Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Frozen shoulder

FROZEN SHOULDER

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all
  • Be the first to comment

Frozen shoulder

  1. 1. Oleh : Maria Putri Utami Moderator: dr. R.B. Wirawan, SpS(K)
  2. 2. ADHESIVE CAPSULITIS Suatu kondisi dimana terjadi nyeri bahu sampai lengan serta penyempitan luas gerak sendi baik secara aktif mapun pasif
  3. 3. EPIDEMIOLOGI
  4. 4. ANATOMI
  5. 5. ANATOMI  Perbandingan antara permukaan mangkok sendinya dengan kepala sendinya tidak sebanding  Kapsul sendinya relatif lemah  Otot-otot pembungkus sendinya relatif lemah, seperti otot supraspinatus,infrapinatus, teres minor dan subscapularis.  Gerakannya paling luas  Stabilitas sendinya relatif
  6. 6. PERGERAKAN SENDI BAHU
  7. 7. PATOFISIOLOGI Lengan immobil stasis vena kongesti 2nd vasospas me anoksia timbunan protein, edema, eksudasi Reaksi Fibrous adhesi
  8. 8. DIAGNOSIS  ANAMNESIS : Gejala/Keluhan:  Nyeri pada sendi serta gerakan sendi bahu terbatas ke segala arah  Nyeri terutama di daerah deltoid, tapi tidak dapat menunjukkan letaknya dengan tepat.  Nyeri dapat menjalar ke skapula atau ke bawah bagian lateral dari lengan atas dan kadang-kadang ke lengan bawah  Nyeri bertambah saat malam hari dengan kesulitan tidur pada sisi bahu yang terkena  Nyeri dirasakan sepanjang hari, pada akhir LGS pergerakan lengan terutama gerakan abduksi dan elevasi
  9. 9. PERJALANAN PROGRESIVITAS PENYAKIT (Kisner,1996) StadiumI:  Rasa nyeri umumnya terdapat sekitar sendi glenohumeral  Bertambah nyeri bila digerakkan tetapi belum ada keterbatasan LGS bahu  Pemeriksaan gerak secara pasif  rasa nyeri pada akhir gerakan StadiumII: Rasa nyeri bertambah, timbul pada malam hari sehingga mengganggu tidur Hampir setiap gerakan sendi bahu menimbulkan rasa nyeri Gerakan tiba-tiba  menimbulkan rasa nyeri hebat Nyeri terjadi pada daerah insersi otot deltoid dan menjalar ke lengan dan siku Karena rasa nyeri dan keterbatasan LGS bahu  gangguan saat menyisir rambut
  10. 10. PERJALANAN PROGRESIVITAS PENYAKIT (Kisner,1996) Stadium III  Nyeri timbul secara spontan saat istirahat & bila melakukan gerakan tiba- tiba  Keterbatasan LGS (+) nyata  karena adhesi & kontraktur dari penebalan mangkok sendi  Otot-otot sekitar sendi seperti supraspinatus dan infraspinatus akan menjadi atrofi StadiumIV Mulai terjadi penyembuhan secara bertahap dari keterbatasan LGS Pemulihan gerakan sendi bahu mulai lebih kurang pada bulan IV&V dari onset keluhan dan berakhir sekitar 6 -12 bulan 20% penderita masih terdapat keterbatasan LGS meskipun sedikit sekali Gambaran radiologi umumnya tidak menunjukkan adanya kelainan
  11. 11. DIAGNOSIS  PEMERIKSAAN FISIK: 1. Pemeriksaan LGS/ROM AKTIF PASIF
  12. 12. DIAGNOSIS 2. Tes provokasi AppleyScratch Test A.Atas B.Bawah
  13. 13. Moseley test /Drop Armtest
  14. 14. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Radiologi polos: radiografi pada frozen shoulder biasanya normal 2. Arthrography: Kapsul sendi glenohumeral normal berisi >13 ml  pada kelainan bahu volume berkurang hingga 5-8ml 3. Bonescan: secara umum bo ne scan sensitif untuk muskuloskeletal tapi tidak spesifik, termasuk dalam kasus frozen shoulder 4. Arthroscopy: prosedur operasi dengan minimal invasif, yang digunakan untuk pemeriksaan dan kadang-kadang untuk terapi terhadap kerusakan interior sendi dengan menggunakan arthroscope 5. Laboratorium: LED, GDS 6. Px lain : CT scan, CT arthrography, USG dan M R I  sensitif tp jarang
  15. 15. DIAGNOSIS BANDING1. Tendinitis degeneratif 2. Tendinitis kalsifikan 3. Bursitis subakromialis 4. Ruptur rotator cuff 5. Tendinitis bisipitalis 6. Sindroma torasik outlet 7. Penekanan saraf cervikal 8. Nyeri rujukan
  16. 16. PENATALAKSANAAN  Tujuan terapi: Mengurangi nyeri, kekakuan dan spasme otot Mencegah disuse atro phy Meningkatkan lingkup gerak sendi bahu Prinsip terapi : Edukasi dan medikamentosa Rehabilitasi medik: fisioterapi, okupasi terapi,  Pembedahan
  17. 17. PENATALAKSANAAN Medikamentosa analgetik (NSAID, opioid) dan muscle relaxant suntikan anestesi lokal dengan kortikosteroid Pembedahan : Arthroscopic Surgery Fisioterapi  Terapi dingin : kompres dingin, masase es  Terapi pemanasan : SWD MWD US : meningkatkan aliran darah, metabolisme jaringan, mengurangi spasme otot, perlengketan jaringan  Elektrostimulasi (TENS) : nyeri akut & kronis  Latihan : pasif  aktif dg menggunakan alat
  18. 18. PULLEY’S EXERCISES SHOULDERPENDULUM
  19. 19. PROGNOSIS  Secara umum,  sembuh sendiri dlm 1-2 th  Sekitar 10% dari pasien mengalami masalah jangka panjang  Sekitar 60% individu kehilangan kemampuan gerakan bahu secara permanen  Individu dengan diabetes cenderung sangat terlambat untuk penyembuhan mutlak
  20. 20. DECISION MAKING
  21. 21. DECISION MAKING..
  22. 22. LAPORAN KASUS
  23. 23. Identitas Penderita • Nama : Ny. M • Umur : 45 tahun • Status : Menikah • Alamat : Sukorejo • Pendidikan : Tamat SMP • Pekerjaan : Ibu rumah tangga • No. Rekam Medik : C439446 • Tanggal periksa : 18 Mei 2015
  24. 24. Riwayat penyakit sekarang – Keluhan utama : nyeri bahu kiri – Onset : ± 1 bulan sebelum datang ke poliklinik saraf – Lokasi : bahu kiri – Kualitas : nyeri dan kaku bila digerakkan – Kuantitas : aktivitas sehari-hari menjadi terganggu, sebagian dibantu keluarga
  25. 25. Kronologis : ± 1 bulan sebelum datang ke poliklinik Saraf RSUP Dr.Kariadi, pasien mengeluhkan nyeri pada bahu kiri. Nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk dan disertai rasa kemeng-kemeng dan kaku. Nyeri hanya dirasakan di daerah bahu, tidak menjalar ke tangan kiri.Pasien mengeluhkan menjadi kesulitan saat menyisir rambut, ataupun saat memakai baju. Nyeri dirasakan semakin memberat jika pasien beraktivitas, terutama saat pasien harus menggerakkan bahu kirinya. Nyeri dirasakan sedikit mereda jika pasien berisitirahat, tidak menggerakkan bahu kirinya. Rasa baal disangkal, kesemutan disangkal, bengkak disangkal. Pasien kemudian berobat ke dokter keluarga, karena tidak ada perubahan pasien dirujuk ke poliklinik RSDK.
  26. 26. • Faktor memperingan : saat istirahat • Faktor memperberat : saat beraktivitas menggunakan bahu kiri • Gejala penyerta : rasa kaku dan kemeng pada bahu kiri
  27. 27. Riwayat Penyakit Dahulu • Pasien tidak pernah menderita penyakit yang sama sebelumnya • Riwayat trauma pada bahu, operasi disangkal • Riwayat darah tinggi sejak 3 tahun yang lalu, rutin minum obat amlodipine 5mg • Riwayat stroke, diabetes melitus disangkal Riwayat Penyakit Keluarga • Tidak ada keluarga yang sakit seperti ini Riwayat Sosial Ekonomi • Pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga, memiliki 1 orang anak sudah bersekolah di kelas
  28. 28. Objektif • Keadaan umum : baik • Kesadaran : komposmentis • Tanda vital : Tekanan darah : 150/80 mmHg Nadi : 80x/menit Pernafasan : 18x/menit Suhu : 37 Cᴼ VAS : 4-5 • TB : 150 cm • BB : 50 Kg • BMI = BB = 50kg = 22,89 kg/m2 (normoweight) TB2 (1,50 m)2 STATUS PRESENS
  29. 29. • Kepala : mesosefal, simetris • Mata : konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-) • Leher : simetris, pergerakan bebas, pembesaran kelenjar limfe (-), JVP tidak meningkat • Dada Jantung Inspeksi : ictus cordis tak tampak. Palpasi : ictus cordis tak teraba Perkusi : konfigurasi jantung kesan dalam batas normal Auskultasi : bunyi Jantung I-II normal, regular, murmur (-), gallop (-) Paru Inspeksi : simetris statis dinamis. Palpasi : stem fremitus kanan = kiri. Perkusi : sonor seluruh lapangan paru. Auskultasi :vesikuler, ronkhi basah halus (-), wheezing (-) • Perut : supel, peristaltik (+) normal, hepar dan lien tidak teraba membesar. Objektif STATUS INTERNUS
  30. 30. • Cara berpikir : realistis • Perasaan hati : euthym • Tingkah laku : normoaktif • Ingatan : kesan : baik • Kecerdasan : kesan : cukup Objektif STATUS PSIKIKUS
  31. 31. • Kesadaran : GCS E4 M6 V5 = 15 • Kepala : simetris • Mata : pupil bulat, isokor ø 3 mm/3 mm, refleks cahaya (+/+) • Nn. Craniales : dalam batas normal • Leher : sikap lurus, pergerakan bebas, kaku kuduk (-), nyeri tekan (-) Objektif STATUS NEUROLOGIS
  32. 32. • Sensibilitas : dalam batas normal • St. Vegetatif : BAB (+) dbn, BAK (+) dbn Objektif STATUS NEUROLOGIS Motorik Superior Inferior Gerak +/+ +/+ Kekuatan 555/555 555/555 Tonus N/N N/N Trofi E/E E/E Reflek fisiologis ++/++ ++/++ Refleks patologis -/- -/- Klonus -/-
  33. 33. Gerakan abnormal • Tremor : tidak ada • Athetosis : tidak ada • Mioklonik : tidak ada • Khorea : tidak ada Koordinasi, gait dan keseimbangan • Cara berjalan : dalam batas normal • Tes Romberg : tidak ada • Disdiadokinesis : tidak ada • Ataksia : tidak ada • Rebound phenomen : tidak ada • Dismetria : tidak ada Objektif STATUS NEUROLOGIS
  34. 34. • Regio bahu kiri • Inspeksi : edema (-), eritema (-), deformitas (-) • Palpasi : nyeri tekan pada muskulus deltoideus dan muskulus supraspinatus kiri Objektif STATUS LOKALIS Aktif Pasif Fleksi-Ekstensi 90° – 0° – 30° 90° – 0° – 30° Abduksi-Adduksi 90° – 0° – 30° 90° – 0° – 30° Eksorotasi-Endorotasi 30° – 0° – 30° 30° – 0° – 30° Tes provokasi - Apley scratch atas : (+) - Apley scratch bawah : (+) - Moseley : (-)
  35. 35. Resume Ny.M,usia 45 tahun, kinan, wanita dengan keluhan nyeri pada bahu kiri seperti ditusuk-tusuk. Tidak ada riwayat trauma, operasi, maupun penyakit sebelumnya.Nyeri memberat jika beraktivitas dan mereda jika beristirahat. Nyeri disertai dengan rasa kaku pada bahu kiri. Aktivitas pasien menjadi terganggu, pasien kesulitan untuk menyisir rambut, dan memakai pakaian. Pada pemeriksaan fisik regio bahu kiri didapatkan nyeri tekan pada muskulus deltoideus sinistra dan muskulus supraspinatus sinistra. Hasil tes provokasi Apley scratch atas dan bawah positif dan didaparkan lingkup gerak sendi bahu kiri terbatas (nyeri saat gerakan aktif maupun pasif).
  36. 36. Diagnosis 1. Diagnosis Klinis : nyeri bahu kiri (gerakan aktif dan pasif), lingkup gerak sendi bahu kiri terbatas Diagnosis Topis : articulatio glenohumeral sinistra Diagnosis Etiologis : suspek adhesive capsulitis sinistra e.c idiopatik 2. Hipertensi stage I terkontrol
  37. 37. Rencana Awal • Dx : - X-Foto sendi bahu kiri • Tx : - Na diklofenak 50 mg/12 jam PO - Metilprednisolon 4 mg/8 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO • Mx : Keluhan, VAS • Ex : Menjelaskan kepada pasien mengenai penyakit yang diderita, pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan, pemberian obat-obatan dan fisioterapi Suspek Adhesive Capsulitis
  38. 38. Rencana Awal • Dx : - • Tx : - Telmisartan 40mg/24 jam PO • Mx : Tanda vital • Ex : Menjelaskan kepada penderita tentang penyakit darah tinggi yang diderita, diperlukan penatalaksanaan obat-obatan secara rutin dan diet rendah garam. Hipertensi Stage I
  39. 39. Catatan Perkembangan Kontrol I (26 Mei 2015) S : nyeri dan kaku bahu kiri mulai berkurang, gerakan masih terbatas O : Keadaan umum : baik Tekanan darah 140/90mmHg Pernafasan18x/menit Nadi : 80x/menit Suhu 36.5 C VAS 3-4ᴼ Regio bahu kiri • Inspeksi : edema (-), eritema (-), deformitas (-) • Palpasi : nyeri tekan pada muskulus deltoideus dan muskulus supraspinatus kiri Aktif Pasif Fleksi-Ekstensi 90° – 0° – 30° 90° – 0° – 30° Abduksi-Adduksi 90° – 0° – 30° 90° – 0° – 30° Eksorotasi-Endorotasi 50° – 0° – 45° 50° – 0° – 45° •Tes provokasi - Apley scratch atas (+)(perbaikan) - Apley scratch bawah (+)(perbaikan) - Moseley (-) Hasil X-foto sendi bahu kiri : spur minimal pada aspek superior acromion kiri A : 1. Adhesive capsulitis sinistra 2. Hipertensi stage I terkontrol
  40. 40. P : Adhesive capsulitis sinistra 1) Hasil konsul Bagian Rehabilitasi Medik : FT : MWD regio bahu kiri, TENS bahu kiri OT : latihan ROM bahu kiri dengan aktivitas Fisioterapi dilanjutkan 2) Terapi : - Na diklofenak 50 mg/12 jam PO - Metilprednisolon 4 mg/8 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO Catatan Perkembangan Kontrol I (26 Mei 2015) Hipertensi stage I Terapi : Telmisartan 40 mg/24 jam PO
  41. 41. Catatan Perkembangan Kontrol II (1 Juni 2015) S : nyeri dan kaku bahu kiri mulai berkurang, gerakan masih terbatas O : Keadaan umum : baik Tekanan darah 140/80mmHg Pernafasan18x/menit Nadi : 80x/menit Suhu 36.5 C VAS 3ᴼ Regio bahu kiri • Inspeksi : edema (-), eritema (-), deformitas (-) • Palpasi : nyeri tekan pada muskulus deltoideus dan muskulus supraspinatus kiri (-) Aktif Pasif Fleksi-Ekstensi 130° – 0° – 60° 130° – 0° – 60° Abduksi-Adduksi 90° – 0° – 45° 90° – 0° – 45° Eksorotasi-Endorotasi 50° – 0° – 45° 50° – 0° – 45° •Tes provokasi - Apley scratch atas (+)(perbaikan) - Apley scratch bawah (+)(perbaikan) - Moseley (-) A : 1. Adhesive capsulitis sinistra 2. Hipertensi stage I terkontrol
  42. 42. Catatan Perkembangan Kontrol II (1 Juni 2015) P : Adhesive capsulitis sinistra 1) Fisioterapi dilanjutkan - MWD dan TENS regio bahu kiri - Stretching otot-otot bahu kiri - ROM execise dengan aktivitas, frozen shoulder exercise (Pulley exercise) 2) Terapi : - Na diklofenak 25 mg/12 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO Hipertensi stage I Terapi : Telmisartan 40 mg/24 jam PO
  43. 43. Catatan Perkembangan Kontrol III (15 Juni 2015) S : nyeri dan kaku bahu kiri berkurang, lingkup gerak sendi mulai bertambah namun masih terbatas O : Keadaan umum : baik Tekanan darah 130/80mmHg Pernafasan18x/menit Nadi : 80x/menit Suhu 36.5 C VAS 2-3ᴼ Regio bahu kiri • Inspeksi : edema (-), eritema (-), deformitas (-) • Palpasi : nyeri tekan pada muskulus deltoideus dan muskulus supraspinatus kiri (-) Aktif Pasif Fleksi-Ekstensi 140° – 0° – 60° 140° – 0° – 60° Abduksi-Adduksi 90° – 0° – full 90° – 0° – full Eksorotasi-Endorotasi 30° – 0° – 30° 30° – 0° – 30° •Tes provokasi - Apley scratch atas (+)(perbaikan) - Apley scratch bawah (+)(perbaikan) - Moseley (-) A : 1. Adhesive capsulitis sinistra 2. Hipertensi stage I terkontrol
  44. 44. Catatan Perkembangan Kontrol III (15 Juni 2015) P : Adhesive capsulitis sinistra 1) Fisioterapi dilanjutkan - SWD dan TENS regio bahu kiri - Stretching oto-otot bahu kiri - ROM execise dengan aktivitas, frozen shoulder exercise (towel exercise, pendulum exercise) 2) Terapi : - Na diklofenak 25 mg/12 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO Hipertensi stage I Terapi : Telmisartan 40 mg/24 jam PO
  45. 45. NO MASALAH AKTIF TGL MASALAH INAKTIF TGL 1 Nyeri bahu kiri 3 18/4/2015 2 Keterbatasan LGS sendi bahu kiri  3 18/4/2015 3 Adhesive capsulitis sinistra ec idiopatik 18/4/2015 4 Hipertensi stage I 2012 DAFTAR MASALAH
  46. 46. 18 Mei 2015 (kontrol poli saraf) S : nyeri bahu kiri sejak ± 1 bulan y.l,disertai rasa kaku dan kemeng O :GCS E4M6V5 TD 150/80, VAS 4-5 Status lokalis regio bahu kiri : edema (-), eritema (-), deformitas (-),nyeri tekan pada muskulus deltoideus dan muskulus supraspinatus kiri, appley scracth test (+), keterbatasan LGS (PASIF,AKTIF) A : suspek adhesive capsulitis sinistra e.c idiopatik, hipertensi stage I P : X-Foto sendi bahu kiri Konsul Rehabilitasi Medik - Na diklofenak 50 mg/12 jam PO - Metilprednisolon 4 mg/8 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO 18 Mei 2015 (kontrol poli saraf) S : nyeri bahu kiri sejak ± 1 bulan y.l,disertai rasa kaku dan kemeng O :GCS E4M6V5 TD 150/80, VAS 4-5 Status lokalis regio bahu kiri : edema (-), eritema (-), deformitas (-),nyeri tekan pada muskulus deltoideus dan muskulus supraspinatus kiri, appley scracth test (+), keterbatasan LGS (PASIF,AKTIF) A : suspek adhesive capsulitis sinistra e.c idiopatik, hipertensi stage I P : X-Foto sendi bahu kiri Konsul Rehabilitasi Medik - Na diklofenak 50 mg/12 jam PO - Metilprednisolon 4 mg/8 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO Kontrol II, 1 Juni 2015 S : nyeri bahu kiri mulai berkurang, gerakan terbatas O :GCS E4M6V5 TD 140/80, VAS 3 Status lokalis regio bahu kiri : nyeri tekan pada muskulus deltoideus dan muskulus supraspinatus kiri (-), appley scracth test (+) PERBAIKAN, keterbatasan LGS (PASIF,AKTIF) PERBAIKAN A : adhesive capsulitis sinistra e.c idiopatik, hipertensi stage I P : Konsul Rehabilitasi Medik : MWD regio bahu kiri, TENS bahu kiri latihan ROM bahu kiri dengan aktivitas - Na diklofenak 25 mg/12 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO Kontrol II, 1 Juni 2015 S : nyeri bahu kiri mulai berkurang, gerakan terbatas O :GCS E4M6V5 TD 140/80, VAS 3 Status lokalis regio bahu kiri : nyeri tekan pada muskulus deltoideus dan muskulus supraspinatus kiri (-), appley scracth test (+) PERBAIKAN, keterbatasan LGS (PASIF,AKTIF) PERBAIKAN A : adhesive capsulitis sinistra e.c idiopatik, hipertensi stage I P : Konsul Rehabilitasi Medik : MWD regio bahu kiri, TENS bahu kiri latihan ROM bahu kiri dengan aktivitas - Na diklofenak 25 mg/12 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO Kontrol I,26 Mei 2015 S : nyeri bahu kiri mulai berkurang, gerakan terba,tas O :GCS E4M6V5 TD 140/90, VAS 3-4 Status lokalis regio bahu kiri tetap. Hasil x foto bahu kiri : spurs minimal pada aspek superior acromion kiri A : adhesive capsulitis sinistra e.c idiopatik, hipertensi stage I P : Konsul Rehabilitasi Medik : MWD regio bahu kiri, TENS bahu kiri latihan ROM bahu kiri dengan aktivitas - Na diklofenak 50 mg/12 jam PO - Metilprednisolon 4 mg/8 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO Kontrol I,26 Mei 2015 S : nyeri bahu kiri mulai berkurang, gerakan terba,tas O :GCS E4M6V5 TD 140/90, VAS 3-4 Status lokalis regio bahu kiri tetap. Hasil x foto bahu kiri : spurs minimal pada aspek superior acromion kiri A : adhesive capsulitis sinistra e.c idiopatik, hipertensi stage I P : Konsul Rehabilitasi Medik : MWD regio bahu kiri, TENS bahu kiri latihan ROM bahu kiri dengan aktivitas - Na diklofenak 50 mg/12 jam PO - Metilprednisolon 4 mg/8 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO Kontrol III, 15 Juni 2015 S : nyeri bahu kiri mulai berkurang, gerakan terbatas O :GCS E4M6V5 TD 130/80, VAS 2-3 Status lokalis regio bahu kiri : nyeri tekan pada muskulus deltoideus dan muskulus supraspinatus kiri (-), appley scracth test (+) PERBAIKAN, keterbatasan LGS (PASIF,AKTIF) PERBAIKAN A : adhesive capsulitis sinistra e.c idiopatik, hipertensi stage I P : Konsul Rehabilitasi Medik : SWD regio bahu kiri, TENS bahu kiri latihan ROM bahu kiri dengan aktivitas - Na diklofenak 25 mg/12 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO Kontrol III, 15 Juni 2015 S : nyeri bahu kiri mulai berkurang, gerakan terbatas O :GCS E4M6V5 TD 130/80, VAS 2-3 Status lokalis regio bahu kiri : nyeri tekan pada muskulus deltoideus dan muskulus supraspinatus kiri (-), appley scracth test (+) PERBAIKAN, keterbatasan LGS (PASIF,AKTIF) PERBAIKAN A : adhesive capsulitis sinistra e.c idiopatik, hipertensi stage I P : Konsul Rehabilitasi Medik : SWD regio bahu kiri, TENS bahu kiri latihan ROM bahu kiri dengan aktivitas - Na diklofenak 25 mg/12 jam PO - Diazepam 2 mg/12 jam PO - Ranitidine 150 mg/12 jam PO - Vitamin B1 B6 B12 1 tab/8 jam PO

×