HIDROSTATIKA
(HYDROSTATICS)
Code: M.1.3.2
BY

JULIZAR NAZAR
MEDICAL PHYSICS DEPARTEMENT
FACULTY OF MEDICINE
ANDALAS UNIVER...
Tujuan Instruksional Umum
Memahami fenomena yang terjadi pada
tubuh berdasarkan prinsip-prinsip (teoriteori) Hidrostatika ...
B. Tujuan instruksinal khusus
1. Menjelaskan teori tentang density,
tekanan hidrostatika dan tegangan
permukaan
2. Menerap...
Pendahuluan
Fluida : Benda yang dapat mengalir :
Cairan & gas.
Study yang membahas fluida khususnya
cairan (liquid) dalam ...
HIDROSTATIKA (M.1.3.2)
1. Densiti dan Aplikasinya (M.1.3.2.4)
ρ = m/V
-. Berat Jenis (Spesific Gravity = SG)= ρz/ρa
-. ρ m...
Prinsip Archimedes.
• Jika sebagian atau seluruh dari
benda berada dalam suatu
fluida maka benda tersebut
akan mendapat te...
-. Perbedaan ρzat yang tercelup dengan
ρfluida menimbulkan fenomena terapung,
melayang dan terbenam.
-. F Archimedes  ben...
2. Tekanan Hidrostatik dan Aplikasinya
Pada Fluida (M1.3.2.5)

P = F/A
Satuan : N/m2 = Pa (Pascal)
- mmHg = Torr
- Lb/inch...
a. Tekanan pada bejana tertutup
-. Tekanan yang dikerjakan pada fluida dalam
bejana tertutup diteruskan ke semua arah tanp...
b. Tekanan pada bejana terbuka
Pa = Po + ρ.g.ha
Pb = Po + ρ.g.hb
Pa – Pb = ρ.g (ha-hb)
∆P = ρ.g.∆h
C. P Atmosfir, P mutlak dan P lebih
P atmosfir (Po) : Tekanan udara pada
permukaan laut = 1 Atm = 760 mmHg
= 1030 cmH2O
P ...
-. P yang terukur oleh instrumen sebenarnya
adalah P lebih dari sistem tersebut.
-. Jika P sistole yang terukur = 100 mmHg...
D. Aplikasi Tekanan Pada Tubuh atl
pada:
a. Tekanan Darah
b. P pada Rongga Kepala: Cameron;p-107
c. P pada Mata: Cameron; ...
3.TEGANGAN PERMUKAAN
(M1.3.2.6)
• Pada perm. Datar γ = W/2A  ex. permk. Air
γ = F/2 l
• Pipa Kapiler
γ = ρ.g.h.r/2cos α
•...
P1

P2

r1

r2

P4
P3

r4

r3

-.Pada Paru; Alveolus dapat di identikan
dengan gel. sabun yang saling bersentuhan
atau ber...
-. Jika r4 menetap, pada alveolus dapat
menyebabkan collaps alveolus yang disebut
dengan atelektasis.
-. Pada waktu inspir...
-. Dengan harga γ ini ∆P yang diperlukan untuk
megelembungka sebuah alveolus =
∆ P = 2 γ /r
-3

= 2.10 N/m
= 15 mmHg
-. Pa...
-. Untuk mengatasi hal ini alveoli dilengkapi
dengan suatu zat yang dapat menurunkan
γ yang disebut dengan Surfaktan.
-. K...
-. Pada saat bayi lahir, alveoli mengempis
sepenuhnya, sehingga diperlukan P
sebesar 30 mmHg untuk
mengembangkannya. Jadi ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Hidrostatika

1,204 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Hidrostatika

  1. 1. HIDROSTATIKA (HYDROSTATICS) Code: M.1.3.2 BY JULIZAR NAZAR MEDICAL PHYSICS DEPARTEMENT FACULTY OF MEDICINE ANDALAS UNIVERSITY PADANG 2005
  2. 2. Tujuan Instruksional Umum Memahami fenomena yang terjadi pada tubuh berdasarkan prinsip-prinsip (teoriteori) Hidrostatika dan menerapkan teoriteori ini dalam kehidupan sehari-hari dan juga sebagai landasan untuk melakukan tindakan diagnosa, dan terapi.
  3. 3. B. Tujuan instruksinal khusus 1. Menjelaskan teori tentang density, tekanan hidrostatika dan tegangan permukaan 2. Menerapkan teori tentang density tekanan hidrostatik dan tegangan permukaan pada tubuh
  4. 4. Pendahuluan Fluida : Benda yang dapat mengalir : Cairan & gas. Study yang membahas fluida khususnya cairan (liquid) dalam keadaan diam disebut Hidrostatika, dalam keadaan bergerak disebut Hidrodinamika
  5. 5. HIDROSTATIKA (M.1.3.2) 1. Densiti dan Aplikasinya (M.1.3.2.4) ρ = m/V -. Berat Jenis (Spesific Gravity = SG)= ρz/ρa -. ρ merupakan karakteristik suatu zat. -. Perbedaan ρ komponen- komponen yang terlarut dalam larutan dapat dimanfaatkan untuk pemisahan kompenen-komponen tersebut. -. Penentuan ρ suatu zat tertentu dapat digunakan sebagai alat bantu diagnosa.
  6. 6. Prinsip Archimedes. • Jika sebagian atau seluruh dari benda berada dalam suatu fluida maka benda tersebut akan mendapat tekanan ke atas (gaya apung=Gaya Archimedes) sebesar berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut. Fkeatas = ρ.g.V
  7. 7. -. Perbedaan ρzat yang tercelup dengan ρfluida menimbulkan fenomena terapung, melayang dan terbenam. -. F Archimedes  benda kehilangan W sebesar berat V zat cair yang dipisahkannya. -. Pemanfaatan: melatih anggota tubuh yang kurang berfungsi dalam air agar lebih mudah digerakkan. -. Normalnya kepala janin dalam uterus menghadap ke bawah karena : ρkepala > ρbadan, Vkepala < Vbadan sehingga Fbadan > Fkepala
  8. 8. 2. Tekanan Hidrostatik dan Aplikasinya Pada Fluida (M1.3.2.5) P = F/A Satuan : N/m2 = Pa (Pascal) - mmHg = Torr - Lb/inch - mm H2O - Atm - Bar Alat Ukur: Barometer  P udara luar ( terbuka) Manometer  P udara tertutup
  9. 9. a. Tekanan pada bejana tertutup -. Tekanan yang dikerjakan pada fluida dalam bejana tertutup diteruskan ke semua arah tanpa berkurang besarnya (Hk. Pascal). -. Fluida diam menggunakan tekanan tegak lurus terhadap permukaan wadahnya. -. Tekanan pada fluida P = ρ.g.h -. Tekanan pada ketinggian yang sama dalam fluida adalah sama.
  10. 10. b. Tekanan pada bejana terbuka Pa = Po + ρ.g.ha Pb = Po + ρ.g.hb Pa – Pb = ρ.g (ha-hb) ∆P = ρ.g.∆h
  11. 11. C. P Atmosfir, P mutlak dan P lebih P atmosfir (Po) : Tekanan udara pada permukaan laut = 1 Atm = 760 mmHg = 1030 cmH2O P mutlak (Pm) : Tekanan sebenarnya yang terdapat pada sistem (selalu positif) P lebih (Pl) : Selisih Pm – Po Pl = Pm - Po Nilainya bisa (+) bisa (-)
  12. 12. -. P yang terukur oleh instrumen sebenarnya adalah P lebih dari sistem tersebut. -. Jika P sistole yang terukur = 100 mmHg maka Pm sistole sebenarnya adalah 860 mmHg. -. Pl (baik + maupun -) sangat penting artinya bagi fungsi fisiologis tubuh. -. Pada jantung, Pl = + diperlukan untuk aktivitas sistem peredaran darah. -. Pada Paru Pl = - diperlukan untuk inspirasi.
  13. 13. D. Aplikasi Tekanan Pada Tubuh atl pada: a. Tekanan Darah b. P pada Rongga Kepala: Cameron;p-107 c. P pada Mata: Cameron; p – 108 d. P pada Sistem Pencernaan: Cameron; p-109 e. P pada Rangka (Skeleton): Cameron; p-110 f. P pada Ureter: Cameron; p – 112.
  14. 14. 3.TEGANGAN PERMUKAAN (M1.3.2.6) • Pada perm. Datar γ = W/2A  ex. permk. Air γ = F/2 l • Pipa Kapiler γ = ρ.g.h.r/2cos α • Silinder γ = P.r  ex. Saluran cerna • Bola 2 permukaan γ = P.r/4  ex. gel. Sabun • Bola 1 permukaan γ = P.r/2  ex. Alveolus • Aplikasi pada tubuh manusia antara lain pada pembuluh darah, lambung, saluran cerna dan alveolus.
  15. 15. P1 P2 r1 r2 P4 P3 r4 r3 -.Pada Paru; Alveolus dapat di identikan dengan gel. sabun yang saling bersentuhan atau berhubungan melalui sebuah katup bolak-balik. Jika P1 > P2 udara berpindah ke P2  P4 akibatnya r2  r4 yang lebih besar.
  16. 16. -. Jika r4 menetap, pada alveolus dapat menyebabkan collaps alveolus yang disebut dengan atelektasis. -. Pada waktu inspirasi, P alv. = -3mmHg dibawah Po dan pada saat ini radius alveoliberkembang dari 0,5  1.10-4 m. -. Pada keadaan istirahat alveolus dengan r = 0,5.10-4 m dilapisi oleh suatu fluida berlendir dengan γ = 0,05 N/m.
  17. 17. -. Dengan harga γ ini ∆P yang diperlukan untuk megelembungka sebuah alveolus = ∆ P = 2 γ /r -3 = 2.10 N/m = 15 mmHg -. Pada kenyataannya P luar ini adalah P yang tdp. Pada r.i.p yang harganya hanya = - 4 mmHg. Jadi hanya tdp. selisih –1 mmHg antara Pluar dengan Pdalam alveolus. -. Harga – 1 mmHg tidak cukup kuat untuk mengembangkan alveoli dng γ = 0.05 N/m yang beradius 0,5.10-3 m menjadi 1.10-3 m.
  18. 18. -. Untuk mengatasi hal ini alveoli dilengkapi dengan suatu zat yang dapat menurunkan γ yang disebut dengan Surfaktan. -. Kemampuan menurunkan γ oleh surfaktan tergantung pada konsentrasi. -. Pada saat istirahat Csurf/A besar  γ > sehingga alveoli mudah mengembang. -. Pada saat alveoli mengembang maks. Csurf/A menjadi kecil akibatnya γ meningkat. Keadan ini membantu alveoli kembali mengempis dan mendorong udara keluar saat ekspirasi.
  19. 19. -. Pada saat bayi lahir, alveoli mengempis sepenuhnya, sehingga diperlukan P sebesar 30 mmHg untuk mengembangkannya. Jadi napas kehidupan pertama memerlukan usaha yang luar biasa untuk meungguli γ di dalam alveoli tersebut. -. Kondisi bayi lahir tanpa atau dengan sedikit surfaktan  Sindrom distress pernapasan. Biasanya berakibat mati lemas.

×