Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Transfer inti, Fusi sel, Kultur jaringan --- itsdanicaputrys

3,133 views

Published on

Study about this cloning technic

Published in: Education
  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Transfer inti, Fusi sel, Kultur jaringan --- itsdanicaputrys

  1. 1. Transfer inti Memasukkan donor DNA dari hewan yang karakternya diinginkan ke dalam sel telur hewan yang intinya (DNA-nya) telah dihilangkan Contoh kasus: Klon domba Dolly (by Ian Wilmut dkk) merusak nukelus satu sel telur, kemudian dimasuki nucleus donor yang diambil dari sel-sel kelenjar susu seekor domba dewasa memiliki materi genetic yang sama persis dengan induk yang mendonorkan nukelusnya distimulasi agar membelah menjadi kumpulan sel- sel(blastomer) yang ditanam ke dalam rahim seekor domba betina dewasa sebagai induk pengganti
  2. 2. Fusi sel Peleburan 2 sel berbeda menjadi satu yang mengandung 2 sel asli tersebut. Yang dihasilkan: Sel Hibridoma Contoh 1: Sel Manusia dengan Sel Tikus Sel limfosit manusia berfusi dengan sel kanker pada tikus agar membelah cepat (karena milenoma pada sel kanker tikus) membentuk antibodi yang membelah cepat Contoh 2: Fusi tumbuhan (fusi protoplasma) – sel kentang dengan sel tomat, selulosa harus dihancurkan dulu, hanya protoplasma yang difusikan, contohnya tanaman berbuah tomat berumbi kentang
  3. 3. Kultur Jaringan Teori dasar: Schawann dan Scheleiden (1838) : sifat totipotensi (total genetic potential) sel, setiap sel tanaman yang hidup dilengkapi dengan informasi genetik dan perangkat fisiologis yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman utuh, jika kondisinya sesuai. Metode untuk mengisolasi bagian dari tumbuhan seperti protoplasma, sekelompok sel, jaringan atau organ serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali Macam- Macam Kultur Jaringan Kultur meristem, menggunakan jaringan (akar, batang, daun) yang meristematik Kultur anter, menggunakan kepala sari sebagai eksplan Kultur embrio, menggunakan embrio. Misalnya embrio kelapa kopyor yang sulit dikembangbiakan secara alamiah Kultur protoplas, menggunakan sel jaringan hidup sehingga eksplan tanpa dinding karena selulosa dihancurkan Kultur kloroplas, menggunakan kloroplas Kultur polen, menggunakan serbuk sari sebagai eksplannya
  4. 4. 1. Pemilihan dan Penyiapan Tanaman Induk Sumber Eksplan Tanaman tersebut harus jelas jenis, spesies, dan varietasnya serta harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit, disiapkan secara In Vitro 2. Inisiasi Kultur eksplan yang dikulturkan akan menginisiasi pertumbuhan baru, sehingga akan memungkinkan dilakukannya pemilihan bagian tanaman yang tumbuhnya paling kuat,untuk perbanyakan (multiplikasi) pada kultur tahap selanjutnya 3. Sentrilisasi segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril 4. Multiplikasi atau Perbanyakan Propagul menggandakan propagul atau bahan tanaman yang diperbanyak seperti tunas atau embrio, serta memeliharanya dalam keadaan tertentu sehingga sewaktu-waktu bisa dilanjutkan untuk tahap berikutnya 5. Pemanjangan Tunas, Induksi, dan Perkembangan Akar untuk membentuk akar dan pucuk tanaman yang cukup kuat untuk dapat bertahan hidup sampai saat dipindahkan dari lingkungan in-vitro ke lingkungan luar 6. Aklimatisasi adalah proses pengkondisian planlet atau tunas mikro (jika pengakaran dilakukan secara ex-vitro) di lingkungan baru yang aseptik (bebas mikroba ) di luar botol, dengan media tanah, atau pakis sehingga planlet dapat bertahan dan terus menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan

×