Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

ASKEP VENTRICULAR SEPTAL DEFECT (VSD)

3,738 views

Published on

ASKEP VENTRICULAR SEPTAL DEFECT (VSD)

Published in: Education
  • Be the first to comment

ASKEP VENTRICULAR SEPTAL DEFECT (VSD)

  1. 1. ASUHAN KEPERAWATAN VENTRICULAR SEPTAL DEFECT
  2. 2. Apa itu VSD??? kiri yang selanjutnya dapat terjadi gagal jantung (Roebiono, 2003). Jadi VSD merupakan kelainan jantung bawaan (kongenital) berupa terdapatnya lubang pada septum interventrikuler yang menyebabkan adanya hubungan aliran darah antara ventrikel kanan dan kiri.
  3. 3. Etiologi Faktor prenatal (faktor eksogen)  Ibu menderita penyakit infeksi : Rubela  Ibu alkoholisme  Umur ibu lebih dari 40 tahun  Ibu menderita penyakit DM yang memerlukan insulin  Ibu meminum obat-obatan penenang Faktor genetic (faktor endogen)  Anak yang lahir sebelumnya menderita PJB  Ayah/ibu menderita PJB  Kelainan kromosom misalnya sindrom down  Lahir dengan kelainan bawaan yang lain
  4. 4. Manifestasi Klinis Menurut ukurannya VSD dapat dibagi menjadi:  VSD kecil biasanya tidak ada gejala-gejala. Bising pada VSD tipe ini bukan pansistolik, tapi biasanya berupa bising akhir sistolik tepat sebelum S2  VSD sedang biasanya juga tidak begitu ada gejala-gejala, kadang-kadang penderita mengeluh lekas lelah, sering mendapat infeksi pada paru sehingga sering menderita batuk.  VSD besar Gagal jantung pada umur antara 1-3 bulan Infeksi paru dan radang paru Kenaikan berat badan lambatKenaikan berat badan lambat anak kelihatan sedikit sianosis nafas cepat, berkeringat banyak dan tidak kuat menghisap susu Tanda gejala umum : 1. Murmur 2. Dipsnea (sesak napas) 3. Anoreksia 4. Takipnea (napas cepat) 5. Ujung-ujung jari hiperemik dan diameter dada bertambah 6. Pada anak yang kurus terlihat impuls jantung yang hiperdinamik 7. Pada palpasi dan auskultasi tekanan arteri pulmonalis yang tinggi dan penutupan katup pulmonal teraba jelas
  5. 5. PATOFISIOLOGI Adanya lubang pada septum interventrikuler memungkinkan terjadinya aliran dari ventrikel kiri ke ventrikel kanan, sehingga aliran darah ke paru bertambah. Presentasi klinis tergantungnya besarnya aliran pirau melewati lubang VSD serta besarnya tahanan pembuluh darah paru. Bila aliran pirau kecil umumnya tidak menimbulkan keluhan. Dalam perjalanannya, beberapa tipe VSD dapat menutup spontan (tipe perimembran dan muskuler), terjadi hipertensi pulmonal, hipertrofi infundibulum, atau prolaps katup aorta yang dapat disertai regurgitasi (tipe subarterial dan perimembran) (rianto, 2003; masud 1992).
  6. 6. PATHWAY VSD
  7. 7. Klasifikasi  Klasifikasi VSD berdasarkan pada lokasi lubang a.Perimembranous (tipe paling sering, 60%) bila lubang terletak di daerah pars membranaceae septum interventricularis, b.Subarterial doubly commited, bial lubang terletak di daerah septum infundibuler dan sebagian dari batas defek dibentuk oleh terusan jaringan ikat katup aorta dan katup pulmonal, c.Muskuler, bial lubang terletak di daerah septum muskularis interventrikularis
  8. 8. PEMERIKSAAN FISIK  VSD kecil Palpasi: Impuls ventrikel kiri jelas pada apeks kordis. Biasanya teraba getaran bising pada SIC III dan IV kiri. Auskultasi: Bunyi jantung biasanya normal dan untuk defek sedang bunyi jantung II agak keras. Intensitas bising derajat III s/d VI.  VSD besar Inspeksi: Pertumbuhan badan jelas terhambat,pucat dan banyak kringat bercucuran. Ujung-ujung jadi hiperemik Palpasi: Impuls jantung hiperdinamik kuat. Teraba getaran bising pada dinding dada. Auskultasi: Bunyi jantung pertama mengeras terutama pada apeks dan sering diikuti ‘click’. Bunyi jantung kedua mengeras terutama pada sela iga II kiri.
  9. 9. Pemeriksaan Penunjang Dan Diagnostik  Kateterisasi jantung menunjukkan adanya hubungan abnormal antar ventrikel  EKG dan foto toraks menunjukkan hipertropi ventrikel kiri  Hitung darah lengkap adalah uji prabedah rutin  Uji masa protrombin ( PT ) dan masa trombboplastin parsial ( PTT ) yang dilakukan sebelum pembedahan dapat mengungkapkan kecenderungan perdarahan Komplikasi  Gagal jantung kronik  Endokarditis infektif  Terjadinya insufisiensi aorta atau stenosis pulmonar  Penyakit vaskular paru progresif  Kerusakan sistem konduksi ventrikel
  10. 10. PENATALAKSANAAN 1.Umum  Tirah baring, posisi setengah duduk.  Penggunaan oksigen.  Koreksi gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit.  Diet makanan berkalori tinggi.  Pemantauan hemodinamik yang ketat.  Hilangkan faktor yang memperberat (misalnya demam, anemia, infeksi).  Penatalaksanaan diet pada penderita yang disertai malnutrisi, memberikan gambaran perbaikan pertumbuhan tanpa memperburuk gagal jantung bila diberikan makanan pipa yang terus-menerus. 2.Pembedahan  Operasi paliatif  Operasi korektif  Antibiotic profilaksis  Penanganan gagal jantung jika terjadi operasi pada umur 2-5 tahun  Prognosis operasi baik jika tahanan vascular paru rendah  Perbaikan defek septum ventrikel
  11. 11. PENATALAKSANAAN 3.Farmakologi  Vasopresor atau vasodilator  Dopamine (intropin)  Isoproternol (isuprel) 4.Medis  Pada VSD kecil : ditunggu saja, kadang-kadang dapat menutup secara spontan. Diperlukan operasi untuk mencegah endokarditis infektif  Pada VSD sedang : jika tidak ada gejala-gejala gagal jantung, dapat ditunggu sampai umur 4-5 tahun karena kadang-kadang kelainan ini dapat mengecil  Pada VSD besar dengan hipertensi pulmonal yang belum permanen: biasanya pada keadaan menderita gagal jantung sehingga dalam pengobatannya menggunakan digitalis  Pada VSD dengan hipertensi pulmonal permanen : operasi paliatif atau operasi total sudah tidak mungkin karena arteri pulmonalis mengalami arteriosklerosis
  12. 12. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan  Pengkajian a. Riwayat keperawatan : respon fisiologis terhadap defek (sianosis, aktifitas terbatas) b. Kaji adanya komplikasi c. Riwayat kehamilan d. Riwayat perkawinan e. Pemeriksaan umum : keadaan umum, berat badan, tanda – tanda vital, jantung dan paru f. Kaji aktivitas anak g. Kaji adanya tanda-tanda gagal jantung : nafas cepat, sesak nafas, retraksi, bunyi jantung tambahan (mur-mur), edema tungkai, hepatomegali. h. Kaji adanya tanda hypoxia kronis : clubbing finger i. Kaji pola makan, pertambahan berat badan. Diagnosa Keperawatan  Resiko gangguan pertukaran gas berhubungan dengan tidak adekuatnya ventilasi  Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelelahan pada saat makan dan meningkatnya kebutuhan anak.  Gangguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan tidak adekuatnya suplai oksigen dan zat nutrisi ke jaringan.
  13. 13. Rencana Keperawatan NO Diagnosa keperawatan Tujuan dan kriteria hasil Intervensi Keperawatan 1 Penurunan curah jantung berhubungan dengan volume sekuncup jantung Setelah diberikan asuhan keperawatan diharapkan curah jantung normal dengan kriteria hasil : • Tanda vital dalam keadaan rentang normal • Dapat mentoleransi aktivitas, tidak ada kelelahan • Tidak ada edema paru, perifer, dan tidak ada asites • Tidak ada penurunan kesadaran Cardiac Care : 1. Evaluasi adanya nyeri dada (intensitas, lokasi, durasi) 2. Catat adanya tanda dan gejala penurunan cardiac output 3. Monitor status kardiovaskuler 4. Monitor adanya perubahan tekanan darah 5. Monitor adanya dispneu
  14. 14. Lanjutan NO Diagnosa keperawatan Tujuan dan kriteria hasil Intervensi Keperawatan 2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelelahan pada saat makan dan meningkatnya kebutuhan kalori. Setelah diberikan asuhan keperawatan diharapkan kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria hasil : • Adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan • Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan • Mampu mengidentivikasi kebutuhan nutrisi • Tidak ada tanda-tanda malnutrisi • Menunjukan peningkatan fungsi pengecapan dari menelan 1. Hindarkan kelelahan yang sangat saat makan dengan porsi kecil tapi sering 2. Pertahankan nutrisi dengan mencegah kekurangan kalium dan natrium, memberikan zat besi. 3. Jangan batasi minum bila anak sering minta minum karena kehausan. 4. Berikan subtansi gula 5. Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian
  15. 15. Rencana Keperawatan ke-3 NO Diagnosa keperawatan Tujuan dan kriteria hasil Intervensi Keperawatan 3. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan tidak adekuatnya suplai oksigen dan zat nutrisi ke jaringan. Setelah diberikan asuhan keperawatan diharapkan pertumbuhan dan perkembangan tidak terganggu dengan kriteria hasil : • Anak berfungsi optimal sesuai tingkatannya • Keluarga dan anak manpu menggunakan koping terhadap tantangan karena adanya ketidakmampuan • Keluarga mampu mendapatkan sumber- sumber sarana komunitas 1. Monitor tinggi dan berat badan setiap hari dengan timbangan dan didokumentasikan dalam bentuk grafik. 2. Ijinkan anak untuk sering beristirahat dan hindarkan gangguan pasa saat tidur. 3. Kaji faktor penyebab gangguan perkembangan anak 4. Berikan perawatan yang konsisten 5. Dorong anak melakukan perawatan sendiri

×