Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Drs. Dadang burhanudin
SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH
TANGERANG
2013
Silabi Perkuliahan:
1.
2.
3.
4.
5.

Pengantar pendidikan pancasila dan tujuan pendidikan
pancasila
Pancasila dalam
SEJARAH...
Literatur:
B. Sukarno. 2005. Pancasila dalam Tinjauan
Historis, Yuridis, dan Filosofis. Surakarta:
Sebelas Maret Universit...
Mempelajari Pancasila
yang Benar

TUJUAN

Dapat dipertanggungjawabkan
Yuridis Konstitusional karena Pancasila
adalah dasar...
TUJUAN

TUJUAN

kecenderungan pada dirinya
untuk berusaha menjaga agar
sesuatu itu tetap baik
keadaannya.

Mengamankan Pan...
TONGGAK-TONGGAK SEJARAH
PEJUANGAN BANGSA
Abad VII-XVI

Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Majapahit

Menjadi tonggak sejarah
kar...
PANCASILA

Empu Tantular
Sutasuma
1365

Empu Prapanca
Negarakertagama
Pertengahan Abad XVI S.M

Berbatu Sendi
yang kelima
...
PENJAJAHAN BARAT
(ABAD XVII-XX)
Hasil Bumi Indonesia
yang melimpah

Bangsa barat yang
membutuhkan sekali rempahrempah Indo...
PERLAWANAN FISIK
BANGSA INDONESIA
(ABAD XVII-XX)
Penjajahan barat yang
memusnahkan kemakmuran
bangsa Indonesia itu tidak
d...
Sumpah Pemuda
(28 Oktober 1928)
pemuda-pemuda Indonesia yang dipelopori
oleh Muh. Yamin, Kuntjoro
Purbopranoto, Wongsonego...
P
enjajahan J
epang
(9 M
aret 1942)
7-12-1941

Janji Kemerdekaan

Perang Pasifik

Jepang menduduki daerah-daerah
jajahan s...
SIDANG B UP I
P K
29 Mei 1945
Mr. Muh Yamin
Lima asas dasar
Indonesia

1.
2.
3.
4.
5.

Peri Kebangsaan
Peri Kemanusiaan
Pe...
Sidang BPUPKI

1 Juni 1945

Ir. Soekarno

1.
2.
3.
4.
5.

DASAR-DASAR
NEGARA
Kebangsaan
Indonesia
Internasionalisme/
Perik...
Piagam Jakarta
22 Juni 1945

9 Tokoh Nasional yang juga
tokoh BPUPKI mengadakan
pertemuan untuk membahas
pidato serta usul...
14 Agustus 1945

Jepang menyerah kalah kepada sekutu
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Pengesahan Pembukaan dan Batan...
Dilihat dari fungsinya, secara yuridis kenegaraan
pancasila mempunyai fungsi sebagai dasar negara,
sumber dari segala sumb...
Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
Von savigny bahwa setiap bangsa memiliki jiwanya masing-masing yang
disebut volkg...
Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa
Pancasila adalah falsafah hidup dan kepribadian bangsa Indonesi...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

pkn klas 12 bab 4 globalisasi

2,092 views

Published on

pkn 12 bab 4 globalisasi

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

pkn klas 12 bab 4 globalisasi

  1. 1. Drs. Dadang burhanudin SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH TANGERANG 2013
  2. 2. Silabi Perkuliahan: 1. 2. 3. 4. 5. Pengantar pendidikan pancasila dan tujuan pendidikan pancasila Pancasila dalam SEJARAH perjuangan bangsa Pancasila sebagai filsafat, etika moral, dan ideologi bangsa Sistem ketatanegaraan RI berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945 Pancasila sebagai paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara a. Kewaspadaan Nasional b. Hak Asasi Manusia
  3. 3. Literatur: B. Sukarno. 2005. Pancasila dalam Tinjauan Historis, Yuridis, dan Filosofis. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Darji Darmodiharjo, dkk. 1991. Santiaji Pancasila (Suatu Tinjauan Filosofis, Historis, dan Yuridis Konstitusional). Surabaya: Usaha Nasional. H.A.W. Widjaja. 2002. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Pancasila pada Perguruan Tinggi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  4. 4. Mempelajari Pancasila yang Benar TUJUAN Dapat dipertanggungjawabkan Yuridis Konstitusional karena Pancasila adalah dasar negara yang dipergunakan sebagai dasar mengatur/menyelenggarakan pemerintahan negara Obyektif Ilmiah karena Pancasila adalah suatu paham filsafat sehingga uraiannya harus logis dan dapat diterima oleh akal sehat
  5. 5. TUJUAN TUJUAN kecenderungan pada dirinya untuk berusaha menjaga agar sesuatu itu tetap baik keadaannya. Mengamankan Pancasila Mengetahui dan memahami yang benar memanfaatkan atau mengamalkan sesuatu yang benar itu untuk kepentingannya atau kepentingan orang lain. Mengamalkan Pancasila
  6. 6. TONGGAK-TONGGAK SEJARAH PEJUANGAN BANGSA Abad VII-XVI Kerajaan Sriwijaya Kerajaan Majapahit Menjadi tonggak sejarah karena pada waktu itu Indonesia sudah memenuhi syarat-syarat sebagai bangsa yang mempunyai negara Unsur-unsur yang terdapat dalam Pacasila, telah ada sebagai asas yang menjiwai bangsa Indonesia. Hanya saja belum dirumuskan scara konkret.
  7. 7. PANCASILA Empu Tantular Sutasuma 1365 Empu Prapanca Negarakertagama Pertengahan Abad XVI S.M Berbatu Sendi yang kelima (Bahasa Sansekerta) 1) 2) 3) 4) 5) pelaksanaan kesusilaan yang lima (Pancasila krama), yaitu: Tidak boleh melakukan kekerasan Tidak boleh mencuri Tidak boleh berjiwa dengki Tidak boleh berbohong Tidak boleh mabuk minuman keras.
  8. 8. PENJAJAHAN BARAT (ABAD XVII-XX) Hasil Bumi Indonesia yang melimpah Bangsa barat yang membutuhkan sekali rempahrempah Indonesia dari pedagang-pedagang Asia, mulai berusaha untuk mengambil secara langsung rempah-rempah dari Indonesia Mulainya penjajahan oleh bangsa-bangsa barat Kedaulatan negara hilang, persatuan dihancurkan, kemakmuran lenyap, wilayah diinjak-injak penjajah. Pada masa ini apa yang telah telah dimiliki oleh bangsa Indonesia pada zaman Sriwijaya dan Majapahit hilang.
  9. 9. PERLAWANAN FISIK BANGSA INDONESIA (ABAD XVII-XX) Penjajahan barat yang memusnahkan kemakmuran bangsa Indonesia itu tidak dibiarkan begitu saja oleh segenap bangsa Indonesia. Perlawanan terhadap penjajahan belanda tersebut terjadi di setiap daerahdi Indonesia Tapi tidak adanya persatuan serta koordinasi perlawanan itu mengakibatkan tidak berhasilnya bengsa Indonesia menghalau penjajah KEBANGKITAN NASIONAL (ABAD XX) Kesadaran Bangsa Indonesia Bentuk perlawanan menyadarkan bangsa Indonesia akan pentingnya bernegara. Lahir organisasi-organisasi politik Budi utomo (20 Mei 1908) Indische Partij 1912 dll
  10. 10. Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928) pemuda-pemuda Indonesia yang dipelopori oleh Muh. Yamin, Kuntjoro Purbopranoto, Wongsonegoro, dll. mengumandangkan sumpah pemuda Dengan sumpah pemuda ini tegaslah apa yang diingikan oleh bangsa Indonesia.
  11. 11. P enjajahan J epang (9 M aret 1942) 7-12-1941 Janji Kemerdekaan Perang Pasifik Jepang menduduki daerah-daerah jajahan sekutu (Amerika, Inggris, Belanda) di daerah pasifik. Jepang masuk ke Indonesia BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha persiapan Kemerdekaan Indonesia) Dengan terbentuknya BPUPKI bangsa Indonesia dapat secara legal mempersiapkan kemedekaannya 9-3-1942
  12. 12. SIDANG B UP I P K 29 Mei 1945 Mr. Muh Yamin Lima asas dasar Indonesia 1. 2. 3. 4. 5. Peri Kebangsaan Peri Kemanusiaan Peri Ketuhanan Peri Kerakyatan Kesejahteraan Rakyat Usul Tertulis Pancasila dalam Rancangan UUD: • Ketuhanan YME • Kebangsaan Persatuan Indonesia • Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  13. 13. Sidang BPUPKI 1 Juni 1945 Ir. Soekarno 1. 2. 3. 4. 5. DASAR-DASAR NEGARA Kebangsaan Indonesia Internasionalisme/ Perikemanusiaan Mufakat/Demokrasi Kesejahteraan Sosial Ketuhanan yang berkebudayaan PANCASILA Sejak tahun 1970 hingga sekarang 1 Juni tidak lagi diperingati sebagai hari lahir Pancasila Hari lahir PANCASILA
  14. 14. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 9 Tokoh Nasional yang juga tokoh BPUPKI mengadakan pertemuan untuk membahas pidato serta usul-usul mengenai asas dasar negara yang telah dikemukaan dalam sidang-sidang BPUPKI. 14 Juli 1945 Diterima oleh BPUPKI 9 Agustus 1945 PPKI Sistematika Pancasila 1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  15. 15. 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kalah kepada sekutu Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Pengesahan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD 1945 1. 2. - Pembukaan Batang Tubuh 37 Pasal 1 Aturan Peralihan (4 Pasal) 1 Aturan Tambahan (2 ayat) Pembukaan (Alenia 4) 1. Ketuhanan YME 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  16. 16. Dilihat dari fungsinya, secara yuridis kenegaraan pancasila mempunyai fungsi sebagai dasar negara, sumber dari segala sumber hukum (philosofische Grondslag/Staadside). Hal ini sesuai dengan pembukaan UUD 1945, “… maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam tata susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada …” Pancasila dalam pengertian ini disebutkan pula dalam ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 jo Ketetapan MPR No. V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No. IX/MPR/1978. Dilihat dari kedudukannya, Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi, yakni sebagai cita-cita dan pandangan Hidup Bangsa (Weltanschauung atau way of life)
  17. 17. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia Von savigny bahwa setiap bangsa memiliki jiwanya masing-masing yang disebut volkgeist (jiwa rakyat/jiwa bangsa). A.G. pringgodigdo tanggal 1 Juni 1945 adalah hari lahir istilah Pancasila, sedangkan pancasila itu sendiri telah ada sejak dahulu kala bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia. Pancasila sebagai Cita-cita dan Tujuan bangsa Indonesia cita-cita luhur negara kita tegas dimuat dalam pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 merupakan penuangan jiwa proklamasi, yaitu jiwa pancasila, sehingga pancasila juga merupakan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.
  18. 18. Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa Pancasila adalah falsafah hidup dan kepribadian bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh bangsa Indonesia diyakini paling benar, adil, bijaksana, baik, dan paling sesuai dengan bangsa Indonesia. Pancasila sebagai petunjuk hidup sehari-hari Pancasila digunakan sebagai penunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas dalam segala bidang Pancasila sebagai norma fundamental Pancasila berfungsi sebagai cita-cita atau ide. Sebagai cita-cita, sudah semestinya kalau ia selalu diusahakan untuk diwujudkan.

×