BAB III
METODE
PENELITIAN

A. METODE PENELITIAN
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan da...
2

Mubarak, 2011) bahwa pengetahuan merupakan faktor predisposisi yang
mempengaruhi perilaku seseorang.
Pengetahuan keseha...
3

Berdasarkan uraian diatas, maka kerangka konsep peneltian
sebagai berikut :
Variabel Independen
Kurang
Faktor Predispos...
4

Leukorea Patologis
Leukorea normal
Variabel Dependen

Gambar 3.1

Kerangka Konsep Penelitian

Sumber : Mubarak (2011), ...
5

Hipotesis penelitian dalam sebuah taksiran atau referensi yang
dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat men...
6

didapatkan oleh satuan penelitian tentang suatu konsep pengertian
tertentu (Notoatmodjo, 2010). Dalam penelitian ini, p...
7

5. Definisi Operasional
Tabel 3.1 Definisi Operasional
Variabel
Independen :
Pengetahuan
remaja putri
tentang
penggunaa...
8

1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek
yang mempunyai kualitas dan karakteris...
9

Adapun sampel yang diambil tersebar di kelas X dan XI di SMAN 19
Garut dan jumlah sampel yang dibutuhkan dalam peneliti...
10

IPS 3
Jumlah

16
230

(16 :230) x 147

10
147

Adapun beberapa kriteria yang menjelaskan supaya karakteristik
sampel t...
11

daun sirih dan leukorea. Proses pengumpulan data dibantu oleh teman
dan pihak guru.
Pada waktu penelitian, setelah dip...
12

Setelah responden dikumpulkan dalam 4 ruangan, peneliti
memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang tujuan penelitia...
13

sebanyak 5 soal dimana terdapat 3 pertanyaan kritikal point yang
nantinya akan diperhatikan untuk menentukan kejadian ...
14

Teknik uji validitas dalam penelitian ini menggunakan koefisen
korelasi biserial karena pertanyaan menggunakan butir d...
15

b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan atau kehandalan hasil
suatu pengukuran (Nugrahaeni dan Mau...
16

remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih dengan
kejadian Leukorea di SMAN 19 Garut pada tanggal 18 ...
17

l. Melaksanakan uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian di SMAN
16 Garut pada tanggal 11 Mei 2012.

2. Tah...
18

E. Pengolahan Data
Sebelum dilakukan pengolahan data, variabel penelitian diberi
skor sesuai dengan bobot jawaban pada...
19

3. Proccessing
Merupakan kegiatan melakukan entry data dari kuisioner ke dalam
program komputer. Data penelitian dimas...
20

Analisis univariat bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi
dan proporsi dari variabel-variabel yang diamati, t...
21

Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik ChiSquare (Chi Kuadrat). Adapun yang digunakan ialah seba...
22

Uji kemaknaan dilakukan dengan menggunakan α = 0,05 dan
Confidence Interval (CI) 95% (penelitian di kesehatan masyarak...
23

penelitian serta memiliki kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari
paksaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pene...
24

3. Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness)
Prinsip keadilan memiliki konotasi keterbukaan da...
25

subjek (non maleficence). Penelitian ini tidak berpotensi mengakibatkan
cedera atau stress tambahan sehingga tidka ada...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab iii

1,068 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,068
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab iii

  1. 1. BAB III METODE PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2011). Metode penelitian ini terdiri dari beberapa macam, salah satunya yaitu: metode penelitian deskriptif korelasi yang merupakan suatu jenis penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variable atau lebih (Budiman, 2010). Pendekatan cross sectional merupakan jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel dan dependen hanya satu kali pada satu saat (Nursalam, 2008). 1. Paradigma Penelitian Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Perilaku yang di dasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada prilaku yang tidak di dasari oleh pengetahuan (Mubarak, 2011). Salah satu perilaku yang dipengaruhi oleh pengetahuan ialah perilaku penggunaan sabun antiseptik daun sirih. Hal tersebut sebagaimana yang dikemukakan oleh Lawrence Green (1980 dalam 1
  2. 2. 2 Mubarak, 2011) bahwa pengetahuan merupakan faktor predisposisi yang mempengaruhi perilaku seseorang. Pengetahuan kesehatan reproduksi sangat penting untuk remaja khususnya remaja putri karena pada saat usia remaja terjadi perkembangan yang sangat dinamis baik secara biologi maupun psikologi dan ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan remaja seperti informasi yang di terima, orang tua, teman, orang terdekat, media massa dan seringnya diskusi (Putriani, 2010). Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Sehingga kondisi mereka dikatakan masih labil. Hal ini terbukti dengan kejadian mereka yang mudah tergoda dengan segala macam hal yang baru. Salah satunya produk sabun antiseptik sabun sirih yang sering digunakan untuk pembersih organ kewanitaan. Sabun antiseptik daun sirih ini dapat digunakan sebagai antiseptik, tetapi apabila penggunaannya berlebihan dapat meningkatkan keasaman vagina dan menyebabkan bakteri di daerah vagina bisa ikut mati.. Dampaknya, jamur dapat tumbuh disekitar vagina. Hal itu menyebabkan terjadinya leukorea yang patologis (Ilmiah, 2011). Para remaja harus waspada terhadap gejala leukorea. Leukorea yang terus menerus dan tidak ditangani dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan akan menimbulkan berbagai penyakit infeksi genitalia diantaranya vulvitis (infeksi vulva), vaginitis kandidiasi (leukorea kental bergumpal dan terasa sangat gatal), servisitis dan endometritis (infeksi pada lapisan dalam dari rahim) (Manuaba, 2009).
  3. 3. 3 Berdasarkan uraian diatas, maka kerangka konsep peneltian sebagai berikut : Variabel Independen Kurang Faktor Predisposisi Prilaku: Penggetahuan penggunaan sabun antiseptik daun sirih 1. Pengetahuan Cukup 2. Sikap 3. Kepercayaan 4. Keyakinan 5. Nilai-nilai Baik Personal Hygiene Salah Benar
  4. 4. 4 Leukorea Patologis Leukorea normal Variabel Dependen Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian Sumber : Mubarak (2011), Notoatmodjo (2007) dan Sibagariang, at.al (2010) Keterangan: : Yang diteliti : Yang tidak diteliti 2. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskriptive Corelative yaitu merupakan rancangan penelitian yang bertujuan menerangkan atau menggambarkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih terhadap kejadian leukorea serta berusaha mencari hubungan antara variabel independen (pengetahuan remaja putri tentang sabun antiseptik daun sirih) dengan variabel dependen (kejadian leukorea) dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana peneliti melakukan pengukuran variabel independen dan dependen dalam waktu yang bersamaan. 3. Hipotesis Penelitian
  5. 5. 5 Hipotesis penelitian dalam sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati, dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah penelitian selanjutnya (Good dan Scater, 1954 dalam Budiman, 2010). Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih dengan kejadian leukorea. Hipotesis dalam penelitian ini adalah : Ho : Tidak ada hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih dengan kejadian leukorea. Ha : Ada hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih dengan kejadian leukorea. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih dengan kejadian leukorea. 4. Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan objek yang akan diteliti sehingga kita sudah bisa pastikan bahwa variabel penelitian yang kita pilih sudah memenuhi syarat untuk diteliti (Budiman, 2010). Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau ukuran yang dimiliki atau
  6. 6. 6 didapatkan oleh satuan penelitian tentang suatu konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo, 2010). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua variabel, yaitu : a. Variabel Bebas ( Independen Variable) Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pengetahuan remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih. b. Variabel Terikat (Dependen variable) Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian leukorea.
  7. 7. 7 5. Definisi Operasional Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Independen : Pengetahuan remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih. Dependen : Leukorea Definisi Konseptual Definisi Operasional Alat Ukur Hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap sesuatu objek tertentu (Notoatmodjo, 2010). Segala macam hal yang diketahui oleh remaja putri di SMAN 19 Garut tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih yang meliputi definisi, kandungan kimia, manfaat, efek samping dan cara penggunaan sabun antiseptik daun sirih sebagai pembersih vagina. Adanya cairan yang keluar dari vagina yang dirasakan oleh remaja putri di SMAN 19 Garut yang berwarna putih bergumpal atau kuning dan berbau, yang disebabkan oleh bakteri atau parasit. Angket tertutup Leukorea adalah satu nama penyakit reproduksi kaum wanita, yang berupa keluarnya cairan berwarna putih dari vaginanya (Saydam, 2012). Hasil ukur Skala 1. Kurang, jika Ordinal skor < 56% 2. Cukup, jika skor antara 56-75% 3. Baik , jika skor 75%-100% (Arikunto, 2006) Angket 1. Leukorea tertutup patologis (sering terjadi, kuning, berbau) 2. Leukorea normal (tidak sering terjadi, bening/putih, tidak berbau) (Sibagariang, at.al, 2010) Mengacu pada nomor 1,2 dan 3 pada kuisioner leukorea. B. Populasi dan Sampel Nominal
  8. 8. 8 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011). Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas X dan XI SMAN 19 Garut periode 2011/2012 yang menggunakan sabun antiseptik daun sirih sebanyak 230 remaja putri. 2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011). Sampel dalam penelitian ini diambil dari semua remaja putri kelas X dan XI yang menggunakan sabun antiseptik daun sirih yang tersebar di SMAN 19 Garut sebanyak 230 orang remaja putri. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah sampel yaitu (Nugrahaeni dan Mauliku, 2011): Keterangan : n : Jumlah sampel minimal N : Jumlah populasi d : Ketepatan yang diinginkan (5%= 0,05) Dengan menggunakan rumus diatas maka dapat ditentukan jumlah sampel yang dibutuhkan yaitu sebagai berikut:
  9. 9. 9 Adapun sampel yang diambil tersebar di kelas X dan XI di SMAN 19 Garut dan jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini berjumlah 147 orang remaja putri, untuk mengambil sampel remaja putri yang tersebar di kelas yang berbeda, dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Nugrahaeni dan Mauliku, 2011): ni = n1 xn N ni = n1 xn N Keterangan : ni = Sampel strata ( masing – masing kelas) 1 n = Populasi strata ( masing – masing kelas ) N = Populasi n = Sampel minimal Tabel 3.2 Perhitungan sampel tiap kelas di SMAN 19 Garut Jumlah remaja putri tahun 2011/2012 Kelas Kelas X XI IPA XI IPS Kelas XI IPA Kelas XI IPS X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 IPA 1 IPA 2 IPA 3 IPA 4 IPS 1 IPS 2 Perhitungan sampel Sampel yang diambil 17 15 19 18 16 17 14 17 15 15 18 14 19 (17 :230) x 147 (15 :230) x 147 (19 :230) x 147 (18 :230) x 147 (16 :230) x 147 (17 :230) x 147 (14 :230) x 147 (17 :230) x 147 (15 :243) x 147 (15 :230) x 147 (18 :230) x 147 (14 :230) x 147 (19 :230) x 147 11 10 12 11 10 11 9 11 10 10 11 9 12
  10. 10. 10 IPS 3 Jumlah 16 230 (16 :230) x 147 10 147 Adapun beberapa kriteria yang menjelaskan supaya karakteristik sampel tidak menyimpang dari populasinya, yaitu kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi dalam penelitiani ini yaitu: a. Siswa kelas X dan XI SMAN 19 Garut b. Siswa perempuan yang sedang atau pernah menggunakan sabun antiseptik daun sirih. c. Siswa perempuan yang sudah menstruasi d. Siswa yang bersedia dijadikan responden penelitian. C. Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan suatu proses kegiatan penelitian untuk mengumpulkan data melalui alat ukur pengumpulan data agar dapat memperkuat hasil (Hidayat, 2007). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden dengan menggunakan angket yaitu dengan cara mengedarkan suatu daftar pertanyaan, angket diajukan secara tertulis kepada sejumlah responden untuk mendapatkan informasi jawaban yang diperlukan dalam penelitian. Data primer digunakan untuk menjawab variabel pengetahuan remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik
  11. 11. 11 daun sirih dan leukorea. Proses pengumpulan data dibantu oleh teman dan pihak guru. Pada waktu penelitian, setelah diperoleh jumlah responden untuk setiap kelas, pengambilan sampel dilakukan dengan Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu suatu cara pengambilan sampel yang digunakan bila anggota populasinya tidak homogen secara proporsional (Sugiyono, 2011). Alasan menggunakan teknik ini karena populasi tersebar di beberapa kelas. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan mengocok jumlah responden untuk setiap kelasnya, sehingga didapatkan hasil sampel dari masing-masing kelas sesuai jumlah responden yang dibutuhkan. Apabila responden yang akan diteliti tidak ada maka responden diganti oleh responden lain yang pada saat dikocok tidak terpilih. Pengambilan data dilakukan dalam waktu satu hari. Responden yang ada di 14 kelas antara kelas X dan kelas XI di bagi menjadi 4 kelompok. Kelas 1 yang terdiri dari 7 kelas di bagi dalam 2 kelompok, sementara untuk kelas XI di bagi sesuai jurusannya masing-masing yaitu XI IPA dan IPS, sehingga terdapat 4 kelompok dan masing-masing kelompok dilakukan penelitian selama 1 hari dalam waktu yang sama. Penelitian ini dibantu oleh teman dan pihak guru SMAN 19 Garut dengan terlebih dahulu diberikan pengarahan untuk menyamakan persepsi. Persepsi yang disamakan bersama pihak guru dan teman yaitu mengenai bahasa medis yang terdapat dalam kuisioner yang belum tentu semua responden bisa mengerti dan memberi kelonggaran waktu kepada responden untuk mengisi kuisioner supaya tidak merasa terburu-buru
  12. 12. 12 Setelah responden dikumpulkan dalam 4 ruangan, peneliti memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang tujuan penelitian serta meminta kesediaan dari yang bersangkutan untuk dijadikan sebagai responden penelitian. Setelah itu peneliti membagikan lembar pertanyaan, sebelum kuesioner atau angket diisi, responden diberikan waktu untuk bertanya, dilanjutkan dengan pengisian kuesioner atau angket. Tata cara penelitian adalah responden memberikan tanda silang (X) pada lembar kuesioner atau angket tertutup sesuai dengan apa yang diketahui, selama pengambilan data berlangsung, peneliti mendampingi responden agar dapat memberikan penjelasan apabila ada hal yang kurang dimengerti oleh responden, peneliti kemudian memeriksa jawaban yang telah diisi oleh responden. Supaya penelitian lebih akurat, maka memerlukan alat pengumpulan data atau instrumen yang tepat. 2. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat untuk pengumpulan data yang menggunakan suatu metode (Arikunto, 2010). Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup yang berbentuk pertanyaan multiple choice untuk mengukur pengetahuaan responden tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih, dimana responden tinggal memilih jawaban sesuai dengan yang diketahuinya, jika responden menjawab pertanyaan dengan benar maka diberi skor = 1, namun jika responden menjawab salah maka diberi skor = 0. Jumlah pertanyaan yang diberikan sebanyak 14 soal. Sedangkan untuk mengetahui kejadian leukorea normal dan patologis, diberikan angket tertutup berbentuk pertanyaan multiple choice
  13. 13. 13 sebanyak 5 soal dimana terdapat 3 pertanyaan kritikal point yang nantinya akan diperhatikan untuk menentukan kejadian leukorea dari responden. Setiap responden dapat memilih jawaban sesuai dengan yang dialaminya. Apabila jawaban yang dipilih responden termasuk leukorea patologis maka diberi skor = 1 tetapi apabila jawaban yang dipilih responden termasuk leukorea normal maka diberi skor = 2. Setelah diketahui jumlahnya, maka peneliti menentukan apakah yang terjadi pada responden merupakan leukorea patologis atau normal. Jika leukorea patologis maka kodenya = 1, jika leukorea normal maka kodenya = 2. 3. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Instrumen atau alat pengumpulan data menggunakan angket tertutup yang akan digunakan harus memenuhi dua syarat utama yaitu validitas dan reliabilitas. Instrumen ini harus diuji coba dulu sebelum diberikan kepada seluruh sampel. Ada dua uji coba yang dilakukan terhadap instrumen, yaitu : a. Validitas Menurut Notoatmodjo (2010), validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang diukur. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid memiliki validitas rendah. Ada dua syarat penting yang berlaku pada sebuah kuisioner, yaitu keharusan sebuah kuisioner untuk valid dan reliabel. Suatu kuisioner dikatakan valid kalau pertanyaan pada suatu kuisioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut (Hastono, 2008).
  14. 14. 14 Teknik uji validitas dalam penelitian ini menggunakan koefisen korelasi biserial karena pertanyaan menggunakan butir dis-kontinum. Adapun rumus koefisien korelasi biserial seperti berikut ini: Keterangan : Rbis (i) : Koefisien korelasi biseral antara skor butir soal nomor i dengan skor total xi : Rata-rata skor total responden yang menjawab benar butir soal nomor i xt : Rata-rata skor total responden St : Standar deviasi skor total semua responden pi : Proporsi jawaban yang benar untuk butir soal nomor i qi : Proporsi jawaban yang salah untuk butir soal nomor i Setelah melakukan pengujian dengan teknik koefisien korelasi biseral, maka dilakukan analisa atau pembahasan, dimana bila r hasil > r tabel, maka instrumen tersebut valid dan sebaliknya jika r hasil ≤ r tabel, maka instrument tersebut tidak valid. Nilai r hasil terlihat pada Point Biseral. Uji validitas dilakukan di SMAN 16 Garut, karena untuk menghindari adanya bias data pada sampel yang diambil, dimana nantinya akan berpengaruh pada hasil penelitian. Selain itu SMAN 16 Garut mempunyai karakteristik yang sama dengan SMAN 19 Garut yaitu latar belakang sosial yang sama dan jumlah siswa yang sama banyak. Uji validitas ini disebarkan pada 20 responden, sehingga batasan yang digunakan (r tabel = 0,444). Hasil uji validitas yang telah dilakukan didapatkan 14 soal yang valid dengan rata-rata nilai >0,444 dan 1 soal tidak valid dengan nilai 0,038, sehingga soal yang tidak valid dibuang dari daftar pertanyaan karena pertanyaan yang ada sudah cukup mewakili untuk menjawab hal yang ingin di teliti.
  15. 15. 15 b. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan atau kehandalan hasil suatu pengukuran (Nugrahaeni dan Mauliku, 2011). Uji reliabilitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hasil dengan konstanta (0,6) atau dengan r tabel (cronbach’s alpha) (Riyanto, 2010). Pada penelitian ini uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus alpha cronbach (Arikunto, 2010), yaitu : Keterangan: : Reliabilitas instrument K : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal : Jumlah varian butir : Varian total Selanjutnya dikatakan reliabel jika nilai alpha cronbach > 0,6 (konstanta). Nilai alpha cronbach dari hasil uji reliabilitas didapatkan hasil yaitu 0,874. D. Prosedur Penelitian Adapun beberapa tahapan sebelum melakukan penelitian, yaitu: 1. Tahap Persiapan a. Mencari masalah yang terjadi di masyarakat Peneliti memilih pemilihan tempat untuk melakukan penelitian sesuai dengan data yang ada dan masalah yang ditemukan dimulai pada tanggal 18 Februari 2012. b. Mengajukan judul penelitian kepada LPPM STIKes A.Yani dan pembimbing dalam menentukan judul penelitian hubungan pengetahuan
  16. 16. 16 remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih dengan kejadian Leukorea di SMAN 19 Garut pada tanggal 18 Februari 2012. c. Mengajukan surat pengambilan data awal ke DINKES kota Garut, KESBANG kota Garut dan SMAN 19 Garut pada tanggal 29 Februari 2011. d. Mendapatkan surat izin pengambilan data awal dari KESBANG dengan Nomor surat 072/55-Kesbangpollinmas-2012 dan izin dari DINKES pada tanggal 29 Februari 2012. e. Melakukan studi pendahuluan ke SMAN 19 Garut pada bulan Februari. f. Melakukan studi pustaka tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah penelitian. g. Menyusun proposal dan instrumen penelitian pada bulan April 2012. h. Melaksanakan seminar proposal penelitian pada tanggal 3 Mei 2012. i. Melakukan perbaikan hasil seminar bulan Mei Perbaikan hasil seminar proposal sesuai dengan masukan dari penguji dan pembimbing. j. Mengajukan surat izin uji validitas ke SMAN 16 Garut untuk penelitian pada tanggal 11 Mei 2012. k. Mendapatkan surat izin melaksanakan uji validitas ke SMAN 16 Garut pada tanggal 11 Mei 2012.
  17. 17. 17 l. Melaksanakan uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian di SMAN 16 Garut pada tanggal 11 Mei 2012. 2. Tahap Pelaksanaan a. Izin melakukan penelitian dari sekolah setempat Permohonan izin penelitian pada institusi yang terkait meliputi Prodi Ilmu Keperawatan (S-1) dan SMAN 19 Garut. Mengurus surat izin penelitian dan menyerahkan surat izin penelitian ke SMAN 19 Garut pada tanggal 28 Mei 2012. b. Melakukan penelitian Melakukan penelitian dan pengumpulan data dengan memberikan lembar persetujuan kepada responden untuk meminta kesediannya menjadi responden dan memberikan kuisioner kepada para responden di SMAN 19 Garut pada tanggal 28 Mei 2012. c. Mengumpulkan hasil penelitian Melakukan pengolahan data dengan memasukan data melalui komputer (Program Komputer). d. Menarik kesimpulan dan mengambil kesimpulan dari data yang telah diperoleh berdasarkan pengolahan dan analisis yang telah dilakukan sebelumnya. 3. Tahap Akhir a. Menyusun laporan hasil penelitian pada bulan Juni. b. Presentasi hasil penelitian pada tanggal 26 Juni 2012. c. Pendokumentasian hasil penelitian pada bulan Juni.
  18. 18. 18 E. Pengolahan Data Sebelum dilakukan pengolahan data, variabel penelitian diberi skor sesuai dengan bobot jawaban pada tiap-tiap pilihan jawaban dari pertanyaan yang disediakan. Pengolahan data yang dilakukan dengan tahap berikut (Notoatmodjo, 2010): 1. Editing Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekan isi kuisioner apakah kuisioner sudah diisi dengan lengkap, jelas, dan relevan jawaban dengan pertanyaan, dan konsisten. Pada saat penelitian responden sudah menjawab seluruh daftar pertanyaan yang ada pada kuisioner. 2. Coding Merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka atau bilangan. Kode untuk variabel pengetahuan sabun antiseptik daun sirih: 1 = Kurang, jika skor < 56% 2 = Cukup, jika skor antara 56%-75% 3 = Baik, jika skor 75%-100% Kode untuk variabel kejadian leukorea : 1 = Leukorea patologis 2 = Leukorea normal
  19. 19. 19 3. Proccessing Merupakan kegiatan melakukan entry data dari kuisioner ke dalam program komputer. Data penelitian dimasukan terlebih dahulu ke program SPSS, selanjutnya untuk variabel pengetahuan dijumlahkan data untuk hasil tahu dan prersentase pengetahuan remaja, setelah itu dimasukan code dari setiap hasil yang telah diketahui presentasinya sesuai dengan nilai yang telah ditentukan. Sementara untuk variabel kejadian leukorea peneliti langsung memasukan code sesuai hasil yang telah diketahui. 4. Cleaning Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di entry apakah ada kesalahan atau tidak. Setelah data dimasukan, tidak ada kesalahan atau missing yang ditemukan dari hasil entry data. F. Analisa Data Data yang telah diperoleh dianalisis dan interpretasikan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan aplikasi komputer. 1. Analisis Univariat Analisis univariat adalah teknik analisis yang berfungsi untuk meringkas, mengklasifikasikan, dan menyajikan data yang merupakan langkah awal dari analisis lebih lanjut dalam penggunaan uji statistik. Data disajikan dalam bentuk tabel atau grafik berupa distribusi frekuensi dan persentase (Hidayat, 2007).
  20. 20. 20 Analisis univariat bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan proporsi dari variabel-variabel yang diamati, terdiri dari variabel pengetahuan remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih dan kejadian leukorea. Data yang diperoleh dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk tabel. Untuk menghitung distribusi frekuensi yaitu dengan rumus (Budiarto E, 2004) : Interpretasi untuk menentukan hasil penelitian (Arikunto, 2006): 1. 0% = Tak seorangpun dari responden 2. <40% = Sebagian kecil dari responden 3. 40%-49% = Hampir sebagian dari responden 4. 50% = Setengahnya dari responden 5. 51%-79% = Sebagian besar dari responden 6. 80%-99% = Hampir seluruh dari responden 7. 100% = Seluruhnya dari responden 2. Analisis Bivariat Analisis Bivariat dilakukan uji hipotesis variabel bebas dan variabel terikat untuk melihat hubungan antara 2 variabel yaitu variabel bebas (pengetahuan remaja putri tentang penggunaan sabun antiseptik daun sirih) dengan variabel terikat (kejadian leukorea).
  21. 21. 21 Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik ChiSquare (Chi Kuadrat). Adapun yang digunakan ialah sebagai berikut: X2 =∑ ( fo − fe) 2 fe Rumus yang digunakan untuk menghitung Chi Square, yaitu (Riyanto, 2010): Keterangan : X2 = Nilai chi square ƒo = Frekuensi yang diobservasi ƒe = Frekuensi yang diharapkan fe = (∑ fk ) x (∑ fb) ∑T Rumus mencari frekuensi teoritis: Keterangan : ƒe = Frekuensi yang ∑ƒk = Jumlah frekuensi pada kolom ∑ƒb = Jumlah frekuensi pada baris ∑T = Jumlah keseluruhan baris atau kolom
  22. 22. 22 Uji kemaknaan dilakukan dengan menggunakan α = 0,05 dan Confidence Interval (CI) 95% (penelitian di kesehatan masyarakat) dengan ketentuan bila : 1. p-value > 0,05 berarti Ho gagal ditolak (p>α). Uji statistik menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna. 2. p-value ≤ 0,05 berarti Ho ditolak (p≤α). Uji statistik menunjukan ada hubungan yang bermakna. Dalam penelitian ini didapatkan hasil dengan nilai p-value 0,0001 (≤ 0,05) berarti Ho ditolak (p≤α). Uji statistik menunjukan ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang penggunaan sbaun antiseptik daun sirih dengan kejadian leukorea. G. Etika Penelitian Dalam melakukan penelitian, peneliti harus memegang teguh sikap ilmiah (scientific attitude) serta menggunakan prinsip-prinsip etika penelitian. Meskipun intervensi yang dilakukan dalam penelitian tidak memiliki risiko yang dapat merugikan atau membahayakan subjek penelitian, namun peneliti perlu mempertimbangkan aspek sosioetika dan menjungjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan (Jacob, 2004 dalam Nugrahaeni dan Mauliku, 2011). Etika penelitian memiliki berbagai macam prinsip, namun terdapat empat prinsip utama yang perlu dipahami, yaitu (Nugrahaeni dan Mauliku, 2011): 1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity) Peneliti perlu mempertimbangkan mendapatkan informasi hak-hak yang terbuka berkaitan subjek dengan untuk jalannya
  23. 23. 23 penelitian serta memiliki kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian (autonomy). Beberapa tindakan yang terkait dengan prinsip menghormati harkat dan martabat manusia adalah: peneliti mempersiapkan formulir persetujuan subjek (informed consect), peneliti menjelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian, peneliti menjelaskan tentang pengunduran diri responden untuk yang tidak siap dijadikan objek penelitian, peneliti memberikan formulir lembar persetujuan dengan jaminan kerahasiaan (anonimitas). Pada saat dilakukan penelitian tidak ada responden yang merasa keberatan untuk dilakukan penelitian. 2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek peneliti (respect for privacy and confidentiality) Setiap manusia memiliki hak-hak dasar individu termasuk privasi dan kebebasan individu, sehingga peneliti perlu memperhatikan hak-hak dasar individu tersebut. Dalam aplikasinya, peneliti tidak boleh menampilkan informasi mengenai identitas baik nama maupun alamat asal subjek dalam kuisioner dan alat ukur untuk menjaga anonimitas dan kerahasiaan identitas subjek. Sehingga peneliti menggunakan koding (inisial atau identification number) sebagai pengganti identitas responden. Pada saat penelitian ada beberapa responden yang mencantumkan namanya pada lembar kesediaan responden, dan setelah peneliti pantau lembar tersebut langsung diganti dengan lembar yang baru untuk menjaga kerahasiaan dari responden yang dijadikan objek penlitian.
  24. 24. 24 3. Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness) Prinsip keadilan memiliki konotasi keterbukaan dan adil. Untuk memenuhi ptrinsip keterbukaan, peneliti dilakukan secara jujur, hati-hati, professional, berperikemanusiaan, dan memperhatikan faktor-faktor ketepatan, keseksamaan, kecermatan, intimitas, psikologis serta perasaan religious subjek penelitian. Lingkungan penelitian dikondisikan agar memenuhi prinsip keterbukaan yaitu kejelasan prosedur penelitian. Keadilan memiliki bermacam-macam teori, namun yang terpenting adalah bagaimanakah keuntungan dan beban harus didistribusikan diantara anggota kelompok masyarakat. Prinsip keadilan menekankan sejauh mana kebijakan penelitian membagikan keuntungan dan beban secara merata atau menurut kebutuhan, masyarkat. Sebagai kemampuan, contoh kontribusi, dalam prosedur dan pilihan penelitian, bebas peneliti mempertimbangkan aspek keadilan gender dan hak subjek untuk mendapatkan perlakuan yang sama baik sebelum, selama maupun sesudah berpartisipasi dalam penelitian. Dalam hal ini peneliti memperhatikan seluruh responden secara sama dan merata. 4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and benefits) Peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur penelitian guna mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin bagi subjek penelitian dan dapat digeneralisasikan ditingkat populasi (beneficence). Peneliti meminimalisasi dampak yang merugikan bagi
  25. 25. 25 subjek (non maleficence). Penelitian ini tidak berpotensi mengakibatkan cedera atau stress tambahan sehingga tidka ada subjek yang dikeluarkan dari kegiatan penelitian untuk mencegah terjadinya cedera, kesakitan, stress, maupun kematian subjek penelitian. H. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian ini dilakukan di SMAN 19 Garut. 2. Waktu penelitian Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Mei 2012.

×