2012         PSIKOTERAPI          TERAPI PSIKOANALISIS                   “ASOSIASI BEBAS”                      KELOMPOK 1 ...
MATERI PENGANTAR :A. Riwayat Hidup Secara Singkat tentang Freud                            Sigmund Freud dilahirkan 6 Mei ...
Dengan demikian, kita dapat simpulkan bahwa struktur kepribadian menurut Freudada tiga, yaitu id, ego, dan superego. Berik...
mencerminkan yang ideal dan bukan yang riil. Karena itu, superego memiliki dua   subsistem, yaitu egoideal dan suara hati ...
sadari bilamana kita menghendakinya. Caranya, dengan kita memfokuskan diri pada halyang dikehendaki itu.     Namun demikia...
C. Metode Psikoterapi   Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifatmanusia dan meto...
3 Macam Kecemasan           Kecemasan realistis           Kecemasan neurotic           Kecemasan moralb. Tujuan terapi ...
e. Hubungan terapis dan klien       Hubungan dikonseptualkan dalam proses tranferensi yang menjadi inti Terapi       Psiko...
atau sistem yang berisikan naluri-naluri. Dan keinginan-keinginan berasal dari   naluri-naluri itu. Pada gilirannya, melal...
3. Analisis Mimpi         Di camping metode asosiasi bebas, pads periode awal dari psikoanalisa itu Freud         juga men...
PEMBAHASAN :    Metode : Asosiasi bebas    Kami meminta subjek untuk berbaring senyaman mungkin, tapi subjek menolak dan  ...
Identitas SubjekNama                         : GHUsia                         : 23 tahunJenis Kelamin                : Per...
hubungannya dengan teman dekatnya yang diketahui oleh teman-temannya jikawanita itu adiknya.Dan setelah 3 tahun subjek dan...
pendek.Sedikit saja subjek memotong rambutnya ibunya pasti memarahinya sekalipunrambutnya hanya ditipisin.Tadinya subjek m...
subjek akan mencoba menjalaninya dan jika memang meyakinkan subjek akanmenerimanya dan berpikir memang itu jodohnya. Kalau...
subjek dengan ayahnya tidak baik karena subjek merasa tidak nyaman denganayahnya dan istrinya. Apalagi subjek pernah di fi...
ibunya tidak mengizinkan ayah kandungnya menemui subjek.Ketika ayahkandungnya ingin mengajak berkemah pun tidak diizinkan ...
Menurut subjek ayah kandungnya sayang pada dia apalagi subjek anak perempuansatu-satunya.Subjek sempat ditolak keberadaann...
Subjek juga pernah mendapatkan penolakan dari kakeknya, saat subjek lahir,kakeknya menolak kehadiran subjek, entah apa yan...
Pada tahap selanjutnya, kami membuat subjek berada dikondisi yang lebih rileks lagi,dan subjek lebih memilih untuk berbari...
DAFTAR PUSTAKAKoswasa, E. 2009. Teori-Teori Kepribadian. Bandung : Refika Offsethttp://usberstop.wordpress.com/2012/04/04/...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Psikoterapi (asosiasi bebas)

2,332 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,332
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
224
Actions
Shares
0
Downloads
74
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Psikoterapi (asosiasi bebas)

  1. 1. 2012 PSIKOTERAPI TERAPI PSIKOANALISIS “ASOSIASI BEBAS” KELOMPOK 1 Disusun Oleh : Cory Dita Pratiwi 11509614 Duhyta Fenti 13509679 Elfa Gustiara 12509831 Hana Nurraidah 14509314 Irene Anggraini 15509152 Joko Alan Febrianto 11509344 Khoirunnisa 14509226 Maria Sistyantin 11509524 Sinta Dewi Oktaviani 13509396 Valentin 16509642 Vania Riyanti 11509720 Yuly Rahmawati 11509599 Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma
  2. 2. MATERI PENGANTAR :A. Riwayat Hidup Secara Singkat tentang Freud Sigmund Freud dilahirkan 6 Mei 1856 dari sebuah keluarga Yahudi di Freiberg, Moravia, sebuah kota kecil di Austria (kini menjadi bagian dari Cekoslowakia). Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia.Pada mulanya istilah psikoanalisis hanya dipergunakan dalam hubungan dengan Freud saja, sehingga “psikoanalisis” dan “psikoanalisis” Freud sama artinya. Bila beberapa pengikut Freud dikemudian hari menyimpang dari ajarannya danmenempuh jalan sendiri-sendiri, mereka juga meninggalkan istilah psikoanalisis dan memilihsuatu nama baru untuk menunjukan ajaran mereka. Pada saat Freud berusia 4 tahun,keluarganya mengalami kemunduran ekonomi, dan ayah Freud membawa pindah Freudsekeluarga ke kota Wina. Setelah menamatkan sekolah menengahnya di kota Wina ini, Freudmasuk fakultas kedokteran Universitas Wina dan lulus sebagai dokter pada tahun 1881. Daricatatan pribadinya diketahui bahwa Freud sesungguhnya tidak tertarik untuk menjalanipraktek sebagai dokter, dan lebih tertarik kepada kegiatan penelitian ilmiah. Tetapi karenadesakan ekonomi keluarga, dibina bersama Martha Bernays, istrinya yang dinikahi Freudpada tahun 1886, Freud akhirnya menjalani praktek yang tidak disukainya itu. Adapun minatilmiah utama Freud adalah pada neurologi, sebuah minat yang menyebabkan Freud menekunipenanganan gangguan-gangguan neurotik, khususnya histeria.B. Teori Kepribadian Freud Prioritas dalam pembahasan pemikiran Freud ini, ditujukan pada dua, yaitu struktur kepribadian dan struktur pikiran. a. Struktur Kepribadian Menurut Nevid mengenai struktur kepribadian sebagai berikut. “Menurut hipotesis struktural (structural hypothesis) dari Freud, kepribadian dibagi ke dalam tiga unit mental, atau struktur psikis: id, ego, dan superego. Struktur psikis tidak dapat dilihat atau diukur secara langsung, namun keberadaannya ditandai oleh perilaku yang dapat diamati dan diekspresikan pada pikiran dan emosi.”
  3. 3. Dengan demikian, kita dapat simpulkan bahwa struktur kepribadian menurut Freudada tiga, yaitu id, ego, dan superego. Berikut ini penjelasan dari ketiganya yaitu : Id adalah bagian kepribadian yang sangat primitif, inti kepribadian yang belum tercemarberisi motivasi dan psikis dasar yang disebut insting. Dengan instingnya tersebut, Id menuntut pemuasan segera tanpa memperhitungkan aturan-aturan sosial atau berbagai norma, atau kebutuhan dari orang lain. Maka, Id itu sifatnya irealistik, irasional, amoral (tidak dapat menilai ataupun membedakan antara baik dan jahat), khas (tidak teratur), dan dapat secara serempak memiliki pikiran-pikiran yang bertentangan. Sebagai segala sesuatu yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir, Id dengan begitu dioperasikan menurut proses berpikir primer (primary process thinking), yaitu cara yang berhubungan dengan dunia melalui imajinasi dan fantasi. Di samping itu, Id juga bekerja berdasarkan tuntutan prinsip kesenangan (pleasure principle).Dengan prinsip ini, Id tentu saja hanya bertujuan untuk mencari kenikmatan, atau memuaskan hasratnya, tanpa menghiraukan apakah hal itu tepat atau tidak.Di sinilah, peran ego, menjadi sangat menentukan. Namun, sebelum ego dipaparkan, akan disimpulkan dulu apa itu id. Id, dengan demikian adalah struktur psikis yang tidak disadari, muncul saat lahir, yang berisi insting-insting primitif dan diatur oleh prinsip kesenangan. Ego merupakan struktur kepribadian yang berkembang untuk menghadapi dunia nyata atau secara harfiah “aku”. Bekerja berdasarkan prinsip kenyataan atau reality principle. Prinsip kenyataan merupakan kekuatan yang mendorong ego untuk menyelesaikan masalah yang nyata. Beroperasi menurut proses berpikir sekunder (secondary process thinking), yakni berpikir realistik, atau dengan bahasa yang lebih lengkap, proses berpikir sekunder ini adalah proses yang dimulai dengan mengingat, merencanakan, dan menimbang situasi yang memungkinkan kompromi antara fantasi dari id dan realitas dari dunia luar (ego). Bertujuan untuk mencegah terjadinya tegangan sampai ditemukan suatu objek yang cocok untuk pemuasan kebutuhan. Dengan demikian, ego adalah struktur psikis yang berhubungan dengan konsep tentang diri, diatur oleh prinsip realitas dan ditandai oleh kemampuan untuk menoleransi frustasi. Superego ialah bagian moral atau etis dalam kepribadian. Dikendalikan oleh prinsip moralistik (moral principle) dan idealistik (idealistic principle) yang kontradiktif dengan pleasure principlenya id dan reality principle dari ego. Prinsip moral superego menuntut kepatuhan yang ketat terhadap standar moral. Dengan begitu, superego
  4. 4. mencerminkan yang ideal dan bukan yang riil. Karena itu, superego memiliki dua subsistem, yaitu egoideal dan suara hati (conscience). Egoideal adalah superego yang mencerminkan nilai-nilai moral dari self yang ideal. Dengan kata lain, egoideal merupakan serangkaian nilai-nilai sosial yang lebih tinggi dan moral ideal yang hidup dalam superego. Sedangkan suara hati, atau hati nurani, adalah penjaga moral internal yang mengawasi ego dan memberikan penilaian tentang benar dan salah. Superego berkonsekuensi: bila ego gagal dalam memenuhi standar moral dari superego, maka ego akan dihukumi dengan bentuk rasa bersalah dan malu. Hal demikian, memosisikan ego di antara id dan superego.Karenanya, egoharus selaluberusaha untuk memuaskan kebutuhan id tanpa menyerang standar moral superego. Maka dapat disimpulkan, bahwa superego adalah struktur psikis yang menggabungkan nilai-nilai sosial yang diatur oleh prinsip moral; terdiri dari dua bagian: hati nurani dan egoideal.b. Struktur Pikiran Bagi Freud, ketiga struktur kepribadian itu menempati struktur lain dalam mental ataupikiran manusia, yang dalam referensi lain sering disebut sebagai alam sadar manusia,yaitu alam kesadaran (conscious), alam keprasadaran (preconscious), dan alamketidaksadaran (unconscious). Kesadaran atau conscious mengacu pada pengalaman-pengalaman mental sekarang.Dalam pengertian yang lain, kesadaran dipandang sebagai lapisan mental manusia yangberhadapan langsung dengan realitas. Ia mengenal realitas dengan akrab dan mampumenyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi yang ditemuinya di realitas. Dengan demikian,ia mampu memperoleh apa yang dibutuhkannya. Kesadaran, seperti halnya ego, bekerja berdasarkan prinsip kenyataan atau realityprinciple.Karena prinsip kerjanya, maka pengalaman apapun yang masuk ke dalam alamsadar dapat kita sadari sepenuhnya. Mengapa? karena pelbagai pengalam itu tidakbertentangan dengan realitas. Dengan demikian, dapatlah kita tuliskan bahwa alam sadarsesungguhnya bagian dari pikiran manusia yang berhubungan langsung dengan kesadarankita saat ini, dan bekerja sesuai dengan reality principle. Keprasadaran (preconscious) merupakan alam sadar manusia yang kedua.Iamerupakan isi mental yang tidak ada dalam kesadaran, tapi dapat dengan mudah masuk kedalam kesadaran. Keberadaannya diapit oleh dua alam, yaitu alam sadar dan alamtaksadar. Pengalaman-pengalaman yang masuk dalam area prasadar ini masih dapat kita
  5. 5. sadari bilamana kita menghendakinya. Caranya, dengan kita memfokuskan diri pada halyang dikehendaki itu. Namun demikian, penjelasan yang singkat ini setidaknya telah memberikan informasibahwa alam prasadar merupakan bagian dari pikiran di mana isinya terletak di luarkesadaran saat ini namun dapat dibawa ke kesadaran dengan memfokuskan perhatian padaapa yang ingin dimunculkan. Ketidaksadaran atau yang lebih akrab dengan Freud sebagai unconscious merupakanbagian terbesar dari pikiran manusia. Ia diselimuti oleh kemisteriusan. Dan isinya, hanyadapat dimunculkan ke dalam alam kesadaran dengan upaya yang besar, itupun jika bisa.Mengapa demikian? Karena alam asadar ini memendam dan melupakan berbagaidorongan, pengalaman dan kenangan, yang dapat mengancam dialog antara dirinya danrealitas. Bila suatu pengalaman sudah masuk ke areanya, maka akan sangat sulit bagi yangbersangkutan untuk dapat mengenali atau menyadarinya. Dalam pengertian yang lebihekstrim: pengalaman itu disegel. Namun demikian, diyakini Freud bahwa alam asadaradalah gudang dari dorongan-dorongan biologis, atau insting-insting dasar, seperti seksdan agresi. Dalam hal psikoanalisis Freud, agresi atau agresivitas bukan bermakna“penyerangan” atau “penyerbuan” melainkan suatu insting akan mati; keinginan akankematian. Dari uraian itu, dapatlah kita simpulkan bahwa alam taksadar ialah bagian dari pikiranmanusia yang terletak di luar kesadaran yang umum dan berisi berbagai doronganinstingtual, semisal insting hidup atau dorongan seksual dan insting mati atau agresivitas. Ketiga struktur pikiran yang berkenaan dengan alam kesadaran manusia itu, Freud,menganalogikannya pada fenomena gunung es, di mana daerah yang muncul dipermukaan air disebut daerah kesadaran. Sedangkan daerah yang lebih besar, yangterdapat di bawah permukaan air dinamakan daerah ketidaksadaran. Daerah asadar itusendiri dipicu (dikendalikan) oleh dorongan-dorongan, nafsu-nafsu, pikiran-pikiran yangdirepresikan, berisi kekuatan penting yang mengendalikan pikiran-pikiran dan pelbagaiperbuatan setiap individu. Bila dipetakan, maka akan terlihat hubungan sebagaimana dibawah ini. Struktur pikiran itu sendiri, tak hidup terpisah dengan struktur kepribadiannya.Dengandemikian, ada korelasi yang sangat erat antara id, ego, superego dan alam sadar,prasadar, serta sadar.
  6. 6. C. Metode Psikoterapi Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifatmanusia dan metode psikoterapi. a. Sumbangan utama psikoanalisis : 1. kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bias diterapkan pada perbedaan penderitaan manusia. 2. tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh factor tak sadar. 3. perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yg kuat thd kepribadian dimasa dewasa. 4. teori psikoanalisis menyediakan kerangka kerja yg berharga untuk memahami cara-cara yg di peroleh individu dalam mengatasi kecemasan. 5. terapi psikoanalisis telah memberikan cara-cara mencari keterangan dari ketidaksadaran melalui analisis atas mimpi-mimpi. Konsep-konsep utama terapi psikoanalisis 6. struktur kepribadian id ego super ego 7. pandangan tentang sifat manusia pandangan freud tentang sifat manusia pada dasarnya pesimistik, deterministic, mekanistik dan reduksionistik 8. kesadaran & ketidaksadaran konsep ketaksadaran  mimpi-mimpi → merupakan representative simbolik dari kebutuhan- kebutuhan, hasrat-hasrat, konflik  salah ucap / lupa → terhadap nama yang dikenal  sugesti pascahipnotik  bahan-bahan yang berasal dari teknik-teknik asosiasi bebas  bahan-bahan yang berasal dari teknik proyektif 9. Kecemasan Suatu keadaan yg memotifasi kita untuk berbuat sesuatu Fungsi → memperingatkan adanya ancaman bahaya.
  7. 7. 3 Macam Kecemasan  Kecemasan realistis  Kecemasan neurotic  Kecemasan moralb. Tujuan terapi Psikoanalisis Membentuk kembali struktur karakter individu dengan jalan membuat kesadaran yg tak disadari didalam diri klien Focus pada upaya mengalami kembali pengalaman masa anak-anakc. Fungsi & peran Terapis Terapis / analis membiarkan dirinya anonim serta hanya berbagi sedikit perasaan & pengalaman sehingga klien memproyeksikan dirinya kepada terapis / analisis Peran terapis  Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis  Membangun hubungan kerja dengan klien, dengan banyak mendengar & menafsirkan  Terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan-penolakan klien  Mendengarkan kesenjangan-kesenjangan& pertentangan-pertentangan pada cerita kliend. Pengalaman klien dalam terapi Bersedia melibatkan diri kedalam proses terapi yg intensif & berjangka panjang Mengembangkan hubungan dengan analis / terapis Mengalami krisis treatment Memperoleh pemahaman atas masa lampau klien yang tak disadari Mengembangkan resistensi-resistensi untuk belajar lebih banyak tentang diri sendiri Mengembangkan suatu hubungan transferensi yang tersingkap Memperdalam terapi Menangani resistensi2 & masalah yg terungkap Mengakhiri terapi
  8. 8. e. Hubungan terapis dan klien Hubungan dikonseptualkan dalam proses tranferensi yang menjadi inti Terapi Psikoanalisis Transferensi mendorong klien untuk mengalamatkan pada terapis “ urusan yg belum selesai” yg terdapat dalam hubungan klien dimasa lalu dengan orang yang berpengaruh Sejumlah perasaan klien timbul dari konflik-konflik seperti percaya lawan tak percaya, cinta lawan benci Transferensi terjadi pada saat klien membangkitkan kembali konflik masa dininya yg menyangkut cinta, seksualitas, kebencian, kecemasan dan dendamnya Jika analis mengembangkan pandangan yang tidak selaras yg berasal dari konflik- konflik sendiri, maka akan terjadi kontratransferensi  Bentuk kontratransferensi perasaan tidak suka / keterikatan dan keterlibatan yang berlebihan. Kontratransferensi dapat mengganngu kemajuan terapif. Teknik dasar Terapi Psikoanalisis 1. Asosiasi bebas Berbeda dengan metode hipnosis yang menyadarkan diri pada anggapan bahwa pengalaman-pengalaman traumatik yang ada pada pasien histeria perlu dan hanya bisa diungkapkan dalam keadaan si pasien tidak sadar (di bawah pengaruh hipnosis), metode asosiasi bebas bertumpu pada anggapan bahwa pengalaman- pengalaman traumatik (pengalaman yang menyakitkan) yang dimiliki pasien hysteria itu bisa diungkapkan dalam keadaan sadar. (Dalam asosiasi bebas, pasien diminta untuk mengemukakan secara bebas hal-hal apa saja yang terlintas dalam pikirannya saat itu. Bagi terapeut, hal-hal hal yang kemukakan oleh pasiennya itu merupakan bahan untuk menggali dan mengungkap ingatan-ingatan atau pengalaman-pengalaman yang sifatnya traumatic dari alam tak sadar si pasien). Hal yang penting dari pengembangan asosiasi bebas ini adalah, metode asosiasi bebas dengan prinsip atau anggapan yang mendasarinya telah membawa Freud kepada suatu kesimpulan bahwa ketaksadaran memiliki sifat dinamis, dan memegang peranan dalam terjadinya gangguan neurotik seperti histeria. (Di kemudian hari peranan ketaksadaran oleh Freud diperluas dan dipandang sebagai “kawasan terbesar” dari kehidupan psikis, yang di dalamnya terdapat suatu unsur
  9. 9. atau sistem yang berisikan naluri-naluri. Dan keinginan-keinginan berasal dari naluri-naluri itu. Pada gilirannya, melalui mekanisme represi, keinginan-keinginan yang tidak atau sulit dipuaskan akan dikembalikan ke kawasan tak sadar ini, dipenjarakan bersama-sama dengan pengalaman-pengalaman tertentu yang sifatnya traumatic atau menyakitkan bagi individu.) Selain itu, berbeda dengan Breuer, Charcot, Bernheim, dan terapeut-terapeut atau para peneliti umumnya pada waktu itu, Freud mulai menempatkan data yang diperoleh dari kegiatan terapinya dalam kerangka psikologi, serta ia melihat aspek atau mekanisme yang terlibat dalam kejadian munculnya gangguan neurotik dari sudut psikologi, dan bukan dari sudut neurologi atau fisiologi. Dengan demikian, sejak Freud menempuh jalannya sendiri, mengembangkan gagasan dan metode terapinya sendiri, Freud sesungguhnya tengah berada dalam usaha membangun landasan bagi ajaran psikoanalisanya yang unik; dan ternyata usahanya ini memang berhasil. Dapat dikatakan bahwa metode asosiasi bebas merupakan tonggak yang menandai dimulainya psikoanalisa. Metode asosiasi bebas adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman- pengalaman masa lalu &pelepasan emosi-emosi yg berkaitan dengan situasi- situasi traumatik di masa lalu. Freud’s couch atau sofa freud adalah sofa yang digunakan freud dalam melakukan terapi psikoanalisanya, khususnya terapi dengan teknik asosiasi bebas. Dalam teknik asosiasi bebas, pasien diminta untuk berbaring di atas sofa yang nyaman sambil memejamkan mata dan mencapai keadaan rileks. kemudian pasien diminta untuk berbicara sebebas-bebasnya, dan terapis mencatat kata-kata kunci untuk dianalisa sehingga terbukalah jalan menuju permasalahan yang sebenarnya yang digali dari alam bawah sadar pasien.2. Penafsiran Suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi-asosiasi bebas, mimpi-mimpi, resistensi-resitensi dan transferensi. Bentuk nya tindakan analis yg menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna-maknatingkah laku.
  10. 10. 3. Analisis Mimpi Di camping metode asosiasi bebas, pads periode awal dari psikoanalisa itu Freud juga mengembangkan analisis mimpi (dream analysis) atau penafsiran mimpi. Penafsiran mimpi ini diketnbangkan oleh Freud berdasarkan anggapannya bahwa isi mimpi merupakan simbol dari keinginankeing;n4n atau pengalaman- pengalaman tertentu yang direpres di slam tak sadar. Dengan demikian, sebagaimana dikatakan oleh Freud, mimpi itu sendiri adalah via regia Oalan utama) menuju alam tak sadar. Artinya, melalui penafsiran atas sebuah mimpi, kits bisa mengetahui keinginankeinginan atau pengalaman-pengalaman spa yang direpres oleh si pernimpin di alam tak sadarnya. Itulah yang login dicapai Freud melalui penafsiran mimpi yang dikembangkannya. Adapun subjek Freud yang pertama dan sering digunakan untuk keperluan menguji ketepatgunaan metode penafsiran mimpinya tidak lain adalah dirinya sendiri. Dalam buku pertamanya yang diberi judul The Interpretation of Dreams (Die Traumdeutung, 1900), Freud menunjukkan bagaimana mimpi-mimpinya sendiri ia telah dan ia tafsirkan, sehingga daripada.nya ia memperoleh bahan yang berharga untuk memahami kehidupan psikis berikut kekuatan dan mekanisme-mekanisme yang terdapat di dalamnya. Suatu prosedur yg penting untuk menyingkap bahan-bahan yg tidak disadari dan memberikan kpd klien atas beberapa area masalah yg tak terselesaikan. 4. Analisis dan Penafsiran Resistensi Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan2 yg ada dibalik resistensi shg dia bias menanganinya 5. Analisis & Penafsiran Transferensi Adalah teknik utama dalam Psikoanalisis krn mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi.D. Tujuan Metode Psikoanalisis Tujuan dari metode psikoanalisis adalah agar klien bisa menyadari apa yang sebelumnya tidak disadarinya. Gangguan psikologis mencerminkan adanya masalah di bawah sadar yang belum terselesaikan. Untuk itu, klien perlu menggali bawah sadarnya untuk mendapatkan solusi. Dengan memahami masalah yang dialami, maka seseorang bisa mengatasi segala masalahnya melalui “insight” (pemahaman pribadi).
  11. 11. PEMBAHASAN : Metode : Asosiasi bebas Kami meminta subjek untuk berbaring senyaman mungkin, tapi subjek menolak dan berkeinginan untuk duduk selama proses terapi berlangsung. Akhirnya subjek memilih sendiri posisi nyamannya, subjek juga tidak keberatan jika ada banyak orang saat proses terapi berlangsung. Berikut ini adalah gambar yang sempat terekam :
  12. 12. Identitas SubjekNama : GHUsia : 23 tahunJenis Kelamin : PerempuanPersoalan yang dihadapi : Menyukai sesama jenisKarena kami memilih metode asosiasi bebas, maka kami meminta subjek untukbercerita sebebas mungkin. Dan akhirnya kami mendapatkan cerita sebagai berikut :Mulanya subjek bercerita mengenai keadaannya saat ini, secara umum subjek merasadirinya baik-baik saja. Tetapi lama-kelamaan mulai tergali kehidupan masa lalusubjek. Berkaitan dengan kondisinya yang menyukai sesama jenis, subjek berceritasejak SD sudah mulai merasa jika dirinya menyukai sesama jenis tetapi ketika adaadik kelasnya di SDyang menyukainya subjek merasa heran, tetapi subjek pernahmenyukai kakak kelasnya yang sesama jenis dan terus berlanjut. Untuk selanjutnyaketika masuk tingkat SMP subjek mulai berpacaran dengan temannya yang sesamajenis dan yang tahu hanya teman rumahnya saja tetapi teman-teman sekolah tidakmengetahuinya.Di SMP pula subjek ketahuan oleh keluarganya kalau subjek penyukasesama jenis, lalu ketika tingkat SMA subjek pindah ke Jakarta untuk tinggal bersamaayahnya dengan maksud supaya bisa tidak menyukai lagi sesama jenis. Dan ketika diatinggal bersama ayahnya subjek mendapatkan teman yang ternyata sama dengannyamenyukai sesama jenis yang penampilannya sama dengan subjek yaitu tomboy.Setiap seminggu sekali subjek ikut pengajian setelah ikut pengajian tersebut ayahnyabertanya apa ada perubahan dan subjek menjawab iya ada perubahan tetapijawabannya itu hanya untuk menyenangkan ayahnya saja. Setiap ingin mencobaberubah subjek berpikir semakin enjoy,semakin subjek merubah sifat jeleknyasemakin banyak kesenangan yang subjek dapatkan dari sifat jelek yang subjek punya.Subjek pernah berpacaran oleh seorang cowo dari kelas 1 sampai kelas 3 SMA ketikaitu subjek merasa seperti wanita seutuhnya karena subjek diperlakukan secararomantis. Tetapi tetap untuk perasaannya subjek susah untuk menerimannya.Beberapa kali banyak cowo yang nembak tetapi subjek tolak.Tetapi ada satu cowoyang subjek terima untuk jadi pacarnya karena untuk menutupi rumor tentangnyakalau subjek menyukai sesama jenis karena itu subjek mau menerimanya danbertahan selama 3 tahun.Selama berpacaran subjek tidak pernah pergi keluar barenghanya bertemu di sekolah saja.Dan hanya ke rumah ketika lebaran untuk bertemuaorang tuanya.Ketika subjek berpacaran dengan cowo itu subjek pun tetap menjalani
  13. 13. hubungannya dengan teman dekatnya yang diketahui oleh teman-temannya jikawanita itu adiknya.Dan setelah 3 tahun subjek dan pacarnya yang cowo putus.Setelahputus subjek tidak merasa sedih apalagi patah hati seperti wanita pada umumya hanyabiasa-biasa saja. Setelah itu subjek berpacaran lagi yang rumahnya berdekatan dengansubjek dan teman kerja bareng dan sampai sekarang tidak pernah ada kata putus tetapilost contact.Subjek merasa susah untuk berubah karena setiap ingin berubah ada saja perempuanyang mendekatinya. Dan itu membuat subjek merasa nyaman karena subjek merasaperempuan itu selalu ada buatnya. Sehingga subjek merasa enjoy dengan posisinyayang menyukai sesama jenis. Tetapi setelah tidak ada perempuan yang dekatdengannya subjek merasa ingin berubah untuk berani menjalani hubungan denganlawan jenis.Subjek memang suka dengan lawan jenis tetapi tidak ingin memilikinyakarena tidak bisa bahkan tidak pernah terlintas untuk berpacaran dengan lawan jenis.Keluarga besar subjek sudah mengetahui sifatnya ini sejak subjek tingkat SMP karenasubjek juga tidak bisa untuk menutupinya terus menerus dari orangtuanya. Orangtuasubjek suka bertanya mau sampai kapan subjek akan terus menerus seperti ini dansubjek pun tidak bisa menjawabnya. Biasanya setelah ditanya seperti itu subjek sukamerenungkannya selama seminggu bahwa yang subjek lakukan itu salah dan inginberubah tetapi setelah itu subjek kembali lagi tidak memikirkannya dan kembalimenjalin hubungan sesama jenis.Untuk masalah ini subjek jika ditanya ingi berubahsubjek pun sangat ingin berubah. Ketika temannya bertanya akan menikah denganperempuan atau laki-laki subjek pun langsung menjawabnya kalau subjek pastimenikah dengan seorang laki-laki. Subjek berpatokan pada perkataan ayahnya selagimuda rasain aja apa yang menjadi kesenangan diri subjek, nanti jika sudah merasapuas barulah berubah dan jangan dipaksakan jika tidak ingin berubah karena percumajika dipaksakan tidak akan berubah. Kalau udah niat berubah barulah berubah. Disatusisi subjek berpikir akan berubah karena tidak ingin mengecewakan orangtuanyatetapi perubahannya itu tidak untuk sekarang-sekarang ini.Subjek tidak masalah jika ada temannya yang menjauhinya karena mengetahui kalausubjek itu menyukai sesama jenis.Orangtua subjek susah untuk mengerti keadaan subjek walaupun pada saat ini sudahmulai banyak yang menyukai sesama jenis. Ibu subjek tidak menyukai jika rambutnya
  14. 14. pendek.Sedikit saja subjek memotong rambutnya ibunya pasti memarahinya sekalipunrambutnya hanya ditipisin.Tadinya subjek merasa biasa saja dengan sifatnya itu tetapi setelah semakin banyakyang sejalan dengannya sekarang ini membuat subjek merasa risih karena subjektakut kalau teman yang mempunyai sifat sama dengannya itu akan memberitahu keorang-orang siapa subjek sebenarnya. Karakter orang yang homo sudah di judge jelek.Dan jika subjek melihat ada 2 orang yag homo memperlihatkan secara frontal subjekmerasa kesal dan ingin marah. Tetapi subjek pun tidak bisa merasa marah karenasemua orang mempunyai kehidupannya masing-masing.Subjek merasa nyaman dengan sifatnya ini walaupun terkadang subjek merasa bosandengan keadaannya.Subjek pun merasa lebih nyaman dengan seorang perempuandaripada seorang laki-laki. Karena banyak temannya yang cerita tentang cowonyayang sudah menyakiti walaupun pacaran dengan sesama jenis ataupun lawan jenisakan tetap sama-sama merasakan sakit hati. Banyak label dalam hal lesbi ada buciatau andro.Pandangan subjek tentang laki-laki adalah jika memang laki-laki itu baik makaayahnya yang notaben adalah kaki-laki tidak akan meninggalkan ibunya ketika subjekbaru saja dilahirkan. Dan itu menjadi patokan subjek kenapa ayahnya meninggalkanibunya. Karena subjek suka perempuan dan subjek paling sayang dengan ibunya,tetapi ibunya malah disakitin sama ayahnya sendiri. Semenjak itu subjek berpatokantidak pernah suka dengan seorang laki-laki. Subjek berpikir memang tidak mungkinsemua laki-laki sama tetapi hampir semua laki-laki seperti itu. Subjek juga berpikiryang jelek saja bisa menduakan pacarnya apalagi yang cakep. Dan subjek berpikirtidak akan menemukan seorang laki-laki yang hanya menyukai satu perempuan saja.Subjek sadar tidak ada manusia yang sempurna tetapi menurut subjek susah sekaliuntuk mendapatkan laki-laki yang benar-benar baik tidak akan menyakitinya danhanya satu perempuan yang dia suka. Menurut subjek sekarang ini laki-lakikekurangan perempuan karena sudah banyak perempuan yang lesbi.Bahkan ada laki-laki yang berpura-pura untuk menjadi perempuan buci.Untuk sekarang jika melihatlaki-laki tidak ada yang subjek suka.Subjek berpositif thinking mungkin untuksekarang ini memang belum mendapatkan jodoh. Jika ada seorang laki-laki yangberniat baik dan sesuai dengan yang subjek inginkan dan subjek merasa nyaman pasti
  15. 15. subjek akan mencoba menjalaninya dan jika memang meyakinkan subjek akanmenerimanya dan berpikir memang itu jodohnya. Kalau tidak subjek akanmelepaskannya tidak dipikirkan kembali.Untuk masalah disakiti oleh pasangan subjek berpikir tidak hanya yang normal yanghomo pun seperti itu akan sama-sama merasa disakiti. Bahkan pernah ketika subjekmempunyai pacar yang sesama jenis ada perempuan yng ingin menjadi pacarnyapadahal dia tahu kalau subjek sudah mempunyai pacar.Bahkan dia ingin jadi pacarkeduanya. Walaupun subjek menyadari jika dalam keadaan yang normal atau homosama-sama akan tersakiti subjek tetap ada di keadaan homo karena pada awalnyasubjek berada di keadaan yang salah.Sejak subjek TK subjek mengetahui kalau subjek tinggal dengan ayah tiri dan ayahkandungnya pun suka menjenguknya.HistorySubjek diberitahu oleh tantenya ketika ibu subjek baru saja melahirkan subjek ayahkandungnya ke rumah sakit membawa surat cerai ke ibunya. dan akhirnya ibunyabekerja subjek pun dititipin ke tantenya dan tinggal lah bersama tantenya. Tetapidisitu subjek mendapatkan penolakan dari kakeknya karena subjek anak dari ayahkandungnya. Kakeknya sama sekali tidak mau melihat subjek dan subjek pun tidakingin melihat kakeknya. Dari kecil ayah kandungnya tidak pernah memberi uanguntuk membeli susu bahkan sepersen pun tidak pernah member.Sejak kecil tantenya yang berusaha untuk agar subjek diterima oleh kakeknya itu.Danpada akhirnya kakeknya pun menerima subjek.Tetapi subjek memang lebih dekatdengan nenenknya dibandingkan kakeknya.dari kecil diasuh oleh ibu dan tantenyayang beragama keristen jadi subjek beragama keristen walapun ayah kandungnyaislam. Subjek suka memberi lihat nilai-nilai agama keristen ke ayah kandungnya.Karena subjek pernah tinggal dengan ayahnya jadi subjek belajar agama islamdirumah maupun disekolah. Tetapi subjek tidak masuk secara syah menjadi orangislam.Ketika liburan subjek tinggal dengan ayahnya dan ibu subjek suka merasa sedih jikasubjek tinggal dengan ayah kandungnya. Pernikahan beda agama yang dijalani olehorangtua subjek tidak terlalu dipusingkan oleh keluarga ibunya. hubungan terakhir
  16. 16. subjek dengan ayahnya tidak baik karena subjek merasa tidak nyaman denganayahnya dan istrinya. Apalagi subjek pernah di fitnah oleh ibu tirinya.Setelah itusubjek pindah tinggal lagi dengan ibu kandungnya sampai sekarang.Dan tidak pernahbertemu lagi dengan ayah kandungnya setelah lebaran. Komunikasi dengan ayahnyahanya lewat HP. Ayahnya tidak berusaha untuk menghubunginya karena ayahnyatahu kalau subjek tinggal dengan ibunya dan tidak akan kemana-mana. Karena ayahdan ibu kandungnya sama-sama tidak mengizinkan subjek untuk nginep dirumahtemannya.Jika subjek main keluar rumah dan belum pulang-pulang ibunya berpikirjika subjek ada di rumah ayah kandungnya padahal subjek sedang bersamatemannya.Subjek lebih memilih bersama teman dibandingkan dengan ayahnya karenapernah difitnah oleh ibu tirinya.Pertama kali tahu ayahnya sudah menyakiti ibunya ketika sedang di tingkat SMP.Kedekatan subjek dengan ayah kandung dan ayah tiri sama saja karena buat subjekayah kandungnya maupun ayah tirinya itu adalah orang lain. Tetapi kalau siapa ayahkandungnya subjek merasa ayah kandungnya itu ayah tirinya.Subjek sadar jika subjekdosa tidak mengakui ayah kandungnya tetapi memang subjek tidak bisa menganggapayah kandungnya itu karena subjek merasa dari kecil ayah kandungnya tidak pernahada tetapi yang ada ayah tirinya. Dan karena sosok ayah yang subjek pandang didalam rumah ayah tirinya yang selalu ada dari susah sampai senang dan selalumerawatnya. Sedangkan ayah kandungnya tidak pernah ada bahkan tidak tahudimana.Saat ini subjek menganggap ayah kandung subjek yaitu ayah tirinya dan ayahkandungnya itu tidak pernah ada.Ketika kecil subjek merasa senang-senang sajakarena subjek belum memahami masalah yang ada.Hubungan ayah tiri subjek dan ayah kandungnya tidak baik.Ibu subjek pun tidak diizinkan untuk berkomunikasi sekalipun lewat media.Jika ada urusan dengan ayahkandungnya maka yang menghubungi tantenya.Ketika bertanya ke ayah kandungsubjek tentang subjek pun ibu kandungnya bertanya lewat perantara tantenya subjek.Ada temannya yang berbicara ke subjek agar subjek mau mendatangi ayahkandungnya sebelum subjek terlambat karena tidak ada yang tahu umur manusiakapan supaya subjek tidak merasa menyesal nantinnya.Tetapi karena kondisi subjekyang tidak dibolehkan bertemu dengan ayah kandungnya untuk menginap saja tidakboleh apalagi untuk mendatangi ayahnya.Karena sesuai dengan keputusan agama,
  17. 17. ibunya tidak mengizinkan ayah kandungnya menemui subjek.Ketika ayahkandungnya ingin mengajak berkemah pun tidak diizinkan oleh ibunya. Ibu subjekberpikir kalau subjek akan diajak untuk menjadi mualaf karena ayah kandungnyamengundang seorang ustad datang ke perkemahan. Dan ibunya juga berpikir kalausubjek tinggal dengan ayah kandungnya maka subjek akan masuk islam dan memangayah kandungnya berharap kalau subjek bisa satu agama yaitu islam.Subjek pernah diusir oleh ibunya pada tingkat SMP karena ibunya mengetahui kalausubjek menyukai sesama jenis.Ketika diusir subjek tidak pernah tinggal bersama ayahkandungnya tetapi dengan ayahnya tetapi rumah teman subjek satu daerah denganrumah ayah kandungnya.Setelah subjek diusir ibu subjek berpikir kalau subjek pastike rumah ayah kandungnya karena berpikir karena pertama kalinya subjek diusir tidakberani pergi kemana-mana pasti ada di rumah ayah kandungnya padahal tidak.Ayah tiri subjek tidak suka kalau ibu kandung subjek menghubungi ayah kandungsubjek karena menurut ayah tirinya kalau ibunya sudah tidak lagi menjadi istri dariayah kandung subjek dan sudah menjadi istri ayah tirinya. Waktu subjek tingkat SMPibu kandung dan ayah tirinya suka berantem karena tidak suka dengan sikapsubjek.Hingga orangtuanya lelah untuk memberitahu subjek untuk berhenti menjadilesbian.Subjek ketahuan oleh ibunya ketika ada teman perempuannya yang datang hanyaberdua saja dengan subjek dan pintu pagar dan pintu rumahnya dikunci.Sehingga ibusubjek curiga dan berpikir macem-macem jadi dari situ baru subjek jujur dengankeadaannya yang lesbian.Menurut subjek orangtuanya egois karena subjek diminta untuk melanjutkan usahaorangtuanya padahal subjek tidak menyukai usaha orangtuanya. Sekalipun subjekharus bekerja subjek akan mencari pekerjaan yang lain dibandingkan harusmeneruskan usaha orangtuanya. Dan menurutnya juga susah untuk memahamiorantuanya hanya subjek yang bisa memahami pemikiran dari orangtuanya.Subjekpun menceritakan ke temannya tentang orangtuanya dan temannyapunmenjawab sesuai dengan pemikiran subjek memang susah untuk memahamiorangtuanya.
  18. 18. Menurut subjek ayah kandungnya sayang pada dia apalagi subjek anak perempuansatu-satunya.Subjek sempat ditolak keberadaannya oleh kakeknya ketika masih bayijika dibilang sayang subjek memang menyanyanginya tapi lebih menyanyangineneknya karena lebih dekat.Kesimpulan cerita :Subjek merupakan anak dengan orangtua yang berbeda agama, ibundanya seorangyang beragaman kristen, dan ayahnya beragaman islam. Subjek tidak pernahmenanyakan mengenai masa lalu orang tuanya, suatu ketika subjek pernahmengungkit mengenai hal sensitif ini, tapi sang ibu menolak untuk menceritakannya,sejak saat itu subjek tidak pernah bertanya lagi. Subjek memiliki pengalaman kurangmenyenangkan dengan ayahnya. Saat subjek masih kecil, ayahnya menceraikanibunya. Sang ayah pun diketahui memiliki 3 orang istri, ibu subjek adalah istripertamanya, saat bercerai ayah subjek membawa serta istri ke 2 nya. Seakan-akansubjek merasakan apa yang dirasakan ibunya, subjek pun marah dengan sikapayahnya. Ibu subjek kemudian menikah lagi, dan masih menjalani biduk rumahtangganya hingga saat ini. Sejak kecil subjek dirawat oleh ayah tirinya, yangkemudian diaku subjek sebagai ayah kandungnya. Subjek mengatakan kepada kami,jika ayah kandungnya dianggap telah tiada. Saat masih kecil, ayah kandung subjeksering datang berkunjung, saat usia sebelum TK, subjek sudah mengetahui bahwalaki-laki yang sering datang adalah ayah kandungnya. Ayah kandung subjek seringdatang bersama istri barunya, mereka juga suka mengajak subjek berjalan-jalan.Saat memasuki remaja, subjek mulai mengetahui semua cerita masa lalunya dari sangtante, subjek pun mulai memahami kondisinya. Subjek sempat tinggal bersamaayahnya selama beberapa tahun, tapi kemudian kembali kepada ibunya. Meski segalafasilitas terpenuhi, subjek merasa semuanya tidak cukup, saat itu subjek tinggaldengan istri-istri ayahnya, dan anak dari istri-istri ayahnya yang lain, meskidiperlakukan dengan baik, tapi subjek merasa tidak nyaman tinggal disana.Dalam situasi seperti ini diusia yang labil, akhirnya subjek memilih untuk berpacarandengan sesama jenis. Meski ketertarikannya dengan perempuan mulai terlihat sejaksubjek duduk dibangku sd. Hingga kini subjek masih menyukai sesama jenis, danmemiliki pasangan.
  19. 19. Subjek juga pernah mendapatkan penolakan dari kakeknya, saat subjek lahir,kakeknya menolak kehadiran subjek, entah apa yang sebenarnya terjadi, tapi lambatlaun sang kakek pun dapat menerima kehadiran subjek, meski subjek mengaku lebihdekat dengan neneknya.Subjek kini tinggal bersama ibu dan ayah tirinya, dengan 2 orang adik hasilpernikahan sang ibu dan ayah tirinya.Analisis masalah :Meskipun belum menjadi seorang ahli, kami berusaha untuk menganalisispermasalahan yang ada. Kini subjek memiliki persoalan dengan ketertarikan terhadapsesama jenis, hal ini tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya sajafaktor hormon, lingkungan pergaulan, juga pengalaman yang menimbulkan traumatik.Dalam kasus ini, kami tidak dapat mengintervensi terlalu jauh berkaitan dengan faktorhormon atau kondisi faali dari subjek. Lingkungan pergaulan subjek juga tentunyamempengaruhi kondisi subjek saat ini, akan tetapi lingkungan pergaulan tentunyaberkembang seiring dengan semakin banyaknya orang yang mengenal subjek sebagaisosok lesbian. Ada penyebab mendasar yang kami lihat, yakni pengalaman kurangmenyenangkan yang dialami subjek dengan beberapa sosok laki-laki yang semestinyadekat dengan dirinya. Entah disadari atau tidak, kondisi ini tentunya mempengaruhicara berpikir subjek mengenai laki-laki. Subjek juga mengaku banyak mendengarcerita dari teman-temannya, jika laki-laki sering kali menyakiti perempuan. Hal initentunya semakin memperngaruhi cara pandang subjek terhadap laki-laki, meski iajuga mengaku sering kali sakit hati dalam menjalani hubungan dengan sesamajenisnya. Namun subjek lebih hingga saat ini lebih memilih menjalani hubungan yangdemikian. Kesimpulannya, kehidupan masa lalu subjek memberikan trauma tersendiribagi subjek.Kemudian kami mencoba untuk menjelaskan kondisi trauma yang mungkindialaminya, yang pada akhirnya dapat menjadi salah satu cikal bakal penyebabkondisinya saat ini. Bukan hal yang mudah untuk membuat klien mengerti danmenerima hal-hal yang sebelumnya diingkarinya.
  20. 20. Pada tahap selanjutnya, kami membuat subjek berada dikondisi yang lebih rileks lagi,dan subjek lebih memilih untuk berbaring dengan posisi tidur terngkurap.Kami mencoba untuk membuat subjek menyadari perilaku yang tidak semestinya,memotivasi subjek untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Meski tidakdapat dilakukan secara instan, tapi info terbaru yang kami dapat, subjek kini mulaimengatur intensitas pertemuan dengan pasangannya, mulai mengurangi komunikasidan dengan kesadaran serta tekad yang kuat, subjek mengaku ingin berubah.Evaluasi kegiatanSejauh ini kami lebih banyak belajar teori ketimbang praktek, dan penerapan ilmusecara langsung dengan dihadapkan pada suatu permasalahan, membuat kamimemahami jika untuk melakukan proses terapi tidak semudah yang kami bayangkan.Perlu ada pendekatan yang baik (rapport), hingga akhirnya klien merasa nyamanuntuk bercerita, perlu kesabaran yang besar untuk menghadapi pengingkaran dariklien, dan yang pasti perlu pemahaman yang mendalam tentang suatu bidang ilmuyang memang akan kita terapkan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuankita.
  21. 21. DAFTAR PUSTAKAKoswasa, E. 2009. Teori-Teori Kepribadian. Bandung : Refika Offsethttp://usberstop.wordpress.com/2012/04/04/800/http://sindikatpsikologjahat.wordpress.com/tag/asosiasi-bebas/http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2010/12/27/terapi-psikoanalitik/http://eka.web.id/pengertian-psikoanalisis-psiko-analisa.htmlindryawati.staff.gunadarma.ac.id/.../TERAPI+PSIKOANALISIS.doc

×