Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
71Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer Pad...
72HAELKA, Vol. 097, No. 8, Juni 2012 : 71-81Latar Belakang MasalahMutu pendidikan merupakanmasalah yang dijadikan agendaut...
73Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer Pad...
74HAELKA, Vol. 097, No. 8, Juni 2012 : 71-81bentuk tulisan untukmenggambarkan hasil belajar yangdiharapkan. Taksonomi tuju...
75Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer Pad...
76HAELKA, Vol. 097, No. 8, Juni 2012 : 71-81kesempatan untuk bertatap muka danberdiskusi. Kegiatan interaksi iniakan membe...
77Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer Pad...
78HAELKA, Vol. 097, No. 8, Juni 2012 : 71-81digunakandiantaranyaJIGSAW,TeamAssistedIndividualization(TAI)dan juga StudentT...
79Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer Pad...
80HAELKA, Vol. 097, No. 8, Juni 2012 : 71-81dasarnyapembelajaranmerupakanhasilsinergidaritigakomponenpembelajaranutamayakn...
81Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer Pad...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Jurnal HAELKA 096

413 views

Published on

Tugas Bahasa Indonesia Abdullah Hajis (5215122638)

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Jurnal HAELKA 096

  1. 1. 71Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer PadaKompetensi Dasar Menjelaskan Prinsip Dasar Logika Dan Aljabar Boole Dalam Elektronika Digital Di SMK Negeri 39 Jakarta (Januardi)PembuatanPerencanaanPengajaran Mata DiklatMenerapkankonsepElektronika Digital Dan Rangkaian ElektronikaKomputerPadaKompetensiDasarMenjelaskan Prinsip Dasar Logika DanAljabar Boole DalamElektronika Digital Di Smk Negeri 39 Jakarta.JanuardiAlumni2012 (096)Universitas Negeri Jakarta ProgramStudiPendidikanTeknikElektronikaYuliatriSastrawijayaDosenPembimbingUniversitas Negeri Jakarta Program StudiPendidikan Teknik ElektronikaAbdullah HajisMahasiswaUniversitas Negeri JakartaProgramStudiPendidikanTeknikElektronika Angkatan 2012(5215122638)AbstractThis teaching plan can be implemented in the second semester at SMK Negeri 39Jakarta. In presenting the theory, methods educators use the Learning Cooperativelearning (CL), where the Learning Cooperative learning is a group learningactivity organized by the principle that learning should be based on changes insocial information among groups of learners in which each learner is responsiblefor own learning and are encouraged to enhance the learning of other members.Atthe end of the article described on criteria for graduation and the manner ofassessment. Where the judgment is taken from the cognitive, affective, andpsychomotor.Minimal completeness criteria (KKM) for the assessment ofcompleteness on the basis of competency describes the basic principles of logicand Boolean algebra in digital elektonika is 72.5. Increased level of thoroughnessthat is better than each indicator.KataKunci:Cooperative Learning, CL, Boole, Elektronika Digital
  2. 2. 72HAELKA, Vol. 097, No. 8, Juni 2012 : 71-81Latar Belakang MasalahMutu pendidikan merupakanmasalah yang dijadikan agendautama untuk diatasi dalam kebijakanpembangunan pendidikan, karenahanya dengan pendidikan yangbermutu akan diperoleh lulusanbermutu yang mampu membangundiri, keluarga, masyarakat, bangsadan negara. Standar NasionalPendidikan yang ditetapkan denganPeraturan Pemerintah No. 19 Tahun2005, dan merupakan penjabaranlebih lanjut dari Undang-UndangSistem Pendidikan Nasional, telahmenggariskan ketentuan minimumbagi satuan pendidikan formal agardapat memenuhi mutu pendidikan.Padadasarnyapembelajaranmerupakanhasilsinergidaritigakomponenpembelajaranutamayaknisiswa, kompetensiguru,dan fasilitaspembelajaran.Pada setiappembelajaran,setiapsiswamemasukikelasdenganpengetahuan, kemampuan, danmotivasi yang beragam.Setiapsiswamempunyaikecepatanbelajar yang berbeda,pemberiantindakanyang samadalampembelajarandengankarakteristiksiswasepertiiniakanmerugikansiswa.Siswadengankecepatanbelajarcepatakanbanyakmembuang-buangwaktukarenaharusmenunggusiswadengankecepatanbelajaryanglebihlambat.Sedangkansiswadengankecepatanbelajarlambatakanmendapatkankesulitanselamapembelajarankarenaharusmengikutisiswadengankecepatanbelajarcepat. Tujuan penulisan makalahkomprehensif yang berjudulPembuatan PerencanaanPengajaran Mata DiklatMenerapkan Konsep ElektronikaDigital dan Rangkaian ElektronikaKomputer Pada Kompetensi Dasarmenjelaskan prinsip dasar logikadan aljabar boole dalam elektonikadigital di SMK N 39 Jakarta adalahuntuk memberikan masukan kepadaguru mata diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital danRangkaian ElektronikaKomputerdengan menggunakanmetode pengajaran kooperatif tipeTAI agar proses pembelajarandisekolah dapat berjalan dengan baikdan prestasi siswa meningkat.Kajian TeoritisA. Definisi PerencanaanCunningham mengemukakan bahwaperencanaan ialah menyeleksi danmenghubungkan pengetahuan, fakta,imajinasi, dan asumsi untuk masayang akan datang dengan tujuanmemvisualisasi dan memformulasihasil yang diinginkan, urutankegiatan yang diperlukan, danperilaku dalam batas-batas yangdapat diterima yang akan datangserta usaha untuk mencapainya.Definisi yang lainnyamengemukakan bahwa perencanaanadalah hubungan apa yang adasekarang (what is) denganbagaimana seharusnya (what shouldbe) yang bertalian dengan kebutuhan,penentuan tujuan, prioritas, programdan alokasi sumber.
  3. 3. 73Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer PadaKompetensi Dasar Menjelaskan Prinsip Dasar Logika Dan Aljabar Boole Dalam Elektronika Digital Di SMK Negeri 39 Jakarta (Januardi)B. PengertianPerencanaanPembelajaranPembelajaran atau pengejaranmenurut Gedeng adalah upaya untukmembelajarkan siswa. Dalampengertian ini secara implisit dalampelajaran terdapat memilih,menetapkan, mengembangkanmetode untuk mencapai hasilpengajaran yang diinginkan. Dalamhal ini pembelajaran memilikihakikat perencanaan atauperancangan (desain) sebagai upayauntuk membelajarkan siswa. Itulahsebabnya dalam belajar, siswa tidakhanya berinteraksi dengan gurusebagai salah satu sumber belajar(yang dipakai oleh siswa, baiksendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan peserta didik lain,untuk memudahkan belajar), tetapiberinteraksi dengan keseluruhansumber belajar yang dipakai untukmencapai tujuan pembelajaran yangdiinginkan. Pembelajaran yang akandirencanakan memerlukan berbagaiteori untuk merancangnya agarrencana pembelajaran yang disusunbenar-benar dapat melalui tahapandan tujuan pembelajaran.merancangnya agar rencanapembelajaran yang disusun benar-benar dapat melalui tahapan danC. Dasar perlunya perencanaanpembelajaranUpaya perbaikan pembelajaran inidilakukan dengan asumsi sebagaiberikut:1.Untuk memperbaiki kualitaspembelajaran perlu diawalidengan perencanaan pembelajaranyang diwujudkan dengan adanyadesain pembelajaran;2. Untuk merancang suatupembelajaranperlu menggunakanpendekatan sistem;3. Perencanaan desain pembelajarandiacukan pada bagaimanaseseorang belajar;4.Untuk merencanakan suatu desainpembelajaran diacukan padasiswa secara perorangan;5. Sasaran akhir dari perencanaandesain pembelajaran adalahmudahnya siswa untuk belajar.Langkah-langkah desainpembelajaran menurut Dick danCarrey sebagai berikut:1.Mengeidentifikasi tujuanumumpengajaran;2. Melaksanakan analisis pengajaran;3. Mengidentifikasi tingkah lakumasukan dan karakteristik siswa;4.Merumuskan tujuan performasi;5. Mengembangkan butir-butir tesacuan patokan;6. Mengembangkan strategipengajaran;7. Mengembangkan dan memilihmaterial pengajaran;8. Mendesain dan melaksanakanevaluasi formatif;9. Merevisi bahan pengajaran;Mendesain dan melaksanakanevaluasi sumatif.D. Arti dan taksonomi tujuanPembelajaranMenurut Robert F. Mager (1962),tujuan pembelajaran sebagai perilakuyang hendak dicapai atau yang dapatdikerjakan oleh siswa pada kondisidan tingkat kompetensi tertentu.Edwar L. Dejnozka dan David E.Kapel (1981), memandang bahwatujuan pembelajaran adalah suatupernyataan yang spesifik yangdinyatakan dalam perilaku danpenampilan yang diwujudkan dalam
  4. 4. 74HAELKA, Vol. 097, No. 8, Juni 2012 : 71-81bentuk tulisan untukmenggambarkan hasil belajar yangdiharapkan. Taksonomi tujuanpembelajaran biasanya diarahkanpada salah satu kawasan daritaksonomi. Benyamin S. Bloom danD. Krathwohl (1964) memilahtaksonomi pembelajaran dalam tigakawasan, yakni kawasan kognitif(mental/pengetahuan), afektif (Sikapdan perilaku), dan psikomotor.E. Hakikat materi pembelajaranBahan atau materi pembelajaran(learning materialsi) adalah sesuatuyang menjadi isi kurikulum yangharus dikuasai oleh siswa sesuaidengan kompetensi dasar dalamrangka mencapai standar kompetensisetiap mata pelajaran dalam satuanpendidikan tententu. Materi pelajaranmerupakan bagian terpenting dalamproses pembelajaran, bahkan dalampengajaran yang berpusat padamateri pelajaran (subject-centeredteaching), materi pelajaranmerupakan inti dari kegiatanpembelajaran. Menurut Subject-centered teaching keberhasilan suatuproses pembelajaran ditentukan olehseberapa banyak siswa dapatmenguasai materi kurikulum.Materi pelajaran dapat dibedakanmenjadi: pengetahuan (knowledge),keterampilan (skill), dan sikap(attitude). Pengetahuan menunjukpada informasi yang disimpan dalampikiran (mind) siswa, dengandemikian pengetahuan berhubungandengan berbagai informasi yangharus dihafalkan dan dikuasai olehsiswa, sehingga manakala diperlukansiswa dapaat mengungkapkankembali. Keterampilan (skill),menunjuk pada tindakan-tindakan(fisik dan nonfisik) yang dilakukanseseorang dengan cara yangkompeten untuk mencapai tujuantertentu. Sikap menunjuk padakecendrungan seseorang untukbertindak sesuai dengan nilai dannorma yang diyakini kebenarannyaoleh siswa.F. Dasar pemilihan bahanPengajaranBahan pelajaran atau materipelajaran adalah gabungan antarapengetahuan (fakta, informasi yangterperinci), keterampilan (langkah,prosedur, keadaan dan syaratsyarat) dan faktor sikap. Dasar yangdipakai dalam memilih bahan ataumateri pelajaran menurut A. Samanaterdiri dari:1.Tujuan instruksional umum2.Tingkat pengembangan danintelektual anak3. Pengalaman anak dan4. Alokasi waktuSementara itu Suharsimi Arikuntomengemukakan dasar pemilihanmateri pelajaran sebagai berikut:1.Tujuan2.Keadaan siswa3.Situasi setempat4.Tersedianya waktu dan fasilitasDari kedua pendapat diatas, dapatdisimpulkan bahwa dasar pemilihanmateri adalah sebagai berikut:1.Tujuan instruksional umum2.Tingkat pengembangan siswa3.Pengalaman siswa4.Tersedianya waktu dan fasilitas.G. Pembelajaran Kooperatif(Cooperative Learning)Undang-undang Sistem PendidikanNasional Nomor 20 tahun 2003menyatakan bahwa pembelajaranadalah proses interaksi peserta didikdengan pendidik dan sumber belajarpada suatu lingkungan belajar.
  5. 5. 75Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer PadaKompetensi Dasar Menjelaskan Prinsip Dasar Logika Dan Aljabar Boole Dalam Elektronika Digital Di SMK Negeri 39 Jakarta (Januardi)Dalam pembelajaran, guru harusmemahami hakikat materi pelajaranyang diajarkannya dan memahamiberbagai model pembelajaran yangdapat merangsang kemampuan siswauntuk belajar dengan perencanaanpengajaran yang matang olehguru.Model pembelajaran kooperatifmerupakan salah satu modelpembelajaran yang mendukungpembelajaran kontekstual.Sistem pembelajaran kooperatifdapat didefinisikan sebagai sistemkerja/ belajar kelompok yangterstruktur. Yang termasuk di dalamstruktur ini adalah lima unsur pokok(Johnson & Johnson, 1993), yaitusaling ketergantungan positif,tanggung jawab individual, interaksipersonal, keahlian bekerja sama, danproses kelompok. Falsafah yangmendasari pembelajaran kooperatif(pembelajaran gotong royong) dalampendidikan adalah “homo hominisocius” yang menekankan bahwamanusia adalah makhluksosial.Pembelajarankooperatif adalah suatu strategibelajar mengajar yang menekankanpada sikap atau perilaku bersamadalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam strukturkerjasama yang teratur dalamkelompok, yang terdiri dari duaorang atau lebih.Pembelajarankooperatif adalah salah satu bentukpembelajaran yang berdasarkanfaham konstruktivis. Pembelajarankooperatif merupakan strategi belajardengan sejumlah siswa sebagaianggota kelompok kecil yang tingkatkemampuannya berbeda. Dalammenyelesaikan tugas kelompoknya,setiap siswa anggota kelompok harussaling bekerja sama dan salingmembantu untuk memahami materipelajaran.Menurut Anita Lie dalam bukunya“Cooperative Learning”, bahwamodel pembelajaran kooperatif tidaksama dengan sekedar belajarkelompok, tetapi ada unsur-unsurdasar yang membedakannya denganpembagian kelompok yang dilakukanasal-asalan. Roger dan DavidJohnson mengatakan bahwa tidaksemua kerja kelompok bisa dianggappembelajaran kooperatif, untuk ituharus diterapkan lima unsur modelpembelajaran gotong royong yaitu :1. Saling ketergantungan positif.Keberhasilan suatu karya sangatbergantung pada usaha setiapanggotanya. Untuk menciptakankelompok kerja yang efektif,pengajar perlu menyusun tugassedemikian rupa sehingga setiapanggota kelompok harusmenyelesaikan tugasnya sendiri agaryang lain dapat mencapai tujuanmereka.2.Tanggung jawab perseorangan.Jika tugas dan pola penilaian dibuatmenurut prosedur modelpembelajaran kooperatif, setiapsiswa akan merasa bertanggungjawab untuk melakukan yang terbaik.Pengajar yang efektif dalammodel pembelajaran kooperatifmembuat persiapan dan menyusuntugas sedemikian rupa sehinggamasing-masing anggota kelompokharus melaksanakan tanggungjawabnya sendiri agar tugasselanjutnya dalam kelompok bisadilaksanakan.3.Tatap muka.Dalam pembelajaran kooperatifsetiap kelompok harus diberikan
  6. 6. 76HAELKA, Vol. 097, No. 8, Juni 2012 : 71-81kesempatan untuk bertatap muka danberdiskusi. Kegiatan interaksi iniakan memberikan para pembelajaruntuk membentuk sinergi yangmenguntungkan semua anggota. Intidari sinergi ini adalah menghargaiperbedaan, memanfaatkan kelebihan,dan mengisi kekurangan.4. Komunikasi antar anggota.Unsur ini menghendaki agar parapembelajar dibekali dengan berbagaiketerampilan berkomunikasi, karenakeberhasilan suatu kelompok jugabergantung pada kesediaan paraanggotanya untuk salingmendengarkan dan kemampuanmereka untuk mengutarakanpendapat mereka. Keterampilanberkomunikasi dalam kelompok jugamerupakan proses panjang. Namun,proses ini merupakan proses yangsangat bermanfaat dan perluditempuh untuk memperkayapengalaman belajar dan pembinaanperkembangan mental dan emosionalpara siswa.5. Evaluasi proses kelompok.Pengajar perlu menjadwalkan waktukhusus bagi kelompok untukmengevaluasi proses kerja kelompokdan hasil kerja sama mereka agarselanjutnya bisa bekerja samadengan lebih efektif.Urutan langkah-langkah perilakuguru menurut model pembelajarankooperatif yang diuraikan olehArends (1997) adalah sebagaimanaterlihat pada table berikut ini:Tabel Sintaks PembelajaranKooperatifB. Tujuan PembelajaranKooperatifTujuan pembelajaran kooperatifberbeda dengan kelompokkonvensional yang menerapkansistem kompetisi, di manakeberhasilan individu diorientasikanpada kegagalan orang lain.Sedangkan tujuan dari pembelajarankooperatif adalah menciptakansituasi di mana keberhasilan individuditentukan atau dipengaruhi olehkeberhasilan kelompoknya (Slavin,1994).Model pembelajaran kooperatifdikembangkan untuk mencapaisetidak-tidaknya tiga tujuanpembelajaran penting yangdirangkum oleh Ibrahim, et al.(2000), yaitu:1. Hasil belajar akademikDalam belajar kooperatif meskipunmencakup beragam tujuan sosial,juga memperbaiki prestasi siswa atautugas-tugas akademis pentinglainnya. Beberapa ahli berpendapatbahwa model ini unggul dalammembantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang
  7. 7. 77Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer PadaKompetensi Dasar Menjelaskan Prinsip Dasar Logika Dan Aljabar Boole Dalam Elektronika Digital Di SMK Negeri 39 Jakarta (Januardi)model ini telah menunjukkan bahwamodel struktur penghargaankooperatif telah dapat meningkatkannilai siswa pada belajar akademikdan perubahan norma yangberhubungan dengan hasil belajar. Disamping mengubah norma yangberhubungan dengan hasil belajar,pembelajaran kooperatif dapatmemberi keuntungan baik padasiswa kelompok bawah maupunkelompok atas yang bekerja bersamamenyelesaikan tugas-tugasakademik.2. Penerimaan terhadapperbedaan individuTujuan lain model pembelajarankooperatif adalah penerimaan secaraluas dari orang-orang yang berbedaberdasarkan ras, budaya, kelas sosial,kemampuan, danketidakmampuannya. Pembelajarankooperatif memberi peluang bagisiswa dari berbagai latar belakangdan kondisi untuk bekerja dengansaling bergantung pada tugas-tugasakademik dan melalui strukturpenghargaan kooperatif akan belajarsaling menghargai satu sama lain.3. Pengembangan keterampilansosialTujuan penting ketiga pembelajarankooperatif adalah, mengajarkankepada siswa keterampilan bekerjasama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimilikioleh siswa sebab saat ini banyakanak muda masih kurang dalamketerampilan sosial.Metodologi PenelitianPenulismemilihSMK Negeri39Jakarta sebagai tempat yang akandi jadikan tempat dalam penulisanmakalah ini,karenamenurutpengalaman yangpenulislihat padasaatmelaksanakanProgramPengalamanLapangan (PPL) di SMK Negeri39 Jakartapembelajaran padapelajaranProduktif yang berjalan diSMKtersebutmasihterpusat padaguru. Pembelajarandimulaidari fasepersiapan, demonstrasi,pelatihanterbimbing, umpanbalik,dan pelatihanlanjut (mandiri).Meskipuntidaksinonimdenganceramah dan resitasi, namunlangkah-langkahtersebutmasihberpusat padagurusehinggadikhawatirkansiswaakancepat bosan dankurangaktifdalambelajar.Hasilbelajar yangdiperolehdenganpembelajaransepertiiniternyatakurangoptimal.Pembelajarankooperatifmenjadisalahsatumodelpembelajaran yang selaludi sarankanolehhampirsemuapenelitipedagogis.Merekabahkansudahmenunjukkansuperioritas danefektivitasdibandingkandenganpembelajarankompetitif danindividualistik. Tidakhanyaitu,nyarissemuapenulisan yangmembandingkanketigamodelpembelajaranini danpengaruhnyaterhadapprestasibelajarsiswamelaporkanbahwapembelajarankooperatifcenderungmemberikanhasilbelajar yang lebihbaik. Danpembelajarankooperatifinimemilikibeberapametode yang
  8. 8. 78HAELKA, Vol. 097, No. 8, Juni 2012 : 71-81digunakandiantaranyaJIGSAW,TeamAssistedIndividualization(TAI)dan juga StudentTeam-AchievementDivision (STAD), dllyang masing-masingmemiliki carapelaksanaan yangberbedadalamprosesbelajarmengajar.PembahasanPembelajarankooperatiftipe TAIinidikembangkanolehSlavin.Tipeinimengkombinasikankeunggulanpembelajarankooperatifdanpembelajaranindividual.Tipeinidirancanguntukmengatasikesulitanbelajarsiswasecaraindividual.Olehkarenaitu,kegiatanpembelajarannyalebihbanyakdigunakanuntukpemecahanmasalah,cirikhaspadatipe TAIiniadalahsetiapsiswasecara individualbelajarmateripembelajaran yangsudahdipersiapkanoleh guru.Hasilbelajar individualdibawakekelompok-kelompokuntukdidiskusikandansalingdibahasolehanggotakelompok,dansemuaanggotakelompokbertanggungjawabataskeseluruhanjawabansebagaitanggungjawabbersama.Langkah-langkah pembelajarankooperatiftipeTAI sebagaiberikut:a.Gurumemberikantugaskepadasiswauntukmempelajarimateripembelajaransecaraindividual yangsudahdipersiapkanolehguru.b. Guru memberikankuissecaraindividualkepadasiswauntukmendapatkanskordasaratauskorawal.c. Gurumembentukbeberapakelompok.Setiapkelompokterdiridari 4– 5siswadengankemampuanyang berbeda-bedabaiktingkatkemampuan(tinggi, sedangdanrendah)Jikamungkinanggotakelompokberasaldariras, budaya,suku yangberbedasertakesetaraanjender.d.Hasilbelajarsiswasecaraindividualdidiskusikandalamkelompok. Dalamdiskusikelompok,setiapanggotakelompoksalingmemeriksajawabantemansatukelompok.e.Gurumemfasilitasisiswadalammembuatrangkuman,mengarahkan,danmemberikanpenegasanpadamateripembelajaranyang telahdipelajari.f.Gurumemberikankuiskepadasiswasecara individual.g. Guru memberpenghargaanpadakelompokberdasarkanperolehannilaipeningkatanhasilbelajarindividualdariskordasarkeskorkuisberikutnya (terkini).Hasil Penelitian
  9. 9. 79Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer PadaKompetensi Dasar Menjelaskan Prinsip Dasar Logika Dan Aljabar Boole Dalam Elektronika Digital Di SMK Negeri 39 Jakarta (Januardi)Salah satu pengguanan hasil evaluasiadalah laporan. Laporan yangdimaksudkan untuk memberikanfeedback kepada semua pihak yangterlibat dalam pembelajaran, baiksecara langsung maupun tidaklangsung. Secara umum terdapatlima penggunaan hasil evaluasiuntuk keperluan sebagai berikut:1. LaporanPertanggungjawaban, denganasumsi banyak pihak yangberkepentingan terhadap hasilevaluasi, oleh karena itulaporan ke berbagai pihaksebagai bentuk akuntabilitaspublik;2. Seleksi, dengan asumsi setiapawal dan akhir tahun terdapatpeserta didik yang masuksekolah dan menamatkansekolah pada jenjangpendidikan tertentu dimanahasil evaluasi dapatdigunakan untuk menyeleksibaik ketika masuksekolah/jenjang atau jenispendidikan tertentu, selamamengikuti programpendidikan, pada saat maumenyelesaikan jenjangpendidikan, maupun ketikamasuk dunia kerja;3. Promosi, dengan asumsiprestasi yang diperoleh akandiberikan ijazah atausertifikat sebagai bukti fisiksetelah dilakukan kegiatanevaluasi dengan kriteriatertentu baik aspekketercapaian kompetensidasar, perilaku dan kinerjapeserta didik;4. Diagnosis, dengan asumsihasil evaluasi menunjukkanada peserta didik yang kurangmampu menguasaikompetensi sesuai dengankriteria yang yang telahditetapkan maka perludilakukan diagnosis untukmencari faktor-faktorpenyebab bagi peserta didikyang kurang mampu dalammenguasai komptensi tertentusehingga diberikanbimbingan atau pembelajaranremedial. Bagi yang telahmenguasai kompetensi lebihcepat dari peserta didik yanglain, mereka juga berhakmendapatkan pelayanantindak lanjut untuk5. Memprediksi Masa DepanPeserta Didik, tujuannyaadalah untuk mengetahuisikap, bakat, minat danaspek-aspek kepribadianlainnya dari peserta didik,serta dalam hal apa pesertadidik diangap palingmenonjol sesuai denganindikator keunggulan, agardapat dianalisis dan dijadikandasar untuk pengembanganpeserta didik dalam memilihjenjang pendidikan ataukarier pada masa yang akandatang.KesimpulanPada
  10. 10. 80HAELKA, Vol. 097, No. 8, Juni 2012 : 71-81dasarnyapembelajaranmerupakanhasilsinergidaritigakomponenpembelajaranutamayaknisiswa, kompetensiguru,danfasilitaspembelajaran.Pembelajarankooperatifmenjadisalahsatumodelpembelajaran yang selalu disarankanolehhampirsemuapenelitipedagogis.Merekabahkansudahmenunjukkansuperioritas danefektivitasdibandingkandenganpembelajarankompetitif danmengoptimalkan laju perkembanganmereka;individualistik.Tidakhanyaitu,nyarissemuapenulisan yangmembandingkanketigamodelpembelajaranini danpengaruhnyaterhadapprestasibelajarsiswamelaporkanbahwapembelajarankooperatifcenderungmemberikanhasilbelajar yang lebihbaik. Danpembelajarankooperatifinimemilikibeberapametode yangdigunakandiantaranyaJIGSAW,TeamAssistedIndividualization (TAI)dan juga StudentTeam-AchievementDivision (STAD), dllyang masing-masingmemiliki carapelaksanaan yangberbedadalamprosesbelajarmengajar.Untuk meningkatkan prestasi belajarsiswa adalah seorang gurumemberikan perhatian penuh kepadasiswanya, bagaimanapun guru harusmembuat metode pembelajaran yangmenarik, agar siswa tidak bosandengan materi yang diajarkan.Berikut beberapa yang sebaiknyadilakukan guru:1. Selalu berperilaku baik2. Setiap pertemuan, seorangguru sebaiknya selalumemberikan hal baru kepadasiswa-siswanya.3. Memberikan kuis kepadapeserta didik tentang matapelajaran yang telahdipelajari.4. Memberikan penghargaanbagi siswa yang mampumenjawab kuis.5. Mengajar denganmenggunakan metodeCooperative Learning.SaranSudah saatnya para pengajarmengevaluasi cara mengajarnya danmenyadari dampaknya terhadap anakdidik. Untuk menghasilkan manusiayang bisa berdamai dan bekerja samadengan sesamanya dalampembelajaran di sekolah,model pembelajaran kooperatif perlulebih sering digunakan karenasuasana positif yang timbul akanmemberikan kesempatan kepadasiswa untuk mencintai pelajaran dansekolah/guru. Selain itu, siswa akanmerasa lebih terdorong untuk belajardan berpikir.
  11. 11. 81Pembuatan Perencanaan Pengajaran Mata Diklat MenerapkanKonsep Elektronika Digital Dan Rangkaian Elektronika Komputer PadaKompetensi Dasar Menjelaskan Prinsip Dasar Logika Dan Aljabar Boole Dalam Elektronika Digital Di SMK Negeri 39 Jakarta (Januardi)Daftar PustakaB Uno Hamzah.2008.PerencanaanPembelajaran. Bumi Aksara.Jakarta.Departemen Pendidikan NasionalRepublik Indonesia. 2006.Undang Undang RepublikIndonesia No. 20 Tahun 2003tentang Sistem PendidikanNasional. Jakarta.Departemen Pendidikan NasionalRepublik Indonesia. 2007. MateriSosialisasi dan PelatihanKirikulum Tingkat SatuanPendidikan SMK. Jakarta.Huda, Miftahul. 2011. CooperativeLearning. Metode, Teknik,Struktur dan Model Terapan.Pustaka Pelajar. Yogyakarta.Isjoni. 2007. Cooperative Learning,Mengembangkan KemampuanBelajar Berkelompok. Alfabeta.Bandung.Mulyasa. 2009. Kurikulum BerbasisKompetensi, Konsep,Karakteristik, dan Implementasi.Rosdakarya. Bandung.Mulyasa. 2009. ImplementasiKurikulum Tingkat SatuanPendidikan Kemandirian Gurudan Kepala Sekolah. BumiAksara. Jakarta.http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/31/cooperative-learning-teknik-jigsaw/http://www.totosimandja.com/2013/03/makalah-perencanaan-pembelajaran.html

×