Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Tugas Softskill
Etika Bisnis

Nama : Sandika Wahyu Indra Putra
NPM : 19210428
Universitas Gumadarma
Bekasi
Bab 1 TEORITIKA ETIKA BISNIS
A. Teori Pengertian Etika
Secara etimologis, etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang...
b. Teori Etika Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani „deon‟ yang berarti kewajiban. „Mengapa
perbuatan in...
Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan
adalah baik ...
B. Bisnis Sebuah Profesi Etis
a. Etika Terapan
Secara umum Etika dibagi menjadi :
1. Etika Umum
Berbicara mengenai norma d...
Daftar Pustaka
http://srisulistyawati.blogspot.com/2012/10/bab-1-teoritika-etika-bisnis.html
http://yuumenulis.wordpress.c...
Bab 1 teoritika etika bisnis
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab 1 teoritika etika bisnis

1,011 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bab 1 teoritika etika bisnis

  1. 1. Tugas Softskill Etika Bisnis Nama : Sandika Wahyu Indra Putra NPM : 19210428 Universitas Gumadarma Bekasi
  2. 2. Bab 1 TEORITIKA ETIKA BISNIS A. Teori Pengertian Etika Secara etimologis, etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K. Bertens, 2000). Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, berarti : nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Menurut Maryanti & Ludigdo, etika adalah : Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi. Etika dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani „ethos‟ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. a. Norma Umum Norma Umum bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal. Norma umum terdiri dari : 1. Norma Sopan santun adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari 2. Etika tidak sama dengan Etiket. Etiket hanya menyangkut perilaku lahiriah yang menyangkut sopan santun atau tata krama 3. Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. 4. Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia
  3. 3. b. Teori Etika Deontologi Istilah deontologi berasal dari kata Yunani „deon‟ yang berarti kewajiban. „Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk‟, deontologi menjawab : „karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang‟. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi : (1) Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban (2) Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik (3) Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal c. Teori Etika Teleologi Teleologi berasal dari kata Yunani, telos = tujuan. Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi : Egoisme Etis Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
  4. 4. Utilitarianisme Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam : 1. Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism) 2. Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)
  5. 5. B. Bisnis Sebuah Profesi Etis a. Etika Terapan Secara umum Etika dibagi menjadi : 1. Etika Umum Berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bgmn manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembagalembaga normatif dan semacamnya. 2. Etika Khusus Penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. b. Etika Profesi 1. Pengertian Profesi Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. 2. Prinsip-prinsip etika profesi • Prinsip Keadilan Prinsip ini terutama menuntut orang yg profesional agar dlm menjalankan profesinya ia tidak merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu, khususnya orang-orang yang dilayani dalam rangka profesinya • Prinsip Otonomi Prinsip yang dituntut oleh kalangan profesional terhadap dunia luar agar mereka diberi kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya. Karena hanya kaum profesional ahli dan terampil dalam bidang profesinya, tidak boleh ada pihak luar yang ikut campur tangan dalam pelaksanaan profesi tersebut Batas-batas prinsip otonomi : • Tanggung jawab dan komitmen profesional (keahlian dan moral) atas kemajuan profesi tersebut serta (dampaknya pada) kepentingan masyarakat • Kendati pemerintah di tempat pertama menghargai otonomi kaum profesional, pemerintah tetap menjaga, dan pada waktunya malah ikut campur tangan, agar pelaksanaan profesi tertentu tidak sampai merugikan kepentingan umum
  6. 6. Daftar Pustaka http://srisulistyawati.blogspot.com/2012/10/bab-1-teoritika-etika-bisnis.html http://yuumenulis.wordpress.com/2012/11/07/teori-etika-etika-bisnis/

×