Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
D. TINJAUAN TEORI DAN HIPOTESIS PENELITIAN1. Tinjauan Teori1.1. Pendekatan Inkuiri dalam Pembelajaran Sains       Mata pel...
dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawabantara guru dan siswa.       Beberapa pri...
merujuk pada kegiatan menemukan, apa pun materi yang diajarkannya. Siklus inkuiriterdiri dari (hyphotesis). Adapun langkah...
dapat menghantarkan siswa untuk menjadi kompeten dalam berbagai bidangkehidupan. Sedangkan kompetensi seseorang yang telah...
di tempat, logika sains yang di miliki biologi menjadi statis dan perkembanganbiologi menjadi berhenti karena pembelajaran...
mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yangditanyakan. Proses berfikir itu sendiri bias...
Dalam tahap ini siswa melakukan identifikasi dan memverifikasi permasalahan,      mengembangkan hipotesis, mencari berbaga...
berfikir, belajar, dan mengeksplorasi                      mencipta,             serta                      mengekplorasi....
Mengarahkan dan membantu Menetapkan         suatu                          siswa menetapkan suatu   kesimpulan yang paling...
menemukan cara dan solusi yang baru atau belum pernah ditemukan oleh orang laindari masalah yang diselidiki.  c). Inkuiri ...
maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Minat timbul dari dalam diri karena adannyakebutuhan. Karena kebutuhan merupakan faktor ...
dapat diharapkan hasilnya akan lebih baik. Minat siswa terhadap pelajaran yangdisajikan guru dapat dilihat dari prilaku si...
c) Selalu mengerjakan soal/tugas yang diberikan guru.        d) Mengingat hal-hal penting yang dipelajari, misalnya: Rumus...
pula terjadi proses mengajar. Dari proses belajar mengajar ini akan diperoleh suatuhasil, yang pada umumnya disebut hasil ...
seseorang guru sebagai pengajar. Dua konsep belajar mengajar yang dilakukan olehsiswa dan guru terpadu dalam satu kegiatan...
diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Hasil belajar siswa dipengaruhioleh kamampuan siswa dan kualitas peng...
Menurut hamalik (2003: 63) pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatustrategi yang berpusat pada siswa, dimana siswa diba...
dalam memecahkan masalah yang dihadapkan kepadanya dan dapat meningkatkanminat belajar biologi siswa. Sehingga, siswa akan...
Berdasarkan hasil penelitaian yang telah dilakukan Wahyono menunjukanbahwa strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatka...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab ii tinjauan teori dan hipotesis penelitian

445 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bab ii tinjauan teori dan hipotesis penelitian

  1. 1. D. TINJAUAN TEORI DAN HIPOTESIS PENELITIAN1. Tinjauan Teori1.1. Pendekatan Inkuiri dalam Pembelajaran Sains Mata pelajaran biologi sebagai bagian dari bidang sains, menuntut kompetensibelajar pada ranah pemahaman tingkat tinggi yang komprehensif. Namun, dalamkenyataan saat ini siswa cenderung menghapal daripada memahami, padahalpemahaman merupakan modal dasar bagi pengasaan selanjutnya. Siswa dikatakanmemahami apabila ia dapat menunjukkan unjuk kerja pemahaman tersebut padatingkat kemampuan yang lebih tinggi, baik pada konteks yang sama maupun padakonteks yang berbeda. Model pembelajaran inkuiri biologi pada mulanya dikembangkan olehSchwab tahun 1965 yang termuat dalam Biological Science Curriculum Study(BSCS), dan membahas tentang pengembangan kurikulum dan bentuk pembelajaranbiologi pada sekolah menengah ( Joice and Well, 1992). Esensi dari modelpembelajaran ini adalah mengajarkan pada siswa untuk memperoleh pengetahuanseperti halnya para peneliti biologi melakukan penelitian. Sedangkan prosedurnyaadalah melibatkan siswa dalam penyelidikan masalah yang sebenarnya dengan caramelibatkan dalam penelitian, mendorong siswa menemukan cara untuk memecahkanmasalah yang di hadapi. Menurut Elfis (2010c), inkuiri merupakan bagian inti dari kegiatanpembelajaran kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasilmengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri. SelanjutnyaDimyati dan Mudjiono (2006:173), menyatakan bahwa pembelajaran inkuiri adalahpembelajaran yang mengharuskan siswa mengolah pesan sehingga memperolehpengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai. Tujuan utama model inkuiri adalahmengembangkan keterampilan intelektual, berfikir kritis, dan mampu memecahkanmasalah secara ilmiah. Menurut Sanjaya (2009:194), strategi pembelajaran inkuri adalah rangkaiankegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dananalitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang
  2. 2. dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawabantara guru dan siswa. Beberapa prinsip-pinsip penggunaan inkuiri yang harus diperhatikan olehsetiap guru yaitu:1) Berorientasi pada pengembangan intelektualTujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir.Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi pada hasil belajar jugaberorientasi pada proses belajar.2) Prinsip interaksiProses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antarasiswa maupun interaksi siswa dengan guru bahkan antara siswa dengan lingkungan.Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagaisumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.3) Prinsip bertanyaPeran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan model pembelajaran inkuriadalah guru sebagai penanya, sebab kemampuan siswa untuk menjawab setiappertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir.4) Prinsip belajar untuk berpikirBelajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah prosesberpikir (learning how to think) yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak,baik otak kiri maupun otak kanan.5) Prinsip keterbukaanPembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagaiKemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarnya (Sanjaya,2009:197). Selanjutnya Trianto (2007:109), menyatakan bahwa inkuiri merupakan bagianinti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilanyang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta,tetapi hasil dari menemukan sendiri. Guru harus selalu merancang kegiatan yang
  3. 3. merujuk pada kegiatan menemukan, apa pun materi yang diajarkannya. Siklus inkuiriterdiri dari (hyphotesis). Adapun langkah-langkah inkuiri adalah sebagai berikut :1) Merumuskan masalah2) Mengamati atau melakukan observasi3) Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya4) Mengkomunikasikan atau menyajikan Hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, atau audien yang lain. Tahapan Strategi pembelajaran inkuiri menurut Gulo (2002: 108) adalahdimulai dengan mengajukan pertanyaan atau permasalahan. Untuk meyakinkanbahwa pertanyaan sudah jelas, pertanyaan tersebut dituliskan di papan tulis,kemudian siswa diminta untuk merumuskan hipotesis. Siswa mrumuskan jawabansementara bersama guru. Siswa diminta melaksanakan kegiatan praktikum yangdigunakan untuk pengumpulan data. Tahap keempat adalah organisasi data, formulasidan penjelasan mengenai hasil praktikum. Tahap terakhir adalah membuatkesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa.1.2. Paradigma Pembelajaran Biologi Paradigma merupakan seperangkat asumsi, konsep, nilai dan praktek yangditerapkan dalam memandang realitas dalam komunitas yang sama, khususnya dalamdisiplin intelektual (Admin, 2010). Pendidikan IPA menekankan pada pemberianpengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didikmenjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA jugadiarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didikuntuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang dirinya sendiri danalam sekitar (Depdiknas dalam Elfis, 2008: 451). Sementara Gardner dalam Wena (2009: 67), menyatakan bahwa matapelajaran biologi sebagai bagian dari bidang sains, menuntut kompetensi belajar padaranah pemahaman tingkat tinggi yang komprehensif. Pemahaman merupakanperangkat standar program pendidikan yang merefleksikan kompetensi sehingga
  4. 4. dapat menghantarkan siswa untuk menjadi kompeten dalam berbagai bidangkehidupan. Sedangkan kompetensi seseorang yang telah menyelesaikan pendidikandijadikan titik tolak dari kurukulum berbasis kompetensi. Dengan demikianpemahaman merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam belajar biologi.Belajar untuk pemahaman dalam bidang biologi harus dipertimbangkan oleh parapendidik dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pendidikan mata pelajaran biologi. Menurut Depdiknas dalam Elfis (2008: 377), mata pelajaran IPA diSMP/MTs bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:1) Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaanNya2) Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep dan prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari3) Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat4) Melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berfikir, bersikap, dan bertindak ilmiah serta berkomunikasi5) Menigkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam6) Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan7) Meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan kejenjang selanjutnya. Pelajaran biologi merupakan pelajaran sains yang masih banyak salah pahamdalam mengartikannya. Mereka sebagian besar mengatakan pelajaran biologi adalahpelajaran hafalan, jadi tidak perlu susah payah untuk belajarnya. Image tersebutdatang bukan hanya dari kalangan praktisi di luar pelajaran IPA, tapi juga datang daripraktisi IPA sendiri yang kurang paham hakikat pembelajaran IPA khususnyaBiologi. Jika peserta didik terbawa oleh paradigma “biologi adalah pelajaranhafalan”, maka akibatnya sangat fatal, antara lain: pembelajaran biologi menjadi jalan
  5. 5. di tempat, logika sains yang di miliki biologi menjadi statis dan perkembanganbiologi menjadi berhenti karena pembelajaran biologi disampaikan secara monotondan letter lux harus sesuai dengan bahasa buku (Nizamudishamazia’s, 2010). Menurut Nizamudishamazia’s (2010), agar pembelajaran IPA tidak menjadipelajaran hafalan maka guru harus menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut:1) Guru harus menyadari bahwa belajar biologi bukan sekedar menghafal, tetapi harus pandai mengaitkan satu topik terdahulu dengan topik yang akan datang, hingga membentuk pemahaman yang komprehensif.2) Siswa harus dilatih melakukan analisa dan bahasa yang tidak teks book tetapi bebas menggunakan bahasa yang logis dan sesuai dengan substansi materi.3) Siswa jangan dibatasi pada materi yang ada di buku saja tetapi harus di hubungkan dengan biologi nyata sesuai konteks dan materi yang dipelajari.4) Pembelajaran harus interaktif.5) Penilaian harus objektif dan kontinyu. Pelajaran IPA sebagai proses pembelajaran yang menekankan pada pemberianpengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi danmemahami alam sekitar secara alamiah. Pendidikan Biologi diarahkan untuk inkuiridan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahamanyang lebih mendalam tentang alam sekitar. Oleh karena itu, pembelajaran biologimenekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melaluipenggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Pendekatanyang digunakan dalam pembelajaran biologi berorientasi pada siswa. Peran gurubergeser dari menentukan ”apa yang akan dipelajari” ke ”bagaimana menyediakandan memperkaya pengalaman siswa”. Pengalaman belajar diperoleh melaluiserangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi lingkungan melalui interaksi aktif denganteman, lingkungan dan nara sumber lain (Elfis, 2010c).1.3. Strategi Pembelajarn Inkuiri Menurut Sanjaya (2010: 196), pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatanpembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk
  6. 6. mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yangditanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antaraguru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic,yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Tiga hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri yaitu:1) Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar.2) Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri.3) Tujuan dari strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental (Sanjaya, 2010: 196). Menurut Wena (2009: 68), model pembelajaran inkuiri biologi terdiri atasempat tahap, yaitu sebagai berikut:1) Investigasi Dalam tahap ini siswa dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang perlu dilakukan kajian/investigasi dan guru merancang bahan ajar yang mampu mendorong/merangsang siswa untuk melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap permasalahan yang ada, yakni mengumpulkan data, mengkaji, mengklasifikasikan, data dan sejenisnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Meier dalam Wena (2009: 68), bahwa dalam proses belajar mengajar guru harus mampu menciptakan siswa yang aktif berfikir, belajar dan mencipta, serta mengeksplorasi.2) Penentuan masalah Dalam tahap ini siswa didorong untuk mampu memetakan permasalahan merupakan salah satu tujuan utama dari pembelajaran sains (Minstrel dalam Wena, 2009: 68).3) Identifikasi masalah
  7. 7. Dalam tahap ini siswa melakukan identifikasi dan memverifikasi permasalahan, mengembangkan hipotesis, mencari berbagai alternatif pemecahan masalah, dan mengembangkan kesimpulan sementara.4) Penyimpulan/penyelesaian masalah Dalam tahap ini siswa didorong untuk mencari pemecahan masalah yang paling tepat. Siswa harus mampu menyimpulkan pemecahan masalah yang paling baik dan tepat untuk menyelesaikan soal yang ada. Kemampuan pemecahan masalah adalah tujuan utama dari pembelajaran sains (Smith dalam Wena, 2009: 69). Gulo dalam Trianto (2007: 137) menyatakan, bahwa inkuiri tidak hanyamengembangkan kemampuan intelektual tetapi seluruh potensi yang ada, termasukpengembangan emosional dan keterampilan inkuiri merupakan proses yang bermuladari merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, danmembuat kesimpulan. Dalam upaya menanamkan konsep, misalnya konsep IPA-Biologi pokokbahasan saling ketergantungan pada siswa tidak cukup hanya sekedar ceramah.Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa diberi kesempatan untuk tahu danterlibat secara aktif dalam menemukan konsep dari fakta-fakta yang dilihat darilingkungan dengan bimbingan guru (Trianto, 2007: 141). Menurut Wena (2009: 69), terdapat empat langkah utama atau tahapandidalam pelajaran yang menggunakan pembelajaran inkuiri. Langkah-langkah ituditunjukkan pada Tabel 1.Tabel 1. Tahapan Pembelajaran Inkuiri No Tahap Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Pembelajaran 1. Investigasi Memberikan permasalahan Membaca permasalahan yang terkait dengan secara umum pembelajaran pada siswa. Menganalisis masalah Mengumpulkan data Mendorong dan Melakukan membimbing siswa pengkajian/investigasi melakukan terhadap permasalahan. pengkajian/investigasi terhadap permasalahan. Mendorong siswa aktif Memennciptakan dan
  8. 8. berfikir, belajar, dan mengeksplorasi mencipta, serta mengekplorasi. Mendorong siswa Melakukan pengkajian melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap lebih lanjut terhadap permasalahan yang ada. permasalahan yang ada, Mengumpulkan data, mengumpulkan data, mengkaji, mengkaji, mengklasifikasikan data, mengklasifikasikan data, dan sejenisnya. dan sejenisnya.2. Penentuan Membimbing dan Memverifikasi dan Masalah mengarahkan siswa untuk memetakan data menentukan, memetakan Menentukan masalah masalah sesuai jenisnya. sesuai data yang ada Membantu siswa untuk Melihat keterkaitan antara melihat keterkaitan antara kelompok/jenis masalah kelompok/jenis masalah dan membuat pohon serta membuat pohon permasalahan dan permasalahan yang sejenisnya. sejenisnya.3. Identifikasi Membantu siswa melakukan Melakukan identifikasi identifikasi dan verifikasi permasalahan, permasalahan. mengembangkan hipotesis, mencari berbagai alternatif pemecahan dan mengembangkan kesimpulan sementara. Mendorong siswa Mengembangkan hipotesis. mengembangkan hipotesis. Mendorong siswa mencari Mencari berbagai alternatif berbagai alternatif pemecahan masalah. pemecahan masalah. Mendorong siswa mencari Mencari berbagai alternatif berbagai alternatif pemecahan masalah. pemecahan masalah4. Penyimpulan Mendorong siswa untuk Menyimpulkan pemecahan mencari pemecahan masalah yang paling baik masalah yang paling dan tepat untuk tepat/ sesuai. meyelesaikan soal yang ada. Mengarahkan siswa Menganalisis (kelemahan menganalisis (kelemahan dan kekuatan) berbagai dan kekuatan) berbagai kesimpulan yang telah kesimpulan yang telah dibuat. dibuat.
  9. 9. Mengarahkan dan membantu Menetapkan suatu siswa menetapkan suatu kesimpulan yang paling kesimpulan yang paling tepat. tepat.Sumber: Wena (2009: 69) Menurut Herdian (2010) Pendekatan inkuiri terbagi menjadi tiga jenisberdasarkan besarnya intervensi guru terhadap siswa atau besarnya bimbingan yangdiberikan oleh guru kepada siswanya. Ketiga jenis pendekatan inkuiri tersebut adalah: a). Inkuiri Terbimbing (guided inquiry approach) Pendekatan inkuiri terbimbing yaitu pendekatan inkuiri dimana gurumembimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal danmengarahkan pada suatu diskusi. Guru mempunyai peran aktif dalam menentukanpermasalahan dan tahap-tahap pemecahannya. Pendekatan inkuiri terbimbing inidigunakan bagi siswa yang kurang berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri.Dengan pendekatan ini siswa belajar lebih beorientasi pada bimbingan dan petunjukdari guru hingga siswa dapat memahami konsep-konsep pelajaran. Pada pendekatanini siswa akan dihadapkan pada tugas-tugas yang relevan untuk diselesaikan baikmelalui diskusi kelompok maupun secara individual agar mampu menyelesaikanmasalah dan menarik suatu kesimpulan secara mandiri. b). Inkuiri Bebas (free inquiry approach) Pada umumnya pendekatan ini digunakan bagi siswa yang telahberpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri. Karena dalam pendekatan inkuiribebas ini menempatkan siswa seolah-olah bekerja seperti seorang ilmuwan. Siswadiberi kebebasan menentukan permasalahan untuk diselidiki, menemukan danmenyelesaikan masalah secara mandiri, merancang prosedur atau langkah-langkahyang diperlukan. Selama proses ini, bimbingan dari guru sangat sedikit diberikan atau bahkantidak diberikan sama sekali. Salah satu keuntungan belajar dengan metode ini adalahadanya kemungkinan siswa dalam memecahkan masalah open ended dan mempunyaialternatif pemecahan masalah lebih dari satu cara, karena tergantung bagaimana caramereka mengkonstruksi jawabannya sendiri. Selain itu, ada kemungkinan siswa
  10. 10. menemukan cara dan solusi yang baru atau belum pernah ditemukan oleh orang laindari masalah yang diselidiki. c). Inkuiri Bebas Yang Dimodifikasikan (modified free inquiry approach) Pendekatan ini merupakan kolaborasi atau modifikasi dari dua pendekataninkuiri sebelumnya, yaitu; pendekatan inkuiri terbimbing dan pendekatan inkuiribebas. Meskipun begitu permasalahan yang akan dijadikan topik untuk diselidikitetap diberikan atau mempedomani acuan kurikulum yang telah ada. Artinya, dalampendekatan ini siswa tidak dapat memilih atau menentukan masalah untuk diselidikisecara sendiri, namun siswa yang belajar dengan pendekatan ini menerima masalahdari gurunya untuk dipecahkan dan tetap memperoleh bimbingan. Namun bimbinganyang diberikan lebih sedikit dari Inkuiri terbimbing dan tidak terstruktur. Menurut Amri dan Ahmadi (2010: 89), inkuiri terbimbing merupakankegiatan inkuiri dimana masalah dikemukakan oleh guru atau bersumber dari bukuteks kemudian siswa bekerja untuk menemukan jawaban terhadap masalah tersebutdibawah bimbingan yang intensif dari guru. Selajutnya menurut Agung (2009),pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu suatu model pembelajaran inkuiri yang dalampelaksanaannya guru menyediakan bimbingan atau petunjuk cukup luas kepadasiswa. Pada pembelajaran inkuiri terbimbing guru tidak melepas begitu saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Guru harus memberikan pengarahan danbimbingan kepada siswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan sehingga siswa yangberfikir lambat atau siswa yang mempunyai intelegensi rendah tetap mampumengikuti kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan dan siswa yang mempunyaiintelegensi tinggi tidak memonopoli kegiatan, oleh sebab itu guru harus memilikikemampuan mengelola kelas yang bagus.1.4. Minat Belajar1.4.1. Pengertian Minat Belajar Banyak faktor yang mempengaruhi sisiwa dalam belajar. Salah satu faktortersebut adalah minat (Slameto, 2003: 54). Minat merupakan faktor yangmenentukan keberhasilan seseorang dalam segala bidang, baik dalam belajar, bekerja
  11. 11. maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Minat timbul dari dalam diri karena adannyakebutuhan. Karena kebutuhan merupakan faktor yang pesnting bagi siswa dalammelaksanankan kegiatan-kegiatan atau usahanya. Beberapa definisi minatdikemukakan oleh para ahli, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterkaitanpada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh (Slameto 2003: 180).Sedangkan menurut Hilgrad (2003: 57): minat adalah kecenderungan yang tetapuntuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan yang dimiliki seseorangdiperlihatkan terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Syah (2000: 136) jugamenyatakan bahwa minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi ataukeinginan yang tinggi terhadap sesuatu. Selanjutnya Sanjaya (2007: 71) menyatakan bahwa minat adalahkecenderungan individu untuk melakukan sesuatu perbuatan, minat juga merupakanaspek yang dapat menentukan motivasi seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu. Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa minatadalah suatu keinginan untuk mengetahui suatu objek sehingga menimbulkan rasasuka dalam mempelajari objek tersebut. Sedangkan minat belajar adalah perhatian,rasa suka, keterkaitan seseorang (siswa) terhadap belajar yang ditunjukkan melaluikeantusiasan, partisipasi, dan keaktifan siswa dalam belajar.1.4.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Reber yang dikutip Syah (2006: 136): mengemukakan bahwa faktor internalyang mempengaruhi minat siswa adalah: (1) pemusatan perhatian, (2) keingin tahuan,(3) motivasi, (4) kebutuhan. Menurut Slameto (2003: 60): mengemukakan bahwa faktor eksternal yangmempengaruhi belajar siswa adalah: (1) faktor lingkungan keluarga, (2) faktorsekolah dan (3) faktor masyarakat. Ketiga faktor tersebut akan mempengaruhi siswadalam belajar, terutama lingkungan social dalam keluarga. Dengan demikian, jika seseorang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu,maka tidak dapat diharapkan bahwa dia akan berhasil dengan baik dalam mempelajarihal tersebut. Tapi sebaliknya, jika seseorang belajar sesuai dengan minatnya, maka
  12. 12. dapat diharapkan hasilnya akan lebih baik. Minat siswa terhadap pelajaran yangdisajikan guru dapat dilihat dari prilaku siswa dalam memperhatikan gurumenjelaskan, kosentrasi dalam belajar dan memperoleh hasil yang baik. Adapun cirri-ciri minat tinggi menurut sunaryo (1985: 95) yaitu: (1) Kesiapanmenerima pelajaran, (2) Mengetahui apa yang akan dipelajari, (3) Kesungguhanmenerima pelajaran, (4) Interaksi siswa pada pelajaran. Dari urain diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor yangmempengaruhi minat adalah: 1) Merasa tertarik atau terdorong dalam bidang tertentu,2) Karena ingin mendapat hasil belajar yang memuaskan untuk meraih sukses dalambidang tertentu. Sedangkan cirri-ciri minat tinggi pada diri siswa adalah: 1)Mempunyai sifat ingin tahu pada pelajaran tertentu, 2) Meyakini dapat mempelajaridan menerima pelajaran tersebut. Berdasarkan urain diatas maka peneliti menyusun indicator-indikator minatsebagai berikut:1. Kesiapan menerima pelajaran biologi Indikator kesiapan menerima pelajaran dapat ditunjukan siswa dengan cirri-ciri: a) Mempelajri terlebih dahulu dirumah tentang meteri yang akan dipelajari disekolah b) Siap mengerjakan PR di rumah c) Siap mengerjakan soal latihan/tugas/ulangan yang diberikan. d) Duduk dibangku tanpa mengobrol yang tak penting dengan teman e) Sudah mempersiapkan perlengkapan belajar f) Siap menjawab pertanyaan dari guru mengenai pelajaran biologi2. Kesungguhan menerima pelajaran Indikator kesungguhan menerima pelajaran dapat ditunjukan siswa dengancirri-ciri: a) Memperhatikan guru saat menjelaskan. b) Tidak bermain atau mengerjakan tugas lain pada proses pembelajaran biologi
  13. 13. c) Selalu mengerjakan soal/tugas yang diberikan guru. d) Mengingat hal-hal penting yang dipelajari, misalnya: Rumus-rumus, definisi-definisi dan lain-lain dalam pelajaran biologi3. Memiliki sifat ingin tahu Indikator Memiliki sifat ingin tahu dapat ditunjukan siswa dengan cirri-ciri: a) Selalu menayakan tentang materi yang tidak dimengerti. b) Memusatkan perhatian pada saat guru menjelaskan c) Senang membaca buku biologi d) Berusaha menyelesaikan soal-soal biologi untuk mendapatkan jawabanya e) Mencari tahu tentang materi yang dipelajari pada sumber/buku yang lain.4. Senang mengikuti pelajaran Indikator Senang mengikuti pelajaran dapat ditunjukan siswa dengan cirri-ciri: a) Merasa senang setiap kali guru bertanya tentang pelajaran biologi b) Senang apabila diberi tugas/latihan. c) Tak bosan dalam belajar d) Senag pada saat jam pelajaran biologi dimulai5. Merasa tertantang Indikator Merasa tertantang dapat ditunjukan siswa dengan cirri-ciri: a) Merasa tertantang melihat nilai teman lebih tinggi. b) Berusaha mendapatkan nilai yang tinggi. c) Tidak mudah putus asa dalam mengerjakan soal yang sulit.1.5. Hasil Belajar Belajar merupakan kegiatan semua orang, dengan belajar seseorang akanmengalami suatu perubahan tingkah laku dalam dirinya. Sebagaimana yang dikatakanoleh Slameto (2003:2), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseoranguntuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi lingkungannya. SelanjutnyaSardiman (2007:19), menyatakan bahwa bila terjadi proses belajar, maka bersama itu
  14. 14. pula terjadi proses mengajar. Dari proses belajar mengajar ini akan diperoleh suatuhasil, yang pada umumnya disebut hasil pengajaran, atau dengan istilah tujuanpembelajaran atau hasil belajar.Menurut Kunandar dalam Nurfadilah (2011:20), hasil belajar adalah kemampuansiswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam suatukompetensi dasar. Hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai petunjuk tentangperubahan perilaku yang akan dicapai oleh siswa sehubungan dengan kegiatan belajaryang dilakukan, sesuai dengan kompetensi dasar dan materi standar yang dikaji. Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian,sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan (Suprijono, 2010:5). Selanjutnya Sudjana(2008:22), menyatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yangdimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Bloom dalam Sudjana(2008:22) membagi tiga klasifikasi hasil belajar sebagai berikut :1) Kognitif : berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi2) Afektif : berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi3) Psikomotorik : berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Berasarkan uraian di atas di peroleh suatu kesimpulan bahwa hasil belajaradalah suatu yang menjadi milik siswa berupa tingkat penguasaan/pemahamansetelah dilakukan proses pembelajaran. Sedangkan hasil belajar biologi padapenelitian ini adalah tingkat penguasaan yang dicapai siswa setelah melalui prosesstrategi pembelajaran inkuiri.1.5.1. Pengertian Hasil Belajar Hasil Belajar Siswa - Belajar dan mengajar merupakan konsep yang tidak bisadipisahkan. Beajar merujuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyekdalam belajar. Sedangkan mengajar merujuk pada apa yang seharusnya dilakukan
  15. 15. seseorang guru sebagai pengajar. Dua konsep belajar mengajar yang dilakukan olehsiswa dan guru terpadu dalam satu kegiatan. Diantara keduannya itu terjadi interaksidengan guru. Kemampuan yang dimiliki siswa dari proses belajar mengajar saja harusbisa mendapatkan hasil bisa juga melalui kreatifitas seseorang itu tanpa adanyaintervensi orang lain sebagai pengajar. Oleh karena itu hasil belajar yang dimaksuddisini adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seorang siswa setelah iamenerima perlakukan dari pengajar (guru), seperti yang dikemukakan oleh Sudjana.Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerimapengalaman belajarnya (Sudjana, 2004 : 22). Sedangkan menurut Horwart Kingsleydalam bukunya Sudjana membagi tiga macam hasil belajar mengajar : (1).Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3). Sikap dan cita-cita (Sudjana, 2004 : 22). Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalahkemampuan keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah iamenerima perlakuan yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikanpengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari.1.5.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor daridalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (Sudjana, 1989 : 39). Dari pendapatini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yangdimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark (1981 : 21) menyatakan bahwahasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30 %dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yaknilingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2002 : 39). Belajar adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi denganlingkungannya" (Ali Muhammad, 2004 : 14). Perubahan perilaku dalam prosesbelajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanyaberlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabilaterjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam
  16. 16. diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Hasil belajar siswa dipengaruhioleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksudadalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik dibidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku(psikomotorik). Dari beberapa pendapat di atas, maka hasil belajar siswa dipengaruhi oleh duafaktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktordari luar diri siswa yakni lingkungan. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatuyang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana haltersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasaryang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdupenggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yangterdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individuperubahan tingkah laku secara kuantitatif.1.6. Hubungan Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Minat dan Hasil Belajar Mengajar adalah suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moralyang cukup berat. Berhasilnya pengajaran biologi sangat tergantung padapertanggung jawaban guru dalam menjalankan tugasnya. Salah satu hal yangmenentukan keberhasilan pendidikan dan pengajaran biologi yaitu strategi dalammengajar. Selain strategi, guru juga harus menguasai materi pelajaran, menguasaibahan yang akan diajarkan merupakan syarat dasar bagi seorang guru. Tetapipenguasaan materi belumlah cukup untuk dapat membawa peserta didik berpartisipasisecara intelektual dalam belajar. Guru hendaknya dapat memilih strategi yang sesuaisehingga belajar biologi menjadi bermakna. Pada langkah-langkah pembelajaraninkuiri terlihat dengan jelas kegiatan dan tugas-tugas khusus yang perlu dilakukanguru.
  17. 17. Menurut hamalik (2003: 63) pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatustrategi yang berpusat pada siswa, dimana siswa dibawa kedalam persoalan untukmencari dan menemukan jawaban. Namun menurut sanjaya (2006: 196) menyatakan bahwa strategipembelajaran inkuiri adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankanpada proses berfikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawabandari suatu masalah yang dipertanyakan. Bila dilihat dari cirri-ciri strategipembelajaran inkuiri ini dapat menarik minat siswa, sebab dengan pembelajaraninkuiri siswa dapat mengemukakan pendapat dengan leluasa dari pengetahuan yangdimilikinya. Pengetahuan yang diperoleh siswa lebih tahan lama dan mudah untukdiingat karena pembelajaran ini berpusat pada siswa. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yangakan dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengansebaik-baiknya karena tidak ada daya tarik baginya(Slameto, 2000: 57). Oleh sebabitu bahan pelajaran yang menarik minat siswa akan mudah dipelajari dan disimpan. Selanjutnya Sardiman (2000: 93) mengemukakan bahwa minat dapatdibangkitkan dengan cara: 1) Adanya suatu kebutuhan, 2) Dengan persoalan masalampau, 3) Memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik, 4) Mengunakanvariasi dalam mengajar. Oleh karena itu, peneliti menerapkan strategi pembelajaraninkuiri untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar karena pembelajaran inkuirimerupakan salah satu pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif.Sehingga, siswa akan berminat untuk belajar biologi Penerapan strategi pembelajaran inkuiri member kesempatan kepada siswauntuk belajar dengan mengalami sendiri kemudian member makna pada pengetahuanitu, pada proses pembelajaran ini, siswa aktif dalam membangun pengetahuanya.Adapun cara yang dilakukan guru untuk mengaktifkan siswa adalah: memberikankesempatan yang luas kepada siswa untuk bertanya dan member kesempatan untukmengemukakan ide. Hal ini akan memungkinkan akan bertambahnya wawasanyangdimiliki siswa dan akan menimbulkan minat yang tinggi dalam diri siswa terhadappelajaran. Dengan demikian, siswa mampu menerapkan pengalamanya belajarnya
  18. 18. dalam memecahkan masalah yang dihadapkan kepadanya dan dapat meningkatkanminat belajar biologi siswa. Sehingga, siswa akan mendapatkan hasil yang lebih baik.Berdasarkan hasil penelitaian yang telah dilakukan Wahyono menunjukan bahwastrategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VII SMPN 03 Batang Cenaku Tahun Ajaran 2011/2012. Selain itu, Nur Hayati jugamenyatakan bahwa dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwapembelajaran kooperatif dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa, maka dibutuhkan kecakapandan keterampilan guru dalam mengembangkan pengetahuan siswa. Keterampilan ituantara lain, menggunakan strategi, metode, menguasai bahan pelajaran dan memilikikemampuan dalam pemecahan masalah biologi. Menurut Gulo dalam Trianto (2007: 135) menyatakan strategi inkuiri berartisuatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruhkemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis,analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuhpercaya diri. Munandar dalam Trianto (2007: 136), mengemukakan beberapa perumusankreativitas dengan dirancangnya pembelajaran inkuiri sebagai berikut “kreativitas(berfikir kreatif) adalah kemampuan, berdasarkan data atau informasi yang tersedia,menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap sesuatu masalah dimanapenekanannya pada kuantitas, ketepatgunaan, dan beragam jawaban”. Makin banyakkemungkinan jawaban yang dapat diberikan terhadap suatu masalah makin kreativitasseseorang. Tentu saja jawaban itu harus sesuai dengan masalahnya. Dalam proses pembelajaran siswa membangun sendiri pengetahuan merekamelalui keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi pusat kegiatan,bukan guru. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi motivasi siswa padaproses pembelajaran didalam kelas untuk dapat mengikuti pelajaran dengan baik agartidak tertinggal dari teman-teman yang lain, yang akan mempengaruhi hasil belajarsisiwa.
  19. 19. Berdasarkan hasil penelitaian yang telah dilakukan Wahyono menunjukanbahwa strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIISMPN 03 Batang Cenaku Tahun Ajaran 2011/2012. Selain itu, Nur Hayati jugamenyatakan bahwa dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwapembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa.1.7. Penelitian Yang Relevan Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wahyono(2010), pada siswa kelas VII SMPN 3 Batang Cenaku Tahun Ajaran 2010/2011 telahterbukti meningkatkan minat dan hasil belajar biologi dengan rata-rata hasil belajarsiswa setelah menerapkan strategi pembelajaran inkuiri, maka mengalamipeningkatan dari sebelum PTK dengan rata-rata 67% meningkat pada siklus I nilaiulangan harian rata-rata 73% dan meningkat pada siklus II menjadi 74% dengankatagori baik. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Sigit Pramono (2011), pada siswakelas VII SMPN 2 Puntianai Tahun Ajaran 2011/2012, telah terbukti meningkatkandaya serap dan ketuntasan belajar biologi. Daya serap sebelum PTK adalah 64,10%,sesudah PTK siklus 1 adalah 66,3% dan pada siklus 2 adalah 73,25%. Ketuntasanbelajar sebelum PTK adalah 63,04%, sesudah PTK siklus 1 adalah 80,43% dan padasiklus 2 adalah 89,13%.2. Hipotesis Tindakan Berdasarkan rumusan masalah dan tinjauan teoritis, maka hipotesis padapenelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: jika diterapkannya strategipembelajaran inkuiri maka akan meningkatkan minat dan hasil belajar IPA siswaKelas VII SMPN 03 Batang Cenaku Tahun Ajaran 2012/2013

×