Perilaku konsumen

5,992 views

Published on

  • Be the first to comment

Perilaku konsumen

  1. 1. Perilaku KonsumenANDRI WIJAYAMONDAY, MAY 24, 2010Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat,baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidakuntuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka diadisebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwasebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsipholistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumenPerilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar,menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskankebutuhan mereka.Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatasseperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain adalah :Menurut James F. Engel - Roger D. Blackwell - Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktoryang mempengaruhinya, yaitu : Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas. Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya. Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.Menurut Kotler dan Armstrong (1996) terdapat dua faktor dasar yang mempengaruhi perilakukonsumen yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternalFaktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan,marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yangmemiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompokreferensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman olehkonsumen dalam bertingkah laku. Faktor internalFaktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup,kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu
  2. 2. yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.Pendekatan Perilaku KonsumenPendekatan perilaku konsumen terdiri dari 2 bagian yaitu :a.Pendekatan Kardinal atau Cardinal ApproachMenurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan(misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasanyang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yangdapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akanberusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnyanilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumendapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalammembelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkatkepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasantambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima olehindividu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalahperubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yangdikonsumsiAsumsi dari pendekatan ini adalah sebagai berikut:1. Konsumen rasional, artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.2. Berlaku hukum Diminishing marginal utility, artinya yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.3. Pendapatan konsumen tetap yang artinya untuk memenuhi kepuasan kebutuhan konsumen dituntut untuk mempunyai pekerjaan yang tetap supaya pendapatan mereka tetap jika salah satu barang di dalam pendekatan kardinal harganya melonjak.4. Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap yang artinya uang merupakan ukuran dari tingkat kepuasan di dalam pendekatan kardinal semakin banyak konsumen mempunyai uang maka semakin banyak mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka..5. Total utility adalah additive dan independent. Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn dan sebaliknya.b.Pendekatan Ordinal atau Ordinal ApproachDalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahuidan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh darimengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalahindefference curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsiyang memberikan tingkat kepuasan sama. Asumsi dari pendekatan ini adalah:1. Konsumen rasional artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
  3. 3. 2. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna yang artinya konsumen melihat barang dari segi kegunaannya.3. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu artinya konsumen harus mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhannya.4. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum artinya konsumen harus berusaha semaksimal mungkin walaupun hanya mempunyai uang terbatas untuk memenuhi kebtuhan mereka.5. Konsumen konsisten, artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B, tidak berlaku sebaliknya6. Berlaku hukum transitif, artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada CPersaman dan perbedaan:Persamaan Kardinal dan Ordinal:Persamaan kardinal dan ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalammengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentupula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility)Perbedaan kardinal dan Odinal :Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalamangka atau bilangan.. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan.dalam bilanganatau angka. Analisis kardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatanmarginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasansama .Konsep ElastisitasElastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahanvariable lainnya. Definisi lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksikonsumen terhadap perubahan harga.Konsep elastisitas ini digunakan untuk meramalkan apa yang akan barang/jasa dinaikkan.Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlahpenting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harusmengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaanpenjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barangmeningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya. Menurut hukumpermintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaanhanya menurun dalam jumlah yang kecil, kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehinggaprodusen masih mendapatkan keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini ternyatamenurunkan permintaan demikian besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasilpenjualannya mungkin saja tidak dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderitakerugian. Jelas di sini bahwa produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barangproduksinya sebelum membuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besarkepekaan konsumen atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesarsepuluh persen, dua puluh persen, dan seterusnya.Besar kecilnya kepekaan tersebut dapat dilihat dari besarnya angka koefisien elastisitas atauindeks elastisitas.
  4. 4. 4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai dipakai dalam teori ekonomi mikro1. Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand)2. Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)Elastisitas silang (Ec)3. Elastisitas Pendapatan (The Income Elasticity of Demand)KONSEP ELASTISITAS:Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand)Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibatperubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripadapersentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga dipasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dansebaliknya.Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, makadisepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dair, damadengan lebih besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannyadapat dikatakan :1. Tidak elastisitas (in elastic)2. Unitari (unity) dan3. Elastis (elastic)Dengan bentuk rumus umum sebagai berikut :Δ Q ΔP Δ Q PEh : atau Eh = XQ P ΔP QDimana :Eh adalah elastisitas harga permintaanQ adalah Jumlah barang yang dimintaP adalah harga barang tersebutΔ adalah delta atau tanda perubahan.Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas hargapermintaan, yaitu :1. Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggidari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang dimintaterhadap harga, bentuk kurva permintaannya merupakan garis horizontal dengan sempurna sejajardengan sumbu gabris horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu datar, besarelastisitasnya tidak berhingga (Eh =ς) pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga tidakberubah atau pada tingkat harga yang jumlah permintaan dapat lebih banyak.2. Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkatpaling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahanharga adalah sangat kecil, bentuk kurva permintaannya vertikal dengan sempurna sejajar dengansumbu tegak, besar koefisien elastisitasnya adalah nol (Eh = 0), artinya bagaimanapun hargatinggi, konsumen tidak akan mengurangi jumlah permintaannya.Masing-masing bentuk kurva elastisitas harga tersebut,Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga PermintaanElastisitas harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumer terhadap perubahan harga.
  5. 5. Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap penerimaan penjualanmereka, jika mereka merubah strategi harga, apakah kenaikan/menurunkan jumlah barang yangakan dijualnya.Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan :1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktupenggunaan barang tersebut.5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barangElastisitas akan besar bilamana :1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik2. harga relatif tinggi3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lainElastisitas umumnya akan kecil, bilamana :1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yangrendah.3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebutsangat dibutuhkan.Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut.Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan jugapendapatan.Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yangberhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity ofdemand)Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain,maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang Xdibagi dengan persentase perubahan harga dari barang YApabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadapbarang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tintaakan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalahpositif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaanterhadap daging sapi Dan sebaliknya.Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :ΔQx PyEs = ——- x ——- > 0 SubstitusiΔ Px QxΔ Qy PxEs = ——- x ——- < 0 KomplementerΔ Py QyPerlu dicatat bahwa indeks/koefisien elastisitas tidak sama dengan lereng dari kurva atau slope
  6. 6. dari kurva permintaan. Bila elastisitas tersebut no (0) berarti tidak ada hubungan antara suatubarang dengan barang lain.Elastisitas Pendapatan (The Income Elasticity of Demand)Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruhterhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apayang disebut elastisitas pendapatan.Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barangyang diminta dengan persentase perobahan pendapatan, dengan rumus.ΔQΔYΔQYEm = ——- : ——– atau Em = ——– x ——–Q Y ΔY QJika Em= 1 (Unity), maka 1 % kenaikan dalam pendapatan akan menaikkan 1 % jumlah barang yangdiminta;Jika Em>1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatanterhadap barang.Jika pendapatan naik; jika Em < 1 (in Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagianpendapatan yang lebih kecil untuk suatu barang, bila pendapatannya naik.Apabila yang terjadi adalah kenaikkan pendapatan yang berakibatkan naiknya jumlah barang yangdiminta, maka tanda elastisitas tersebut adalah positif dan barang yang diminta sebut barangnormal atau superior.Bila kenaikan dalam pendapatan tersebut berakibat berkurangnya jumlah suatu barang yangdiminta, maka tanda elastisitas terhadap barang tersebut adalah negatif dan barang ini disebutdengan barang inferior atau giffen.Referensi :http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumenhttp://www.anneahira.com/artikel-umum/perilaku-konsumen.htmlhttp://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/04/perilaku-konsumen-dan-produse/http://irwan.ndaru.staff.gunadarma.ac.id/BAB+II+TINJAUAN+PUSTAKA+PHK.doc

×