E:\Esensi Dan Repleksi Buku Psikologi Pendidikan

7,472 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,472
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
143
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

E:\Esensi Dan Repleksi Buku Psikologi Pendidikan

  1. 1. ESENSI DAN REPLEKSI BUKU Psikologi Pendidikan DISUSUN OLEH : CICIH JUNIASIH Pendidikan BIOLOGI tingkat I c Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan
  2. 2. PSIKOLOGI KEPENDIDIKAN Pengarang: Prof.Dr.H. Abin Syamsuddin Makmun, M.A Tahun Terbit: 2007 Jumlah Halaman: 377 Halaman Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya
  3. 3. BAB I PRINSIP DASAR UMUM PERILAKU <ul><li>Peranan dan tugas serta tanggung jawab seorang pendidik dan pengajar serta kaitannya dengan konsep dasar perilaku. </li></ul><ul><li>Dalam arti yang luas seorang guru yang ideal dapat bertugas dan berperan </li></ul><ul><li>antara lain sebagai berikut: </li></ul><ul><li>Guru sebagai Konservator yang berarti sebagai Pemelihara </li></ul><ul><li>Guru sebagai Transmitor yang berarti sebagai Penerus </li></ul><ul><li>Guru sebagai Transformator yang berarti sebagai Penerjemah </li></ul><ul><li>Guru sebagai Organisator yang berarti sebagai Penyelenggara </li></ul><ul><li>Dalam arti yang terbatas seorang guru yang ideal dapat bertugas dan berperan </li></ul><ul><li>antara lain sebagai berikut: </li></ul><ul><li>Planner atau perencana yang harus mempersiapkan apa yang akan di lakukan dalam proses belajar mengajar </li></ul><ul><li>Organizer atau pelaksana yang harus menciptakan situasi dan mengarahkan serta memimpin kegiatan belajar mengajar sesuai rencana </li></ul><ul><li>Evaluator atau penilai yang harus mengumpulkan, menganalisa,dan memberikan pertimbangan atas tingkat keberhasilan dalam belajar mengajar </li></ul>
  4. 4. Pengertian, sumber, dan penggolongan motivasi perilaku manusia <ul><li>Banyak para ahli mendefinisikan motivasi dengan berbagai macam pendapat </li></ul><ul><li>berbeda tapi pada tujuannya sama, motivasi itu merupakan : </li></ul><ul><li>Suatu kekuatan (Power) atau tenaga (Forces) atau daya (Energy) </li></ul><ul><li>Suatu keadaan yang komplek dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan baik itu di lakukan secara sadar maupun tidak disadari </li></ul><ul><li>Motivasi tumbuh dan berkembang melalui 2 jalan : </li></ul><ul><li>Datang dari dalam diri sendiri (Intrinsik) </li></ul><ul><li>Datang dari lingkungan / luar (Ekstrinsik) </li></ul><ul><li>Dinamika proses perilaku manusia itu mengandung 3 aspek, yaitu: </li></ul><ul><li>Motivating states (timbulnya kekuatan dan terjadinya kesiapsediaan) </li></ul><ul><li>Motivated behavior (bergeraknya individu ke arah tujuan tertentu sesuai dengan sifat kebutuhan yang hendak dipenuhi) </li></ul><ul><li>Satisfied conditions (dengan berhasil dicapai tujuannya yang dapat memenuhi kebutuhan maka keseimbangan diri individu akan pulih) </li></ul>
  5. 5. Keragaman dalam kecakapan dan keperibadian serta faktor – faktor yang mempengaruhinya <ul><li>Keragaman individu dalam kecakapan </li></ul><ul><li>Kecakapan individu biasa juga disebut abilitas (ability) itu dapat dibedakan kedalam 2 </li></ul><ul><li>Kategori, yaitu: </li></ul><ul><li>Kecakapan nyata atau aktual (actual ability) </li></ul><ul><li>Kecakapan potensial (potential ability) yang mungkin dapat merupakan: - abilitas dasar umum ( general intelligence), dan abilitas dasar khusus dalam bidang tertentu (bakat, aptitudes) </li></ul><ul><li>Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya keragaman dalam kecakapan dan </li></ul><ul><li>kepribadian </li></ul><ul><li>Ada 2 faktor utama yang mempengaruhi keragaman dalam kecakapan dan kepribadian, </li></ul><ul><li>Yaitu: </li></ul><ul><li>Kelahirannya (heredity) </li></ul><ul><li>Pengalaman interaksi dengan lingkungan antara lain melalui proses belajar </li></ul>
  6. 6. REPLEKSI BAB I Setelah membaca dan saya mencoba memahami isi dari apa yang saya baca, saya mendapatkan ilmu berharga mengenai peranan, tugas, dan tanggung jawab seorang pendidik (Guru), ternyata menjadi guru itu tidak hanya mengajar saja, tetapi guru harus memiliki konsep yang jelas, terprogram dan bermutu bukan konsep yang asal, karena guru itu merupakan seorang inovator (Pengembang) dan harus menjadi leader (Pemimpin) bagi anak didiknya, agar kualitas pendidikan yang di hasilkan dari proses yang telah dilaksanakan benar – benar kualitas pendidikan yang bermutu.
  7. 7. BAB II PRINSIP DASAR PERKEMBANGAN PERILAKU DAN PRIBADI <ul><li>Konsep dasar, manifestasi dan beberapa cara pendekatan terhadap perkembangan perilaku dan pribadi </li></ul><ul><li>konsep dasar </li></ul><ul><li>Le Francoise berpendapat bahwa konsep perkembangan dasar mempunyai makna </li></ul><ul><li>luas, mencakup segi kuantitatif dan kualitatif serta aspek fisik dan psikis </li></ul><ul><li>Manifestasi perkembangan </li></ul><ul><li>Beberapa bentuk dari manifestasi perkembangan di pengaruhi oleh tingkat </li></ul><ul><li>perkembangan aspek fisiknya, antara lain: </li></ul><ul><li>Perkembangan perseptual yaitu berupa pengamatan ruang, wujud, dan situasi </li></ul><ul><li>Perkembangan penguasaan dan kontrol motorik yaitu koordinasi pengideraan dan gerak </li></ul><ul><li>Perkembangan penguasaan pola keterampilan mental – fisik yaitu cerdas, tangkas, dan cermat </li></ul><ul><li>Perkembangan pengetahuan bahasan dan berfikir </li></ul>
  8. 8. Beberapa cara pendekatan <ul><li>Ada dua cara pendekatan utama dalam memahami perkembangan perilaku dan pribadi </li></ul><ul><li>individu menurut manifestasinya yaitu pendekatan longitudinal dan cross sectional . </li></ul><ul><li>pendekatan longitudinal dipergunakan untuk memahami perkembangan perilaku dan pribadi seseorang dengan mengikuti proses perkembangan dari satu fase ke fase berikutnya. Tekniknya berbentuk case study (studi kasus), autobiografi dan sebagainya. </li></ul><ul><li>Pendekatan cross sectional biasanya digunakan untuk memahami suatu aspek tertentu pada beberapa kelompok tingkatan usia tertentu secara serempak pada saat yang sama. Teknik yang sesuai dengan pendekatan ini antara lain : teknik survei. </li></ul><ul><li>Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses perkembangan individu, antara lain: </li></ul><ul><li>Faktor pembawaan (heredity) yang bersifat alamiah atau natural (nature). </li></ul><ul><li>Faktor lingkungan (environment) yang merupakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan (nurture). </li></ul><ul><li>Faktor waktu (time) yaitu saat – saat tibanya masa peka atau kematangan (maturation) </li></ul><ul><li>Faktor tersebut di atas dalam proses berlangsungnya perkembangan individu berperan </li></ul><ul><li>secara interaktif. </li></ul>
  9. 9. Beberapa model pentahapan (stages) perkembangan perilaku dan pribadi dengan karakteristiknya <ul><li>Perkembangan itu berlangsung secara bertahap, dalam arti: </li></ul><ul><li>Perubahan yang terjadi bersifat maju meningkat baik secara kuantitatif maupun kualitatif </li></ul><ul><li>Perubahan yang terjadi antar bagian dan fungsi organisme itu terdapat interdependensi sebagai kesatuan integral yang harmonis </li></ul><ul><li>Perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan dan berurutan dan tidak secara kebetulan </li></ul><ul><li>Menurut Aristoteles ada beberapa tahapan perkembangan individu berdasarkan ciri </li></ul><ul><li>perubahan fisik tertentu </li></ul>Ciri – ciri primer dan sekunder individu / organisme 14;0 – 21;0 Masa remaja Gejala pubertas 7;0 – 14;0 Masa anak sekolah Pergantian gigi 0;0 – 7;0 Masa kanak - kanak Indikator Waktu Nama tahapan
  10. 10. REPLEKSI BAB II <ul><li>Setiap manusia mempunyai proses perkembangan perilaku dan pribadi secara </li></ul><ul><li>berbeda, tetapi ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan </li></ul><ul><li>tersebut, dan faktor ini sangatlah dominan dalam berlangsungnya proses </li></ul><ul><li>perkembangan. Antara lain adalah faktor lingkungan , menurut saya faktor </li></ul><ul><li>lingkungan ini sangat berperan besar membentuk pribadi dan perilaku </li></ul><ul><li>seseorang karena lingkungan adalah tempat sehari – hari kita berkumpul dan </li></ul><ul><li>bertukar pikiran, dari lingkungan maka akan tumbuh sebuah pemahaman baru </li></ul><ul><li>yang akan berpengaruh terhadap perkembangan perilaku dan pribadi </li></ul><ul><li>seseorang. </li></ul>
  11. 11. BAB III PRINSIP DASAR PROSES BELAJAR MENGAJAR <ul><li>Konsep dasar umum tentang proses belajar mengajar </li></ul><ul><li>Proses belajar mengajar dapat diartikan sebagai suatu rangkaian interaksi antara siswa </li></ul><ul><li>dan guru dalam rangka mencapai tujuannya . Ada 3 hal yang hendaknya di pahami oleh </li></ul><ul><li>guru yaitu tentang : </li></ul><ul><li>Hakikat atau konsep dasar serta terjadinya perilaku belajar pada diri siswa </li></ul><ul><li>Kriteria dan cara merumuskan tujuan belajar mengajar (instruksional) dalam bentuk operasional yang dapat dipandang sebagai manifestasi hasil perilaku belajar siswayang secara langsung dapat diamati (observasi) dan dapat di evaluasi </li></ul><ul><li>Karakteristik utama termasuk segi – segi kebaikan dan kelemahannya dari beberapa model strategi belajar mengajar </li></ul><ul><li>Pengertian belajar (learning) di kalangan para ahli psikologi terdapat keragaman, namun </li></ul><ul><li>pada akhirnya terdapat kesamaan makna yaitu bahwa definisi belajar adalah suatu </li></ul><ul><li>proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau </li></ul><ul><li>pengalaman tertentu </li></ul>
  12. 12. Faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku belajar mengajar <ul><li>Menurut para ahli keefektivan perilaku belajar itu dipengaruhi oleh 4 hal, yaitu : </li></ul><ul><li>Adanya motivasi (drives) </li></ul><ul><li>Adanya perhatian dan mengetahui sasaran (cue) </li></ul><ul><li>Adanya usaha (response) </li></ul><ul><li>Adanya evaluasi dan pemantapan hasil (reinforcement) </li></ul><ul><li>Konsep dasar strategi belajar mengajar </li></ul><ul><li>Strategi secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu garis besar haluan bertindak </li></ul><ul><li>untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. </li></ul><ul><li>Bagi bangsa yang menganut paham demokrasi sebagai falsafahnya, menegaskan </li></ul><ul><li>bahwa sistem pendidikannya harus melahirkan para warga negaranya yang memiliki 4 </li></ul><ul><li>kemampuan, kecakapan dan sifat utama, yaitu: </li></ul><ul><li>Self realization (mewujudkan dan mengembangkan bakat – bakatnya seoptimal mungkin) </li></ul><ul><li>Human relationship (hubungan antar manusia) </li></ul><ul><li>Economic efficiency (efisiensi ekonomi) </li></ul><ul><li>Civil responsibility (tanggung jawab warga negara) </li></ul>
  13. 13. Model cara mengajar dan beberapa metode mengajar <ul><li>Model cara mengajar menurut orientasinya terbagi kedalam 4 orientasi, yaitu: </li></ul><ul><li>Information processing orientation </li></ul><ul><li>Social – interaction orientation </li></ul><ul><li>Person orientation </li></ul><ul><li>Behavior –modification orientation </li></ul><ul><li>Seorang guru harus memiliki kecakapan dalam metode mengajar, ada beberapa </li></ul><ul><li>metode dalam mengajar, yaitu: </li></ul><ul><li>Metode ceramah atau kuliah merupakan suatu cara belajar mengajar dimana bahan disajikan oleh guru monologue sehingga lebih bersifat satu arah (one way communication) </li></ul><ul><li>Metode diskusi merupakan metode belajar dimana guru dan siswa atau antar siswa terlibat dalam suatu proses interaksi secara aktif dan timbal balik (two or multiways of communication) </li></ul><ul><li>Metode pengajaran yang berorientasi pada individu siswa ini mempunyai dua konotasi, yaitu: </li></ul><ul><li>1 . pengajaran yang diprogramkan kepada siswa perseorangan (individual study) </li></ul><ul><li>2 . pengajaran yang disesuaikan kepada karakteristik perbedaan individual siswa (individualized instruction) </li></ul>
  14. 14. REPLEKSI BAB III <ul><li>Membaca bab ini saya mendapat metode dan cara baru dalam mengajar, motivasi dan </li></ul><ul><li>Heredity (pembawaan lahir) adalah hal penting untuk terciptanya keberhasilan dalam </li></ul><ul><li>proses belajar mengajar. Seorang guru wajib memiliki metode mengajar dan harus </li></ul><ul><li>memahami karakteristik anak didiknya agar tercipta keharmonisan dan efek yang </li></ul><ul><li>dihasilkan pun akan positif, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih bermutu </li></ul><ul><li>dan hasilnya akan sangat memuaskan. Metode yang digunakan oleh guru akan sangat </li></ul><ul><li>menentukan kualitas belajar siswa dan pemahaman siswa terhadap apa yang mereka </li></ul><ul><li>pelajari akan lebih jelas dan motivasi siswa untuk belajar secara otomatis akan </li></ul><ul><li>meningkat karena metode yang digunakan tepat sasaran, inilah yang harusnya menjadi </li></ul><ul><li>catatan seorang pendidik, bagaimana caranya supaya minat siswa dalam belajar </li></ul><ul><li>semakin meningkat. </li></ul>
  15. 15. BAB IV PRINSIP DASAR BIMBINGAN BELAJAR <ul><li>Latar belakang dan pengertian bimbingan </li></ul><ul><li>Lembaga pendidikan pada umumnya dan sekolah – sekolah pada khususnya </li></ul><ul><li>merupakan tumpuan harapan para siswa, orang tua, dan warga masyarakat guna </li></ul><ul><li>memperoleh pengetahuan, sikap dan sifat – sifat kepribadian utama sebagai saran </li></ul><ul><li>pengembangan diri, karier, peningkatan status sosial dan bekal hidup, inilah yang </li></ul><ul><li>menjadi prinsip dasar bimbingan belajar. Harapan ini semua berada di bahu dan tangan </li></ul><ul><li>Guru yang di beri tugas dan wewenang dan tanggung jawab pelaksanaan operasional </li></ul><ul><li>pendidikan dan pengajaran. Melihat kenyataan yang ada bahwa masyarakat sangat </li></ul><ul><li>mengharapkan bimbingan belajar, maka guru dituntut untuk menjadi pribadi yang </li></ul><ul><li>profesional, bermartabat dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat. </li></ul>
  16. 16. Pengertian layanan bimbingan belajar (Guidance service) <ul><li>Para ahli mendefinisikan layanan bimbingan itu dengan cara bervariasi, yang secara </li></ul><ul><li>ringkasnya dapat dikemukakan sebagai berikut: </li></ul><ul><li>Layanan bimbingan (guidance service) merupakan bantuan yang diberikan kepada individu tertentu </li></ul><ul><li>Layanan bimbingan bertujuan agar yang bersangkutan dapat mencapai taraf perkembangan dan kebahagiaan secara optimal </li></ul><ul><li>Dengan layanan bimbingan, kita dapat menjalani proses pengenalan, pemahaman, penerimaan, pengarahan, perwujudan, serta penyesuaian diri, baik terhadap dirinya sendiri, orang lain, maupun terhadap lingkungannya. </li></ul><ul><li>Prosedur dan strategi layanan bimbingan belajar </li></ul><ul><li>Ada beberapa tahapan kegiatan strategi layanan bimbingan belajar yang sesuai dengan </li></ul><ul><li>prosedurnya, yaitu: </li></ul><ul><li>Identifikasi kasus </li></ul><ul><li>Identifikasi masalah </li></ul><ul><li>Analisis masalah (diagnosis) </li></ul><ul><li>Estimasi dan identifikasi alternatif pemecahan (prognosis) </li></ul><ul><li>Tindakan pemecahan masalah (treatment; therapy) </li></ul><ul><li>Evaluasi hasil pemecahan masalah dan tindakan lanjutan (follow up) </li></ul>
  17. 17. Beberapa sistem dan teknik layanan bimbingan <ul><li>Ada dua sistem pendekatan layanan bimbingan, yaitu: </li></ul><ul><li>Pendekatan direktif (directive counseling) </li></ul><ul><li>Pendekatan non – direktif (non – directive counseling) </li></ul><ul><li>Perbedaan utama diantara kedua pendekatan ini terletak pada landasan filosofis dan </li></ul><ul><li>sistem nilai yang dianutnya, dimana pendekatan direktif lebih menitikberatkan kepada </li></ul><ul><li>pemecahan masalahnya, sedangkan pendekatan non – direktif lebih mengutamakan </li></ul><ul><li>kepada perhatiannya terhadap kasus (client)-nya sendiri. </li></ul><ul><li>Wacana penyuluhan (counseling interview) </li></ul><ul><li>Interview dapat diartikan sebagai saling bertukar pandangan atau pikiran antara dua </li></ul><ul><li>orang yang saling mengakui dan menghargai eksistensi dan posisi serta martabat </li></ul><ul><li>(dignity) masing – masing. Ada beberapa tujuan dan fungsi interview, yaitu: </li></ul><ul><li>Menciptakan hubungan yang baik </li></ul><ul><li>Mendapatkan informasi yang relevan secara langsung </li></ul><ul><li>Memberikan informasi yang meyakinkan </li></ul>
  18. 18. REPLEKSI BAB IV <ul><li>Dari semua bab yang sudah saya baca dan saya coba pahami bab IV menurut saya </li></ul><ul><li>lebih mengutamakan efektifitas layanan yang harus diperhatikan sebagai landasaan </li></ul><ul><li>guru untuk lebih mengetahui cara memberikan bimbingan belajar yang baik dan </li></ul><ul><li>mengenal karakteristik anak didiknya, ternyata banyak cara untuk melakukan bimbingan </li></ul><ul><li>belajar, jadi jangan takut menjadi seorang pendidik (guru) banyak ide dan gagasan baru </li></ul><ul><li>yang akan muncul, karena dari seorang guru akan tercipta orang – orang tangguh dan </li></ul><ul><li>berpendidikan yang mengerti tata krama, adat istiadat dan norma – norma yang berlaku </li></ul><ul><li>karena guru adalah seorang Inovator dan Leader, yang kemampuannya diakui oleh </li></ul><ul><li>masyarakat dan menjadi guru merupakan pekerjaan mulia, pepatah mengatakan </li></ul><ul><li>“ orang yang baik itu adalah orang yang memberikan manfaat bagi orang lain”. </li></ul>

×