Bab iii

1,660 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,660
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab iii

  1. 1. 1 BAB III METODE PENELITIAN A. METODE PENELITIAN 1. Paradigma Penelitian Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Perilaku yang di dasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada prilaku yang tidak di dasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2005). Salah satu perilaku yang dipengaruhi oleh pengetahuan ialah perilaku penggunaan sabun sirih. Hal tersebut sebagaimana yang dikemukakan oleh Lawrence Green (1980 dalam Mubarak dkk, 2007) bahwa pengetahuan merupakan faktor predisposisi yang mempengaruhii perilaku seseorang. Berdasarkan uraian diatas, maka kerangka konsep peneltian sebagai berikut : Menggunakan Independen Dependen Pengetahuan sabun antiseptic daun sirih Kejadian keputihan 64
  2. 2. 2 Tidak Menggunakan Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian Sumber : Budiman (2010) 2. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskriptive Corelative yaitu merupakan rancangan penelitian yang bertujuan menerangkan atau menggambarkan tingkat pengetahuan remaja tentang sabun antiseptik daun sirih terhadap kejadian keputihan serta berusaha mencari hubungan antara variabel independen (pengetahuan remaja tentang sabun antiseptik daun sirih) dengan variabel dependen (kejadian keputihan) dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana peneliti melakukan pengukuran variabel independen dan dependen dalam waktu yang bersamaan. 3. Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian dalam sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati,dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah penelitian selanjutnya (Good dan Scater, 1954 dalam Budiman 2010). Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian hubungan antara pengetahuan remaja tentang sabun antiseptic daun sirih dengan kejadian keputihan.
  3. 3. 3 Hipotesisi dalam penelitian ini adalah : Ho : Tidak ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang sabun antiseptik daun sirih dengan kejadian keputihan. Ha : Ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang sabun antiseptik daun sirih dengan kejadian keputihan. 4. Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan objek yang akan diteliti sehingga kita sudah bisa pastikan bahwa variable penelitian yang kita pilih sudah memenuhi syarat untuk diteliti (Budiman, 2010). Variabel adalah attribute seseorang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady, 1981 dalam Budiman, 2010). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua variable, yaitu : a. Variabel Bebas ( Independen Variable) Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pengetahuan, remaja tentang sabun antiseptic daun sirih. b. Variabel Terikat (Dependen variable) Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian keputihan.
  4. 4. 4 5. Definisi Operasional Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Definisi Konseptual Definisi Operasional Alat Ukur Hasil ukur Skala Independen : Pengetahua n remaja tentang sabun antiseptik daun sirih. Hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap sesuatu objek tertentu (Notoatmodjo, 2005). Segala macam kegiatan yang diketahui dan dilakukan oleh remaja di SMAN 19 Garut terhadap penggunaan sabun sirih yang dikur dengan menggunakan Angket tertutup 1.Kurang, jika skor < 60% 2.Cukup, jika skor antara Ordinal
  5. 5. 5 angket tertutup secara langsung (primer). 60-75% 3.Baik , jika skor > 75% Dependen : Keputihan Keputihan adalah semua pengeluaran cairan alat genetalia yang bukan darah. Keputihan bukan penyakit tersendiri, tetapi merupakan manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan (Manuaba, 2005) Adanya cairan yang keluar dari vagina yang dirasakan oleh remaja di SMAN 19 Garut yang disebabkan karena berbagai bakteri. Wawanc ara dan angket tertutup 1.Keputih an 2.Tidak keputi han Ordinal B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah seluruh subjek atau objek dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti (Hidayat, 2003). Populasi dalam penelitian ini adalah remaja wanita yang berada di SMAN 19 Garut periode 2011/2012 sebanyak 255 remaja wanita. 2. Sampel
  6. 6. 6 Sampel adalah bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Hidayat, 2003). Sampel dalam penelitian ini diambil dari semua remaja yang tersebar di SMAN 19 Garut sebanyak 156 orang remaja dengan tekhnik pengambilan sampel Proportionate Random Sampling, yaitu suatu cara pengambilan sampel yang digunakan bila anggota populasinya tidak homogen secara proporsional (Hidayat, 2009). Alasan menggunakan teknik ini karena populasi tersebar di beberapa kelas. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah sampel yaitu : Keterangan : n : Besar sampel N : Besar populasi d : Tingkat kepercayaan atau ketepatan yang diinginkan (5%= 0,05) Dengan menggunakan rumus diatas maka dapat ditentukan jumlah sampel yang dibutuhkan yaitu sebagai berikut :
  7. 7. 7 n = 155,7 dibulatkan menjadi 156 responden remaja wanita. Adapun sampel yang diambil tersebar di berbagai kelas diSMAN 19 Garut dan jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini berjumlah 156 orang remaja, untuk mengambil sampel remaja yang tersebar di kelas yang berbeda, dapat di hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Nazir M, 2003) : nx N n ni 1 = Keterangan : ni = Besar sampel ( masing – masing kelas) n 1 = Total populasi ( masing – masing kelas ) N = Total populasi secara keseluruhan n = Besar sampel secara keseluruhan
  8. 8. 8 Tabel 3.2 Perhitungan sampel tiap kelas di SMA X Kelas Jumlah remaja tahun 2011 Perhitungan sampel Sampel yang diambil Kelas X X1 20 (20 :410) x 203 10 X2 19 (19 :410) x 203 9 X3 21 (21 :410) x 203 10 X4 22 (22 :410) x 203 11 X5 18 (18 :410) x 203 9 X6 15 (15 :410) x 203 7 X7 19 (19 :410) x 203 9 XI IPA Kelas XI IPA IPA 1 19 (19 :410) x 203 9 IPA 2 22 (22 :410) x 203 11 IPA 3 19 (19 :410) x 203 9 IPA 4 20 ((20 :410) x 203 10 XI IPS Kelas XI IPS IPS 1 14 (14 :410) x 203 7 IPS 2 15 (15 :410) x 203 7 IPS 3 13 (13 :410) x 203 6
  9. 9. 9 IPS 4 20 (20 :410) x 203 10 Jumlah 410 198 Pada waktu penelitian, setelah diperoleh jumlah responden untuk setiap kelas, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Quota Sampling yaitu peneliti mengambil responden penelitian berdasarkan ciri-ciri sampai di dapat jumlah yang telah ditentukan (Hidayat, 2009). C. Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan suatu proses pedekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian (Hidayat, 2009). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden dengan menggunakan angket yaitu dengan cara mengedarkan suatu daftar pertanyaan, angket diajukan secara tertulis kepada sejumlah responden untuk mendapatkan informasi jawaban yang diperlukan dalam penelitian. Data primer digunakan untuk menjawab variabel pengetahuan remaja tentang sabun antiseptic daun sirih dan kepeutihan. Proses pengumpulan data dibantu oleh teman. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang tujuan penelitian serta meminta kesediaan dari yang bersangkutan untuk dijadikan sebagai responden penelitian.
  10. 10. 10 Sebelum kuesioner atau angket diisi, responden diberikan waktu untuk bertanya, dilanjutkan dengan pengisian kuesioner atau angket. Tata cara penelitian adalah responden memberikan tanda (X) pada lembar kuesioner atau angket tertutup sesuai dengan apa yang diketahui, selama pengambilan data berlangsung, peneliti mendampingi responden agar dapat memberikan penjelasan apabila ada hal yang kurang dimengerti oleh responden, peneliti kemudian memeriksa jawaban yang telah diisi oleh responden. Supaya penelitian lebih akurat, maka memerlukan alat pengumpulan data atau instrumen yang tepat. 2. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk pengumpulan data (Arikunto, 2006). Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup yang berbentuk pertanyaan multiple choice untuk mengukur pengetahuan responden, dimana responden tinggal memilih jawaban sesuai dengan yang diketahuinya, jika responden menjawab pertayaan dengan benar maka diberi skor = 1, namun jika responden menjawab salah maka diberi skor = 0. sedangkan data sekunder hasil Lab. untuk mengukur kejadian keputihan. 3. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Instrumen atau alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang akan digunakan harus memenuhi dua syarat utama yaitu validitas dan reliabilitas. Instrumen ini harus diuji coba dulu sebelum diberikan
  11. 11. 11 kepada seluruh sampel. Ada dua uji coba yang dilakukan terhadap instrumen, yaitu : a. Validitas Menurut Arikunto (2006), Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid memiliki validitas rendah. Ada dua syarat penting yang berlaku pada sebuah kuisioner, yaitu keharusan sebuah kuisioner untuk valid dan reliabel. Suatu kuisioner dikatakan valid kalau pertanyaan pada suatu kuisioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut (Riyanto A, 2010). Teknik uji validitas dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment yaitu dengan menghitung item pertanyaan dianggap valid jika memiliki tingkat korelasi yang tinggi dengan skor total item. Korelasi harus punya nilai arah yang positif yaitu hasil harus lebih besar dari r tabel : Rumus product moment : r hitung= n (∑XY) – (∑X). (∑Y) √ [ n. ∑ X² − (∑X²)].[n.∑Y²−(∑Y)²] Keterangan : r hitung = Koefisiensi kolerasi ∑X = Jumlah skor item
  12. 12. 12 ∑Y = Jumlah skor total (item) n = Jumlah responden uji coba Selanjutnya untuk mengetahui apakah nilai korelasi tiap-tiap item itu significant, maka perlu dilihat pada tabel nilai product moment, yang biasanya ada di dalam buku-buku statistik. Uji validitas akan dilakukan di SMA X, yang akan disebarkan pada 20 responden, sehingga batasan yang akan digunakan (r tabel = 0,444), dikatakan valid jika nilai r hitung ≥ r tabel (0, 444) dan tidak valid jika nilai r hitung < r tabel (0, 444). b. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan (Notoatmodjo, 2005). Uji reliabilitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hasil dengan konstanta (0,6) atau dengan r tabel (cronbach’s alpha) (Riyanto A, 2010). Pada penelitian ini uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus alpha cronbach, yaitu : Keterangan: : Reliabilitas instrument K : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal : Jumlah varian butir : Varian total
  13. 13. 13 Selanjutnya dikatakan reliabel jika nilai alpha cronbach > 0,6 (kontanta) (Arikunto, 2006). D. Prosedur Penelitian Adapun beberapa tahapan sebelum melakukan penelitian, yaitu : 1. Tahap Persiapan a. Mencari masalah yang terjadi di masyarakat b. Mengajukan judul penelitian kepada LPPM STIKes A.Yani dan pembimbing c. Menentukan lahan penelitian d. Membuat surat izin pengambilan data awal e. Studi kepustakaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah penelitian. f. Bekerjasama dengan lahan penelitian sebagai data untuk keperluan administrasi yaitu mengambil jumlah populasi dan sampel dengan wawancara dan angket. g. Menyusun proposal penelitian. h. Pelaksanaan seminar proposal. i. Perbaikan proposal. j. Menyusun instrumen dan perbaikan instumen k. Mengurus perizinan untuk pelaksanaan penelitian. 2. Tahap Pelaksanaan a. Izin melakukan penelitian dari sekolah setempat b. Melakukan penelitian
  14. 14. 14 c. Mengumpulkan hasil penelitian d. Menarik kesimpulan dan mengambil kesimpulan dari data yang telah diperoleh berdasarkan pengolahan dan analisis yang telah dilakukan sebelumnya. 3. Tahap Akhir a. Menyusun laporan hasil penelitian. b. Presentasi hasil penelitian. c. Pendokumentasian hasil penelitian. E. Pengolahan Data Sebelum dilakukan pengolahan data, variabel penelitian diberi skor sesuai dengan bobot jawaban pada tiap-tiap pilihan jawaban dari pertanyaan yang disediakan. Pengolahan data yang dilakukan dengan tahap berikut (Hastono, S.P., 2007) : a. Editing Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekan isi kuisioner apakah kuisioner sudah diisi dengan lengkap, jelas, dan relevan jawaban dengan pertanyaan, dan konsisten. b. Coding
  15. 15. 15 Merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka atau bilangan. Kode untuk variabel penggunaan sabun antiseptik daun sirih: 1 = Menggunakan 2 = Tidak menggunakan Kode untuk variabel keputihan : 1 = Keputihan 2 = Tidak keputihan Kode untuk variabel pengetahuan 1= Kurang, jika skor < 60% 2= Cukup, jika skor antara 60-75% 3= Baik , jika skor > 75% c. Proccessing Merupakan kegiatan melakukan entry data dari kuisioner ke dalam program komputer. d. Cleaning Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di entry apakah ada kesalahan atau tidak. F. Analisa Data
  16. 16. 16 Data yang telah diperoleh dianalisis dan interpretasikan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan aplikasi komputer. 1. Analisis Univariat Analisis univariat bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan proporsi dari variabel-variabel yang diamati, terdiri dari variabel pengetahuan dan kejadian keputihan. Data yang diperoleh dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk tabel. Untuk menghitung distribusi frekuensi yaitu dengan rumus (Budiarto E, 2004) : Distribusi Frekuensi (P) = 2. Analisis Bivariat Analisis Bivariat dilakukan uji hipotesis variabel bebas dan variabel terikat untuk melihat hubungan antara 2 variabel yaitu variabel bebas (konseling) dengan variabel terikat (kepuasan). Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi Square (Chi Kuadrat). Adapun yang digunakan ialah sebagai berikut : Rumus yang digunakan untuk menghitung Chi Square, yaitu :
  17. 17. 17 ∑ − = fe fefo X 2 2 )( Keterangan : X2 = Nilai chi square ƒo = Frekuensi yang diobservasi ƒe = Frekuensi yang diharapkan ∑ ∑ ∑= T fbxfk fe )()( Rumus mencari frekuensi teoritis: Keterangan : ƒe = Frekuensi yang diharapkan ∑ƒk = Jumlah frekuensi pada kolom ∑ƒb = Jumlah frekuensi pada baris ∑T = Jumlah keseluruhan baris atau kolom
  18. 18. 18 Uji kemaknaan dilakukan dengan menggunakan α = 0,05 dan Confidence Interval (CI) 95% (penelitian di kesehatan masyarakat) dengan ketentuan bila : 1. p-value > 0,05 berarti Ho gagal ditolak (p>α). Uji statistik menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna. 2. p-value ≤ 0,05 berarti Ho ditolak (p≤α). Uji statistik menunjukan ada hubungan yang bermakna. G. Etika Penelitian Dalam melakukan penelitian, peneliti harus mendapat adanya rekomendasi dari institusi atau pihak lain dengan mengajukan permohonan izin kepada institusi atau lembaga tempat penelitian untuk mencegah timbulnya masalah etika, maka di lakukan hal-hal sebagi berikut (Hidayat, 2003) : 1. Persetujuan (informed Consent) Informed consent merupakan cara persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan memberikan lemabar persetujuan (informed consent). Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan informed consent adalah agar subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya, jika subjek bersedia maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan dan jika responden tidak bersedia maka peneliti harus menghormatinya. 2. Tanpa nama (anonimity)
  19. 19. 19 Anonimity ini merupakan masalah etika dalam penelitian keperawatan dengan cara tidak memberikan cara responden pada lembar alat ukur hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data. 3. Kerahasia (Confidentiality) Kerahasiaan ini merupakan masalah etika dengan menjamin kerahasiaan dari hasil penelitian baik informasi maupun masalah- masalah lainnya, semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset. H. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian ini akan dilakukan di SMAN 19 Garut. 2. Waktu penelitian Penelitian akan dilakukan bulan April tahun 2012.

×