. 12. SSM & IT’S JOURNEY FROM 1981 TO 1998
  13. 13. PADA TAHUN 1981-1988 Pada tahun 1988, SSM disajikan dalam bentuk model 7 tahap yang dibentuk kembali dalam proses yang melibatkan dua aliran tindakan dikombinasikan dengan 3 aliran analisis. Tiga analisis tersebut adalah roles, norms dan values. Checkland mengemukakan bahwa ketiganya saling berinteraksi satu sama lain. Dari hasil analisis tersebut dapat diciptakan gambaran mental dari norma, roles dan values dalam organisasi. - Checkland berargumen bahwa analisis dalam tiga aliran analisis budaya menerima bahwa situasi apapun akan memiliki dimensi politik dan perlu dieksplorasi. - Political analysis merupakan variasi dari social system analysis dari Vickers model
  14. 14. 199O . MODE 1 Versus Mode 2 Methodology driven Situation Driven Intervention Interaction Sometimes sequential Always interactive SSM as an external recipe SSM as a internalized model Pada tahun ini ditemukan invention Mode 2 SSM. • Beberapa perubahan di SSM terjadi pada pergeseran mode 1 ke mode 2 SSM yaitu pengguna SSM Mode 2 akan kurang fokus pada intervensi dan lebih banyak berinteraksi dalam problem situation, intensive reflection, dan menggunakan SSM untuk membuat lebih masuk akal (checkland & Scholes, 1990) Mode 2 secara permanen mengubah fokus SSM menjadi sistem pembelajaran
  15. 15. 1998 1998 • Alasan original SSM dikembangkan untuk memecahkan masalah dalam dunia nyata. Namun sekarang fokus SSM lebih pada pembelajaran 1998 • Contemporary SSM terdiri dari beberapa prinsip yang ditemukan sebelumnya, namun lebih difokuskan pada pembelajaran, kurang intervensi, dan pemecahan masalah CONTEMPORARY SSM • Contemporary SSM: • 1. Anda harus menerima dan bertindak sesuai asumsi bahwa realitas sosial adalah konstruksi sosial secara kontinu. • 2. Anda harus menggunakan perangkat intelektual secara eksplisit untuk melakukan eksplorasi, memahami dan bertindak pada situasi yang bersangkutan. • 3. Anda harus menyertakan perangkat intelektual ‘holons’ dalam bentuk sistem model purposeful activity yang dibangun sebagai basis untuk declared world views
  16. 16. INTERPRETASI DAN KRITIK SEPUTAR KERANGKA PARADIGMA SSM DALAM LITERATUR-LITERATUR PENELITIAN
  17. 17. Kritik terhadap SSM Sanggahan asumsi SSM bersifat subjektif & regulatif , paradigma intepretatif , tidak radikal & emansipatoris (Jackson, 2001) Checkland (SSMA Chapters 6,7,8,9 and ISIS Chapter 7 especially SSM berisi prinsip-prinsip dasar yang dapat memberikan kritik terhadap status quo dalam organisasi. Tahap 5 menyediakan alat untuk membandingkan sistem ideologi terhadap persepsi dunia nyata yang ditemukan dalam tahap 2 dan tahap 4. Hal ini menunjukkan bahwa SSM dibangun sekitar prinsip-prinsip dasar yang berakar pada teori kritis.
  18. 18. Kritik terhadap SSM Sanggahan Ketidakmampuan inbuilt untuk menangani aspek-aspek manusia dan sosial yang kompleks dalam situasi sosial (Jackson, 2001) Mingers (1980) 1. Masalah tindakan manusia (bertujuan/rasional), alami atau tidak berubah merupakan karakteristik manusia. 2. Analisis Hard system tidak dapat mengatasi masalah multivaried kompleksitas dunia nyata. "(Checkland, 1981, p.283) Hirshheim et al, (1995) dan Ledington & Ledington mengkritik Pemodelan fase SSM terlalu sederhana dan mungkin terlalu fungsionalis (Hirshheim et al, (1995), Ledington & Ledington) Checkland berpendapat bahwa : a. SSM memiliki kompatibilitas dengan Teori Kritis dan dikembangkan melalui proses tindakan yang interaktif dan berkesinambungan b. Mis Match tergantung pada pengalaman praktisi SSM
  19. 19. SUDUT PANDANG CHECKLAND (1981)
  20. 20. SUDUT PANDANG JACKSON (2001)
  21. 21. SUDUT PANDANG (HIRSHHEIM ET AL, (1995), LEDINGTON & LEDINGTON)
  22. 22. • Literatur yang ada saat ini masih belum memberikan gambaran yang jelas terhadap SSM serta kaitannya dengan teori sosial. • Belum ada kesepakatan antar literatur tersebut terkait apakah SSM dapat dipetakan lebih dari dua paradigma atau hanya cukup satu paradigma saja. • SSM merefleksikan kondisi alamiah dari situasi yang dituju. Oleh karena itu, bila situasi yang ada jauh lebih kompleks dan rumit dari teori yang diharapkan mampu mewakilinya maka kemungkinan terjadinya “salaman srimulat”/ mis-match antara SSM dan teori sosial sangat bisa dimungkinkan. PELAJARAN YANG BISA DIPEROLEH
  23. 23. KESIMPULAN
  24. 24. EVOLUSI SSM, KETERKAITAN TIGA FASE INI DAN BAGAIMANA HAL TERSEBUT MENJADI DASAR TEORI SOSIAL YANG MELANDASI SSM Checkland Awal difokuskan pada transisi dari Hard ke Soft system thinking perumusan SSM sebagai proses tujuh tahap berulang Checkland Tengah menggambarkan SSM sebagai linear dua –stream proses (Cultural analysis and logic- based analysis) Checkland Akhir menggambarkan SSM sebagai struktur lambang dari 4 bentuk aktivitas dari sebuah proses pembelajaran Oleh karena itu, SSM muncul sebagai tahap evolusi masing-masing yang melibatkan prinsip- prinsip mendefinisikan inti, atau aturan konstitutif, SSM. Meskipun demikian jauh dari jelas bagaimana tiga fase saling berhubungan satu sama lain dan apa implikasi perubahan tersebut untuk diskusi mendasari teori sosial 1
  25. 25. Meskipun Burrel & Morgan mengasumsikan bahwa SSM hanya bisa masuk ke dalam satu titik dari empat kuadran dan tidak dapat menggambarkan aspek lebih dari satu titik kuadran, namun dari penelitian dalam paper ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan terbentuknya pemetaan multi-paradigma. Hal ini secara implisit mampu menunjukkan dimana kekuatan dan kelemahan dari SSM , oleh karenanya hal tersebut mampu menjadi dasar untuk mengembangkan dan melengkapi hal-hal yang belum ditemukan dan dikembangkan lebih lanjut oleh SSM. 2 Hubungan antara praktek manajemen dan teori sosial mungkin jauh lebih kompleks dari yang pernah diasumsikan sebelumnya 3
  26. 26. SECARA SINGKAT, SSM BERJALAN DENGAN CARA MENINGKATKAN PROSES INFORMASI YANG KOMPLEK. SECARA IMPLISIT, SSM ADALAH KERANGKA DASAR BAGI MANAJEMEN INFORMASI. SECARA PRINSIP, SSM MAMPU MEMBERIKAN PONDASI DALAM MENCIPTAKAN BENTUK MANAJEMEN INFORMASI YANG LEBIH EFEKTIF. TANTANGAN YANG DIHADAPI SEKARANG ADALAH BAGAIMANA MENGUJI PROPOSISI (PERAN) INI DALAM SITUASI NYATA 4

×