Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

PERNIKAHAN

6,420 views

Published on

Beberapa Hal mengenai Hidup Orang Beriman
1. Pernikahan

Published in: Education
  • gimana cara down load nya? pls
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

PERNIKAHAN

  1. 2. <ul><li>TUHAN Allah berfirman: &quot;Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.“ (Kej. 2:18 ) </li></ul><ul><li>&quot;Tidakkah kamu baca bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Lagi pula Ia berfirman: Karena itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging&quot; (Mat. 19:4-5) </li></ul><ul><li>Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan (Ibr. 13:4) </li></ul><ul><li>Ajaran setan-setan …. Melarang orang kawin (1 Tim. 4:1-3) </li></ul><ul><li>Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Demikian pula, kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. </li></ul>
  2. 3. <ul><li>&quot;Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja . . . dan ada orang yang membuat dirinya demikian atas kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Surga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti&quot; (Mat. 19:10-12; 1 Kor. 7:7-9) </li></ul><ul><li>Meskipun Allah di dalam penciptaan, untuk tujuan-Nya yang umum, menetapkan setiap orang harus menikah, tetapi dalam tebusan, untuk tujuan-Nya yang unik, juga memberikan kepada sekelompok orang karunia tidak menikah. </li></ul><ul><li>&quot;Sekarang tentang orang-orang yang belum kawin . . . Orang yang tidak beristri memusatkan perhatiannya pada hal-hal mengenai Tuhan, bagaimana ia menyenangkan Tuhan . . . Anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada hal-hal mengenai Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus . . . supaya kamu melakukan apa yang patut, dan melayani Tuhan tanpa gangguan. Tetapi jikalau seseorang menyangka bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap tunangannya, jika tunangannya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa. Tetapi kalau ada seseorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan tunangannya, ia berbuat baik. Jadi, orang yang kawin dengan tunangannya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan tunangannya berbuat lebih baik&quot; (1 Kor. 7:25-38) </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>&quot;Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan&quot; (Why. 14:4) </li></ul><ul><li>Di sini memperlihatkan kepada kita, benar-benar ada beberapa orang yang telah menerima karunia yang khusus dari Allah, telah membujang, menjadi sekelompok pemenang Allah yang khusus, dapat menjadi buah bungar, bagi Allah dan Kristus Tuhan. Mereka berbuat demikian, tentunya akan mendapatkan pahala dari Allah! </li></ul>
  3. 4. <ul><li>&quot;Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya&quot; (2 Kor. 6:14) </li></ul><ul><li>&quot;Membawa seorang istri yang seiman; asal orang itu seorang yang percaya&quot; (1 Kor. 9:5; 7:39) </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Orang yang percaya hanya boleh mencari jodoh orang yang percaya. </li></ul><ul><li>Tidak hanya dalam Perjanjian Baru, dalam Perjanjian Lama pun, Allah tidak mengizinkan umat-Nya menikah dengan orang kafir, supaya yang kudus tidak bercampur dengan yang tidak kudus, sehingga akhirnya tertarik meninggalkan Allah, pergi mengikuti ilah lain (Ul. 7:3-4; Kel. 34:16; Ezr. 9:2; Neh. 10:30 </li></ul>
  4. 5. <ul><li>&quot;Kepada orang-orang yang telah kawin . . . istri jangan bercerai dari suaminya. Jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami janganlah menceraikan istrinya . . . Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai&quot; (1 Kor. 7:10-16) </li></ul><ul><li>Yang sudah menikah, janganlah bercerai. Orang yang sudah percaya, tidak boleh bercerai karena pasangannya tidak percaya. Kalau bercerai, dalam batasan yang memungkinkan, sebaiknya damai kembali. Tetapi kalau orang yang tidak beriman yang mau bercerai, biarlah ia bercerai, jangan mengadu ke pengadilan, karena Allah menghendaki kita berdamai dengan orang. </li></ul><ul><li>Yang telah menikah, tidak boleh menikah lagi; kalau menikah lagi, akan merusak kesatuan seorang laki-laki dengan seorang perempuan, sehingga terjadi perzinaan. </li></ul><ul><li>&quot;Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian!&quot; (1 Kor. 7:27) </li></ul><ul><li>Kalau seorang saudara telah terikat pada seorang istri, janganlah -- bahkan tidak boleh -- mengusahakan perceraian. Mengusahakan perceraian bukan kehendak Tuhan. Mungkin Tuhan akan melalui istrinya membuatnya belajar pelajaran hayat. </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>&quot;Istri terikat selama suaminya hidup&quot; (1 Kor. 7:39) </li></ul><ul><li>Seorang saudari terikat selama suaminya hidup; tidak boleh kawin lagi. Kalau kawin lagi, akan mengacaukan kesatuan suami istri, itu adalah perzinaan </li></ul>
  5. 6. <ul><li>&quot;Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu seorang yang percaya&quot; (1 Kor. 7:39) </li></ul><ul><li>Kalau suami seorang saudari telah mati, ikatan kesatuan suami istri telah tiada, sebab itu boleh dengan bebas menikah lagi; asal berpegang pada satu syarat, yaitu menikah dengan saudara di dalam Tuhan. </li></ul><ul><li>&quot;Janda-janda . . . baiklah mereka tetap dalam keadaan seperti aku. Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin daripada hangus karena hawa nafsu&quot; (1 Kor. 7:8-9) </li></ul><ul><li>&quot;Aku mau supaya janda-janda yang muda kawin lagi, beroleh anak, memimpin rumah tangganya&quot; (1 Tim. 5:14, lihat ayat 9-13, 15) </li></ul>
  6. 7. <ul><li>&quot;Mereka (suami istri) bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia&quot; (Mat. 19:6) </li></ul><ul><li>Begitu menikah menjadi suami istri, itu berarti telah menjadi satu tubuh, bukan dua orang lagi. Dua orang telah menjadi satu orang, tidak boleh dipisahkan lagi. Lagi pula Tuhan di sini berkata, penyatuan ini dilakukan oleh Allah, berasal dari Allah, sebab itu tidak boleh diceraikan manusia. </li></ul><ul><li>&quot;Siapa saja yang menceraikan istrinya, kecuali karena zina, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berzina&quot; (Mat. 19:9) </li></ul><ul><li>Pernikahan seharusnya menjadi satu, kalau menjadi dua akan kacau. Kalau menikah lagi, akan merusak kesatuan pernikahan, itu berarti berbuat zina. </li></ul><ul><li>&quot;Setiap orang yang menceraikan istrinya kecuali karena zina, ia menjadikan istrinya berzina; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berzina&quot; (Mat. 5:32) </li></ul><ul><li>Kalau suami istri masih hidup, pihak mana saja tidak boleh menikah lagi, kalau menikah lagi, berarti merusak kesatuan pernikahan, ia berbuat zina. Hal ini melanggar ketetapan Allah, merusak yang dijodohkan oleh Allah, tidak diperkenan Allah. </li></ul>
  7. 8. <ul><li>1. &quot;Telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus&quot; (2 Kor. 11:2) </li></ul><ul><li>Perjodohan laki-laki dengan perempuan melambangkan kesatuan Kristus dan gereja. Rasul menganggap Kristus sebagai suami, lalu mempertunangkan orang-orang yang menerima anugerah kepada-Nya, dan mereka dipandang sebagai perawan suci untuk dipersembahkan kepada-Nya sebagai jodoh-Nya. Sebab itu, setiap kali kita melihat pernikahan, kita harus memikirkan hubungan kita dengan Kristus, dan Kristus dengan kita. </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>2. &quot;Yang punya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki&quot; (Yoh. 3:29; Mat. 9:15) </li></ul><ul><li>Yohanes pembaptis memperkenalkan Tuhan Yesus kepada orang, tidak hanya berkata, Ia adalah Anak Domba yang memikul dosa dunia, juga berkata, Dia adalah Mempelai Laki-laki yang meminang mempelai perempuan. Tuhan Yesus sendiri juga berkata, Ia datang ke bumi sebagai Mempelai Laki-laki. Mempelai perempuan yang akan dipinang Tuhan adalah kita, orang-orang tebusan-Nya. Dia adalah satu-satunya Mempelai Laki-laki sejati dalam alam semesta; mempelai laki-laki di antara orang dunia, semuanya melambangkan Dia sebagai Mempelai Laki-laki. Hubungan antara Dia dengan kita, dan kita dengan Dia, adalah Mempelai Laki-laki terhadap mempelai perempuan, dan mempelai perempuan terhadap Mempelai Laki-laki. Setiap kita nampak hubungan mempelai laki-laki dengan mempelai perempuan, seharusnya teringat akan hubungan Kristus dengan kita. </li></ul>

×