TUGAS PKP                TANGGUNG JAWAB DAN AKONTABILITAS       Tanggung jawab dan akontabilitas sangat penting dalam mene...
Tanggung jawab diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan kinerja yang ditampilkanguna memperoleh hasil pelayanan keperawatan...
Akontabilitas profesional mempunyai beberapa tujuan, antara lain: (1) Perawat danbidan harus mempertanggungjawabkan tindak...
sumber yang dimiliki. Perawat atau bidan harus selalu mempertahankan filosofi     keperawatan atau kebidanan yang mengandu...
Kesimpulan          Tanggung jawab dan akontabilitas memerlukan dasar komitmen yang kuat dalampraktek keperawatan atau keb...
PERNYATAAN HAK-HAK PASIEN        Pernyataan hak-hak pasien (Patient;s Bill of Rights) dikeluarkan oleh The AmericanHospita...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas pkp

2,818 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,818
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
26
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas pkp

  1. 1. TUGAS PKP TANGGUNG JAWAB DAN AKONTABILITAS Tanggung jawab dan akontabilitas sangat penting dalam menentukan mutu kinerjaperawat dan bidan. Hal ini membutuhkan proses mental untuk menjadikan Perawat dan Bidanbekerja secara profesional. Perawat dan bidan harus waspada serta meningkatkan kinerjanyamengingat tanggung jawab dan akontabilitas berhubungan dengan kegiatan atau tindakanmereka. Mereka perlu memonitor dan mengevaluasi semua hasil pekerjaan yang telahdilakukannya, dan selalu berupaya meningkatkan serta menjaga mutu pelayanannya. Tanggung jawab: mengarah pada kinerja tindakan dari tugas, mencakup tindakanpara staf dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk kesejahteraan pasen. Akontabilitas: mengarah pada hasil dari tindakan yang dilakukan. Ini berartimenerima hasil kerja atau tindakan serta tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil,serta tindakan, dan catatan yang dilakukan dalam batas kewenangannya.Konsep tanggung jawab dan Akontabilitas1. Tanggung Jawab Menempatkan kebutuhan pasen di atas kepentingan sendiri. Melindungi hak pasen untuk memperoleh keamanan dan pelayanan yang berkualitas dari perawat atau bidan. Selalu meningkatkan pengetahuan, keahlian serta menjaga perilaku dalam melaksanakan tugasnya.2. Akontabilitas Dapat mempertahankan kinerja professional berdasarkan standar yang berlaku.Tanggung jawab Tanggung jawab menunjukkan kewajiban. Ini mengarah kepada kewajiban yang harusdilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan secara professional. Manajer dan para staf harusmemahami dengan jelas tentang fungsi tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masingperawat dan bidan serta hasil yang ingin dicapai dan bagaimana mengukur kualitas kinerjastafnya. Perawat atau bidan yang professional akan bertanggung jawab atas semua bentuktindakan klinis keperawatan atau kebidanan yang dilakukan dalam lingkup tugasnya.
  2. 2. Tanggung jawab diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan kinerja yang ditampilkanguna memperoleh hasil pelayanan keperawatan atau kebidanan yang berkualitas tinggi. Yangperlu diperhatikan dari pelaksanaan tanggung jawab adalah memahami secara jelas tentang“uraian tugas dan spesifikasinya” serta dapat dicapai berdasarkan standar yang berlaku atauyang disepakati. Hal ini berarti perawat atau bidan mempunyai tanggung jawab yangdilandasi oleh komitmen, dimana mereka harus bekerja sesuai fungsi tugas yang dibebankankepadanya. Untuk mempertahankannya, perawat dan bidan hendaknya mampu dan selalumelakukan introspeksi serta arahan pada dirinya sendiri (self-directed), merencanakanpengembangan diri secara kreatif dan senantiasa berusaha meningkatkan kualitas kinerjanya.Hal ini diperlukan agar mereka dapat mengidentifikasi elemen-elemen kritis untukmeningkatkan dan mengembangkan kinerja klinis mereka, guna memenuhi kepuasan pasendan dirinya sendiri dalam pekerjaannya. Mencatat respon dan perkembangan pasen denganlengkap dan benar merupakan salah satu tanggung jawab perawat atau bidan dalammelaksanakan tugasnya.Akontabilitas Akontabilitas adalah mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan, dimana “tindakan”yang dilakukan merupakan satu aturan profesional. Oleh karena itu pertanggungjawaban atashasil asuhan keperawatan atau kebidanan mengarah langsung kepada praktisi itu sendiri.Pada tingkat pelaksana sebagai perawat atau bidan harus memiliki kewenangan dan otonomi(kemandirian) dalam pengambilan keputusan untuk tindakan yang akan mereka lakukan.Manajer ruangan (KARU) bertanggung jawab atas keputusannya terhadap pelaksanaan tugas-tugasnya, termasuk menyeleksi staf, terutama mengarah pada kemampuan kinerja merekamasing-masing. Selanjutnya, setiap perawat atau bidan sebagai anggota tim bertanggungjawab terhadap penugasan yang dilimpahkan kepadanya. Oleh karena itu, setiap perawatatau bidan harus faham terhadap pertanggungjawaban atas tugas yang dibebankankepadanya. Kepala ruangan wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas darisrafnya. Perawat atau bidan professional harus dapat mempertanggungjawabkan tindakanyang dilakukan dalam pencapaian tujuan asuhan keperawatan atau kebidanan kepada pasen.Kepekaan diperlukan terhadap hasil setiap tindakan yang dilakukannya, karenaberhubungan dengan tanggung jawab, pendelegasian, kewajiban dan kredibilitasprofesinya.
  3. 3. Akontabilitas profesional mempunyai beberapa tujuan, antara lain: (1) Perawat danbidan harus mempertanggungjawabkan tindakannya kepada pasien, manajer dan organisasitempat mereka bekerja. (2) Mereka bertanggungjawab terhadap tindakan yang diambil untukpasen dan keluarganya, masyarakat dan juga terhadap profesinya. (3) Mengevaluasi praktekprofesional dan para stafnya. (4) Menerapkan dan mempertahankan standar yang telahditetapkan dan yang dikembangkan oleh organisasi. (5) Membina ketrampilan personal stafmasing-masing. (6) Memastikan ruang lingkup dalam proses pengambilan keputusan secarajelas.Mikanisme Akontabilitas1. Keperawatan atau Kebidanan Klinis Kelompok perawat atau bidan bertanggung jawab selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu untuk merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi asuhan keperawatan atau kebidanan untuk sekelompok pasennya. Mereka mempunyai wewenang penting untuk memenuhi tanggung jawabnya. Untuk itu mereka harus memiliki wewenang dalam memenuhi tanggung jawabnya dan harus mampu menerima akontabilitas untuk pencapaian hasil praktek keperawatan atau kebidanan. Kewenangan yang dimiliki perawat atau bidan untuk memberikan asuhan keperawatan atau kebidanan diarahkan langsung kepada pasen pada setiap saat dalam pelaksanaan tugas. Praktek klinik keperawatan atau kebidanan merupakan instrument yang sudah biasa dilakukan dan dapat dipergunakan dalam mempromosikan praktek profesionalnya. Seorang manajer dapat mengembangkannya melalui dorongan dan kepercayaan terhadap staf perawat atau bidan, agar mereka semakin memiliki kesadaran, dan kemampuan klinis dalam memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi.2. Etika Perawat / Bidan Kerangka konsep dan dimensi moral dari suatu tanggung jawab dan akontabilitas dalam praktek klinis keperawatan dan kebidanan didasarkan atas prinsip- prinsip etika yang jelas serta diintegrasikan ke dalam pendidikan dan praktek klinis. Hubungan perawat atau bidan dengan pasen dipandang sebagai suatu tanggung jawab dan akuntabilitas terhadap pasien yang pada hakekatnya adalah hubungan memelihara (caring). Elemen dari hubungan ini dan nilai-nilai etiknya merupakan tantangan yang dikembangkan pada setiap sistem pelayanan kesehatan dengan berfokus pada sumber-
  4. 4. sumber yang dimiliki. Perawat atau bidan harus selalu mempertahankan filosofi keperawatan atau kebidanan yang mengandung prinsip-prinsip etik dan moral yang tinggi sebagaimana perilaku memelihara dalam menjalin hubungan dengan pasen dan lingkungannya. Sebagai contoh, ketika seorang perawat/bidan melakukan kesalahan dalam memberikan obat kepada pasen, dia harus secara sportif (gentle) dan rendah hati (humble) berani mengakui kesalahannya. Pada kasus ini dia harus mempertanggungjawabkan kepada: (1) pasen sebagai konsumen, (2) dokter yang mendelegasikan tugas kepadanya, (3) Manajer Ruangan yang menyusun standar atau pedoman praktek yang berhubungan dengan pemberian obat (4) Direktur Rumah Sakit atau Puskesmas yang bertanggung jawab atas semua bentuk pelayanan di lingkungan organisasi tersebut.Mempertahankan Akontabilitas Propesional dalam Asuhan Keperawatan1. Terhadap Diri Sendiri; (a) Tidak dibenarkan setiap personal melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan status kesehatan pasen. (b) Mengikuti praktek keperawatan atau kebidanan berdasarkan standar baru dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi canggih. (c) Mengembangkan opini berdasarkan data dan fakta.2. Terhadap Klien atau Pasen; (a) Memberikan informasi yang akurat berhubungan dengan asuhan keperawatan atau kebidanan. (b) Memberikan asuhan keperawatan atau kebidanan berdasarkan standar yang menjamin keselamatan, dan kesehatan pasen.3. Terhadap Profesinya; (a). Berusaha mempertahankan, dan memelihara kualitas asuhan keperawatan, atau kebidanan berdasarkan standar, dan etika profesi. (b) Mampu dan mau mengingatkan sejawat perawat/bidan untuk bertindak profesional, dan sesuai etik moral profesi.4. Terhadap Institusi/Organisasi; Mematuhi kebijakan dan peraturan yang berlaku, termasuk pedoman yang disiapkan oleh institusi atau organisasi.5. Terhadap Masyarakat; Menjaga etika dan hubungan interpersonal dalam memberikan pelayanan keperawatan, atau kebidanan yang berkualitas tinggi.
  5. 5. Kesimpulan Tanggung jawab dan akontabilitas memerlukan dasar komitmen yang kuat dalampraktek keperawatan atau kebidanan untuk dapat mengembangkan kemampuannya secaramandiri. Disamping itu diperlukan kemampuan untuk dapat mengarahkan dirinya sendiri,sehingga dapat mengidentifikasikan elemen-elemen kritikal untuk pengembangan ataupeningkatan kinerjanya dalam pelaksanaan tugasnya, dalam rangka mempertahankantercapainya status profesionalnya. Melalui pembelajaran diri secara terus menerus, perawatatau bidan harus senantiasa meningkatkan pengetahuan, kemampuan, serta memeliharaperilaku yang etis dan professional untuk menghasilkan kinerja klinis yang berkualitastinggi. Hal tersebut akan tercapai apabila semua fungsi tugas dan kegiatan dilandasi etika danstandar dengan memanfaatkan dan menerapkan mekanisme akontabilitas untuk memenuhikepuasan pasen dan kepuasan bekerja. Daftar PustakaPatricia A. Potter and Anne G.Perry ,1989 “ Fundamental Of Nursing, Concepts, Process ,and Practice, The Mosby Company,USA.Ann Marine- Tomey R.N,Ph.D,FAAN, 1992” Guide To Nursing Management and Leadership “ Mosby Company ,USA. Nama : Moch. Wawan Tridianto NIM : 08.02.01.0372 Semester : VII B (S1 Keperawatan)
  6. 6. PERNYATAAN HAK-HAK PASIEN Pernyataan hak-hak pasien (Patient;s Bill of Rights) dikeluarkan oleh The AmericanHospital Association (AHA) pada tahun 1973 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadarantentang pentingnya pemahaman hak-hak pasien yang akan dirawat di RS.1. Pasien mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan menghargai asuhan keperawatan/keperawatan yang akan diterimanya.2. Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang memeriksanya berkaitan dengan diagnosis, pengobatan dan prognosis dalam arti pasien layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya.3. Pasien berhak untuk menerima informasi penting dan memberikan suatu persetujuan tentang dimulainya suatu prosedur pengobatan, serta resiko penting yang kemungkinan akan dialaminya, kecuali dalam situasi darurat.4. Pasien berhak untuk menolak pengobatan sejauh diizinkan oleh hukum dan diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya.5. Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang menyangkut program asuhan medis, konsultasi dan pengobatan yang dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan6. Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya.7. Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ketempat lain yang lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan tersebut, dan RS yang ditunjuk dapat menerimanya.8. Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan RS dengan instansi lain, seperti instansi pendidikan atau instansi terkait lainnya sehubungan dengan asuhan yang diterimanya.9. Pasein berhak untuk memberi pendapat atau menolak bila diikutsertakan sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan atau pengobatannya.10. Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi dari dokternya ke dokter lainnya, bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya.11. Pasien berhak untuk mengetahui dan menerima penjelasan tentang biaya yang diperlukan untuk asuhan keehatannya.12. Pasien berhak untuk mengetahui peraturan atau ketentuan RS yang harus dipatuhinya sebagai pasien dirawat.

×