Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pentingnya edukasi untuk orang tua tentang anak aqil baligh kel 3 bun say tangkot

82 views

Published on

Pentingnya Edukasi Untuk Orang Tua tentang Anak Aqil Baligh

(Presentasi Kelompok 3 Game Level 11 Kelas Bunda Sayang IIP Tangerang Kota - Mei 2018)

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pentingnya edukasi untuk orang tua tentang anak aqil baligh kel 3 bun say tangkot

  1. 1. PENTINGNYAEDUKASI UNTUK ORANG TUA TENTANGANAKAQIL BALIGH Kelompok 3 kelas Bunda Sayang Tangerang Kota Batch#2 19 Mei 2018
  2. 2. Anggota TaJer 1. Dede Fitriyati 2. Faizah (kapten) 3. Miftah Irfaniah 4. Selly Khairunnisa
  3. 3. TANTANGAN
  4. 4. Tantangan yang dihadapi 1. Anak tidak memiliki figur orang tua yang dapat menjadi teladan 2. Pencarian Identitas diri dan kemandirian 3. Fenomena LGBT 4. Pelacuran remaja 5. Anak tidak mendapatkan pendidikan aqil baligh yang tepat dan benar
  5. 5. Materi Mendidik anak untuk sholat itu penting, mendidik berpuasa itu wajib, melatih anak berhijab itu perintah. Namun ada yang lebih penting : mendidik mereka untuk aqil dan baligh secara bersamaan. Karena semua ajaran agama hanya diwajibkan bagi manusia yang sudah aqil balig. Jika kita tidak persiapkan anak kita untuk aqil baligh, untuk apa mereka diajarkan agama? Baligh adalah kondisi tercapainya kedewasaan biologis dengan kematangan reproduksi Fitrah seksualitas adalah bagaimana seorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Aqil adalah kondisi tercapainya kedewasaan psikologis, sosial, finansial serta kemampuan memikul tanggung jawab syariah.
  6. 6. SOLUSI
  7. 7. • Berikan Pendidikan berbasis fitrah : • Usia 10 – 14 tahun : • Mewujudkan peran seksualitas secara bertanggung jawab dalam peran keibuan dan peran keayahan melalui kelekatan dengan cara : • Anak perempuan didekatkan ke ayah begitu juga sebaliknya • Kamar dipisah • Sediakan forum keluarga. Saat menjalang 12 tahun. Diskusikan hak kewajiban suami dan isteri . Bagaimana memuliakannya dan keterampilan domestik. • Indikator : ayah jadi figur idola anak perempuan, Ibu jadi figur idola anak laki-laki. Menghayati peran seksualitas masing-masing • Usia > 15 tahun • Berikan tantangan penuh untuk mandiri, menikah dan berkeluarga • Diberikan tanggung jawab dan peran sosial • Akhlak /adab pada keturunan • Indikator : mampu menjadi ayah sejati dan dan ibu sejati dengan kemampuan mendidik yang baik.
  8. 8. Fitrah Problem Solusi Suka pengakuan sosial dan kompeten Kebanyakan narsis, tidak punya bakat keren Jadilah partner bisnis, partner sosial, libatkan lebih banyak aktivitas sosial, dll Suka tantangan Parent take over Give challenges, raja tega Suka self organization, self regulation Assume as a child Jangan intervensi, jadilah partner mereka, make a self business Suka lawan jenis Belum mandiri, LGBT Menikah / berpuasa, mengulang proses pendidikan fitrah seksualitas Suka kebenaran Tidak ada figure, atau salah menginterpretasikan kebenaran Carikanlah pendamping akhlak dan teladan untuknya Tantangan dan Solusi anak Aqil balig
  9. 9. Kondisi Action Perubahan Enggan berubah Hadapkan kondisi yang tidak menyenangkan jika ia tidak bertindak Cenderung mengisolasi diri Buat dia nyaman dengan cara solider / setia kawan Ketakutan berubah Beri harapan dan keyakinan Apatis / tidak peduli Munculkan kemarahan Tidak percaya diri Beri contoh 5 PILAR PERUBAHAN
  10. 10. • Gunakan “mantra dasar IIP” : Perbanyak ngobrol , main dan aktivitas bareng anak • Meneguhkan kembali fitrah peran ayah dan fitrah peran bunda • Berikan anak 2 (dua) warisan yaitu cinta dan kemandirian • Bagaimana agar remaja menerima cinta orang tua ? • Karunia waktu • Karunia sentuhan • Karunia hadiah • Karunia bicara • Usahakan sebelum anak usia 10 tahun, sudah membicarakan persiapan aqil baligh, karena hormonnya belum terlalu terbentuk sehingga mendengarnya dengan “lempeng” / tidak berfantasi dll Misalnya : Suatu hari, kamu akan mimpi basah, nak. Kamu mimpi bertemu perempuan, kamu merasa senang dan nyaman, sehingga keluarlah cairan berwarna putih yang bernama sperma. tips : Gunakan bahasa “nyaman” alih-alih “nikmat” atau “terangsang” • Bicarakan juga aturan-aturan seperti : • Jika nanti menyukai lawan jenis, tidak perlu diungkapkan ke orangnya, perbanyak sabar dan istighfar dan tundukkan pandangan. • Jika di atas 10 tahun, bisa dengan diskusi dan bahan bacaan seperti buku EnSexclopedia tanya jawab masalah pubertas dan seksualitas remaja Oleh Elly Risman, Hilman Al madani, Yuhyina Maisura
  11. 11. Referensi 1. Fitrah Based Education, Harry Santosa. Yayasan Cahaya Mutiara Timur. Cetakan ke-5, 2017 2. http://khairunnisakuwait.blogspot.co.id/2013/10/mempersiapka n-anak-anak-menuju-fase.html?m=1 3. Materi Pelatihan Karunia Cinta Remaja oleh Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhori 4. EnSexclopedia tanya jawab masalah pubertas dan seksualitas remaja Oleh Elly Risman, Hilman Al madani, Yuhyina Maisura Disclaimer : beberapa materi dalam slide ini adalah materi pelatihan Karunia Cinta Remaja yang tidak boleh dipublikasikan dan disebarluaskan (slide 10, butir 3 - 6)
  12. 12. Terima Kasih

×