Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
DIREKTORAT KELEMBAGAAN DAN KERJA SAMA
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2012
FOR...
Program Studi : Analis Kesehatan Jenjang Diploma III
Program Studi lain yang diusulkan pada saat bersamaan, apabila ada, y...
Penyakit yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB), di dominasi penyakit-penyakit infeksi,
yaitu TB Paru, pneumoni...
terhadap kemungkinan dikeluarkannya biaya akibat penyakit yang diderita masyarakat wilayah
bersangkutan.
Menyikapi tuntuta...
1). Menyelenggarakan proses belajar mengajar dengan mengacu pada kurikulum berbasis
kompetensi dengan standar nasional dan...
9.

Melakukan administrasi laboratorium dengan baik.

Sasaran yang ingin dicapai adalah Ahli Madya Analis Kesehatan yang m...
4.

Meningkatkan kualitas dosen, dengan memprogram para dosen untuk mengikuti studi lanjut S-2 dan
S-3 di dalam dan ke lua...
serta meningkatkan nation competitiveness bagi Kabupaten Brebes khususnya Propinsi Jawa
Tengah dan Indonesia umumnya. (ber...
Mega Rezky
33

094-079

34

094-110

35

103-084

36

104-088

37

104-113

38

111-009

39

113-072

40

114-094

41

121...
dasar pendirian Yayasan Mitra Cipta Karya( YMCK ) bertolak dari kondisi nyata di masyarakat, dimana
tingkat pendidikan, ke...
Pertumbuhan penduduk Indonesia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat merupakan potensi
yang besar terhadap kebutuhan p...
Perguruan tinggi berperan penting dalam penyediaan tenaga kerja profesional, namun demikian
daya tampung dan jumlah pergur...
masyarakat sebagai hal utama, merupakan salah satu sarana dan wahana yang dapat meningkatkan mutu
kehidupan bangsa.
Pendid...
2.

Memiliki sejumlah dosen tetap sebanyak 6 orang sesuai kompetensi yang dipersyaratkan dibidangnya,

3.

Memiliki sarana...
2.1.1. Bidang ilmu atau bidang kajian yang menjadi pokok dari Program Studi dan konstelasinya
terhadap bidang ilmu lainnya...
Perluasan dan pemerataan akses pendidikan tinggi bermutu, berdaya saing internasional,
berkesetaraan gender, dan relevan d...
penyebabnya. Untuk itu dikembangkan fasilitas untuk kegiatan kuliah, diskusi, laboratorium untuk kegiatan
praktikum dan pe...
Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dibidang pendidikan kesehatan maka Politeknik Mitra
Karya Mandiri juga membekali ...
4.

Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif, bersifat terbuka dan dapat
menyesuaikan perubahan serta ...
3.

Terselenggaranya peran aktif sebagai penggerak pembangunan dengan konsep pembaharuan dan
konsep perencanaan ke masa de...
dan pegembangan mutu tenaga kerja bidang kesehatan. Dengan skala prioritas adalah peningkatan
kuantitas dan kualitas tenag...
c. Memiliki pemahaman tentang metodologi ilmiah dalam pemecahan masalah di bidang Analis
Kesehatan.
d. Memiliki kemampuan ...
penelusuran , pengkajian hasil / temuan riset atau evidance based Analyst. lulusan program studi Diploma
3 Analis Kesehata...
Falsafah pendidikan keilmuan Diploma 3 Analis Kesehatan adalah Pancasila dan UUD 1945, yang
didasarkan pada kemanusiaan se...
3.

Meningkatkan mutu penyelenggaraan pengelola manajemen Laboratorium, tidak hanya secara
konseptual tetapi juga secara o...
Kompetensi Kode

Kompetensi yang harus dimiliki

U1 Memiliki keahlian dasar dalam bidang ilmu kesehatan (analis kesehatan)...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Formulir5 stikes analis_kesehatan_diii

4,500 views

Published on

Just Share

Published in: Education

Formulir5 stikes analis_kesehatan_diii

  1. 1. DIREKTORAT KELEMBAGAAN DAN KERJA SAMA DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2012 FORMULIR 5: PENGAJUAN IJIN PENYELENGGARAAN ON LINE UNTUK USULAN PROGRAM STUDI STRATA SARJANA Pengusul yang telah memperoleh Surat Pertimbangan Persetujuan Penyelenggaraan dapat mengajukan ijin penyelenggaraan dengan mengajukan satu berkas uji kelayakan yang disampaikan dalam format terlampir. Penyusunan Studi Kelayakan ini merujuk pada peraturan yang telah ada dan telah disesuaikan untuk kebutuhan evaluasi on-line. Pengusul harus mengikuti format yang telah disediakan dan memberikan keterangan ringkas dan jelas disertai dengan data dan sumbernya yang sah. Format Studi Kelayakan Program Studi Baru On-line mengacu pada SK no. 108/DIKTI/Kep/2001 tentang Pedoman Pembukaan Program Studi dan PP 19 tahun 2005 tentang Standard Nasional Pendidikan, terdiri atas: I. II. III. IV. V. VI. VII. PENDAHULUAN KURIKULUM SUMBER DAYA PENDANAAN MANAJEMEN AKADEMIS SISTEM PENJAMINAN MUTU KESIMPULAN Pada setiap bagian atau sub bagian, pengusul perlu menyajikan informasi dan analisis yang berkaitan dengan aspek-aspek yang diminta sesuai dengan halaman maksimum yang ditentukan, pada kertas berukuran A4, Font 11-Calibri, margin kiri, kanan, atas, bawah masing-masing 2cm. Pengusul juga wajib memberikan data-data yang mendukung terhadap analisis atau pernyataan pada aspek kualitatif terkait. Olahan atau analisis data dimasukkan ke dalam badan dokumen sedangkan data yang relevan dapat disampaikan dalam lampiran apabila halaman tidak mencukupi.
  2. 2. Program Studi : Analis Kesehatan Jenjang Diploma III Program Studi lain yang diusulkan pada saat bersamaan, apabila ada, yaitu: 1. Farmasi Jenjang S1 2. … Jenjang … 3. Dan seterusnya bila lebih dari dua. I. PENDAHULUAN Perkembangan ilmu dan penerapan teknologi di tanah air, menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pengembangan SDM yang berkualitas tidak dapat dipisahkan dari peranan seorang analis kesehatan sebagai ilmu terapan. Dengan demikian, tenaga-tenaga profesional dalam bidang kesehatan khususnya Analis, semakin dibutuhkan baik dalam dunia kesehatan, maupun bidang-bidang lain yang membutuhkan tenaga analis kesehatan dalam meningkatkan SDM yang dimilikinya., berkembangnya industri, kualitas produk dan pengamanan konsumen sebagai akibat kualitas hidup yang semakin meningkat juga dengan adanya tuntutan sistem informasi yang lebih handal antara lain untuk prakiraan berbagai perubahan akibat pembangunan yang semakin komplek dan kompetitif. Menyikapi perubahan ini, maka paradigma baru pendidikan tinggi nasional berintikan pada menghasilkan manusia yang beretika tinggi dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) demi kemajuan dan kebaikan manusia. Indonesia dan khususnya di Propinsi Jawa Tengah khususnya Kabupaten Brebes dengan luas wilayah 304.472 Ha (3.044,72 Km²) yang terdiri dari 28 Kecamatan dengan 340 desa dan 5 kelurahan. dengan jumlah penduduk 1.752.128 jiwa pada tahun 2009, terdiri dari 873.062 jiwa penduduk laki-laki dan 879.066 jiwa penduduk perempuan yang dihadapkan dengan ketertinggalan pembangunan di bidang tekhnologi dan kesehatan. Hasil perhitungan human development index (HDI) atau indeks pembangunan manusia (IPM) untuk 179 negara pada tahun 2003 dari United Nations Development Programme (UNDP), Indonesia menempati posisi 109; namun tahun 2008 nilai IPM Indonesia terus menurun ke posisi 112. Sebaran IPM menurut propinsi, Jawa Tengah menempati urutan ke 23 dari seluruh propinsi di Indonesia, sedangkan IPM berdasarkan pembangunan ditingkat kabupaten dan kota pada tahun 2009 Kabupaten Brebes menduduki ranking ke 3 dari 4 Kabupaten dan 2 Kota (sumber BPS Provinsi Jawa Tengah 2009). Kondisi demikian mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Brebes dihadapkan dengan peningkatan dan pengembangan yang pesat pada kelangsungan hidup dan kualitas hidup masyarakat yang serius. Kenyataan menunjukkan tingginya angka kematian bayi, kematian ibu dan kematian anak balita di Indonesia, khususnya di Kabupaten Brebes masih sangat tinggi. Angka kematian bayi di Kabupaten Brebes mencapai 42,27 /1.000 kelahiran hidup, kematian ibu 246/100.000 KH dan kematian anak balita 145/139.888 BLT dengan Usia Harapan Hidup 63,20 tahun dan jumlah kasus gizi kurang mencapai 6.681 anak dan gizi buruk 1.958 anak.
  3. 3. Penyakit yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB), di dominasi penyakit-penyakit infeksi, yaitu TB Paru, pneumonia dan diare juga penyakit filariasis (Profil Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, (2009). Fenomena masalah kesehatan dan gizi buruk yang tinggi tersebut menjadi indikasi signifikan rendahnya kualitas SDM untuk berkompetisi dalam era globalisasi dan mengisi otonomi daerah. Rendahnya derajat kesehatan masyarakat di atas, diduga berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut : 1. Masih terbatasnya jumlah dan mutu tenaga kesehatan di berbagai tingkatan pengelolaan kesehatan, baik dalam bentuk promotif, pencegahan maupun pengobatan. 2. Masih terbatasnya jumlah dan mutu sarana pelayanan kesehatan untuk memberikan pembinaan pengembangan serta pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata. 3. Masih terbatasnya kemampuan dan mutu sistem pelaporan serta kemampuan mengukur dan mengembangkan berbagai indikator derajat kesehatan, baik dalam bentuk pelaporan berkala maupun dalam bentuk studi khusus guna diperoleh data informasi yang valid dan representatif bagi perencanaan pengembangan kesehatan. 4. Masih terbatasnya kemampuan sosial ekonomi masyarakat sehingga membatasi kemampuan menjaga lingkungan permukiman, menyebabkan masih banyak ancaman faktor penyebab penyakit menular yang mengakibatkan angka kesakitan dan kematian tinggi. 5. Rendahnya kualitas Sumber Daya yang ada dibidang tekhnologi khususnya perkembangan tekhnologi menjadikan salah satu ketertinggalan yang nyata sebagai dampak dari globalisasi dan perkembangan ilmu teknologi. 6. Masalah kesehatan yang dihadapi bervariasi menurut ruang dan waktu serta semakin kompleks, ditandai dengan transisi demografi dan epidemiologi sebagai dampak dari pembangunan nasional secara menyeluruh, antara lain dampak perubahan keadaan sosial, tingkat pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan perubahan kondisi lingkungan. Disisi lain penyakit menularpun masih tetap tingi karena tingginya biaya hidup dan pelayanan kesehatan dan keterjangkauan terhadap pelayanan kesehatan, buruknya keadaan lingkungan, bencana alam serta penyebab lain yang membutuhkan penanganan segera. Memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat yang belum memadai dan untuk memacu peningkatan kualitas SDM, maka dilakukan reformasi di sektor kesehatan yang ditandai dengan ditetapkannya Paradigma Sehat. Hal tersebut sebenarnya terfokus pada paradigma pembangunan kesehatan yang lebih mengutamakan upaya-upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upayaupaya kuratif dan rehabilitatif. Dalam jangka panjang diharapkan reformasi kesehatan akan mampu mendorong masyarakat dapat bersikap dan bertindak mandiri untuk menjaga kesehatan mereka sendiri. Namun fakta yang ada, bahwa upaya-upaya percepatan reformasi kesehatan (baca penataan sistem kesehatan) belum optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi tercapainya tujuan utama berupa: (1) meningkatkan derajat kesehatan masyarakat wilayah, (2) merespons harapan dan kebutuhan masyarakat wilayah sesuai dengan harga diri atau hak azasinya, dan (3) memberikan perlindungan finansial
  4. 4. terhadap kemungkinan dikeluarkannya biaya akibat penyakit yang diderita masyarakat wilayah bersangkutan. Menyikapi tuntutan dinamika pembangunan masa kini dan masa mendatang maka Yayasan Mitra Cipta Karya yang bergerak di bidang pendidikan mempunyai komitmen tinggi untuk mengembangkan SDM dan IPTEKS di berbagai bidang, salah satunya adalah dibidang kesehatan. Salah satu wujud komitmen Yayasan Mitra Cipta Karya adalah rencana pendirian Politeknik Mitra Karya Mandiri (Politeknik Mitra Karya Mandiri) dengan Program Studi D3 Analis Kesehatan, D3 Farmasi dan D3 Manajemen Informatika. Komitmen pendirian dan penyelenggaraan Politeknik Mitra Karya Mandiri ini merupakan langkah strategis untuk mendorong percepatan reformasi di sektor kesehatan sesuai paradigma sehat, yakni optimalisasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat bangsa. Pendirian Politeknik Mitra Karya Mandiri bertujuan untuk menjawab kebutuhan tenaga Ahli Madya dan profesional dalam disiplin ilmu Analis Kesehatan, Farmasi dan Manajemen Informatika, terutama bagi pemenuhan kebutuhan pembangunan pada skala Regional, Nasional maupun Global; mengambil peran dalam pemecahan masalah-masalah kesehatan serta mengembangkan program pembangunan kesehatan sebagai bagian dari sistem pembangunan terpadu tingkat Regional, Nasional dan Global; disamping itu membuka kesempatan belajar serta merespons kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang ilmu kesehatan. Pembukaan dan penyelenggaraan program pendidikan tinggi formal hanya dimungkinkan bila memenuhi persyaratan yang digariskan dalam Sistem Pendidikan Nasional seperti tersebut dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. Persyaratan tersebut, diantaranya kelayakan dan kondisi pemrakarsa/penyelenggara pendidikan tinggi, dampak penyelenggaraan, peminatan dan prospek pasar kerja bagi lulusan dan pembiayaan. Untuk itu telah dilakukan studi kelayakan pendirian dan penyelenggaraan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri, yang hasilnya dipaparkan pada bagian-bagian dalam dokumen ini sebagai landasan utama pertimbangan pendirian dan penyelenggaraan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri. 1.1. ASPEK KEMANFAATAN DAN KEUNGGULAN (maksimum 7 halaman) 1.1.1 Visi, Misi dan Tujuan Penyelenggaraan Program Studi Analis Kesehatan Jenjang D3 dan cara pencapaiannya 1. Visi Program Studi D-3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri adalah Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Kesehatan yang Kompetitif Dalam Persaingan Global dengan Komitmen Terhadap Lulusan yang Unggul dan kompetitif di bidang Analis Kesehatan di era global pada tahun 2020. 2. Misi Misi dari Program Studi Analis Kesehatan Jenjang Diploma 3 Politeknik Mitra Karya Mandiri Adalah:
  5. 5. 1). Menyelenggarakan proses belajar mengajar dengan mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi dengan standar nasional dan internasional yang mencakup ilmu kelaboratoriuman, ilmu perilaku, dan ilmu kesehatan yang relevan dengan kebutuhan dinamis kerja/ masyarakat melalui keterpaduan Imtaq dan Iptek 2). Mengembangkan inovasi dan penerapan teknologi di bidang analis kesehatan yang dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan manusia. 3). Meyelenggarakan Program Pendidikan Analis Kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat dan pengguna lulusan di bidang laboratorium Analis Kesehatan dalam jenjang pendidikan Diploma. 4). Menyiapkan peserta didik menjadi tenaga profesional bidang laboratorium kesehatan yang berjiwa entrepreneurship dan unggul dalam pengembangan teknologi informasi. 5). Mengembangan jaringan kerjasama dengan user, profesi dan stakeholder dalam meningkatkan mutu lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar. 6). Meningkatkan kemampuan institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber daya manusia laboratorium kesehatan yang unggul, kompetetitif serta inovatif 7). Ikut berperan serta dalam meningkatkan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat melalui pengembangan karya di bidang kesehatan khususnya laboratorium kesehatan. 8). Mengembangkan kemampuan soft skill mahasiswa melalui kegiatan kemahasiswaan; 3. Tujuan Penyelenggaraan Program Studi Analis Kesehatan Jenjang D3 Tujuan pendidikan program Diploma 3 ( D III ) Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri, mendidik mahasiswa dan mahasiswi melalui kurikulum tertentu sehingga menjadi tenaga Analis Kesehatan yang mampu; 1. Menghasilkan Ahli Madya Analis Kesehatan yang tangguh, beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia dan memiliki pengetahuan agama islam yang luas dan mendalam serta berkepribadian islami dalam pengelolaan laboratorium 2. Mencetak Ahli Madya Analis Kesehatan berdasarkan konpetensi di bidangnya sehingga setelah lulus siap untuk langsung bekerja sebagai Ahli Madya Analis Kesehatan 3. Mampu menerapkan pengetahuan dan teknologi bidang ilmu analis kesehatan dalam kegiatan pelayanan kepada masyarakat. 4. Menguasai dasar keilmuan dan pengetahuan serta metodologi bidang ilmu analis kesehatan, sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah sesuai bidangnya. 5. Mampu mengelola upaya kesehatan secara professional sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. 6. Mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dan tehnologi ilmu analis kesehatan. 7. Mengelola dan memimpin laboratorium kesehatan. 8. Melakukan penyuluhan kesehatan sesuai dengan bidangnya
  6. 6. 9. Melakukan administrasi laboratorium dengan baik. Sasaran yang ingin dicapai adalah Ahli Madya Analis Kesehatan yang mempunyai kualifikasi : 1. Menguasai pemeriksaan di bidang kimia klinik, hematology, parasitologi, mikrobiologi serta kimia analisa, sehingga nantinya siap bekerja di laboratorium klinik, laboratorium kesehatan, RS, Puskesmas serta PMI. 2. Mampu mengembangkan ilmu yang dimiliki sesuai perkembangan jaman dan perkembangan teknologi serta kebutuhan pengguna. 4. Strategi Pencapaian Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri Strategi yang dilakukan Program Studi Analis Kesehatan jenjang Diploma 3 Politeknik Mitra Karya Mandiri untuk mencapai visi yang sudah ditetapkan adalah dengan melaksanakan sistem manajemen mutu atas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkesinambungan untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi unggul dalam bidang pharmaceutical care serta mampu bekerja dan bersaing di tingkat nasional dan internasional. Pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dalam pendidikan dilakukan berdasarkan rancangan kebijakan dalam pengembangan program pendidikan sebagai berikut : 1. Pengembangan program studi dari mono-program menjadi multi-program studi dan berjenjang. Politeknik Mitra Karya Mandiri mengembangkan program studi Diploma 3 Analis Kesehatan yang berorientasi pada pelayanan kesehatan pasien/masyarakat) (2) Sain dan teknologi Analis Kesehatan (berorientasi pada produk Analis Kesehatan). Untuk ke depannya Politeknik Mitra Karya Mandiri juga akan mengembangkan kurikulum pembelajaran Diploma 3 Analis Kesehatan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan stake holder. Untuk mengakomodasi perkembangan minat lulusan pendidikan Analis Kesehatan dan tuntutan kompetensi lulusan dari pengguna lulusan, pihak Politeknik Mitra Karya Mandiri juga akan membangun jejaring dengan kalangan usaha dan dunia pendidikan lainnya guna membantu dan mengarahkan peserta didik ke depan nantinya. 2. Peningkatan kualitas dan relevansi lulusan program studi Diploma 3 Analis Kesehatan, dengan penerapan beberapa konsep baru pendidikan, yaitu pembelajaran berbasis outcomes, pembelajaran yang berbasis penelitian dan pembelajaran berbasis pengalaman praktek di masyarakat (outcomes-, research-and experiential practice-based learning). Dalam pengelolaan pembelajaran akan dikembangkan sistem asesmen hasil belajar mahasiswa/lulusan (outcomes) yang berbasis portfolio ( portfolio-based student learning outcome assessments). 3. Penataan proses pendidikan dengan mengembangkan 3 kategori proses pembelajaran, yaitu curriculum, co-curriculum and extra-curriculum, yang akan berkait dengan pengembangan sistem asesmen portfolio mahasiswa (students portfolio assessment system).
  7. 7. 4. Meningkatkan kualitas dosen, dengan memprogram para dosen untuk mengikuti studi lanjut S-2 dan S-3 di dalam dan ke luar negeri, dengan target pada akhir tahun 2020, jumlah dosen dengan pendidikan S-3 dan S-2 mencapai 90%. 5. Mendorong agar dosen yang telah memenuhi persyaratan untuk mengajukan kenaikan jabatan, khususnya untuk menjadi guru besar, dengan target pada akhir tahun 2020, jumlah guru besar 5 orang (25%). 6. Memfasilitasi dosen agar memperoleh sertifikasi sebagai dosen sesuai Undang-undang Guru dan Dosen, dengan target seluruh dosen telah tersertifikasi. 7. Pengembangan manajemen internal sistem pendidikan dengan penerapan berbagai standar akademik dan non-akademik, sistem portfolio dan sistem asesmen di semua sektor dan fungsi untuk pengembangan dan peningkatan budaya jaminan mutu yang berkelanjutan. Optimalisasi penggunaan teknologi informasi untuk memudahkan proses monitoring, mempercepat penyebaran informasi dan mendapatkan umpan balik dari para stake holder serta promosi program studi melalui website dan jejaring alumni. 1.1.2 Manfaat Prodi Analis Kesehatan Jenjang Diploma yang diusulkan terhadap institusi, masyarakat, dan bangsa khususnya yang terkait dengan pengelolan sumber daya bangsa (manusia dan alam) dalam rangka peningkatan nation competitiveness Sesuai dengan tujuan pendirian Politeknik Mitra Karya Mandiri di atas maka diharapkan dapat mewujudkan berbagai kepentingan, antara lain: 1. Sumbangan nyata pada kebutuhan sumberdaya manusia bertaraf akademis- profesionalisme yang berkompetensi global sebagai modal keunggulan kompetitif dalam bidang ilmu kesehatan khususnya ilmu Analis Kesehatan. 2. Sumbangan nyata dalam pemecahan masalah kesehatan (jumlah, jenis dan intensitas) serta pengembangan program pembangunan kesehatan sebagai bagian dari sistem pembangunan terpadu tingkat regional, nasional maupun global. 3. Membuka akses bagi masyarakat Jawa Tengah khususnya Kabupaten Brebes memperoleh pendidikan tinggi kesehatan dan berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan secara produktif di tingkat nasional maupun internasional. Adapun manfaat bagi Politeknik Mitra Karya Mandiri adalah 1) Membantu peningkatan kemampuan dosen dan tenaga kependidikan dalam hal penguasaan keilmuan Analis Kesehatan untuk keperluan tertentu. 2) Menjadi bencmarking khususnya di Politeknik Mitra Karya Mandiri dengan menyelenggarakan berbagai keilmuan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat antara lain Ahli Madya Analis Kesehatan 3) Menambah khasanah keilmuan yang ada di Politeknik Mitra Karya Mandiri. 4) Sebagai salah satu penyelenggaran program studi Analis Kesehatan di Kabupaten Brebes dan sekitarnya sehingga menjadi ciri khas dan kelebihan tersendiri bagi Politeknik Mitra Karya Mandiri,
  8. 8. serta meningkatkan nation competitiveness bagi Kabupaten Brebes khususnya Propinsi Jawa Tengah dan Indonesia umumnya. (berdasarkan data evaluasi.or.id tahun 2011) No Kode PT Perguruan Tinggi Kota Pria Wanita Surabaya 015-016 Universitas Airlangga Akademi Analis Kesehatan Sari Mutiara Politeknik Kesehatan YRSU Dr Rusdi 4 021-017 Universitas Kader Bangsa Palembang 5 023-069 Palembang 6 024-032 7 024-085 8 033-167 9 033-172 10 043-219 11 043-244 12 043-277 13 043-307 14 043-317 15 044-132 16 053-042 17 054-061 18 061-022 19 061-026 20 064-062 21 064-136 22 064-145 23 072-015 24 074-037 25 074-043 26 074-108 27 074-121 STIKESMAS Abdi Nusa Akademi Analis Kesehatan Widya Dharma Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa STIKES Kesetiakawanan Sosial Indonesia STIKES Mohammad Husni Thamrin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jenderal Achmad Yani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada STIKES Muhammadiyah Ciamis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih Akademi Analis Kesehatan AnNasher STIKES Guna Bangsa Yogyakarta Akademi Analis Kesehatan Manggala Yogyakarta Universitas Setia Budi Surakarta Universitas Muhammadiyah Semarang Akademi Analis Kesehatan Pekalongan Akademi Analis Kesehatan 17 Agustus 1945 Semarang Akademi Analis Kesehatan Nasional Surakarta Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Akademi Analis Kesehatan Unmuh Surabaya Akademi Analis Kesehatan YPM Sidoarjo Akademi Analis Kesehatan Malang Akademi Analis Kesehatan Delima Husada Gresik 28 083-054 Denpasar 29 085-005 STIKES Wira Medika Bali Politeknik Medica Farma Husada Mataram 30 091-034 Makassar 31 093-134 Universitas Indonesia Timur Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika Makassar Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan 32 093-145 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar Analis 1 001-004 2 014-223 3 Medan Medan Palembang Bengkulu Jakarta Jakarta Cimahi Tasikmalaya Ciamis Bandung Bandung Cirebon Yogyakarta Yogyakarta Surakarta Semarang Pekalongan Semarang Surakarta Kediri Surabaya Sidoarjo Malang Gresik Mataram Jumlah Pendaftar Per2007-2008 Jumlah Siswa Program Studi 15 88 Total 103 Pendaftar Diterima Jumlah Lulusan 2006-2008 943 76 32 75 51 48 60 58 13 30 20 380 320 65 53 394 295 93 63 392 290 187 133 85 46 55 50 29 280 200 154 207 183 73 178 137 69 116 84 44 51 44 513 373 266 223 161 64 227 192 115 45 35 88 73 824 700 0 0 14 74 88 16 42 58 5 22 27 77 206 283 8 19 27 93 186 279 20 41 61 63 156 219 52 102 0 0 0 30 61 91 0 35 49 84 59 135 194 42 112 154 36 78 114 56 128 184 7 37 44 71 184 255 28 85 113 41 116 157 10 25 35 0 32 52 84 0 179 439 618 0 0 265
  9. 9. Mega Rezky 33 094-079 34 094-110 35 103-084 36 104-088 37 104-113 38 111-009 39 113-072 40 114-094 41 121-008 Akademi Analis Kesehatan Kendari Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah Makassar STIKES Perintis Padang Akademi Analis Kesehatan Pekanbaru Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam Universitas Muhammadiyah Palangka Raya STIKES Wiyata Husada Samarinda Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura Kesehatan Kendari Makassar Padang Pekanbaru Batam Palangka Raya Samarinda Banjarbaru Jayapura Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan 54 85 139 225 151 40 400 220 55 377 338 83 98 45 158 97 176 100 0 42 164 206 38 157 195 0 27 27 17 70 87 6 8 14 0 19 75 94 31 Sumber : http://evaluasi.or.id/ per Mey 2012 Berdasarkan data evaluasi.or.id untuk keberadaan Institusi penyelenggara program studi analis Kesehatan di wilayah kabupaten Brebes masih kurang terakomodasi, bahkan kota terdekat penyelenggara program studi analis kesehatan masih terbatas, sehingga masih sangat memungkinkan bagi pendirian program studi Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri di Kabupaten Brebes khususnya dan propinsi Jawa Tengah umumnya. Tabel 3: Rasio Tenaga Kesehatan di dinas kesehatan menurut kabupaten / kota dengan penduduk di Jawa Tengah, 2009 Jenis Tenaga Kesehatan Fakta Standart/Ideal/nasional Dokter umum 10,41 : 100.000 penduduk 40 : 100.000 penduduk Dokter Spesialis 4,96 : 100.000 penduduk 6 : 100.000 penduduk Dokter Gigi 2,72 : 100.000 penduduk 11 : 100.000 penduduk Perawat 60,43 : 100.000 penduduk 117,5 : 100.000 penduduk Bidan 34,43 : 100.000 penduduk 100 : 100.000 penduduk Ahli KesMas 3,61 : 100.000 penduduk 40 : 100.000 penduduk Tekhnisi Medis/Analis Lab 8,86 : 100.000 penduduk 40 : 100.000 penduduk Farmasi 9,13 : 100.000 penduduk 10 : 100.000 penduduk Sumber : Bank Data Pusdatin-Depkes RI & DinKes Propinsi Jawa Tengah 2008 Berdasarkan data diatas untuk keberadaan Institusi penyelenggara program studi analis Kesehatan diwilayah kabupaten Brebes masih belum terakomodasi, bahkan kota terdekat penyelenggara program studi analis kesehatan Semarang, sehingga masih sangat memungkinkan bagi pendirian program studi Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri di Kabupaten Brebes khususnya dan propinsi Jawa Tengah umumnya. 1.1.3 Kemampuan dan potensi perguruan tinggi untuk mengelola Program Studi yang diusulkan. Penjelasan tersebut harus didukung dengan data Yayasan Mitra Cipta Karya berkedudukan di Provinsi Jawa Tengah khususnya Kabupaten Brebes merupakan sebuah yayasan yang mendedikasikan pengabdiannya kepada peningkatan kualitas kehidupan bangsa melalui perluasan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Ide
  10. 10. dasar pendirian Yayasan Mitra Cipta Karya( YMCK ) bertolak dari kondisi nyata di masyarakat, dimana tingkat pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat di Indonesia dan khususnya Kabupaten Brebes yang relatif belum memadai. Yayasan Mitra Cipta Karya Kabupaten Brebes di dirikan pertama kali pada bulan Maret 2011, yang diketuai langsung oleh Bapak Drs.Sugeng Fatoni, MM beserta tim. Menyikapi banyaknya kebutuhan tenaga-tenaga ahli diberbagai bidang baik kesehatan maupun keilmuan lainnya, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya serta propinsi Jawa Tengah pada umumnya, maka Yayasan Mitra Cipta Karya di Kabupaten Brebes berinisiatif untuk ikut berkontribusi pada upaya pembangunan sumber daya manusia dibidang kesehatan yang dirasakan masih kurang memadai. Begitu pula kebutuhan akan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, didominasi tenaga kerja kategori non profesional yang relatif jumlahnya masih sangat terbatas ; sebaliknya tenaga kerja berkemampuan akademik dan profesional sangat terbatas. Hal ini memungkinkan timbulnya pandangan inferior dari para mitra di negara-negara tujuan terhadap eksistensi kualitas SDM di Indonesia sebatas sebagai “buruh”. Memperhatikan permasalahan di atas maka Yayasan Mitra Cipta Karya berkomitmen tinggi untuk berkiprah membantu pemerintah bagi pengentasan berbagai problema ikutan terhadap masalah kemanusiaan. Salah satu wujud komitmen Yayasan Mitra Cipta Karya dibidang pendidikan kesehatan dan komputer adalah melalui pendirian Politeknik Mitra Karya Mandiri dengan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan, Program Studi Diploma 3 Farmasi dan Program Studi Diploma 3 Manajemen Informatika. Kehadiran Yayasan Mitra Cipta Karya melalui pendirian Politeknik Mitra Karya Mandiri, diharapkan menjadi mitra bagi pemerintah dalam upaya pengentasan permasalahan pembangunan baik dibidang kesehatan dan ketertinggalan tekhnologi yang dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah. Untuk itu pihak yayasan telah membangun kemitraan dengan berbagai pihak baik dari lingkungan Kabupaten Brebes maupun Propinsi Jawa Tengah pada umumnya. Komponen output meliputi adanya jaminan dari pengelola terhadap kepastian penyerapan lulusan pada pangsa pasar dalam dan luar negeri melalui jaringan kerja sama yang telah dibentuk dengan institusi lain di luar Politeknik Mitra Karya Mandiri, antara lain Pemerintah Kabupaten Brebes, Institusi pendidikan disekitar Kabupaten Brebes dan juga kalangan usaha yang bergerak dibidang Laboratorium khususnya laboratorium kesehatan, yang menggunakan jasa ahli madya Analis Kesehatan dalam proses kerjanya, ( Rumah Sakit, Puskesmas, Laboratorium Mandiri dan Dinas Kesehatan). Selain itu untuk menunjang proses pembelajaran dapat berjalan pihak Yayasan juga memfasilitasi dengan penambahan gedung baru yang diperuntukan bagi Laboratorium dan Perpustakaan, Hotspot (free internet) di kawasan Politeknik Mitra Karya Mandiri. 1.2 ASPEK SPESIFIKASI (maksimum 7 halaman) 1.2.1 Posisi Program Studi yang diusulkan terhadap bidang ilmu di tingkat nasional dan internasional
  11. 11. Pertumbuhan penduduk Indonesia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat merupakan potensi yang besar terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan yang lebih baik dalam dan luar negeri. Ahli Madya Analis Kesehatan sebagai salah satu unsur kekuatan pembangunan nasional di bidang kesehatan mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang sama dengan unsur-unsur kekuatan pembangunan lainnya dalam mewujudkan tujuan nasional, khususnya dibidang yang berkaitan dengan profesinya meningkatkan peran sertanya secara aktif, terarah dan terpadu bagi pembangunan nasional sebagai tenaga fungsional ahli teknologi laboratorium kesehatan. Analis Kesehatan adalah petugas yang bekerja di laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lab sebagai penunjang diagnosa dokter demi membantu seseorang mencapai keadaan jasmani, dan jiwa yang sejahtera. Analis Kesehatan atau pranata laboratorium adalah bagian dari profesi di bidang kesehatan. Seorang ahli Analis Kesehatan harus memiliki ketrampilan dan tanggung jawab yang tinggi dalam pemeriksaan sampel. Hal ini berhubungan dengan adanya risiko yang fatal jika terjadi kesalahan. Seperti juga menjadi seorang ahli Analis Kesehatan yang berhubungan dengan nyawa manusia. Banyak yang tidak mengetahui Analis Kesehatan memiliki banyak sekali peluang pekerjaan. Seorang lulusan Analis Kesehatan bisa bekerja pada laboratorium rumah sakit tentunya bertugas membantu diagnosa seorang dokter. Selain rumah sakit, Tenaga Analis Kesehatan bisa ditempatkan di klinik kesehatan seperti Prodia, Pratama, PMI, dan semua tempat yang berhubungan dengan analisis. Dengan komposisi penduduk yang mayoritas adalah kelompok usia produktif dan anak, maka tantangan ke depan adalah penyediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya, namun kondisi saat ini peluang kerja dalam negeri sangat terbatas, oleh karena itu perlu diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan kompetensi diri melalui jenjang pendidikan agar bisa bersaing di pasar kerja. Keterbatasan pasar kerja di dalam negeri harus disikapi dengan upaya mencari terobosan untuk pembekalan terhadap tenaga kerja, termasuk salah satunya adalah tenaga Analis Kesehatan. Perguruan tinggi berperan penting dalam penyediaan tenaga kerja profesional, namun demikian daya tampung dan jumlah perguruan tinggi yang mengembangkan Ilmu–Ilmu Kesehatan masih sangat terbatas dan tidak sebanding dengan kebutuhan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Dengan adanya kebijakan pemerintah yang memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada masyarakat dan swasta terhadap pendirian program studi Ilmu – Ilmu Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan penyediaan tenaga kerja kesehatan yang profesional yang masih kurang memadai, sehingga menjadi peluang untuk pengembangan POLTEKNIK khususnya DIII Analis Kesehatan masih cukup besar karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Brebes dalam percepatan pembangunan bidang kesehatan selaras dengan rencana strategis pembangunan ekonomi industri dan kesehatan di Kabupaten Brebes. Keberadaan berbagai institusi pendidikan tinggi di Kabupaten Brebes sebenarnya menunjukan adanya kemajuan dalam bidang pendidikan, hal ini perlu dilihat secara positif dimana keragaman pendidikan dengan disiplin ilmu yang sama maupun berbeda akan mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Brebes.
  12. 12. Perguruan tinggi berperan penting dalam penyediaan tenaga kerja profesional, namun demikian daya tampung dan jumlah perguruan tinggi yang mengembangkan Ilmu–Ilmu Kesehatan masih sangat terbatas dan tidak sebanding dengan kebutuhan tenaga Analis Kesehatan di segala sektor. Dengan adanya kebijakan pemerintah yang memberikan kesempatan seluas–luasnya kepada masyarakat dan swasta terhadap pendirian program studi Ilmu–Ilmu Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan penyediaan tenaga kerja dibidang kesehatan yang profesional yang masih kurang memadai, sehingga menjadi peluang untuk pengembangan Politeknik khususnya Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan masih cukup besar karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Kabupaten Brebes, nasional maupun global dalam rangka percepatan pembangunan disegala bidang yang selaras dengan rencana strategis pembangunan ekonomi dan kesehatan di Kabupaten Brebes. Keberadaan berbagai institusi pendidikan tinggi di Kabupaten Brebes sebenarnya menunjukan adanya kemajuan dalam bidang pendidikan, hal ini perlu dilihat secara positif dimana keragaman pendidikan dengan disiplin ilmu yang sama maupun berbeda akan mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Brebes. Pembukaan Program Studi Diploma Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri tidak memberikan dampak negatif terhadap keberadaan institusi pendidikan kesehatan sejenis di Kabupaten Brebes, bahkan sebaliknya dapat bermanfaat sebagai mitra kerja untuk peningkatan kualitas. Penyelenggaraan Prodi Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri mempunyai dampak ekonomis yang sangat besar bagi Pemerintah Daerah maupun masyarakat Kabupaten Brebes khususnya, Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya. Dampak tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: a. Mengurangi pengeluaran, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi masalah kesehatan. Diketahui bahwa Indonesia dan khususnya di Kota Brebes, dihadapkan dengan belum memadainya derajat kesehatan masyarakat, tingginya kematian ibu maupun anak dan berbagai kasus penyakit yang menekan produktivitas kerja masyarakat. Dengan kehadiran Politeknik Mitra Karya Mandiri yang nantinya menghasilkan tenaga kesehatan yang berkemampuan akademik tinggi dan profesional dalam bidangnya, diharapkan dapat membantu masyarakat untuk merubah pola hidupnya sehingga akan mengurangi beban ekonomi akibat masalah kesehatan. b. Meningkatkan pendapatan daerah, bilamana kondisi pada poin (a) dapat ditekan maka secara ekonomi akan sangat menguntungkan Pemkab Brebes khususnya dan Indonesia umumnya, karena dua hal: (1) berkurangnya pengeluaran bagi penanganan dibidang Kesehatan, dan (2) meningkatnya pendapatan rakyat (karena tidak ada waktu produktif yang hilang) yang akan berpengaruh positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah. Dengan demikian lulusan Politeknik Mitra Karya Mandiri akan dapat langsung berkarier meningkatkan pendapatan mereka, juga mendatangkan pendapatan bagi daerah/negara. Sistem Kesehatan Nasional yang dinamis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, melalui usahanya yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta yang menempatkan peran serta
  13. 13. masyarakat sebagai hal utama, merupakan salah satu sarana dan wahana yang dapat meningkatkan mutu kehidupan bangsa. Pendidikan Ahli Madya Analis Kesehatan merupakan subsistem dari sistem pendidikan nasional yang merupakan subsistem dari Sistem Kesehatan Nasional, sehingga tujuan Prodi Diploma 3 Analis Kesehatan berpedoman dan berlandaskan pada kedua sistem nasional tersebut dengan tidak mengabaikan keilmuan lain yang saling terkait seperti halnya pendidikan Diploma 3 Analis Kesehatan yang ada di Politeknik Mitra Karya Mandiri. Usaha-usaha pendidikan dan kesehatan berikut lembaga-lembaganya merupakan bagian dari budaya bangsa yang perlu dipelihara dan dikembangakan. Sesuai dengan pemahaman tadi dan peranannya sebagai lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan yang memikul tanggung jawab di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya dibidang kesehatan, maka Politeknik Mitra Karya Mandiri dalam sumbangsihnya dalam peningkatan mutu pendidikan kesehatan di Indonesia memiliki berbagai potensi yang dapat memberikan jaminan akan keberlangsungan institusi / program pendidikan yang meliputi komponen input seperti sumber pembiayaan yang memadai, prasarana yang memadai, struktur organisasi dan SDM profesional serta animo masyarakat yang tinggi. 1.2.2 Hubungan Program Studi Analis Kesehatan dengan Program Studi lain pada institusi Politeknik (minimum 60% perbedaan dari kurikulum program studi lain di institusi pengusul); Pada saat ini di Politeknik Mitra Karya Mandiri terdapat beberapa program studi yang memiliki beberapa kesamaan dalam hal keilmuan kesehatan, akan tetapi kemungkinan adanya overlapping dengan keilmuan lain (Diploma III Analis Kesehatan, Diploma III Farmasi dan Diploma III Manajemen Informatika) dapat saja terjadi. Hal ini dikarenakan perbedaan pembahasan antara keilmuan lain yang memfokuskan pada penanganan, pemeriksaan dan analisa pasien serta aspek lainnya sedangkan pada Analis Kesehatan lebih menekankan pada proses analisa laboratorium. Untuk mata pelajaran yang diajarkan ada beberapa mata ajar yang diberikan pada seluruh program studi, kecuali beberapa matakuliah yang khas di Politeknik Mitra Karya Mandiri, matakuliah wajib nasional (Agama, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kearganegaraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Bahasa Inggris), dan matakuliah psikologi menjadi satu keharusan yang diberikan pada semua siswa di Politeknik Mitra Karya Mandiri guna menjamin terciptanya Tenaga ahli madya Analis Kesehatan yang kompeten berahklaqul karimah yang berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi serta mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap tertentu sebagai analisis pada laboratorium, alat kesehatan di industri, instalasi rumah sakit, instansi pengawasan mutu, atau laboratorium sejenisnya. 1.2.3 Keunggulan dan karakteristik Program Studi yang akan dimiliki Keunggulan Prodi Diploma 3 Analis Kesehatan yang akan didirikan berdasarkan track record diantaranya: 1. Akan segera mengajukan proses akreditasi guna menjamin kemampuan dan kualitas penyelenggaraan di Politeknik Mitra Karya Mandiri.
  14. 14. 2. Memiliki sejumlah dosen tetap sebanyak 6 orang sesuai kompetensi yang dipersyaratkan dibidangnya, 3. Memiliki sarana prasarana laboratorium Analis Kesehatan dan laboratorium lainnya dalam mendukung pembelajaran yang akan segera dilengkapi setelah izin dikeluarkan. 4. Memiliki dosen yang memiliki kompetensi tambahan (sertifikasi dibidang Analis Kesehatan). 5. Memiliki gedung perkuliahan yang luas dengan suasana belajar yang tenang. Politeknik Mitra Karya Mandiri dengan program studi Diploma 3 Analis Kesehatan mempunyai beberapa kelebihan yang menjadikan program studi ini unggulan dibidangnya antara lain, adanya kerjasama dengan Rumah Sakit disekitar wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya yang bisa menjadi tempat lahan praktek sekaligus studi komperehensif dibidang keilmuan Analis Kesehatan. Studi kasus langsung yang bisa ditemui mahasiswa diharapkan menjadi sarana belajar dan pembanding nyata keadaan yang sebenarnya di dunia kerja nanti. Dengan adanya lahan praktek Rumah sakit diharapkan menjadi nilai lebih bagi mahasiswa dalam mengkaji, meneliti dan menjalankan keilmuannya, juga meliputi komitmen pengelola dalam proses PBM berbasis kompetensi yang berkualitas sesuai standar internasional. Untuk itu pihak yayasan telah membangun kemitraan dengan berbagai pihak baik dari lingkungan Kabupaten Brebes maupun Propinsi Jawa Tengah pada umumnya. Komponen output meliputi adanya jaminan dari pengelola terhadap kepastian penyerapan lulusan pada pangsa pasar dalam dan luar negeri melalui jaringan kerja sama yang telah dibentuk dengan institusi lain di luar Politeknik Mitra Karya Mandiri, antara lain Pemerintah Kabupaten Brebes, Rumah sakit, Institusi kesehatan disekitar Kabupaten Brebes dan juga kalangan usaha yang bergerak dibidang kesehatan yang menggunakan jasa ahli Analis Kesehatan dalam proses kerjanya, ( Klinik kesehatan, dan juga kalangan usaha yang menggunakan jasa ahli Analis Kesehatan dalam proses kerjanya, ( Laboratorium kesehatan). II. KURIKULUM 2.1. RUMPUN KEILMUAN (maksimum 10 halaman)
  15. 15. 2.1.1. Bidang ilmu atau bidang kajian yang menjadi pokok dari Program Studi dan konstelasinya terhadap bidang ilmu lainnya (lengkapi dengan diagram relasi antar bidang tersebut) Berkembangnya dunia industri di Indonesia sampai ke kota-kota kecil, menyerap tenaga kerja yang besar, seiring dengan angka pertumbuhan tenaga kerja, Percepatan pembangunan melalui industrialisasi, membawa implikasi tidak berimbangnya tenaga kesehatan, khususnya tenaga Diploma 3 Analis Kesehatan sesuai standar kelayakan yang ada, oleh karena itu Politeknik Mitra Karya Mandiri mengusulkan pembentukan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan, dengan kualifikasi luaran yang dibutuhkan baik oleh masyarakat sekitar, negara maupun dunia internasional. Sasaran Prodi Diploma 3 Analis Kesehatan adalah manusia dan bersifat medis laboratoris, yang berbeda dengan profesi kesehatan lain yang berada di instansi pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik atau rumah sakit. Konteks keahlian lebih di titikberatkan pada keahlian dibidang Analis khususnya analis laboratorium kesehatan. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dibidang pendidikan kesehatan maka Politeknik Mitra Karya Mandiri juga membekali para lulusan dengan keterampilan yang menyesuaikan dengan perkembangan tekhnologi dan informasi yang dibutuhkan sehingga diharapkan lulusan Politeknik Mitra Karya Mandiri dapat mengembangkan ilmu dan teknologi dengan pemikiran dan penyelesaian masalah dibidang Analis Kesehatan, juga bidang-bidang lain yang ada hubungannya dengan perihal kesehatan. Untuk menjawab kebutuhan tenaga Ahli Madya dan profesional dalam disiplin ilmu Analis Kesehatan, terutama bagi pemenuhan kebutuhan pembangunan pada skala Regional, Nasional maupun Internasional serta mengambil peran dalam pemecahan masalah-masalah kesehatan serta mengembangkan program pembangunan ekonomi dan kesehatan sebagai bagian dari sistem pembangunan terpadu tingkat Regional, Nasional dan Internasional. Disamping penggunaan metode SBL (Students Based Learning) yang tengah menjadi trend dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi, ICT (Information and Communication Technology) juga merupakan bidang keilmuan dan ketrampilan yang menjadi pokok kajian dan keahlian Prodi Diploma 3 Analis Kesehatan. Hal ini mengingat perkembangan dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat dewasa ini. ICT sebagai salah satu keahlian lulusan Prodi Diploma 3 Analis Kesehatan menjadi sangat relevan karena sejalan dengan visi dari Renstra Depdiknas 2010 – 2014 Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses Pendidikan Tinggi Bermutu, Berdaya Saing Internasional, Berkesetaraan Gender dan Relevan dengan Kebutuhan Bangsa dan Negara (Renstra DikNas 2010-2014) yang memprioritaskan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan baik sarana, prasarana, sertifikasi nasioanal maupun internasional dan peningkatan badan hukum pengelolaan perguruan tinggi, relevansi dan daya saing serta peran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk penerapan dalam pendidikan/proses pembelajaran.
  16. 16. Perluasan dan pemerataan akses pendidikan tinggi bermutu, berdaya saing internasional, berkesetaraan gender, dan relevan dengan kebutuhan bangsa dan negara dilaksanakan melalui: 1. Perluasan dan pemerataan akses pendidikan tinggi bermutu, berdaya saing internasional, berkesetaraan gender, dan relevan dengan kebutuhan bangsa dan negara yang meliputi pemerataan dan perluasan akses prodi vokasi, profesi, dan akademik; penyediaan dosen; penyediaan dan perluasan akses PT; penyediaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu, berdaya saing internasional, serta berkesetaraan gender dan relevan dengan kebutuhan bangsa dan negara; dan 2. Ketersediaan data dan informasi berbasis riset, dan standar mutu pendidikan tinggi, serta keterlaksanaan akreditasi pendidikan tinggi. Hal tersebut salah satunya diwujudkan melaui Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional), yaitu program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) pada tahun 2007. Namun kenyataannya, belum banyak pendidik dan praktisi yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan ICT/ TIK dalam pembelajaran. Perkembangan TIK atau multimedia di Indonesia khususnya dalam dunia pendidikan masih belum optimal dibandingkan dengan negara-negara tetangga sepertI Singapura, Malaysia dan Thailand dikarenakan beberapa kendala yang masih dirasakan oleh masyarakat khususnya tenaga pendidik dan profesional pendidikan di berbagai jenjang pendidikan terutama berkaitan dengan kesiapan dan kultur sumber daya manusia di lingkungan pendidikan. Dengan terbangunnya infrastruktur Jardiknas ini, tantangan ke depan adalah bagaimana mengembangkan isi e-pembelajaran dan e-administrasi. Pada tahun 2010--2014, penyebarluasan TIK untuk e-pembelajaran dan e-administrasi didukung melalui kegiatan: a. perluasan akses Jardiknas, TV Edukasi dan pengembangan konten pembelajaran berbasis TIK; b. pengembangan sistem informasi manajemen untuk memudahkan tugas-tugas perencanaan, pelaporan, dan pengendalian berbagai macam kegiatan dan program; c. Peningkatan kemampuan SDM untuk mendukung pendayagunaan TIK di pusat dan daerah. Sesuai dengan visi-misinya, Prodi Diploma 3 Analis Kesehatan yaitu menyelenggarakan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik dalam proses pengembangan dirinya menjadi ahli Analis Kesehatan yang kompeten, memiliki ilmu pengetahuan, ketrampilan profesional, sosial dan komunikasi yang unggul, serta karakter dan perilaku yang profesional. Proses pembelajaran dirancang untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman praktek dalam bidang Analis Kesehatan yang selalu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Fokus pengembangan saat ini mengarah pada pengembangan bidang Klinis-Laboratorium dan bidang Sains-industri. Pengembangan bidang Klinis-Laboratorium difokuskan pada promosi praktek laboratorium yang berkualitas, layanan yang berpusat pada kepentingan pasien, serta hasil analisa yang rasional, sedangkan pengembangan bidang Sain-Industri difokuskan pada pengembangan dan penelitian untuk mencari dan menemukan sumber-sumber/bahan baru bagi pengembangan penanggulangan penyakit dan
  17. 17. penyebabnya. Untuk itu dikembangkan fasilitas untuk kegiatan kuliah, diskusi, laboratorium untuk kegiatan praktikum dan penelitian, perpustakaan, serta tempat praktek kerja profesi di berbagai rumah sakit, Puskesmas, laboratorium, maupun pemerintahan. Jejaring kerja sama telah dijalin dengan berbagai lembaga dalam negeri maupun luar negeri, diantaranya dengan LSP TELAPI (Lembaga Sertifikasi Profesi Tenaga Laboratorium Penguji Indonesia, Rumah Sakit dan Laboratorium Mandiri di Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Jabar dan DKI Jakarta. Untuk ke depannya pihak Politeknik Mitra Karya Mandiri juga akan mendaftarkan menjadi anggota Majelis Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (PATELKI), juga mengembangkan kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan dan penelitian dalam dan luar negeri maupun dengan organisasi profesi Kesehatan lainnya. Pengembangan berbagai fasilitas pembelajaran di kampus, kerjasama dengan berbagai lembaga dalam dan luar negeri dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, ditunjang manajemen berbasis mutu serta transparansi, diharapkan dapat memberikan jaminan kepastian bagi peserta didik maupun masyarakat yang memperoleh layanan tridharma dari Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri. 2.1.2. Perkembangan bidang ilmu atau bidang kajian saat ini dan 10 tahun kedepan Progres pertumbuhan dunia industri akan terus meningkat, seiring dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi, sehingga kompetensi dasar bidang ilmu yang harus dikuasai lulusan tersebut diberikan dalam kurikulum inti sebagai standar kemampuan dasar yang harus dimiliki dan kurikulum institusional yang terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan stakeholders, yang relevan dengan perkembangan industri 10 tahun mendatang, baik bidang penelitian kesehatan, Industri Rumah Sakit, Laboratorium ataupun Jasa. Pendidikan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan yang berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan dunia kesehatan, industri dan usaha secara umum yang di dalamnya terkait dengan pelayanan medis ini harus dapat menjawab tuntutan pengguna di dunia usaha dan dapat mengikuti perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang Analis Kesehatan, sesuai dengan kebutuhan serta prioritas pembangunan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna termasuk teknologi yang menunjang usaha peningkatan pelayanan kepada masyarakat pekerja. Lulusan Pendidikan Diploma 3 Analis Kesehatan yang terampil, dikembangkan berdasarkan falsafah dalam kerangka konsep yang kokoh dengan dasar pendidikan lulusan Sekolah Menengah Umum. Oleh karena itu kurikulum Pendidikan Diploma 3 Analis Kesehatan perlu disusun berdasarkan kompetensi sesuai dengan peran dan fungsinya, dan menjadikan SKKNI sebagai dasar pengembangan kurikulumnya dan mengoptimalkan pemanfaatan ICT/ TIK dalam pembelajarannya. 2.1.3. Untuk Program Studi vokasi perlu mencantumkan perkembangan rancangan keahlian yang akan dibentuk
  18. 18. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dibidang pendidikan kesehatan maka Politeknik Mitra Karya Mandiri juga membekali para lulusan dengan keterampilan yang menyesuaikan dengan perkembangan tekhnologi dan informasi yang dibutuhkan sehingga diharapkan lulusan Politeknik Mitra Karya Mandiri dapat mengembangkan ilmu dan teknologi dengan pemikiran dan penyelesaian masalah di bidang Analis Kesehatan/laboratorium kesehatan, juga bidang-bidang lain yang ada hubungannya dengan perihal kesehatan dan menghasilkan karya ilmiah yang bermutu tinggi khususnya dibidang Analis Kesehatan yang merupakan sumbangsih baik pada perkembangan ilmu maupun pada penyelenggaraan usaha pembangunan nasional khususnya dalam bidang ilmu Analis Kesehatan untuk menjawab kebutuhan tenaga Ahli Madya dan profesional dalam disiplin ilmu Analis Kesehatan, terutama bagi pemenuhan kebutuhan pembangunan pada skala Regional, Nasional maupun Internasional; mengambil peran dalam pemecahan masalah-masalah kesehatan serta mengembangkan program pembangunan ekonomi dan kesehatan sebagai bagian dari sistem pembangunan terpadu tingkat Regional, Nasional dan Internasional. Memperhatikan kompetensi lulusan yang telah dirumuskan sesuai jenis dan jenjang pendidikan yang akan dikembangkan diuraikan dengan cara mengelompokkan kompetensi kedalam Peran dan fungsi Ahli Madya Analis Kesehatan sebagai berikut: dalam usaha mempersiapkan tenaga Analis Kesehatan yang menghayati dan mengamalkan Pancasila, kreatif dinamis, mempunyai pengetahuan, keterampilan serta sikap sehingga mampu : 1. Melaksanakan profesinya yang mencakup: a. Mengenal, merumuskan serta menyusun prioritas masalah kesehatan dalam segala permasalahan yang berkaitan dengan Analis Kesehatan dan berusaha untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut melalui Analis perencanaan, implementasi dan evaluasi. b. Memecahkan masalah kesehatan yang berhubungan dengan observasi, pemeriksaan dan pencatatan yang baik dibidang laboratorium kesehatan untuk mengidentifikasi dan melakukan tindakan-tindakan dalam rangka mengedepankan aspek Analisis dengan memperhatikan keadaan, kondisi, situasi, dan lingkungan serta masyarakat. c. Mengidentifikasi dan merekomedasikan pemecahan masalah/hambatan yang ada dalam proses laboratorium kesehatan. d. Berinteraksi, berkomunikasi dengan rekan sejawat dalam rangka promosi dan mengajak untuk lebih memperhatikan dan menjalankan keahliannya dibidang Analis Kesehatan, juga dapat memberikan dukungan psikososial yang diinginkan. 2. Ikut aktif dalam mengelola system manajemen Laboratorium dengan menerapkan prinsip administrasi, organisasi, supervisi kontrol dan evaluasi. 3. Sebagai seorang profesional yang tumbuh dan berkembang senantiasa meningkatkan dan mengembangkan diri dalam IPTEKs keilmuan Analis Kesehatan sesuai dengan bakatnya dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.
  19. 19. 4. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif, bersifat terbuka dan dapat menyesuaikan perubahan serta berorientasi ke masa depan serta sebagai pemimpin yang dapat mengajak masyarakat untuk hidup dengan membudayakan Kesehatan dengan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan dan nilai-nilai keagamaan. 5. Pelaksana teknis dalam pelayanan standar Laboratorium Kesehatan. 6. Penyediaan teknis operasional Manajemen Laboratorium Kesehatan baik dirumah sakit, puskesmas maupun Laboratorium mandiri. 7. Penyuluh dalam bidang Kesehatan. 2.2. RANCANGAN KURIKULUM (maksimum 15 halaman) 2.2.1. Profil atau karakteristik (spesifikasi teknis) lulusan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan Pembangunan nasional ditujukan pada terciptanya mutu kehidupan bangsa yang tinggi dalam kerangka masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila sebagai falsafah bangsa. Ditinjau dari segi kesehatan maka mutu kehidupan yang tinggi berarti terdapatnya hal-hal berikut; panjangnya masa hidup, yang berarti dicegahnya kematian pada umur muda, rendahnya angka kematian yang berarti tingginya status kesehatan baik jasmani, rohani maupun sosial, berkurangnya ketidakmampuan, dimungkinkan baik perseorangan maupun kelompok untuk berkembang sesuai dengan bakat, kemampuan dan minatnya, terdapatnya pranata-pranata sosial yang dapat menjamin anggota-anggota masyarakat hidup layak, bebas dan mengembangkan hubungan-hubungan sosial yang serasi, selaras dan seimbang. Sistem Kesehatan Nasional yang dinamis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, melalui usahanya yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta yang menempatkan peranserta masyarakat sebagai hal utama, merupakan salah satu sarana dan wahana yang dapat meningkatkan mutu kehidupan bangsa. Ilmu Analis Kesehatan merupakan subsistem dari sistem pendidikan nasional yang merupakan subsistem dari Sistem Kesehatan Nasional, sehingga tujuan pendidikan Diploma 3 Analis Kesehatan berpedoman dan berlandaskan pada kedua sistem nasional tersebut. Usaha-usaha pendidikan dan kesehatan berikut lembaga-lembaganya merupakan bagian dari budaya bangsa yang perlu dipelihara dan dikembangkan. Sesuai dengan pemahaman tadi dan peranannya sebagai lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan yang memikul tanggung jawab di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat maka lulusan program studi Diploma 3 Analis Kesehatan diharapkan dapat berperan serta aktif dalam pembangunan dibidang kesehatan yang mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. Terwujudnya Pendidikan Analis Kesehatan sebagai bagian dari pusat pengembangan kebudayaan dengan pemikiran serta karya pembaharuan budaya dan bangsa dengan pembentukan kepribadian bangsa 2. menghasilkan pemikiran yang memperkokoh pengembangan watak, moral dan etika bangsa
  20. 20. 3. Terselenggaranya peran aktif sebagai penggerak pembangunan dengan konsep pembaharuan dan konsep perencanaan ke masa depan secara terpadu, khususnya di bidang Analis Kesehatan. 4. Terwujudnya Pendidikan Diploma 3 Analis Kesehatan sebagai bagian dari pusat pengembangan ilmu dan teknologi dengan pemikiran dan penyelesaian masalah di bidang kesehatan dan bidang-bidang lain yang ada hubungannya dengan keilmuan Analis Kesehatan. 5. Dihasilkan karya ilmiah yang bermutu tinggi khususnya dibidang kesehatan yang merupakan sumbangsih baik pada perkembangan ilmu maupun pada penyelenggaraan usaha pembangunan nasional 6. Terselenggaranya peran aktif dalam pelaksanaan pembangunan nasional khusunya bidang kesehatan dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur. Sejalan dengan kompleksnya masalah pembangunan kesehatan nasional dan ketidak pastian masa depan, maka arah pengembangan pendidikan Analis Kesehatan terutama ditujukan pada :  Memantapkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Nasional, khususnya dalam bidang Analis Kesehatan.  Meningkatkan pengembangan institusi dalam rangka peningkatan kepeloporan dan peranannya dalam pembangunan kesehatan baik nasional, regional maupun internasional.  Pengembangan substansi ilmu Analis Kesehatan sejalan dan sesuai dengan paradigma baru Analis Kesehatan.  Mengupayakan kemandirian sehingga mampu mengembangkan peranannya sesuai dengan misi yang di embannya.  Pengembangan visi dan misi kesehatan dengan wawasan yang luas dan misi ideal untuk menguatkan pemerataan derajat kesehatan di masyarakat. Area garapan yang khususnya menjadi prioritas perhatian adalah :  Pelaksana Laboratorium Kesehatan (Melakukan pemeriksaan laboratorium dalam bidang hematologi, kimia klinik, urinalisa, imuno-serologi, mikrobiologi, parasitologi, toksikologi, kimia Analis Kesehatan, makanan dan minuman, air dan melakukan persiapan pemeriksaan untuk patologi anatomi dan biologi molekuler  Membuat dan melakukan uji kualitas media reagen untuk pemeriksaan laboratorium  Menggunakan, memelihara, mengkaliberasi, dan menangani masalah berbagai instrumen di laboratorium  Pengembangan paradigma baru kesehatan dibidang laboratorium  Melakukan pembinaan teknis kelaboratorium  Mampu berkomonikasi dengan dokter dan pasien tentang hal – hal yang bersifat spesifik teknis laboratorium Beberapa kebijakan pemerintah baik tingkat nasional maupun Kabupaten Brebes mengarah pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup (kesehatan) hal ini dapat dicapai melalui upaya peningkatan
  21. 21. dan pegembangan mutu tenaga kerja bidang kesehatan. Dengan skala prioritas adalah peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan untuk memenuhi jumlah, jenis dan kualitas yang memadai melalui upaya-upaya pendidikan, pelatihan dan penempatan tenaga kesehatan, standarisasi dan akreditasi tenaga kesehatan. Untuk itu perlu di tumbuh kembangkan institusi pendidikan kesehatan yang berkualitas dengan standart mutu yang tinggi sebagai suatu bentuk upaya menghasilkan tenaga dibidang kesehatan yang berkompetensi dan dibutuhkan oleh masyarakat maupun pengembangan keilmuan khususnya dibidang Analis Kesehatan sesuai dengan Profesi, Bidang pekerjaan, atau bidang keilmuan dan keahlian yang dapat diisi oleh lulusan institusi pendidikan kesehatan di Kabupaten/Kota Brebes, Jawa Tengah. Adapun karakteristik tersendiri yang nantinya diharapkan akan dimiliki oleh lulusan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri. 1. Motivation a. Memiliki rasa ingin tahu tentang dinamika perkembangan ilmu Analis Kesehatan. b. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari dalam pekerjaan dan kehidupan bermasyarakat. c. Memiliki kemauan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, kemampuan dan keterampilan dalam bidang Analis Kesehatan. 2. Attitude a. Memiliki sikap yang positif terhadap perkembangan ilmu Analis Kesehatan. b. Memiliki sikap positif untuk menjalin kerjasama dengan disiplin ilmu terkait dalam rangka pengembangan dan penerapan ilmu Analis Kesehatan. c. Memiliki etika dalam bertingkah laku dan menjalankan profesinya. 3. Skill a. Terampil menerapkan ilmu Analis Kesehatan dalam menganalisis masalah serta merumuskan alternatif pemecahannya. b. Terampil berkomunikasi secara verbal dengan lulusan disiplin ilmu terkait. 4. Ability a. Mampu mengembangkan dan menerapkan ilmu Analis Kesehatan untuk meningkatkan potensi serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. b. Mampu memecahkan masalah di bidang Analis Kesehatan melalui analisis dengan menggunakan teknologi. c. Memiliki kemampuan dalam pengembangan dan penjaminan mutu sediaan Analis Kesehatan. 5. Knowledge a. Memiliki pemahaman tentang pengertian umum ilmu Analis Kesehatan, ruang lingkup kajiannya serta contoh penerapannya. b. Memiliki kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah dalam ilmu Analis Kesehatan.
  22. 22. c. Memiliki pemahaman tentang metodologi ilmiah dalam pemecahan masalah di bidang Analis Kesehatan. d. Memiliki kemampuan untuk mendukung pelayanan Analis laboratorium yang berkualitas sesuai peraturan perundang-undangan dan etika Analis Kesehatan. e. Memiliki kemampuan untuk melakukan penelusuran, pengkajian, dan penyampaian informasi hasil analisis laboratorium kesehatan. f. Memiliki karakter unggul untuk berperan sebagai pemberi layanan, pengambil keputusan, komunikator, pemimpin, manajer, pembelajar sepanjang hayat, peneliti, serta wira-usahawan. Berikut rumusan Profil Lulusan Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri A. Profil Lulusan Program Studi Profil-1 Profil -2 Profil -3 Profil -4 Profil -5 Profil -6 PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI Memiliki integritas dan kedisiplinan yang tinggi, serta berkemauan keras, jujur dan bertanggungjawab. Menghasilkan lulusan yang berorientasi pada dunia kerja dengan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan keahlian di bidang teknis analis kesehatan dan teknologi laboratorium, serta penerapannya Menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang analis kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan masyarakat. Lulusan mempunyai penguasaan pengetahuan dan keterampilan kerja di bidang teknis analisis laboratorium, manajemen, advokasi, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, Kendali mutu dan teknologi dibidang analis kesehatan Lulusan mempunyai jiwa wiraswasta yang mampu menciptakan lapangan kerja serta mampu berkompetisi sebagai tenaga kerja sesuai kompetensinya sebagai analis kesehatan. Mampu berfikir, bersikap, berprilaku dan bertindak secara ilmiah dalam menerapkan ilmu yang dikuasainya 2.2.2. Profesi, bidang pekerjaan, atau bidang keilmuaan dan keahlian yang dapat diisi oleh lulusan Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada beberapa dasa warsa terakhir dalam abad ke-20 ini berkembang dengan sangat pesat, mempunyai pengaruh yang sangat besar dan luas pada berbagai segi kehidupan manusia temasuk kesehatan. Pendekatan dan penyelesaian masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat mengalami perubahan yang cukup mendasar. Disamping itu muncul masalah-masalah kesehatan baru sebagai akibat samping dari proses modernisasi yang terjadi dan sering memerlukan penanganan khusus. Sistem pendidikan tenaga kesehatan harus dapat mengadakan reorientasi dan penyesuaian sedemikian rupa sejalan dengan perkembangan IPTEK yang antara lain untuk menghasilkan ahli madya Analis Kesehatan profesional yang dibutuhkan oleh masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan; menghasilkan pemikiran dan cara-cara pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat, serta menerapkan kemajuan kemajuan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan melalui
  23. 23. penelusuran , pengkajian hasil / temuan riset atau evidance based Analyst. lulusan program studi Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri Sesuai dengan Tujuan Pendidikan Nasional yakni mendidik mahasiswa Diploma 3 Analis Kesehatan untuk mengembangkan potensi peserta didik (mahasiswa/i) agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak Mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab terhadap profesi dan gelar Ahli Madya Analis Kesehatan yang akan disandang. Berdasarkan tujuan pendidikan diatas, maka lulusan pendidikan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan berkompetensi : 1. Mampu melaksanakan proses teknis operasional laboratorium (pra analitik, analitik, dan post analitik) dengan melakukan berbagai pemeriksaan dalam bidang: Kimia Klinik/Hematologi (Pemeriksaan darah, urin dan cairan tubuh), Serologi (Pemeriksaan serum darah), Parasitologi (Pemeriksaan feses), Mikologi (Pemeriksaan jamur), Bakteriologi (Pemeriksaan bakteri klinik dan bakteri makanan, minuman, Air), Amami (Pemeriksaan makanan, minuman, air secara kimia), Kimia Kuali dan kuanti (Pemeriksaan bahan toksikologi). 2. Memiliki kompetensi dalam penguasaan ilmu bidang laboratorium kesehatan, komputerisasi, maupun manajemen laboratorium kesehatan. 3. Membuat perencanaan proses, prosedur, serta pengambilan sampel di laboratorium kesehatan. 4. Mampu memberikan penilaian/menganalisa dalam mendeteksi secara dini terhadap berbagai specime. Sesuai dengan keahlian yang diperolehnya Lulusan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan dapat melaksanakan tugas pada berbagai tempat kerja antara lain: 1. Rumah Sakit Bagian Laboratorium : di semua posisi Analis Laboratorium 2. Puskesmas (tenaga ahli Laboratorium) 3. Laboratorium (peneliti fungsional kesehatan/ Lab. Kimia Klinik/Hematologi, Lab. Bakteriologi/Media, Lab. Kimia Kuali/Kuanti, Lab. Amami ) 4. Instansi Pemerintah (Dinas Kesehatan Propinsi : di bagian analis kesehatan, Laboratorium Forensik) Selain tersebut diatas, ada beberapa hal yang membuat program studi ini dapat berlanjut terus adalah Kebutuhan akan analisis kesehatan khususnya dibidang laboratorium akan terus berkembang, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ilmu pengetahuan baik Indonesia dan dunia yang kompleks yang nantinya akan mereka dapatkan dari lulusan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan di Politeknik Mitra Karya Mandiri. 2.2.3. Capaian pembelajaran (Learning Outcomes) dari program studi sesuai dengan profil lulusan dan jenjang Kerangka Kualifikasi nasional Indonesia level 6 untuk PS yang diusulkan. Rujukan teknis untuk menyusun capaian pembelajaran (learning outcomes) dapat dilihat pada Perpres Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
  24. 24. Falsafah pendidikan keilmuan Diploma 3 Analis Kesehatan adalah Pancasila dan UUD 1945, yang didasarkan pada kemanusiaan sebagai titik sentral upaya pembangunan dengan menjunjung tinggi nilainilai kemanusiaan. Manusia diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa. Melalui kurikulum yang berbasis kompetensi (KBK)/ Competency-based Curriculum, lulusan pendidikan Program Studi Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri akan memiliki kualifikasi kompetensi sebagai berikut: 1. Kompetensi Linguistik, yaitu memiliki pengetahuan tentang sistem manajemen Laboratorium Analis Kesehatan yang dapat digunakan dalam menjelaskan permasalahan yang ada dibidang analisis serta penanganannya. 2. Kompetensi pedagogik, yaitu keahlian dalam menyebarkan dan mengajarkan fungsi dari keilmuan Analis Kesehatan itu sendiri pada semua orang baik kepada pembelajar pemula (young learners) maupun pembelajar dewasa (adult learners dalam hal ini kalangan industri dan perusahaan). 3. Kompetensi profesional, yaitu keahlian dan keunggulan dalam bidang pengetahuan dan ketrampilan dibidang Analis Kesehatan, praktek pengukuran, analisa kejadian yang dapat digunakan dalam proses penerapan keilmuan yang dimiliki, serta memiliki pengetahuan terhadap teori dan praktek penelitian dalam bidang Analis Kesehatan dan dapat menggunakan temuan penelitian tersebut secara efektif dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkenaan dengan ilmu Analis Kesehatan. 4. Kompetensi pribadi, yaitu memiliki kepribadian yang matang dan berakhlak mulia bersikap dan bertindak sesuai dengan profesinya berazaskan pancasila dan UUD 1945. 5. Kompetensi sosial, yaitu memiliki kemampuan menjalin hubungan yang baik dengan semua orang, rekan sejawat, orang tua, masyarakat, serta dunia kerja secara luas. Ilmu Analis Kesehatan adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan mampu menganalisis berbagai hal dibidang Analis laboratorium dan sebagainya. Para lulusan diharapkan dapat bekerja proaktif berinteraksi dengan klien, keluarga dan tenaga kesehatan lain dalam proses menilai potensi dan menetapkan tujuan dan sasaran yang disepakati bersama menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang unik yang dimiliki seorang ahli Analis Kesehatan. Ahli Madya Analis Kesehatan ialah orang yang telah menyelesaikan pendidikan professional Analis Kesehatan dan mempunyai wewenang menjalankan profesi sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan pembekalan keilmuan yang dimiliki, lulusan program studi Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri dapat : 1. Menghasilkan tenaga professional yang mampu merencanakan, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola serta mengevaluasi kegiatan di bidang keilmuan Analis Kesehatan (penata dan pelaksana laboratorium) baik disekolah maupun di luar sekolah yang dilandasi oleh nilai-nilai Ketuhanan yang maha esa, pancasila dan budaya akademik, etika profesi serta serta profesionalisme yang tinggi. 2. Mendalami, meningkatkan serta mengembangkan ilmu dan teknologi khususnya Analis Kesehatan untuk dimanfaatkan seluas-luasnya dalam menyelenggarakan pengelolaan di berbagai bidang.
  25. 25. 3. Meningkatkan mutu penyelenggaraan pengelola manajemen Laboratorium, tidak hanya secara konseptual tetapi juga secara operasional. 4. Berperan dan bertanggung jawab dalam meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang kesehatan khususnya Analis Kesehatan, sehinga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan tuntutan jaman dan perkembangan IPTEK. Dengan pembekalan keilmuan yang di dapat diharapkan akan menghasilkan keluaran (learning outcomes) Program studi Analis Kesehatan dengan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, inovatif dan adaptif terhadap setiap perubahan dan perkembangan, khususnya masalah dibidang Analis Kesehatan (laboratorium kesehatan) sehingga lulusan mempunyai kemampuan bersaing di tingkat nasional dan regional serta mampu menghadapi tantangan dan hambatan dalam kompetisi pasar global. A.Tabel Matriks hubungan antara Rumusan Kompetensi dengan Elemen Kompetensi Sesuai SK Mendiknas No. 045/U/2002 Elemen Kompetensi No 1 2 Kelompok Kompetensi Kompetensi Utama Kompetensi Pendukung Rumusan Kompetensi 1. Penguasaan dan Ketrampilan Berbahasa Aktif Lisan dan Tertulis 2. Penguasaan Keilmuan 3. Penguasaan Ketrampilan 4. Kemampuan Menguasai Teknologi terapan dibidang Analis Kesehatan (teknis pemeriksaan laboratorium) 5. Kemampuan untuk merancang dan Melaksanakan proses teknik operasional Laboratorium 6. Ketrampilan Penguasaan Tehnologi/ ICT dalam proses teknik operasional Laboratorium Landasan Kepribadian 3 Sikap dan Prilaku dalam berkarya Pemahaman kehidupan berkarya √ √ √ √ √ √ 1. Pemahaman terhadap Wacana, Nilai dan Budaya Internasional 2. Penguasaan Ketrampilan Manajerial dan Pengembangan keilmuan analis kesehatan (pranata laboratorium) √ √ 1. Memiliki Pemahaman & Ketrampilan Kewirausahaan Kompetensi Lainnya/Khas Politeknik Mitra Karya Mandiri Penguasaan Kemampuan Ilmu dan Berkarya Keterampilan √ 2. Memiliki Pemahanan dan Kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan √ 3. Memiliki Pemahaman dan Kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dan berkewarganegaraan dalam melaksanakan kegiatan analisis laboratorium √ B. Kompetensi 1. Kompetensi Lulusan Diploma 3 Analis Kesehatan Politeknik Mitra Karya Mandiri √ √
  26. 26. Kompetensi Kode Kompetensi yang harus dimiliki U1 Memiliki keahlian dasar dalam bidang ilmu kesehatan (analis kesehatan) U2 Mampu mendesain sistem manajemen dan administrasi laboratorium U3 Menguasai teknik analisa kebutuhan dan pemenuhan sarana prasarana laboratorium U4 Memiliki pengetahuan dan kemampuan dibidang teknis laboratorium U5 U6 Utama Mampu bekerja sebagai tenaga perencana, pelaksana, pengatur dan pengendali sistem, yang diaplikasikan dalam proses analisis laboratorium. Mampu mengantisipasi, merumuskan dan menyelesaikan masalah/hambatan yang terkait dengan proses analisis di laboratorium Mampu mengembangkan ilmu-pengetahuan dan teknologi khususnya U7 dalam bidang analis kesehatan serta senantiasa menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu-pengetahuan dan teknologi teknis laboratorium kesehatan Mengidentifikasi, menilai dan memecahkan masalah yang berhubungan U8 dengan proses analisis laboratorium serta memberikan keputusan guna mencapai hasil yang optimal dalam pelayanan informasi laboratorium Penguasaan Keilmuan, evaluasi dan pengawasan mutu, layanan dan pengembangan analis kesehatan Mampu memberikan kontribusi ilmu yang diperoleh bagi pemecahan U10 persoalan lintas disiplin ilmu secara optimal. U9 U11 Ketrampilan Penguasaan Tehnologi/ ICT dalam proses analisis laboratorium Mampu berkomunikasi baik lisan maupun tulisan dalam bahasa Inggris dan U12 Indonesia dalam berbagai situasi baik dalam kehidupan sehari-hari dalam setting formal maupun akademik. P1 Pemahaman terhadap Wacana, Nilai dan Budaya Internasional Pendukung Lainnya Menguasai keilmuan, pendekatan dan prinsip-prinsip pembelajaran yang P2 melandasi ketrampilannya mengelola teknis dan manajemen laboratorium secara terintegrasi. Mampu Berwirausaha / bekerja mandiri / bekerjasama dalam mengelola L1 teknis dan manajemen laboratorium secara terintegrasi Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berbudi pekerti luhur, memiliki etika dan moral, berkepribadian yang luhur dan mandiri serta bertanggung L2 jawab terhadap masyarakat dan bangsa Memiliki Pemahanan dan Kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai L3 kebangsaan dan berkewarganegaraan dalam melaksanakan kegiatan analisis laboratorium dan memiliki jiwa pemimpin.

×