Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

TARBIYAH JINSIYAH / PENDIDIKAN SEKS DALAM ISLAM

66 views

Published on

Perlunya TARBIYAH JINSIYAH / Pendidikan sex dalam Islam untuk menekan pelecehan seksual pada remaja.
(Presentasi Kelompok 1 Game Level 11 Kelas Bunda Sayang IIP Tangerang Kota - Mei 2018)

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

TARBIYAH JINSIYAH / PENDIDIKAN SEKS DALAM ISLAM

  1. 1. TARBIYAH JINSIYAH PENDIDIKAN SEKSUALITAS DALAM ISLAM PRESENTED BY : DIANA , NOVITA, TIA, JULIA SARAH Pictbydreamstime.com
  2. 2. LATAR BELAKANG LGBT, WARIA, pelecehan seksual?? grafismedia.com www.zonalima.com www.merdeka.com
  3. 3. SOLUSI Tarbiyah jinsiyah (Pendidikan Seksual yang mengacu pada AlQuran dan sunnah Rasul)
  4. 4. TARBIYAH JINSIAH MENURUT ISLAM adalah upaya mendidik nafsu syahwat agar sesuai dengan nilai-nilai islam, sehingga ia menjadi nafsu yang di rahmati Allah, dengan tujuan terbentuknya sakinah, mawaddah, warahmah dalam sebuah rumah tangga yang mampu mendidik keturunannya untuk mentaati perintah Allah SWT, sehingga manusia terbebas dari perbuatan zina.
  5. 5. Tarbiyah jinsiyah vs sex education *Pendidikan seks pola islam (Tarbiyah Jinsiyah) mengacu kepada pendidikan akhlak dan adab yang berlandaskan kepada keimanan dan syariat / aturan yang berasal dari Allah SWT. *Sex Education versi Barat hanya mengajarkan "seksualitas yang sehat" meliputi: seks secara anatomis, fisiologis dan psikologis saja. Misalnya cara mencegah kehamilan, tidak aborsi, dsb. Tarbiyah jinsiyah dimulai dari pendidikan dalam keluarga, sebelum keluarga itu menyerahkannya kepada para pendidik (sekolah umum) dan lingkungan. Dari orang tualah anak kita akan memahami dan memiliki wawasan apa yang disebut dengan syahwat.
  6. 6. TARBIYAH JINSIYAH, Perlukah? Dalam Islam semua teratur dan tertib, ada urutannya. Ada tahapannya. Target dalam pendidikan seksualitas/jinsiyah dalam Islam adalah kesucian. Oleh sebab itu, sepantasnya hal ini juga disampaikan dengan bahasa yang santun lagi beradab.
  7. 7. Ayat-ayat Al-Qur'an tentang Jinsiyah -Tentang Proses Penciptaan dan Kelahiran Manusia (QS. Al-Hajj: 5) - Tentang Jima' : (QS. Al-Baqarah 223) - Tentang Haid : (QS. Al-Baqarah : 222) - Tentang LGBT : (QS. An-Naml: 54-55) - dll
  8. 8. Ajarkan di saat dan dengan cara yang tepat! perhatikanlah porsi pembelajaran tersebut, sesuaikan pengajaran dan informasi sesuai dengan fase dan usia anak, serta perhatikan penggunaan bahasa dalam penyampaiannya sebab bahasa memiliki kekuatan tersendiri serta dapat membangkitkan imaji dan visualisasi anak yang terkadang efeknya justru lebih ke provokasi dibanding mengilmui.
  9. 9. Tiga pembahasan utama pendidikan seksual dalam Islam (tarbiyah jinsiyah) A. Reproduksi (tentang tugas berketurunan) B. Thaharah (cara bersuci, macam-macam hadats) C. Aurat (perbedaan aurat, konsep muhrim-non muhrim) yang juga berimplikasi ke kehidupan sosial mereka.
  10. 10. Kaidah Tarbiyah Jinsiyah 1. Memerlukan waktu dan tahapan, bukan penjelasan berdurasi singkat dan tiba-tiba. 2. Ilmu untuk menjaga kesucian, perlu disampaikan dengan cara dan bahasa yang suci. 3. Memberikan pengetahuan yang benar dan baik. Mengapa? Sebab jika anak tidak mendapat jawaban dari sumber yang jernih, maka ia akan mencari tahu dari sumber yang keruh. 4. Fiqih adalah pintu masuk utama dan mulia untuk memulai pendidikan seksual sebab bernilai ibadah. Urutan bab-bab dalam kitab Fiqih bukanlah tanpa alasan, para ulama terdahulu telah menyusunnya sesuai dengan kebutuhan manusia. 5. Memerlukan ketenangan dan kesiapan orangtua ketika menjawab pertanyaan anak seputar hal ini. Jawablah dengan benar dan baik sesuai usia anak. 6. Jadikan kisah tumbuhan dan binatang sebagai ilustrasi, misal proses penyerbukan bunga. 7. Membatasi detailnya penjelasan agar tidak mengotori otak dan membangkitkan syahwat. 8. Jangan ada kebohongan dalan menyampaikan hal ini. 9. Ada pembahasan yang berbeda antara anak laki-laki dan perempuan dan jangan dijelaskan bersama- sama antara laki-laki dan perempuan. 10. Penjelasan seksual diberikan hanya kepada mereka yang bertanya (itupun dengan penjelasan yang amat terbatas). Adapun bagi mereka yang tidak bertanya dan tidak sibuk memikirkannya maka tidak boleh dibangkitkan pikirannya dengan penjelasan yang tak ia butuhkan.
  11. 11. Fase Tarbiyah Jinsiyah sesuai Perkembangan Anak -adzan -khitan (sunat) catatan: untuk anak perempuan disarankan sebelum usia 2 tahun, untuk anak laki-laki batas maksimal sebelum baligh Salah satu hal yang juga perlu diperhatikan oleh tiap orangtua ialah mensyukuri apapun jenis kelamin anak kita dan perlakukan mereka sesuai dengan jenis kelamin anak. Usia 0-2 tahun (fase penyusuan) www.mizanuladyan,wordpress.com
  12. 12. 2. Usia 2-5 (prasekolah) menanamkan iman menanamkan kesabaran menumbuhkan rasa malu (menjaga aurat, orangtua memberi teladan dan membiasakan berpakaian yang menutup aurat, mengetahui bagian tubuh yang boleh-tidak boleh disentuh) mengajarkan thaharah (bersuci), mengenal adab istinja, toilet training harus sudah tuntas (note: perhatikan cara toilet training, anak tidak diperkenankan melihat aurat orangtua untuk belajar BAK/BAB di kamar mandi) memahami perbedaan jenis kelamin
  13. 13. Usia 5-10 (Tamyiz: dapat membedakan baik/buruk) adab izin Izin masuk kamar di tiga waktu, yaitu: sebelum shalat fajar, tengah hari, setelah shalat Isya' (pelajari QS. An-Nur ayat 58-59), izin masuk ke rumah orang lain (ketuk pintu maksimal 3x, tidak melongok ke dalam rumah, pulang jika tidak ada jawaban, dst). memisahkan tempat tidur anak (anak tidak tidur dalam satu tempat tidur dan juga tidak tidur dalam satu selimut) memperjelas perbedaan laki-laki dan perempuan (peran, hak, dan kewajiban dalam Islam).
  14. 14. Usia 10-14 (baligh) 1. menundukkan pandangan (perhatikan etika melihat mahram, etika melihat non mahram, etika melihat sesama jenis, etika perempuan non muslim melihat muslimah, etika melihat aurat anak kecil, keadaan2 terpaksa yang diperbolehkan melihat, etika melihat untuk tujuan pengobatan) 2. mewajibkan penggunakan hijab bagi anak perempuan 3. melarang tabarruj 4. melarang ikhtilath (berbaur laki-laki dan perempuan) dan khalwat (berduaan antara laki-laki dengan perempuan) 5. melarang masturbasi 6. melarang kebiasaan menyebarluaskan kekejian (tuduhan zina/selingkuh) www.bundastory.com
  15. 15. Penutup Alangkah baiknya jika pendidikan seksual ini selaras dengan Al- Qur'an dan sunnah. Dengan demikian, diharapkan setiap keluarga muslim mampu memahami dan mempraktikkan tarbiyah jinsiyah agar tercipta generasi soleh-solehah yang malu pada pencipta-Nya sehingga tak ada lagi berbagai macam kasus yang tak sesuai dengan syariat

×