2427

2,243 views

Published on

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,243
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
120
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

2427

  1. 1. STUDI KOMPARASI ANTARA METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN METODE TANYA JAWAB DALAM RANGKA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI MATERI POKOK PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN HARGA KESEIMBANGAN PADA SISWA KELAS X SEMESTER 1 SMA NEGERI 1 BANTARKAWUNG TAHUN PELAJARAN 2006/2007 SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Pada Universitas Negeri Semarang Oleh Ikah Apriyani 3301402018 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007
  2. 2. PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada: Hari : Tanggal : Pembimbing I Pembimbing II Dr. Joko Widodo, M.Pd Drs. St. Sunarto, MS NIP. 131961218 NIP. 130515743 Mengetahui, Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan Drs. Bambang Prishardoyo, M.Si NIP. 131993879
  3. 3. PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini telah dipertahankan di depan sidang ujian skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang pada: Hari : Tanggal : Penguji skripsi Drs. F.X Sukardi Nip. 130324048 Anggota I Anggota II Dr. Joko Widodo, M.Pd Drs. St. Sunarto, MS NIP. 131961218 NIP. 130515743 Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi Drs. Agus Wahyudin, M.Si NIP. 131658236
  4. 4. PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini adalah benar- benar hasil karya saya sendiri. Bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang, Maret 2007 Ikah Apriyani Nim.3301402018
  5. 5. MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Berusaha dan berdoa merupakan kunci keberhasilan, yang terpenting “Tetap Semangat dan Teguhkan Hati” dalam meraih mimpi. Sesungguhnya sesudah kesusahan itu ada kemudahan (QS. Al Insyirah 6) Manisnya keberhasilan akan menghapus pahitnya kesabaran, nikmatnya kemenangan melenyapkan letihnya perjuangan, menuntaskan pekerjaan dengan baik akan melenyapkan lelahnya jerih payah (Dr. Aidh Al-Qarni) Kemarin adalah mimpi yang telah selesai. Esok adalah harapan yang indah. Sedangkan hari ini adalah realitas yang nyata (Dr. Aidh Al-Qarni) PERSEMBAHAN Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT kupersembahkankarya sederhana ini kepada: Bapak dan Ibuku yang mendidikku dalam takwa, merawatku dalam bingkai sunnah, dan memotivasiku untuk mencintai keluhuran budi Kedua adikku tersayang “Irma Ade Yupika dan Relita Melly Fransiska” yang selalu menjadi lentera semangatku Mbah Surni dan keluarga besar Ua Rahardjo (ka2 Eko, Ce2 Eti, Ce2 Eli n Ka2 Eko) yang ada di Sumatera, terimakasih atas doanya Yekti N (Aw2), Feby, Asih, Ari, Cha2,Sury, mba Peni, wanita,mba Ima n Andi . Terimakasih untuk masa indah kebersamaam kita. Pendidikan Ekonomi Koperasi’ 02 Almamaterku
  6. 6. KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Studi Komparasi Metode Kooperatif Tipe JIGSAW Dengan Metode Tanya Jawab Dalam Rangka Meningkakan Hasil Belajar Ekonomi Materi Pokok Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan Pada Siswa Kelas X Semester 1 SMA Negeri 1 Bantarkawung Tahun Pelajaran 2006/2007”. Skripsi ini diajukan dalam rangka meraih gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat disusun tanpa adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Semarang. 2. Drs. Agus Wahyudin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi UNNES 3. Drs. Bambang Prishardoyo, M.Si selaku Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan UNNES 4. Dr. Joko Widodo, M.Pd selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, dan semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 5. Drs. St. Sunarto, MS selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, dan semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
  7. 7. 6. Drs. F.X Sukardi selaku Dosen Penguji yang telah memberikan masukan dan saran untuk perbaikan skripsi. 7. Dra. Indah Retnowati selaku Kepala Sekolah SMA N 1 Bantarkawung yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian. 8. Endis Tagora, S.Pd selaku Guru Pamong kelas X SMA N 1 Bantarkawung yang telah membantu dalam melakukan penelitian. 9. Siswa-siswi SMAN1 Bantarkawung, terimakasih untuk kerjasamanya 10. Teman-teman di Sabdaning Kost 11. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan, karena ini semua disebabkan keterbatasan waktu, tenaga, biaya, dan kemampuan penulis. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca. Amin. Semarang, Maret 2007 Penulis
  8. 8. SARI Ikah Apriyani. 2007. Studi Komparasi antara Metode Kooperatif Tipe JIGSAW dengan Metode Tanya Jawab dalam Rangka Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Materi Pokok Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan pada Siswa Kelas X Semester 1 SMA Negeri 1 Bantarkawung Tahun Pelajaran 2006/2007. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. UNNES. Pembimbing I. Dr. Joko Widodo, M.Pd, Pembimbing II. Drs. ST. Sunarto, MS. Kata kunci: Kooperatif Tipe JIGSAW, Tanya Jawab, Hasil Belajar. Hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Bantarkawung Brebes masih tergolong rendah. Hal ini diduga karena pembelajaran yang digunakan masih menggunakan metode ceramah, dimana proses belajar mengajar didominasi oleh guru sedangkan siswa hanya memfungsikan indera penglihatan dan pendengarannya saja, sehingga pembelajaran tidak efektif. Permasalahan yang diungkap: 1) adakah perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode kooperatif tipe JIGSAW dengan metode Tanya jawab? 2) mana yang lebih baik di antara keduanya? Populasi yang diteliti adalah semua siswa kelas X yang terbagi dalam 5 kelas. Sampel diambil dua kelas secara acak dan diperoleh kelas X-A sebagai kelompok kontrol (metode Tanya jawab) dan kelas X-C sebagai kelompok eksperimen (metode JIGSAW). Variabel yang diteliti adalah hasil belajar ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan siswa kelas X semester 1 SMA Negeri 1 Bantarkawung yang diukur menggunakan tes hasil belajar untuk mengetahui hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar ekonomi pada materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan antara siswa yang diajar menggunakan metode kooperatif tipe JIGSAW dan yang diajar menggunakan metode Tanya jawab, terbukti dari hasil uji t dengan nilai thitung = 5,478 > ttabel = 1,991. Hasil belajar ekonomi pada materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan antara siswa yang diajar menggunakan metode kooperatif tipe JIGSAW lebih baik daripada yang diajar dengan menggunakan metode Tanya jawab, terbukti dari rata-rata hasil belajar sebesar 7,49 pada kelompok eksperimen dan 6,80 pada kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lebih baik untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, sehingga pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi yang membutuhkan pemecahan masalah melalui diskusi. Penelitian ini hanya mengkaji sisi kognitif semata, sedangkan aspek afektif dan psikomotor belum dikaji secara mendalam. Oleh karena itu perlu penelitian serupa dengan variabel yang lebih kompleks yaitu hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotornya.
  9. 9. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................................... ii PENGESAHAN KELULUSAN...................................................................... iii PERNYATAAN............................................................................................... iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN................................................................... v KATA PENGANTAR ..................................................................................... vi SARI................................................................................................................. viii DAFTAR ISI.................................................................................................... ix DAFTAR TABEL............................................................................................ xii DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xiii DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... xiv BAB I. PENDAHULUAN............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ......................................................................... 7 C. Penegasan Istilah ........................................................................... 7 D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ..................................................... 10 E. Sistematika Penulisan Skripsi ...................................................... 11 BAB II. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ......................................... 14 A. Belajar Mengajar Sebagai Suatu Sistem ....................................... 14 B. Konsep Dasar Tentang Metode Pembelajaran ............................. 20 C. Kedudukan Metode Dalam Sistem Pembelajaran Ekonomi ........ 23
  10. 10. D. Metode JIGSAW dan Implikasinya ............................................. 25 E. Metode Tanya Jawab dan Implikasinya ........................................ 35 F. Karakteristik Materi Pokok .......................................................... 41 G. Hasil Belajar Materi Pokok .......................................................... 53 H. Penelitian Terdahulu Yang Relevan ............................................. 55 I. Kerangka Berpikir ........................................................................ 57 J. Hipotesis Penelitian ...................................................................... 61 BAB III. METODE PENELITIAN ................................................................ 62 A. Metode Penentuan Obyek Penelitian ....................................... 62 1. Populasi ............................................................................ 62 2. Sampel .............................................................................. 62 B. Variabel Penelitian................................................................... 63 C. Metode Pengumpulan Data ..................................................... 64 D. Analisis Uji Coba Instrumen.................................................... 65 1. Validitas ............................................................................ 65 2. Reliabilitas ........................................................................ 67 3. Indeks Kesukaran .............................................................. 68 4. Daya Pembeda ................................................................... 70 E. Rancangan Penelitian............................................................... 72 F. Metode Analisis Data Penelitian ............................................. 73 1). Analisis Keadaan Awal .................................................... 73 a. Uji Normalitas Data ...................................................... 74 b. Uji Homogenitas Populasi ............................................ 74
  11. 11. c. Uji Kesamaan Keadaan Awal ...................................... 75 2). Analisis Tahap Akhir ....................................................... 76 a. Uji Normalitas Data ...................................................... 76 b. Uji Kesamaan Dua Varians........................................... 77 c. Uji Perbedaan Dua Rata-rata......................................... 78 d. Uji Ketuntasan Belajar.................................................. 79 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................ 80 A. Hasil Penelitian.............................................................................. 95 a. Pelaksanaan Penelitian......................................................... 80 b. Hasil Belajar......................................................................... 82 B. Pembahasan .................................................................................. 89 BAB V. SIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 97 A. Simpulan........................................................................................ 97 B. Saran ............................................................................................. 97 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 98 LAMPIRAN .................................................................................................... 100
  12. 12. DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Data Permintaan Beras di Pasar ....................................................... 45 2. Daftar Penawaran Barang dan Jasa ................................................. 47 3. Surplus/ Defisit Permintaan dan Penawaran ................................... 50 4. Distribusi Jumlah Siswa SMA Negeri 1 Bantarkawung ................. 62 5. Kriteria Tingkat Kesukaran Soal ..................................................... 69 6. Rangkuman Indeks Kesukaran Hasil Soal Uji Coba ....................... 69 7. Kriteria Daya Pembeda Soal ........................................................... 71 8. Rangkuman Daya Pembeda Hasil Soal Uji Coba ............................ 71 9. Rancangan Penelitian ....................................................................... 72 10. Ringkasan Anava.............................................................................. 76 11. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar JIGSAW .............................. 81 12. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Tanya Jawab........................ 82 13. Ringkasan Uji Normalitas Data........................................................ 84 14. Hasil Uji Analisis Varians Data ....................................................... 85 15. Hasil Uji Normalitas Data ................................................................ 86 16. Hasil Uji t ........................................................................................ 88 17. Hasil Uji Ketuntasan Belajar ........................................................... 88 18. Hasil Belajar Siswa Kelompok Eksperimen dan Kontrol ................ 90
  13. 13. DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Strategi Belajar Mengajar................................................................. 17 2. Kerangka Pembelajaran JIGSAW ................................................... 31 3. Kurva Permintaan Beras .................................................................. 45 4. Kurva Penawaran Barang dan Jasa .................................................. 48 5. Kurva Harga Keseimbangan ............................................................ 50 6. Excess Permintaan dan Excess Penawaran ..................................... 51 7. Pergeseran Titik Keseimbangan ...................................................... 52 8. Kerangka Berpikir Penelitian .......................................................... 60 9. Pembentukkan Kelompok Asal ....................................................... 211 10. Pemecahan Materi dalam Kelompok Ahli ...................................... 211 11. Penularan Materi dalam Kelompok Asal ........................................ 212 12. Tes Individual .................................................................................. 212 13. Siswa Mendengarkan Penjelasan Guru ........................................... 213 14. Siswa Mengerjakan Soal ................................................................. 213 15. Diskusi Kelompok ........................................................................... 214 16. Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi .......................................... 214
  14. 14. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Kisi-kisi Uji Coba ...................................................................................... 100 2. Soal Tes Uji Coba ...................................................................................... 103 3. Lembar Jawaban Tes Uji Coba .................................................................. 115 4. Kunci Jawaban Tes Uji Coba .................................................................... 116 5. Analisis Soal Uji Coba .............................................................................. 117 6. Contoh Perhitungan Analisis Soal Uji Coba ............................................. 123 a. Validitas ........................................................................................... 123 b. Reliabilitas Instrumen....................................................................... 125 c. Tingkat Kesukaran Soal ................................................................... 126 d. Daya Pembeda Soal.......................................................................... 127 7. Daftar Nama Kelompok Eksperimen......................................................... 128 8. Daftar Nama Kelompok Kontrol .............................................................. 129 9. Daftar Anggota Kelompok Eksperimen ................................................... 130 10. Rencana Pembelajaran Kelompok Eksperimen ........................................ 131 11. Lembar Kerja Siswa .................................................................................. 147 12. Jawaban Lembar Kerja Siswa ................................................................... 151 13. Tugas Siswa ............................................................................................... 161 14. Rencana Pembelajaran Kelompok Kontrol................................................ 165 15. Lembar Kerja Siswa .................................................................................. 177 16. Daftar Pertanyaan ...................................................................................... 179 17. Jawaban Pertanyaan................................................................................... 183
  15. 15. 18. Tugas Rumah ............................................................................................. 191 19. Data Nilai Ulangan Harian Ekonomi Kelas X .......................................... 195 20. Analisis Data Awal ................................................................................... 196 a. Uji Normalitas .................................................................................. 196 b. Uji Homogenitas .............................................................................. 201 c. Uji Kesamaan Keadaan Awal (Analisis Varians) ............................ 202 21. Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar................................................................. 204 22. Soal Tes Hasil Belajar................................................................................ 207 23. Daftar Nilai Hasil Belajar Ekonomi .......................................................... 219 24. Analisis Data Akhir.................................................................................... 220 a. Uji Normalitas ................................................................................. 220 b. Uji Kesamaan Dua Varians ............................................................. 222 c. Uji Perbedaan Dua Rata-rata............................................................ 223 d. Uji Ketuntasan Belajar ..................................................................... 224 25. Hasil Observasi Aktivitas Siswa................................................................ 226 26. Tahap Pelaksanaan Metode JIGSAW dan Tanya Jawab .......................... 228 27. Daftar Tabel Nilai Chi Kuadrat.................................................................. 232 28. Daftar Tabel Luas Dibawah Lengkung Normal dari O ke Z .................... 233 29. Daftar Tabel Uji F...................................................................................... 234 30. Daftar Kritik Uji t ...................................................................................... 235 31. Surat Ijin Penelitian ................................................................................... 236 32. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian.......................................... 237
  16. 16. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu faktor kehidupan yang sangat penting bagi terbangunnya sebuah peradaban suatu bangsa. Pendidikan di Indonesia banyak mengalami masalah terutama dalam mutu pendidikan. Dengan demikian cukup beralasan apabila pendidikan harus mendapatkan perhatian yang cukup serius, lebih-lebih bagi kalangan pendidik maupun calon pendidik. Kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kinerja dari proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara manusia yaitu antara orang yang belajar disebut siswa dan orang yang mengajar disebut guru. Dalam proses belajar mengajar, guru akan menghadapi siswa yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga guru dalam proses belajar mengajar tidak akan lepas dengan masalah hasil belajar siswanya, yang merupakan alat untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi yang telah diajarkan. Jadi inti dari proses pembelajaran adalah bagaimana siswa mampu menguasai materi pelajaran secara optimal. Penguasaan tersebut dapat dilihat dari sejauh mana siswa menerima pelajaran dan seberapa jauh daya
  17. 17. serap serta kemampuan siswa untuk memahami materi pelajaran tersebut. Karena hasil belajar banyak tergantung pada seberapa besar materi pelajaran diserap oleh seorang siswa, sehingga siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dan berguna untuk mengembangkan kehidupannya dimasa yang akan datang. Salah satu prasyarat yang harus diwujudkan selama proses pembelajaran adalah bagaimana guru mampu meningkatkan atau membangun partisipasi aktif siswa. Oleh karena itu aktifitas dan kreatifitas guru dalam memotivasi siswa untuk terlibat langsung dan aktif dalam pembelajaran merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan belajar dan lancarnya kegiatan belajar mengajar tersebut, yang mana hal ini akan berpengaruh pada hasil belajar siswa. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya adalah materi pelajaran, tujuan pembelajaran, metode pengajaran, sarana dan prasarana. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menerapkan metode pengajaran yang tepat. Alasannya karena metode pengajaran merupakan bagian yang penting dalam proses belajar mengajar dan kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik, akan ditentukan oleh penggunaan metode yang tepat, sesuai dengan standar keberhasilan yang terpatri di dalam suatu tujuan. Metode apa yang cocok agar siswa dapat berfikir kritis, logis, dapat memecahkan masalah dengan terbuka, kreatif, dan inovatif serta tidak membosankan merupakan
  18. 18. pertanyaan yang tidak mudah dijawab, karena masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan merupakan salah satu materi pokok yang dipelajari siswa Sekolah Menengah Atas kelas X semester satu. Materi ini merupakan materi yang menyajikan fakta-fakta tentang peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu dalam mempelajarinya siswa harus mampu mengerti dan memahami konsep-konsep materi yang ada dalam pelajaran tersebut. Materi ini tergolong dalam materi sulit, karena selain berupa hafalan juga berupa hitungan. Berdasar informasi yang didapat dari guru yang mengajar kelas X mata pelajaran ekonomi SMA N 1 Bantarkawung mengatakan bahwa nilai ulangan harian siswa tergolong rendah, khususnya pada materi pokok permintaan, penawaran dan harga keseimbangan. Hasil belajar siswa tahun lalu pada materi pokok ini belum seperti yang diharapkan, dimana nilai rata-ratanya hanya 6,1 masih dibawah nilai ketuntasan belajar (6,5). Kenyataan ini menunjukkan bahwa masih rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap mata pelajaran ekonomi yang ada, khususnya pada materi pokok permintaan, penawaran dan harga keseimbangan yang memerlukan pemecahan materi. Hal ini terjadi karena selama ini metode yang digunakan adalah metode ceramah yang bersifat memberikan informasi saja dan kurang melibatkan siswanya dalam proses belajar mengajar.
  19. 19. Berdasar informasi dari salah satu siswa SMA Negeri 1 Bantarkawung yang telah mendapatkan materi pokok permintaan, penawaran dan harga keseimbangan mengatakan bahwa pada saat mendapatkan materi tersebut proses belajar mengajar yang berlangsung didominasi oleh guru sepenuhnya. Padahal materi pokok tersebut tergolong sulit karena didalamnya menggunakan hitungan dan pemecahan masalah. Pada umumnya siswa hanya memfungsikan indera penglihatan dan pendengarannya saja, selain itu menulisnya dibuku jika ada yang dianggap penting. Akibatnya siswa cepat jenuh, kurang menunjukkan antusias belajar, ngobrol sendiri sehingga suasana kelas menjadi ramai. Hal ini juga dilihat berdasar rencana pembelajaran yang telah dibuat oleh guru ekonomi dimana metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ceramah Menurut Hamalik (2004: 1) keadaan ini mengakibatkan hasil belajar siswa belum mencapai taraf maksimal. Agar pembelajaran ekonomi menjadi pelajaran yang disukai dan siswa terlibat aktif dalam belajar sehingga dapat mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan, maka seorang pendidik perlu mempertimbangkan pemilihan metode pembelajaran yang tepat dan inovatif, yang mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa dan penguasaan konsep materi sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kondisi siswa dan sekolah yang bersangkutan.
  20. 20. Metode yang dapat dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar bermacam-macam dan penggunaannya tergantung dari rumusan tujuan. Salah satu metode pengajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dan penguasaan konsep materi adalah metode pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda untuk menyelesaikan tugas-tugas akademik. Tujuan dibentuk kelompok kooperatif adalah agar memberi kesempatan kepada siswa atau anak didik untuk terlibat secara aktif dalam proses berfikir dan kegiatan belajar. Menurut penelitian Budiningarti H (1998: 5) mengatakan bahwa JIGSAW merupakan salah satu tipa model pembelajaran kooperatif yang fleksibel. Metode pembelajaran JIGSAW adalah salah satu model pembelajaran yang terdiri dari tim-tim belajar heterogen, beranggotakan 4-6 siswa, setiap siswa bertanggungjawab atas penugasan materi belajar dan harus mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota tim lainnya (Arends, R.I dalam Hermin Budiningarti, 1998: 29). Menurut Johnson & Johnson dalam anita Lie (2002: 7) dari penelitian mengenai pembelajaran kooperatif, ternyata penggunaan metode ini menghasilkan prestasi yang lebih tinggi, hubungan yang lebih positif, dan penyesuaian psikologis yang lebih baik dari pada suasana belajar yang penuh persaingan dan memisah-misahkan siswa.
  21. 21. Melalui metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW ini diharapkan dapat memberikan solusi dan suasana baru yang menarik dalam mata pelajaran ekonomi khususnya pada materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan, sehingga hasil belajar siswa SMA N 1 Bantarkawung dapat meningkat. Dalam metode ini guru harus memperhatikan latar belakang pengalaman siswa dan membentuk siswa mengaktifkannya agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna (Anita Lie, 2002:69) Metode Tanya jawab merupakan cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru (Djamarah, dkk: 1996: 107). Metode ini dipandang lebih baik dari pada metode pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah. Alasannya karena metode ini dapat merangsang siswa untuk berfikir dan berkreativitas dalam proses pembelajaran. Metode Tanya jawab juga dapat digunakan untuk mengukur atau mengetahui seberapa jauh materi atau bahan pengajaran yang telah dikuasai oleh siswa. Metode Tanya jawab merupakan salah satu metode yang memberikan motivasi kepada siswa agar bangkit penikirannya untuk bertanya selama mendengarkan penjelasan atau siswa menjawab selama guru mengajukan pertanyaan. Guru melontarkan metode Tanya jawab dengan tujuan agar siswa dapat mengerti atau mengingat-ingat tentang
  22. 22. materi yang dipelajari dan mendorong siswa untuk melakukan penemuan dalam rangka memperjelas masalah. Dalam menyajikan bahan pelajaran metode Tanya jawab dapat divariasikan dengan metode lain, misalnya metode ceramah, diskusi, dan pemberian tugas. Sehingga dalam proses pembelajaran guru tidak hanya mengandalkan pada metode ceramah saja yang selama ini digunakan. Untuk melihat mana yang lebih baik antara metode kooperatif tipe JIGSAW dengan metode Tanya jawab, maka perlu dilakukan penelitian. Berangkat dari penjelasan diatas maka penulis tertarik untuk mengambil judul tentang “Studi Komparasi antara Metode Kooperatif Tipe JIGSAW dengan Metode Tanya Jawab dalam Rangka Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Materi Pokok Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan pada Siswa Kelas X Semester 1 SMA Negeri 1 Bantarkawung Tahun Pelajaran 2006/2007”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode kooperatif tipe JIGSAW dengan metode Tanya jawab pada materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan pada siswa kelas X semester 1 SMA Negeri 1 Bantarkawung tahun pelajaran 2006/2007?
  23. 23. 2. Jika terdapat perbedaan, manakah diantara metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dengan metode Tanya jawab yang lebih baik untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi pada materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan pada siswa kelas X semester 1 SMA Negeri 1 Bantarkawung tahun pelajaran 2006/2007? C. Penegasan Istilah Penegasan istilah dalam penelitian ini dimaksudkan agar tidak terjadi salah tafsiran terhadap judul skripsi dan memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pembaca. Istilah-istilah yang perlu dijelaskan dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Studi Komparasi Studi merupakan kajian, telaah, penelitian ilmiah, yang berasal dari bahasa Inggris “Study” yang berarti belajar. Sedangkan komparatif berkenaan dengan perbandingan (KBBI, 2002: 584). Studi komparasi adalah suatu penyelidikan untuk membandingkan dua perkara/ fenomena atau lebih yang ditinjau dari persamaan dan perbedaan yang ada (Arikunto, 2000: 30). Perbandingan dalam penelitian ini adalah membandingkan antara metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dengan metode Tanya jawab terhadap hasil belajar ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan
  24. 24. harga keseimbangan pada siswa kelas X semester 1 SMA Negeri 1 Bantarkawung tahun pelajaran 2006/2007? 2. Metode Metode merupakan cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki, atau cara yang konsisten untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna suatu tujuan yang ditentukan (KBBI, 2001: 740). Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1991: 72) metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode mengajar merupakan cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran (Sudjana, 2000: 760). 3. Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa terarah kepada yang lebih baik (Darsono, 2000: 24). Metode kooperatif adalah metode yang mengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda untuk mengembangkan pemahaman konsep atau subkonsep (Susanto, 2001: 1). Metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW adalah salah satu model pembelajaran yang terdiri dari tim-tim belajar heterogen,
  25. 25. beranggotakan 4-6 siswa, setiap siswa bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan harus mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota tim lainnya (Arends, R.I dalam Hermin Budiningarti, 1998: 29). 4. Metode Tanya Jawab Metode Tanya jawab adalah cara penyajian palajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru (Djamarah, 1996: 107). 5. Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2001: 22). Sedangkan hasil belajar ekonomi adalah hasil belajar akademik pada mata pelajaran ekonomi yang ditunjukkan oleh nilai tes yang merupakan hasil belajar berupa kemampuan kognitif siswa setelah mengalami proses belajar mengajar dalam waktu tertentu. Hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang diperoleh siswa melalui pengalaman dan latihan mempelajari materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan. D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
  26. 26. a. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan antara siswa yang diajar dengan metode kooperatif tipe JIGSAW dengan metode tanya jawab pada siswa kelas X semester 1 SMA Negeri 1 Bantarkawung tahun pelajaran 2006/2007. b. Untuk mengetahui manakah diantara metode kooperatif tipe JIGSAW dengan metode tanya jawab yang lebih baik untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan pada siswa kelas X semester 1 SMA Negeri 1 Bantarkawung tahun pelajaran 2006/2007. 2. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: a. Manfaat secara Teoritis Untuk menambah referensi, literature tentang metode pembelajaran pada umumnya, khususnya metode pembelajaran ekonomi. b. Manfaat secara Praktis Bagi Guru Sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi guru ekonomi khususnya dalam menciptakan proses pembelajaran ekonomi yang berorientasi pada pendekatan kooperatif, sehingga dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.
  27. 27. Bagi Sekolah Sebagai bahan pemberian alternatif metode mengajar pada mata pelajaran ekonomi khususnya materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan guna meningkatkan hasil belajar siswa Bagi Peneliti Lain Sebagai bahan/ gambaran bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian sejenis dengan ruang lingkup yang lebih luas. E. Sistematika Penulisan Skripsi Sistematika skripsi ini merupakan garis besar penyusunan skripsi yang bertujuan memudahkan jalan pemikiran dalam memahami keseluruhan isi skripsi. Secara garis besar penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab, yaitu: Bab satu, pendahuluan. Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, penegasan istilah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sitematika penulisan skripsi. Bab dua, landasan teori dan hipotesis. Dalam bab ini membahas tentang belajar mengajar sebagai suatu sistem; konsep dasar tentang metode pembelajaran; kedudukan metode dalam pembelajaran ekonomi; metode JIGSAW dan implementasinya; metode Tanya jawab dan implementasinya dalam pembelajaran ekonomi; karakteristik materi pokok
  28. 28. permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan; hasil belajar; penelitian terdahulu yang relevan; kerangka berfikir; dan hipotesis. Bab tiga, metode penelitian. Bab ini membahas tentang penentuan obyek penelitian (populasi dan sampel); variabel penelitian; metode pengumpulan data; metode analisis uji coba instrumen; rancangan penelitian; metode analisis data yang terdiri dari dua tahap, yaitu analisis tahap awal dan tahap akhir. Bab empat, hasil penelitian dan pembahasan. Bab ini membahas tentang hasil penelitian dan pembahasan dari penelitian yang telah dilakukan. Hasil pembahasan disini meliputi dua tahap pengujian, yaitu analisis data tahap awal dan analisis tahap akhir. Pada analisis data tahap awal ini diperoleh uji normalitas, uji homogenitas, dan uji kesamaan keadaan awal (analisis varians). Sedangkan pada analisis tahap akhir meliputi uji normalitas, uji kesamaan dua varians, uji perbedaan dua rata- rata, dan dilanjutkan dengan uji ketuntasan belajar. Bab lima, penutup. Bab ini merupakan hasil akhir dari penulisan skripsi, yang meliputi kesimpulan dari hasil penelitian dan pengajuan saran-saran dari penulis.
  29. 29. BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Belajar Mengajar Sebagai Suatu Sistem Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi antara guru dan anak didik. Interaksi yang edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan (Djamarah,dkk, 1996 : 1). Belajar mengajar sebagai suatu proses memerlukan perencanaan yang seksama dan sistematis agar dapat dilaksanakan secara realistis. Dalam melaksanakan proses belajar mengajar diperlukan adanya langkah-langkah yang sistematis sehingga mencapai hasil belajar siswa yang optimal (Sudjana, 1989 : 3). Belajar mengajar sebagai suatu sistem instruksional mengacu kepada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Selaku suatu sistem, belajar mengajar meliputi komponen, antara lain tujuan, bahan, siswa, guru, metode, situasi dan evaluasi. Agar tujuan itu tercapai, semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antarsesama komponen terjadi kerjasama. Karena itu guru tidak boleh hanya memperhatikan komponen tertentu saja misalnya metode, bahan dan evaluasi saja, tapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan. 14
  30. 30. Berbagai persoalan yang biasa dihadapi guru antara lain adalah: (1) Tujuan-tujuan apa yang mau dicapai; (2) Materi apa yang diperlukan; (3) Metode, alat mana yang harus dipakai; (4) Prosedur apa yang akan ditempuh untuk melakukan evaluasi. Secara khusus dalam proses belajar mengajar guru berperan sebagai pengajar, pembimbing, perantara sekolah dengan masyarakat, administrator, dan lain-lain. Untuk itu wajar bila guru memahami dengan segenap aspek pribadi anak didik seperti: (1) kecerdasan dan bakat khusus; (2) prestasi sejak permulaan sekolah; (3) perkembangan jasmani dan kesehatannya; (4) kecenderungan emosi dan karakternya; (5) sikap dan minat belajar; (6) cita- cita; (7) kebiasaaan belajar dan bekerja; (8) hobi dan penggunaan waktu senggang; (9) hubungan sosial di sekolah dan dirumah,; (10) latar belakang keluarga; (11) lingkungan tempat tinggal; (12) sifat-sifat khusus dan kesulitan anak didik Usaha untuk memahami anak didik ini bisa dilakukan melalui evalusi. Selain itu guru mempunyai keharusan melaporkan perkembangan hasil belajar para siswa kepada kepala sekolah, orang tua, dan instansi yang terkait. (Djamarah, 1996: 10-11). Menurut Edi Suardi dalam bukunya Djamarah (1996 : 46), sebagai suatu proses pengaturan, kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari ciri-ciri sebagai berikut: “ a. Belajar mengajar memiliki tujuan, yakni untuk membentuk anak didik dalam perkembangan tertentu. b. Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan, didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  31. 31. c. Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan satu penggaapan materi yang khusus. Dalam hal ini materi harus didesain sedemikian rupa, sehingga cocok untuk mencapai tujuan. d. Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan aktivitas anak didik, sehingga konsekuensi bahwa anak didik merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. e. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing,. Dalam peranannya sebagai pembimbing, guru harus berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi, agar terjadi proses interaksi yang kondusif. f. Dalam proses belajar mengajar membutuhkan disiplin. Disiplin dalam kegiatan belajar mengajar diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar. g. Ada batas waktu. Setiap tujuan akan diberi waktu tertentu, kapan tujuan itu sudah harus tercapai. h. Evaluasi. Evaluasi harus guru lakukan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pengajaran yang telah ditentukan.” Penentuan strategi dan juga metode mengajar perlu diambil jauh-jauh sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Untuk itu perlu diperhatikan beberapa factor penentu dalam penyusunan strategi belajar mengajar, seperti (a) tujuan yang hendak dicapai, (b) keadaan dan kemampuan siswa, (c) keadaan dan kemampuan guru, (d) lingkungan masyarakat dan sekolah, dan beberapa faktor lain yang bersifat khusus. Dilihat sebagai suatu system, masing-masing faktor ini merupakan faktor lain yang saling berkaitan dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Interaksi dari komponen-komponen itu bisa digambarkan dalam bagan berikut:
  32. 32. Gambar 1. Sistem Belajar Mengajar Dari bagan diatas bisa dilihat posisi penting yang diperankan oleh unsur strategi dalam keseluruhan kegiatan belajar mengajar. Maka dari itu sudah sewajarnya masalah ini perlu dikuasai benar-benar oleh seorang guru. Dengan kata lain, guru yang berhasil adalah guru yang punya kemampuan tinggi untuk memilih strategi yang tepat untuk bidang studinya. Adapun peran guru dan siswa dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut: a. Peran dan Kompetensi Guru dalam pembelajaran Guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Demikian pula dalam upaya membelajarkan siswa, guru dituntut memiliki multiperan sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif. TUJUAN STRATEGI METODE MEDIA MATERI LINGKUNGAN SISWAGURU
  33. 33. Peran dan kompetensi guru dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: Guru sebagai Demonstrator Melalui peranannya sebagai demonstrator, lecturer, atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa Guru sebagai Pengelola Kelas Guru hendaknya mampu mengelola kelas, karena kelas merupakan lingkungan belajar yang perlu diorganisasi. Guru sebagai Mediator dan Fasilitator Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Sedangkan sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang kiranya berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar. Guru sebagai Evaluator Guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik. Kegiatan tersebut dimaksudkan untukmengetahui apakah tujuan yang telah
  34. 34. dirumuskan itu tercapai atau tidak, apakah materi yang diajarkan sudah dikuasai atau belum, apakah metode yang digunakan sudah cukup tepat. Dengan penilaian, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran, serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar. Dengan penilaian guru juga dapat mengklasifikasikan apakah seorang siswa termasuk kelompok siswa yang pandai, sedang, kurang, atau cukup baik dikelasnya. b. Peran siswa dalam pembelajaran Siswa atau anak didik adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar. Sebab anak didiklah yang menjadi pokok persoalan dan sebagai tumpuan perhatian. Di dalam proses belajar mengajar, siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Siswa atau anak didik itu akan menjadi faktor penentu, sehingga menuntut dan dapat mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya. Anak didik sebagai subyek didik dalam proses belajar mengajar hendaknya: - bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup - memiliki potensi, baik fisik maupun psikologisnya, yang berbeda sehingga masing-masing subyek didik merupakan insan yang unik - memerlukan pembinaan individual serta perlakuan yang manusiawi
  35. 35. - subyek didik pada dasarnya merupakan insane yang aktif menghadapi lingkungan hidupnya. Jadi dalam proses belajar mengajar yang perlu diperhatikan pertama kali adalah siswa/ anak didik (anak berkonotasi dengan tujuan, karena anak didiklah yang memiliki tujuan), bagaimana keadaan dan kemampuannya, baru setelah itu menentukan komponen-komponen yang lain. Apa bahan yang diperlukan, bagaimana cara yang tepat untuk bertindak, alat dan fasilitas apa yang cocok dan mendukung, semua itu harus disesuaikan dengan keadaan/ karakteristik siswa. Itulah sebabnya siswa/ anak didik merupakan subyek belajar. B. Konsep Dasar Tentang Metode Pembelajaran Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode, tetapi guru sebaiknya menggunakan metode bervariasi agar jalannya pengajaran tidak membosankan, tetapi menarik perhatian anak didik. Oleh karena itu, disinilah kompetensi guru diperlukan dalam pemilihan metode yang tepat. Selain itu metode mengajar sangat menentukan dan menunjang berhasilnya proses belajar mengajar yang diciptakan oleh seorang guru. Menurut Surakhmad (1998: )mengemukakan ada lima faktor yang mempengaruhi penggunaan metode mengajar sebagai berikut:
  36. 36. a. Tujuan yang berbagai-bagai jenis dan fungsinya Tujuan adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar mengajar. Perumusan tujuan akan mempengaruhi kemampuan pada diri anak didik, proses pengajaran dan penyeleksian metode yang akan digunakan. Metode yang dipilih harus sejalan dengan taraf kemampuan anak didik. b. Anak didik yang berbagai-bagai tingkat kematangannya Anak didik adalah manusia berpotensi yang menghajatkan pendidikan. Di sekolah, gurulah yang berkewajiban untuk mendidiknya. Masing-masing peserta didik mempunyai latar belakang, aspek biologis, intelektual dan psikologis yang berbeda. Keadaan ini mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode yang akan digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dalam waktu yang relatif lama. Dengan demikian, kematangan peserta didik yang bervariasi mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pengajaran. c. Situasi dengan Berbagai Keadaan Situasi kegiatan belajar mengajar yang diciptakan guru tidak selamanya sama. Seorang guru harus dapat memilih metode mengajar yang sesuai dengan situasi yang diciptakannya itu. d. Fasilitas dengan Berbagai Kualitas dan Kuantitas Fasilitas adalah kelengkapan penunjang belajar anak didik di sekolah, lengkap tidaknya fasilitas belajar akan mempengaruhi pemilihan metode mengajar.
  37. 37. e. Pribadi Guru serta Kemampuan Profesionalnya yang Berbeda Setiap guru mempunyai kepribadian, latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar yang berbeda. Seorang guru yang bertitel sarjana pendidikan berbeda dengan guru yang sarjana bukan pendidikan. Jadi latar belakang pendidikan dan pengalaman belajar adalah permasalahan intern yang dapat mempengaruhi pemilihan dan penentuan mengajar. Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik. (Darsono, 2002: 23). Adapun ciri-ciri pembelajaran adalah sebagai berikut: “a. Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis b. Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar c. Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswa d. Pembelajaran dapat menggunakan alat Bantu belajar yang tepat dan menarik e. Pembelajaran dapat suasana yang aman dan menyenangkan bagi siswa f. Pembelajaran dapat membuat membuat siswa siap menerima pelajaran, baik secara fisik maupun secara psikologis. “ Proses belajar mengajar agar dapat tercapai dengan baik diperlukan langkah-langkah sistematis untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Hal yang harus dilakukan adalah dengan menggunakan metode yang cocok. Metode apa yang cocok agar siswa dapat berfikir kritis, logis, dapat memecahkan masalah yang terbuka, kreatif dan inovatif serta tidak membosankan merupakan pertanyaan yang tidak mudah dijawab, karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Metode pembelajaran merupakan sarana interaksi antara guru dengan siswa didalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian yang perlu
  38. 38. diperhatikan adalah ketepatan dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, jenis dan sifat materi pelajaran serta sesuai dengan kemampuan guru dalam memahami dan melaksanakan metode tersebut. C. Kedudukan Metode dalam Sistem Pembelajaran Ekonomi Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Guru dengan sadar berusaha mengatur lingkungan belajar agar bergairah bagi anak didik. Dengan seperangkat teori dan pengalamannya guru gunakan untuk, bagaimana mempersiapkan program pengajaran yang baik dan sistematis. Salah satu usaha yang tidak pernah guru tinggalkan adalah, bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Metode mengajar adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran (Sudjana, 1989: 76). Oleh karena itu peranan metode mengajar sebagai alat untuk menciptakan proses belajar mengajar. Dengan penggunaan metode diharapkan tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa sehubungan dengan kegiatan mengajar guru. Metode mengajar sangat menentukan dan menunjang berhasilnya proses belajar mengajar yang diciptakan oleh seorang guru. Apabila metode mengajar yang digunakan tidak tepat, memungkinkan pelajaran yang semula mudah bagi siswa menjadi sulit, sebaliknya metode yang tepat dalam penyampaian materi yang dirasa sulit dapat menjadi mudah dan menarik. Bila siswa tertarik dengan materi yang disampaikan, maka siswa akan lebih aktif
  39. 39. dalam proses pembelajaran, sehingga dapat tercapai interaksi edukatif dan kondisi yang kondusif dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan metode dalam kegiatan belajar mengajar bermacam- macam, dan penggunaannya tergantung dari rumusan tujuan. Dalam mengajar, jarang ditemukan guru menggunakan satu metode, tetapi kombinasi dari dua atau beberapa macam metode. Penggunaan metode gabungan dimaksudkan untuk menggairahkan belajar anak didik, sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai. Ekonomi merupakan ilmu atau seni yang mengkaji tentang upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang beraneka ragam dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi. Mata pelajaran ekonomi berfungsi membekali siswa dengan kompetensi dasar (pengetahuan dan keterampilan dasar) agar mampu mengambil keputusan secara rasional dalam menentukan berbagai pilihan. Oleh karena itu agar pembelajaran ekonomi menjadi pelajaran yang disukai dan siswa terlibat aktif dalam belajar, maka diperlukan metode pengajaran yang inovatif, yang mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa dan penguasaan konsep materi sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kondisi siswa dan sekolah yang bersangkutan.
  40. 40. D. Metode Jigsaw dan Implementasinya dalam Pembelajaran Materi Pokok Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan Pembelajaran kooperatif merupakan metode yang mengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda untuk mengembangkan pemahaman konsep atau subkonsep (Susanto, 2001: 1). Setiap anggota kelompok bertangung jawab tidak hanya untuk mempelajari konsep yang diajarkan, tetapi juga untuk bekerja sama dalam belajar. Keberhasilan individu dalam belajar diorientasikan oleh keberhasilan kelompok. Metode pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model pembelajaran kooperatif dengan benar akan memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif. Menurut Roger dan David Johnson dalam Anita Lie (2004 : 31) mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap cooperative learning. Untuk mencapai hal yang maksimal, ada lima unsur model pembelajaran gotong royong harus diterapkan, yaitu sebagai berikut: a. Saling ketergantungan positif Keberhasilan suatu karya sangat tergantung pada usaha setiap anggotanya. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus
  41. 41. menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain bisa mencapai tujuan mereka. b. Tanggung jawab perseorangan Unsur ini merupakan akibat langsung dari unsur yang pertama. Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Kunci keberhasilan metode kerja kelompok adalah persiapan guru dalam penyusunan tugasnya. c. Tatap muka Setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Inti dan sinergi ini adalah menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing-masing. d. Komunikasi antaranggota Unsur ini menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, pengajar perlu mengajarkan cara-cara berkomunikasi. Keberhasilan suatu kelompok tergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapatnya.
  42. 42. e. Evaluasi proses kelompok Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Waktu evaluasi ini tidak perlu diadakan setiap kali ada kerja kelompok, tetapi bisa diadakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali pembelajaran terlibat dalam kegiatan pembelajaran cooperative learning. Adapun ciri-ciri dari kooperatif sebagai berikut: a. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya b. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah c. Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda d. Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak- tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yaitu: a. Hasil Belajar akademik Meskipun pembelajaran kooperatif meliputi berbagai macam tujuan sosial, pembelajaran kooperatif juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep- konsep yang sulit.
  43. 43. b. Penerimaan terhadap Perbedaan Individu Pembelajaran kooperatif memberi peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuk bekerja saling bergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama, dan melalui penggunaan struktur penghargaan kooperatif, belajar untuk menghargai satu sama lain. c. Pengembangan Keterampilan Sosial Pengembangan keterampilan sosial adalah untuk mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. (Ibrahim, 2000: 7-9). Teori yang melandasi pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut: 1. Teori Motivasi Menurut teori motivasi, motivasi siswa dalam pembelajaran kooperatif terutama terletak dalam bagaimana bentuk hadiah atau struktur pencapaian tujuan saat siswa melaksanakan kegiatan. Ada 3 macam struktur pencapaian tujuan yaitu sebagai berikut: a. Kooperatif dimana orientasi tujuan masing-masing membantu pencapaian tujuan siswa lain. b. Kompetitif dimana upaya siswa untuk mencapai tujuan akan menghalangi siswa lain dalam pencapaian tujuan. c. Individualistik dimana upaya siswa untuk mencapai tujuan tidak ada hubungannya dengan siswa lain dalam mencapai tujuan tersebut. Berdasar tinjauan diatas, tujuan kooperatif adalah menciptakan situasi dimana keberhasilan individu dipengaruhi keberhasilan kelompok. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan pribadi mereka, anggota kelompok
  44. 44. harus membantu teman/anggota kelompoknya yang dapat membuat variasi dalam metode belajar. 2. Teori Kognitif Teori ini mengukur efek-efek dari bekerjasama dalam diri individu. Teori ini dikelompokkan dalam dua kategori yaitu: a. Teori Perkembangan Dalam teori perkembangan kerjasama pada anak-anak yang berusia sama akan bisa diarahkan oleh pendekatan perkembangan orang lain. Vygotsky mendefinisikan zone of proximal development sebagai jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah dibawah bimbingan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya yang lebih mampu. b. Teori Elaborasi Kognitif Teori ini memiliki pandangan yang berbeda. Penelitian dalam psikologi kognitif telah menemukan bahwa supaya informasi dapat disimpan di dalam memori dan terkait dengan informasi yang sudah ada dalam memori itu, maka siswa harus terlibat langsung dalam kegiatan restruktur, atau elaborasi kognitif atas suatu materi. Salah satu elaborasi kognitif yang paling efektif adalah menjelaskan materi itu pada orang lain. Metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah salah satu model pembelajaran yang terdiri dari tim-tim belajar heterogen, beranggotakan 4-6 siswa, setiap siswa bertanggung jawab atas penguasaan bagian dari materi
  45. 45. belajar dan harus mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota tim lainnya. (Arends, R.I dalam Hermin Budiningarti, 1998 : 29). Jigsaw merupakan sebuah teknik dipakai secara luas yang memiliki kesamaan dengan teknik “pertukaran dari kelompok ke kelompok” (Group to group exchange) dengan suatu perbedaan penting : setiap peserta didik mengajarkan sesuatu ini adalah alternatif menarik, ketika ada materi yang dipelajari dapat disingkat atau “dipotong” dan disaat tidak ada bagian yang harus diajarkan sebelum yang lain-lain. Setiap peserta didik mempelajari sesuatu yang dikombinasi dengan materi yang telah dipelajari oleh peserta didik lain, buatlah sebuah kumpulan pengetahuan yang bertalian atau keahlian (Mel Silberman : 160). Teknik mengajar Jigsaw dapat digunakan dalam beberapa mata pelajaran, seperti ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, matematika, agama, dan bahasa. Teknik ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara (Anita Lie, 2002: 69). Metode Jigsaw terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok asal dan kelompok ahli (Saptono, 2003: 36). Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut:
  46. 46. Kelompok Asal Kelompok Ahli Kelompok Ahli Gambar 2. Kerangka Pembelajaran Jigsaw Keterangan: Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Setelah pembahasan selesai, para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok semula (asal) dan berusaha mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada kelompok ahli. Selanjutnya diakhir pembelajaran, siswa diberi kuis secara individu yang mencakup topik materi yang telah dibahas. Kerangka pelaksanaan pembelajaran tipe Jigsaw adalah sebagai berikut: a. Tahap Pendahuluan merupakan tahap awal seorang guru sebelum proses pembelajaran dilakukan, yaitu proses pembelajaran dengan metode X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
  47. 47. kooperatif tipe Jigsaw yang meliputi: (1)Review, apersepsi, motivasi; (2) Penjelasan guru kepada siswa tentang metode pembelajaran yang dipakai dan menjelaskan manfaatnya; (3) Pembentukan kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-6 siswa dengan kemapuan yang heterogen; (5) Pembagian materi atau soal atau LKS pada setiap anggota kelompok b. Tahap Penguasaan merupakan tahap pembekalan materi dimana setiap siswa harus memiliki pemahaman mengenai materi yang diterimanya. Adapun tahapannya meliputi: (1) Siswa dengan materi atau soal yang sama bergabung dalam kelompok ahli dan berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima; (2) Guru memberikan bantuan seperlunya. c. Tahap Penularan merupakan tahap dimana setiap siswa harus memiliki kemampuan lebih dalam mengajarkan materi kepada temannya seperti layaknya seorang guru. Adapun tahapannya sebagai berikut: (1) Setiap siswa kembali ke kelompok asalnya; (2) Tiap siswa saling menularkan dan menerima materi dari siswa lain; (3) Terjadi diskusi siswa dalam kelompok asal dan dari diskusi diperoleh jawaban soal; (4) Guru memonitoring kerja kelompok. d. Tahap Penutup merupakan tahap akhir dari pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, meliputi: (1) Guru bersama siswa membahas soal/ LKS; (2) Tes individual dan pemberian penghargaan kepada kelompok yang anggotanya memperoleh nilai tinggi; (3) Pemberian tugas.
  48. 48. Sebagai salah satu model pembelajaran yang kooperatif metode Jigsaw mempunyai kebaikan-kebaikan sebagai berikut: a. Dapat mengembangkan hubungan antara pribadi positif diantara siswa yang memiliki kemampuan belajar berbeda b. Menerangkan bimbingan sesama teman c. Rasa harga diri siswa yang lebih tinggi d. Memperbaiki kehadiran e. Penerimaan terhadap perbedaan individu lebih besar f. Sikap apatis berkurang g. Pemahaman materi lebih mendalam h. Meningkatkan motivasi belajar Walaupun menurut penelitian Budiningarti, H (1998: 5) mengatakan bahwa metode jigsaw merupakan salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang fleksibel, namun metode ini juga mempunyai kelemahan. Kelemahan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, yaitu sebagai berikut: a. Jika guru tidak mengingatkan agar siswa selalu menggunakan ketrampilan-ketrampilan kooperatif dalam kelompok masing-masing maka dikhawatirkan kelompok akan macet b. Jika jumlah anggota kurang akan menimbulkan masalah, misal jika ada anggota yang hanya membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas yang pasif dalam diskusi c. Membutuhkan waktu yang lebih lama apalagi bila penataan ruang belum terkondisi dengan baik.
  49. 49. Materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan merupakan materi yang menggunakan pendekatan pemecahan masalah dimana siswa diharapkan mampu menghadapi masalah ekonomi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat pentingnya materi tersebut, maka kualitas pengajaran perlu ditingkatkan yaitu dengan memilih metode pembelajaran yang tepat. Karena penggunaan metode yang kurang tepat dapat menimbulkan kebosanan, padahal materi yang diajarkan sukar dipahami siswa. Salah satu altenatif untuk membuat pembelajaran ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan yang lebih melibatkan peran aktif siswa adalah dengan metode kooperatif tipe Jigsaw. Karena penggunaan metode ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan demikian siswa saling tergantung antara satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Menurut Johnson & Johnson dalam Lie (2002: 7) dari penelitian mengenai pembelajaran kooperatif, ternyata penggunaan metode ini menghasilkan prestasi yang lebih tinggi, hubungan yang lebih positif dan penyesuaian psikologi yang lebih baik daripada suasana belajar yang penuh dengan persaingan dan memisah-misahkan siswa.
  50. 50. E. Metode Tanya Jawab dan Implementasinya dalam Pembelajaran Materi Pokok Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan. Metode Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Metode ini merupakan metode yang tertua dan banyak digunakan dalam proses pendidikan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun di sekolah. Dalam metode ini pemimpin pada umumnya berusaha menanyakan apakah peserta telah mengetahui fakta tertentu yang sudah diajarkan, atau apakah proses pemikiran yang dipakai oleh peserta. Jadi bukan sekedar kesempatan di mana peserta diperbolehkan menanyakan sesuatu mengenai hal yang kurang jelas bagi mereka (Surakhmad, 1998 : 103). Menurut Sudjana (2004: 78) mendefinisikan metode Tanya Jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa, guru bertanya siswa menjawab, atau siswa bertanya guru menjawab. Sehingga terlihat adanya timbal balik secara langsung antara guru dengan siswa. Metode Tanya jawab sebagai sebuah bentuk interaksi edukatif, mempunyai kebaikan dan kelemahan yang perlu diperhatikan. Diantara sifatnya yang baik yaitu: a. Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika itu siswa sedang ribut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang kantuknya
  51. 51. b. Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingatan. c. Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. Sedangkan kelemahan dari metode Tanya jawab adalah sebagai berikut: a. Siswa merasa takut, apalagi bila guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab b. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa c. Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai 2 atau 3 orang d. Dalam jumlah siswa yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa. Dalam proses belajar mengajar, bertanya memegang peranan yang penting, sebab pertanyaan yang tersusun baik dengan teknik pengajuan yang tepat akan: a. Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar b. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap masalah yang sedang dibicarakan c. Mengembangkan pola berpikir dan belajar aktif siswa, sebab berpikir itu sendiri adalah bertanya
  52. 52. d. Menuntun proses berpikir siswa, sebab pertanyaan yang baik akan membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik e. Memusatkan perhatian murid terhadap masalah yang sedang dibahas. (Hasibuan dan Moedjiono, 2006: 14). Langkah-langkah penggunaan metode Tanya jawab: a. Merumuskan tujuan Tanya jawab sejelasnya dalam bentuk khusus dan berpusat pada tingkah laku anak didik b. Mencari alasan pemilihan metode Tanya jawab c. Menetapkan kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang akan dikemukakan d. Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan e. Menyediakan kesempatan bertanya oleh anak didik. Berdasarkan langkah-langkah diatas, maka tindakan guru dalam menggunakan metode Tanya jawab harus dipersiapkan secermat mungkin dalam bentuk rencana pengajaran yang detail dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Menyebutkan alasan penggunaan metode Tanya jawab b. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai tujuan pembelajaran khusus c. Menyimpulkan jawaban siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya pada hal-hal yang belum dipahami
  53. 53. e. Memberi pertanyaan atau kesempatan kepada siswa untuk bertanya pada hal-hal yang sifatnya pengembangan atau pengayaan f. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang relevan dan sifatnya pengembangan atau pengayaan g. Menyimpulkan materi jawaban yang relevan h. Pemberian tugas Jelas bahwa untuk membuka komunikasi dua arah, pertanyaan tidak dapat dibatasi datang hanya dari pengajar atau penceramah. Untuk tujuan tertentu pertanyaan dari anak didiklah yang dapat memberi petunjuk telah atau belum terciptanya komunikasi yang diharapkan. Terhadap hal yang terakhir ini seorang pengajar harus selalu waspada dan peka (Surakhmad,1998: 102). Suatu pertanyaan yang baik ditinjau dari segi isinya, tetapi cara mengajukannya tidak tepat akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan yang dikehendaki. Agar pertanyaan yang diajukan dalam proses pembelajaran efektif maka harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Hal-hal yang perlu dilakukan Perlu adanya kehangatan dan keantusiasan guru dalam mengajukan pertanyaan dan merespons baik atas jawaban siswa, agar partisipasi siswa dalam pembelajaran lebih baik 2. Hal-hal yang perlu dihindari a) Mengulangi pertanyaan sendiri, yang menyebabkan menurunnya perhatian dan partisipasi siswa
  54. 54. b) Mengulangi jawaban siswa, yang menyebabkan siswa tidak memperhatikan jawaban temannya c) Menjawab pertanyaan sendiri, yang membuat siswa frustasi d) Mengajukan pertanyaan yang memancing jawaban serentak e) Mengajukan pertanyaan ganda yang mematahkan semangat f) Menentukan siswa tertentu untuk menjawab sebelum pertanyaan diajukan sehingga siswa lain tidak perlu menjawab. 3. Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat Pertanyaan guru perlu diungkapkan secara jelas dan singkat, dengan menggunakan kata-kata yang dapat dipahami siswa. Susunan kata-kata dalam pertanyaan perlu disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan siswa. 4. Pemberian Acuan Sebelum mengajukan pertanyaan, guru perlu memberikan acuan berupa informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan siswa. Pemberian acuan ini memungkinkan siswa menggunakan informasi tersebut untuk menemukan jawaban dan menolong siswa mengarahkan pikirannya kepada topik yang sedang dibicarakan. Rancangan pembelajaran Tanya jawab a. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa dalam kelas. Pertanyaan tersebut dimulai dengan pertanyaan berfokus luas, kemudian diikuti dengan pertanyaan yang lebih khusus, yang berfokus terbatas sesuai dengan tujuan yang telah diterapkan
  55. 55. b. Sesudah mengajukan satu pertanyaan kepada seluruh siswa, guru memberikan waktu beberapa detik untuk siswa berpikir, kemudian salah satu siswa menjawab dengan kesadaran sendiri atau guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawab c. Salah satu siswa menjawab, guru memberikan kesempatan kepada siswa lainnya untuk menyatakan persetujuan, penolakan, atau kolaborasi dengan alasan-alasannya terhadap pandangan atau jawaban yang disampaikan oleh temannya d. Bila jawaban siswa belum tepat, guru memilih siswa meninjau kembali jawaban yang telah dikemukakan siswa dengan pertanyaan khusus agar jawaban siswa menjadi lebih akurat e. Bila siswa memberikan jawaban salah/ tidak dapat memberikan jawaban, guru memberikan tuntunan agar siswa dapat menemukan jawaban yang benar. Jenis-jenis pertanyaan menurut taksonomi Bloom dalam Hasibuan (2006: 16-18) adalah sebagai berikut: “ 1. Pertanyaan Pengetahuan ( Knowledge Question) Yaitu pertanyaan yang hanya mengharapkan jawaban yang siftnya hafalan atau ingatan siswa terhadap apa yang telah dipelajarinya. 2. Pertanyaan Pemahaman (Comprehension Question) Yaitu pertanyaan yang menuntut siswa untuk menjawab pertanyaan dengan jalan mengorganisasi informasi-informasi yang pernah dilukiskan melalui grafik atau kurva dengan jalan membandingkan. 3. Pertanyaan Penerapan ( Application Question) Yaitu pertanyaan yang menuntut siswa untuk memberi jawaban tunggal dengan cara menerapkan pengetahuan, informasi, aturan- aturan, kriteria, dan lain-lain yang pernah diterimanya.
  56. 56. 4. Pertanyaan Analisis (Analysis Question) Yaitu pertanyaan yang menuntut siswa untuk menemukan jawaban dengan cara mengidentifikasi motif masalah, mencari bukti-bukti yang menunjang kesimpulan, dan menarik kesimpuln berdasar informasi yang ada. 5. Pertanyaan Sintesis (Synthesis Question) Yaitu pertanyaan yang jawabannya lebih dari satu dan menghendaki siswa untuk mengembangkan potensi serta daya kreasinya. 6. Pertanyaan Evaluasi (Evaluation Question) Yaitu pertanyaan yang menghendaki siswa untuk menjawabnya dengan cara memberikan penilaian atau pendapatnya terhadp suatu issue yang ditampilkan.” Metode Tanya Jawab sebagai suatu metode yang digunakan dalam penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang datangnya dari dua pihak baik dari guru maupun siswa. Penggunaan metode Tanya jawab dalam pembelajaran ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan dapat membangkitkan, mendorong, dan atau membimbing pemikiran yang sistematis, kreatif dan kritis pada diri siswa. Metode ini juga dapat digunakan untuk mengukur atau mengetahui seberapa jauh materi atau bahan pelajaran yang telah dikuasai siswa. Dengan demikian materi yang disampaikan oleh guru akan lebih mudah dipahami siswa dan hasil belajar siswa juga dapat meningkat khususnya pada pelajaran ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan. F. Karakteristik Materi Pokok Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan. Ekonomi merupakan ilmu atau seni yang mengkaji tentang upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mata pelajaran ekonomi
  57. 57. berfungsi membekali siswa dengan kompetensi dasar (pengetahuan dan keterampilan dasar) agar mampu mengambil keputusan secara rasional dalam menentukan berbagai pilihan. Mata pelajaran ekonomi berangkat dari fakta atau gejala ekonomi yang nyata. Kenyataan menunjukkan bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan sumber-sumber ekonomi sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan jumlahnya terbatas/ langka. Tidak terbatasnya kebutuhan manusia dan kelangkaan sumber ekonomi tersebut dijumpai dimana-mana. Ilmu ekonomi mampu menjelaskan gejala-gejala ekonomi tersebut, sebab ilmu ekonomi dibangun dari dunia nyata. Mata pelajaran ekonomi mengembangkan teori-teori untuk menjelaskan fakta secara rasional. Agar manusia mampu membaca dan menjelaskan gejala-gejala ekonomi secara sistematis, maka disusunlah konsep dan teori ekonomi menjadi bangunan ilmu ekonomi. Selain memenuhi persyaratan sistematis, ilmu ekonomi juga memenuhi persyaratan keilmuan yang lain yaitu obyektif dan mempunyai tujuan yang jelas. Materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan merupakan materi yang ada dikelas X semester satu. Materi pokok tersebut meliputi: permintaan, penawaran, elastisitas permintaan dan penawaran, serta harga keseimbangan. Materi tersebut merupakan materi yang menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Oleh karena itu dalam mempelajarinya siswa harus mengerti dan memahami konsep-konsep yang ada dalam pelajaran tersebut.
  58. 58. Adapun materi singkat permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan adalah sebagai berikut: A. PERMINTAAN (DEMAND) a. Pengertian Permintaan Permintaan adalah jumlah produk (barang atau jasa) yang diinginkan dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga lama jangka waktu tertentu dan hal itu dianggap konstan. b. Macam-macam permintaan adalah sebagai berikut: 1) Permintaan Dilihat dari Daya Beli Konsumen • Permintaan Efektif Permintaan efektif adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli. • Permintaan Absolut Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai daya beli • Permintaan Potensial Permintaan potensial adalah permintaan konsumen tergadap suatu barang atau jasa yang diserta daya beli tetapi belum melaksanakan pembelian. 2) Permintaan Dilihat dari Pendapatan • Permintaan Konsumen • Permintaan Pengusaha • Permintaan Pemerintah
  59. 59. • Permintaan Luar Negeri 3) Permintaan Dilihat dari Jumlah Pemintanya • Permintaan Perorangan atau Individu Permintaan perorangan adalah permintaan yang datang dari seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sifatnya berbeda tiap individu, tergantung pada tingkat pendidikan dan pendapatan seseorang. • Permintaan Pasar atau kolektif Permintaan pasar adalah permintaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat sebagai keseluruhan pada saat yang sama. c. Hukum Permintaan Semakin rendah harga suatu barang, semakin banyak barang tersebut yang diminta. Sebaliknya, semakin tinggi harganya, semakin sedikit permintaan akan barang tadi (dalam keadaan ceteris paribus). d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan yaitu: (1) Harga Barang itu Sendiri, (2) Harga Barang Lain yang Terkait, (3) Pendapatan Konsumen, (d) Selera, (e) Jumlah Penduduk, (5) Ekspektasi. e. Fungsi dan Kurva Permintaan • Fungsi Permintaan Q = -aP + b atau P = -½ Q + b/a
  60. 60. • Kurva Permintaan Table 1. Data Permintaan Beras di Pasar Harga per kilogram (Rp) (P) Jumlah yang diminta perhari (kg) (Q) 3200 20 3000 30 2800 40 2600 50 2400 60 Dari daftar tabel tersebut,dapat kita gambarkan kurvanya seperti dibawah ini: Gambar 3. Kurva Permintaan Beras 10 20 30 40 50 60 Q P 3200 3000 2800 2600 2400 2200
  61. 61. B. PENAWARAN (SUPPLY) a. Pengertian Penawaran Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu. b. Macam-macam penawaran yaitu: 1) Dilihat dari Realita Penawaran • Persediaan, yaitu seluruh barang yang dimiliki produsen dan siap ditawarkan pada berbagai pasar • Penawaran Riil, yaitu jumlah barang yang benar-benar ditawarkan untuk dijual di pasar dengan berbagai tingkat harga. 2) Dilihat dari Jumlah Penyedia (supplier) • Penawaran Individual, yaitu penawaran yang datang dari seorang pengusaha atau produsen • Penawaran Pasar (Kolektif), yaitu penawaran yang datang dari beberapa pengusaha atau produsen di pasar 3) Dilihat dari Jenis Barang yang Ditawarkan • Faktor Produksi, yaitu penawaran berupa tenaga, alat produksi, modal, dan tanah yang datang dari masyarakat untuk perusahaan • Barang Konsumsi, yaitu hasil produksi yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  62. 62. c. Hukum Penawaran Semakin tinggi tingkat harga suatu barang, semakin banyak jumlah ditawarkan oleh pengusaha, ceteris paribus. d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran, yaitu: Harga Barang itu Sendiri, Biaya Produksi, Teknologi, Keuntungan, Kebutuhan Uang, Harga Masa Depan, Tujuan Tertentu, Pajak dan Subsidi, Jumlah Perusahaan dalam Industri, Perubahan Harga Barang Lain, dan Keadaan Iklim dan Cuaca. e. Fungsi dan Kurva Penawaran • Fungsi Penawaran Q = aP – b • Kurva Penawaran Table 2. Daftar Penawaran Barang dan Jasa Harga per kwintal (P) Jumlah yang ditawarkan (Q) 80000 300 70000 250 60000 200 50000 150 40000 100
  63. 63. Dari tabel tersebut dapat dibuat dalam bentuk kurva berikut ini: P 8000 S 70000 60000 50000 40000 0 100 150 200 250 300 Q Gambar 4. Kurva Penawaran barang dan Jasa C. ELASTISITAS a) Elastisitas Permintaan Elastisitas Permintaan adalah pengukuran kualitatif yang menunjukkan sampai dimana besarnya pengaruh perubahan harga ke atas perubahan permintaan. Elastisitas Harga dari Permintaan Ed = aPerubahanHPersentase tagXyangDiumlahBaranPerubahanJPersentase arg min Macam-macam Elastisitas harga: 1. Elastis (Ep > 1) 2. Inelastis (Ep < 1) 3. Elastisitas Satuan (Ep = 1) 4. Elastis Tak Terhingga (Ep = ~) 5. Inelastis Sempurna (Ep = 0)
  64. 64. Faktor-faktor yang Mempengaruhi elastisitas Harga a. Ada Tidaknya Barang Substitusi b. Intensitas Kebutuhan (desakan kebutuhan) c. Pendapatan Konsumen d. Waktu yang diperlukan untuk penyesuaian terhadap harga baru) b) Elastisitas Penawaran Elastisitas penawaran adalah tingkat atau derajat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga. Elastisitas penawaran Es = aPerubahanHPersentase tagXyangDiumlahBaranPerubahanJPersentase arg min Macam-macam Elastisitas harga: 1. Elastis (Es > 1) 2. Inelastis (Es < 1) 3. Elastisitas Satuan (Es = 1) 4. Elastis Tak Terhingga (Es = ~) 5. Inelastis Sempurna (Es = 0) Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga penawaran meliputi: (a) Waktu; (b) Daya Tahan Produk; (c) Kapasitas Produksi. D. HARGA KESEIMBANGAN a. Pengertian harga Keseimbangan / Harga Pasar Pengertian harga Keseimbangan / Harga Pasar adalah harga yang terbentuk pada tingkat dimana jumlah yang diinginkan penjual maupun pembeli adalah sama.
  65. 65. P S P1 D 0 Q1 Q Gambar 5. Kurva Harga Keseimbangan b. Golongan Pembeli dan Penjual − Golongan Pembeli • Pembeli Marginal • Pembeli Supermarginal • Pembeli Submarginal − Golongan Penjual • Penjual Marginal • Penjual Supermarginal • Penjual Submarginal C. Excess Permintaan dan Excess Penawaran Tabel 3. Surplus / Defisit Permintan dan Penawaran Harga per- satuan Jumlah yang Diminta Jumlah yang ditawarkan Keterangan 500,00 10 unit 50 unit Surplus 40 unit 400,00 20 unit 40 unit Surplus 20 unit 300,00 30 unit 30 unit Ekuilibrium 200,00 40 unit 20 unit Defisit 20 unit 100,00 50 unit 10 unit Defisit 40 unit
  66. 66. Apabila terjadi kenaikan harga dari Rp. 300,00 menjadi Rp. 400,00 jumlah barang yang ditawarkan bertambah menjadi 40 unit, sedang jumlah yang diminta berkurang menjadi 20 unit. Dengan demikian terjadi excess supply sebanyak 20 unit. Apabila terjadi penurunan harga dari Rp. 300,00 menjadi Rp. 200,00 menyakibatkan barang yang ditawarkan turun menjadi 20 unit, sedang jumlah yang diminta bertambah menjadi 40 unit, sehingga terjadi kelebihan permintaan atau excess demand. P D S 500 Kelebihan Penawaran 400 300 E 200 100 Kelebihan Permintaan 0 Q Gambar 6. Excess Permintaan dan Excess Penawaran d. Pergeseran titik Keseimbangan Pergeseran Kurva Permintaan P S P S E1 E E D1 E1 D D1 D 0 Q Q1 Q 0 Q1 Q Q Permintaan Bertambah Permintaan Berkurang
  67. 67. Pergeseran Kurva Penawaran D S S1 D S1 S P E P1 E1 P1 E1 P E 0 Q Q1 0 Q1 Q Penawaran Bertambah Penawaran Berkurang Gambar 7. Pergeseran Titik Keseimbangan e. Surplus Konsumen dan Surplus Produsen Pengaruh Pajak terhadap Surplus Konsumen dan Produsen Pajak yang dikenakan pemerintah terhadap suatu barang mengakibatkan sebagai berikut: a. kurva penawaran bergeser ke kiri, yaitu dari So ke S1 b. keseimbangan pasar bergeser dari titik E ke titik A c. harga naik dari Po ke P1 d. jumlah barang yang diperdagangkan turun dari OQo menjadi OQ1 Pengaruh Subsidi terhadap Surplus Konsumen dan Produsen Pengaruh subsidi tersebut adalah sebagai berikut: e. Penawaran naik, kurva bergeser ke kanan atau dari So ke S1 f. Keseimbangan pasar bergeser dari titik E ke titik C g. Harga turun dari Po ke P1 h. Jumlah barang meningkat dari OQo menjadi OQ1
  68. 68. G. Hasil Belajar Materi Pokok Permintaan, Penawaran, dan Harga Keseimbangan Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh setelah mengalami aktivitas belajar. Dalam proses pembelajaran, hasil belajar merupakan hal yang penting karena dapat menjadi petunjuk untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa dalam belajar yang suah dilakukan. Hasil belajar dapat diketahui melalui evaluasi hasil belajar untuk mengatur dan menilai apakah siswa sudah menguasai ilmu yang dipelajari atas bimbingan guru sesuai dengan tujuan yang dirumuskan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa digolongkan menjadi dua bagian yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Adapun faktor tersebut antara lain: 1. Faktor Internal Faktor Internal adalah faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar yang berasal dari diri siswa sendiri yang meliputi: a. Faktor fisiologi Faktor fisiologi meliputi: penglihatan, pendengaran dan kondisi fisiologi seperti kesegaran jasmani, keletihan, kekurangan gizi, sakit yang diderita, dll. b. Faktor psikologi Faktor psikologi meliputi: 1. Kecerdasan Kecerdasan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam belajar. 2. Bakat Bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar seseorang. Seseorang yang belajar sesuai dengan bakat yang dimiliki, akan memperbesar kemungkinan berhasil dalam belajar. 3. Minat Minat timbul bila ada perhatian sedangkan perhatian terhadap sesuatu kegiatan sangat erat hubungannya dengan rasa suka atau senang.
  69. 69. 4. Motivasi Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar. 5. Emosi Emosi dapat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. 6. Kemampuan kognitif atau penalaran. Kemampuan penalaran yang tinggi akan memungkinkan siswa dapat belajar lebih baik. Kemampuan kognitif tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya latihan. 2. Faktor eksternal Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa yang dapat mempengaruhi proses belajar. Adapun faktor-faktor eksternal tersebut antara lain: a. Faktor lingkungan Yang tergolong faktor lingkungan adalah faktor lingkungan belajar di dalam sekolah dan di luar sekolah, meliputi: 1. Lingkungan alami, yaitu lingkungan kondisi awal yang dapat berpangaruh tehadap proses belajar. 2. Lingkungan sosial, yaitu lingkungan yang berpengaruh langsung terhadap proses belajar. b. Faktor Instrument 1. Kurikulum, yaitu sehumlah kegiatan yang diberikan pada siswa sebagian besar menyajikan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai, dan mengembangkan bahan pelajaran 2. Program Dengan program yang jelas tujuannya, sasarannya, waktunya, kegiatannya, dapat dilaksanakan dengan mudah akan membantu siswa dalam belajar. 3. Sarana dan fasilitas Dengan saran dan fasilitas yang lengkap memungkinkan siswa belajar dengan baik. 4. Tenaga pengajar Dalam kegiatan pengajaran guru merupakan komponen yang penting dalam keberhasilan siswa, terutama pengajaran klasikal. Permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan merupakan materi yang dipelajari siswa Sekolah Menengah Atas. Berdasar pengalaman mengajar guru ekonomi di SMA ini bahwa siswa dalam mempelajari materi pokok ini masih banyak yang merasa kesulitan dalam memahami konsep materinya terutama dalam membuat grafik atau kurva. Hasil belajar yang dicapai siswa
  70. 70. belum sesuai dengan yang diharapkan guru, masih banyak siswa yang mendapat nilai dibawah standar ketuntasan yaitu >65, hal ini terjadi karena metode yang digunakan masih bersifat memberikan informasi saja, sehingga siswa hanya berperan pasif, apa yang diterima siswa bersifat verbal karena pelajaran tidak dibuaat menantang dan kurang mengesankan. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan interaksi belajar mengajar ekonomi di kelas terletak pada kemampuan guru, karena itu guru dituntut untuk senantiasa mengembangkan metode-metode pembelajaran agar siswa tertarik dan berminat untuk mempelajari ekonomi lebih jauh, yang salah satunya dengan pemberian metode mengajar yang tepat. Dari uraian tersebut maka penulis ingin membandingkan mana yang lebih baik antara metode kooperatif tipe JIGSAW dengan metode Tanya Jawab yang kedua-duanya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. H. Penelitian Terdahulu yang Relevan Penelitian terdahulu mengenai metode Jigsaw adalah sebagai berikut: 1. Sulistyowati, Sri (2003). PerbandinganPrestasi Belajar Kimia antara Siswa yang Diajar dengan Metode Kooperatif Tife Jigsaw dan Metode Ceramah untuk Pokok Bahasan Perhitungan Kimia dan Termokimia pada Siswa Kelas II Semester I di SMU N 1 Tunjungan Blora Tahun Ajaran 2003/2004. Semarang : FMIPA UNNES. Berdasar analisis dari skripsi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa:
  71. 71. Terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan metode kooperatif tipe Jigsaw dan metode ceramah pada pokok bahasan perhitungan kimia dan termokimia pada siswa kelas II semester I di SMU N 1 Tuntungan Blora Tahun Ajaran 2003/ 2004 dan pembelajaran menggunakan metode Jigsaw ternyata lebih baik dibandingkan dengan metode tugas kooperatif, hal ini disebabkan oleh metode Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri, dan juga pembelajaran orang lain, sehingga siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi juga mereka harus siap memberikan dan mengajarkannya kepada anggota kelompok lain dalam kelompok asal. Besarnya rata-rata presteasi belajar kimia siswa yang diajar dengan metode kooperatif tipe Jigsaw sebesar 75,00. sedang yang diajar dengan metode ceramah sebesar 69,82. 2. Kiptiyah, Siti Mariatul. 2005. Komparasi Hasil Belajar antara Model Jigsaw dan Model Peta Konsep Pokok Bahasan Larutan Elektrolit dan Konsep Redoks Siswa Kelas X Semester 2 SMA N 1 Kaliwungu. FMIPA UNNES. Berdasar analisis dari skripsi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) ada perbedaan hasil belajar kimia antara model Jigsaw dengan peta konsep pada pokok bahasan larutan elektrolit dan konsep redoks, hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai yang berbeda yaitu model Jigsaw 7,50 sedang model peta konsep 6,62 dan dibuktikan dengan uji statistik yang signifikan, (2) hasil belajar siswa yang diberi pembelajaran model Jigsaw lebih baik daripada dengan model peta konsep pokok bahasan larutan elektrolit dan konsep redoks.
  72. 72. 3. Astuti, Irene. 2005. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Pembelajaran matematika Pokok Bahasan Teorema Pythagoras di Kelas II Semester 1 SMP Marsudi Utami Semarang Tahun Pelajaran 2005/ 2006. FMIPA UNNES Berdasarkan analisis skripsi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa : Pembelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang telah dilaksanakan di kelas 2 semester 1 SMP Marsudi Utami Semarang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal. Sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw rata-rata kelas hanya 58,9 dengan ketuntasan klasikal 34%. Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw diperoleh nilai rata-rata kelas pada siklus I adalah 59,8 dengan ketuntasan klasikal 48%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 64,5 dengan ketuntasan klasikal 69%. Pada siklus III nilai rata-rata kelas adalah 66 dengan ketuntasan klasikal 79%. I. KERANGKA BERPIKIR Kegiatan belajar mengajar merupakan keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dan pembaharuan dalam segala komponen-komponen pendidikan. Perubahan dan pembaharuan tersebut misalnya kurikulum, sarana dan
  73. 73. prasarana, serta metode pengajaran yang digunakan. Segala komponen itulah yang akan mendukung keberhasilan tujuan pendidikan. Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik, akan ditentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu metode yang sesuai dengan tujuan. Itu berarti tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan penggunaan metode yang tepat, sesuai dengan standar keberhasilan yang terpatri didalam suatu tujuan. Dalam kegiatan belajar mengajar metode dipergunakan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila ia tidak menguasai satupun metode mengajar yang telah dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan (Syaiful Bahri, 1991: 72) Dalam kegiatan belajar mengajar, guru tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode saja, tetapi guru sebaiknya menggunakan metode yang bervariasi agar jalannya pengajaran tidak membosankan, tetapi menarik perhatian anak didik. Metode pembelajaran kooperatif merupakan salah satu metode pengajaran yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Dengan keaktifan siswa diharapkan proses belajar mengajar dapat tercipta situasi kondusif dan menyenangkan, dan metode pembelajaran
  74. 74. kooperatif tipe Jigsaw merupakan salah satu alternative yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah salah satu model pembelajaran yang terdiri dari tim-tim belajar heterogen, beranggoatakan 4-6 siswa, setiap siswa bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan harus mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota tim lainnya. Metode ini dapat memberikan solusi dan suasana baru yang menarik dalam proses belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan yang memerlukan suatu pemahaman. Metode ini juga mengajarkan pada siswa untuk bertanggungjawab atas kelompoknya terhadap penguasaan materi belajar yang ditugaskan kepadanya lalu mengajarkan bagian tesebut kepada anggota kelompok lain, sehingga dalam menyelesaikan tugasnya setiap anggota kelompok saling bekerjasama untuk memahami suatu bahan pelajaran. Dengan metode ini maka proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X semester 1 SMA N 1 Bantarkawung. Metode Tanya jawab merupakan cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, baik dari guru kepada siswa maupun dari siswa kepada guru. Metode ini merupakan salah satu metode yang dapat membangkitkan minat , rasa ingin tahu dan memusatkan perhatian siswa dalam proses belajar mengajar sehingga siswa termotivasi untuk mengajukan pertanyaan.
  75. 75. Dalam penelitian ini dibuat mekanisme pembelajaran dua metode pembelajaran yaitu dengan membandingkan penerapan proses belajar mengajar metode Jigsaw dan metode Tanya jawab dimana kedua hasil pembelajaran tersebut dibandingkan. Adapun mekanisme pembelajaran ini digambarkan sebagai berikut: Penerapan Gambar 8. Kerangka Berfikir Penelitian Permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan Metode Pembelajaran Metode kooperatif tipe JIGSAW Evaluasi Evaluasi Ada perbedaan hasil belajar ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan dengan menggunakan metode kooperatif tipe JIGSAW dengan metode Tanya jawab Metode Tanya jawab
  76. 76. J. HIPOTESIS PENELITIAN Untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan perlu diberi dugaan sementara. Dugaan/ rumusan sementara itu lebih sering dikenal dengan istilah hipotesis. Dengan demikian hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang sifatnya sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbuktinya data yang terkumpul (Suharsimi, 1998: 62). Berdasarkan permasalahan dan teori yang dikumpulkan, maka hipotesis yang penulis ajukan sebagai dugaan sementara adalah sebagai berikut: Ho = tidak ada perbedaan hasil belajar ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga Keseimbangan antara siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dengan siswa yang diajar dengan menggunakan metode Tanya jawab pada siswa kelas X semester 1 SMAN 1 Bantarkawung tahun pelajaran 2006/2007. Ha = hasil belajar ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan untuk siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lebih baik daripada siswa yang diajar dengan menggunakan metode Tanya jawab pada siswa kelas X semester 1 SMAN 1 Bantarkawung tahun pelajaran 2006/2007.
  77. 77. BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penentuan Obyek Penelitian 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2002: 108). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester I di SMA Negeri 1 Bantarkawung Brebes tahun pelajaran 2006/2007 yang terdiri dari 5 kelas yaitu kelas X-A, X-B, X-C, X-D, dan X-E sebanyak 199 siswa, dengan rincian sebagai berikut: Tabel 4. Distribusi Jumlah Siswa SMA Negeri 1 Bantarkawung Kelas Jumlah Siswa X-A X-B X-C X-D X-E 40 Siswa 41 Siswa 40 Siswa 38 Siswa 40 Siswa Sumber : SMA Negeri 1 Bantarkawung 2. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto. 2002:109). Pengambilan sampel dalam penelitian ini harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang representatif dalam arti segala karakteristik dari populasi hendaknya tercermin pula dalam sampel yang diambil (Sudjana. 1996: 6). Dalam penelitian ini digunakan teknik Random Sampling yaitu pengambilan sampel secara random atau acak sesuai dengan kelas yang ada.
  78. 78. Pengambilan sampel dilakukan dengan memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut: 1. Siswa mendapat materi yang berdasarkan kurikulum yang sama 2. Siswa diampu oleh guru yang sama 3. Siswa yang duduk di kelas yang sama. Hal ini dilakukan dengan mengundi 5 kelas yang ada kemudian diambil 2 kelas secara acak, yaitu untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasar hasil pengundian, maka diperoleh kelas X-C sebagai kelompok eksperimen dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dan kelas X-A sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan metode Tanya jawab. Tahap awal pelaksanaan teknik random sampling ini diadakan uji homogenitas populasi. Data yang digunakan berupa nilai hasil ulangan harian kelas X semester 1. B. Variabel Penelitian Variabel merupakan objek penelitian atau menjadi perhatian (Arikunto. 2002: 99). Variabel dalam penelitian ini adalah : a. Variabel bebas Adalah variabel yang mempengaruhi atau variabel penyebab. Dalam hal ini variabel bebasnya adalah metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dengan metode Tanya jawab dalam pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Bantarkawung.
  79. 79. b. Variabel Terikat Adalah variabel yang dipengaruhi. Dalam hal ini variabel terikatnya adalah hasil belajar ekonomi materi pokok permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan siswa kelas X semester 1 SMAN 1 Bantarkawung tahun pelajaran 2006/2007. C. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Metode Dokumentasi Metode ini digunakan untuk memperoleh daftar nilai siswa SMA N 1 Bantarkawung kelas X semester 1, juga untuk memperoleh daftar nama siswa yang menjadi sampel penelitian. Selain itu juga untuk mendapatkan nilai hasil ulangan harian mata pelajaran ekonomi kelas X bidang studi ekonomi. Data ini digunakan untuk analisis tahap awal yang bertujuan untuk menentukan sampel. Dari analisis tahap awal dalam penelitian ini diperoleh kelas-kelas yang berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama (homogen) serta mempunyai rata-rata yang relatif sama. 2. Metode Tes Dalam penelitian ini tes diberikan setelah perlakuan pada sampel. Pengambilan data melalui metode tes ini bertujuan untuk menentukan hasil belajar yang diperoleh antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberi perlakuan yang berbeda. Selain
  80. 80. itu juga untuk mengetahui kemampuan siswa, berangkat dari titik tolak yang sama atau berbeda pada materi pokok permintaan, penawaran dan harga keseimbangan. Tes yang digunakan berbentuk obektif berupa pilihan ganda dengan lima pilihan jawaban. Instrumen yang baik harus memenuhi persyaratan validitas, reliabilitas, daya pembeda soal dan taraf kesukaran. Untuk memenuhi syarat-syarat tersebut maka tes harus diujicobakan terlebih dahulu pada kelas diluar sampel yang telah mendapat materi pokok permintaan, penawaran dan harga keseimbangan. Metode kooperatif JIGSAW dan metode tanya jawab diukur dengan menggunakan keterangan mengenai keberhasilan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda. D. Analisis Uji Coba Instrumen Instrumen penelitian harus memenuhi syarat sebagai instrumen yang baik, maka instrumen tersebut harus diujicobakan pada kelas diluar sampel. Instrumen yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat- tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang

×