Kupinang engkau dengan al qur`an

2,211 views

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,211
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
20
Actions
Shares
0
Downloads
68
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kupinang engkau dengan al qur`an

  1. 1. By Benny Amri, Lc
  2. 2. Anjuran Menikah <ul><li>Sunnah Para Nabi dan Rasul (QS. Ar-Ra'd : 38). </li></ul><ul><li>Bagian Dari Tanda Kekuasan Allah (QS. Ar-Ruum : 21) </li></ul><ul><li>Salah Satu Jalan Untuk Menjadi Kaya (QS. An-Nur : 32) </li></ul><ul><li>Menikah Itu Ciri Khas Makhluk Hidup (QS. Yaasin : 36) </li></ul><ul><li>Ibadah Dan Setengah Dari Agama </li></ul><ul><li>Dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,&quot;Orang yang diberi rizki oleh Allah SWT seorang istri shalihah berarti telah dibantu oleh Allah SWT pada separuh agamanya. Maka dia tinggal menyempurnakan separuh sisanya. (HR. Thabarani dan Al-Hakim 2/161). </li></ul><ul><li>6. Tidak Ada Pembujangan Dalam Islam </li></ul><ul><li>لَكِنِّي أَنَا أُصَلِّي وَأَنَامُ وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأَتَزَوَّجُ اَلنِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ </li></ul><ul><li>Namun saya bangun malam tapi juga tidur, saya berpuasa tapi juga berbuka, dan saya juga kawin dengan perempuan. Oleh karena itu barangsiapa tidak suka kepada sunnahku, maka dia bukan dari golonganku . (HR Bukhari Muslim) </li></ul>
  3. 3. Hukum Menikah
  4. 4. Persiapan Menuju Pernikahan
  5. 5. Kriteria Memilih Pasangan Hidup
  6. 6. Niat dan Tujuan <ul><li>قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏ :‏ ‏&quot;‏ إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرىء ما نوى فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها، أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه‏ &quot;‏ ‏(‏‏(‏ متفق على صحته‏ )) </li></ul><ul><li>Dari Rasulullah s.a.w. : </li></ul><ul><li>&quot;Hanyasanya semua amal perbuatan itu dengan disertai niat-niatnya dan hanyasanya bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya. Maka barangsiapa yang hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itupun kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu untuk harta dunia yang hendak diperolehinya, ataupun untuk seorang wanita yang hendak dikawininya, maka hijrahnyapun kepada sesuatu yang dimaksud dalam hijrahnya itu.&quot; (Muttafaq (disepakati) atas keshahihannya Hadis ini) </li></ul>
  7. 7. Menentukan Kriteria
  8. 8. Pilihlah Yang Agamanya Baik <ul><li>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  عَنِ النَّبِيِّ  قَالَ تُنْكَحُ اَلْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ اَلدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ </li></ul><ul><li>Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena agamanya, nasabnya, hartanya dan kecantikannya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat (HR. Bukhari, Muslim) </li></ul>
  9. 9. Wanita Berhak Menetukan Pilahan <ul><li>عَنْ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُنْكَحُ الْأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلَا تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ إِذْنُهَا قَالَ أَنْ تَسْكُتَ ( رواه البخاري ) </li></ul><ul><li>Abu Hurairah menceritakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh dinikahkan seorang janda hingga ia diajak musyawarah dan tidak boleh dinikahkan seorang gadis hingga ia dimintai izinnya”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana izinnya?” Beliau menjawab: “Yaitu jika ia diam” (HR. Bukhori) </li></ul>
  10. 10. Wanita Berhak Menetukan Pilahan <ul><li>عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ جَارِيَةً بِكْرًا أَتَتِ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - فَذَكَرَتْ أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا وَهِىَ كَارِهَةٌ فَخَيَّرَهَا النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم -. </li></ul><ul><li>Dari Ibnu Abbas : “suatu ketika seorang gadis datang kepada Nabi yang menceritakan bahwa ia telah dinikahkan secara paksa oleh ayahnya. Nabi shallallahu alaihi wasallam memberikan hak kepadanya untuk memilin. (HR. Abu Dawud) </li></ul>
  11. 11. Beberapa Kriteria dalam menetukan Pilihan
  12. 12. <ul><li>Aqidahnya kuat </li></ul><ul><li>Ibadahnya rajin </li></ul><ul><li>Akhlaqnya mulia </li></ul><ul><li>Pakaiannya dan dandanannya memenuhi standar busana muslimah </li></ul><ul><li>Menjaga kohormatan dirinya dengan tidak bercampur baur dan ikhtilath dengan lawan jenis yang bukan mahram </li></ul><ul><li>Tidak bepergian tanpa mahram atau pulang larut </li></ul><ul><li>Fasih membaca Al-Quran Al-Kariem </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Ilmu pengetahuan agamanya mendalam </li></ul><ul><li>Aktifitas hariannya mencerminkan Pribadi yg shalilh </li></ul><ul><li>Berbakti kepada orang tuanya serta rukun dengan saudaranya </li></ul><ul><li>Pandai menjaga lisannya </li></ul><ul><li>Pandai mengatur waktunya serta selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya </li></ul><ul><li>Selalu menjaga diri dari dosa-dosa meskipun kecil </li></ul><ul><li>Pemahaman syariahnya tidak terbata-bata </li></ul><ul><li>Berhusnuzhan kepada orang lain, ramah dan simpatik </li></ul>
  14. 14. Ta`aruf
  15. 15. Doa Istikharah <ul><li>عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ ( رواه البخاري ) </li></ul>
  16. 16. Khitbah (Meminang)
  17. 17. Khitbah adalah Permintaan yang diajukan seorang laki-laki atau wakilnya untuk menikahi seorang wanita melalui walinya
  18. 18. Wali Nikah
  19. 19. Rahasiakan Lamaran <ul><li>قول النبي صلى الله عليه وسلم : ( استعينوا على إنجاح الحوائج بالكتمان ، فإن كل ذي نعمةٍ محسود ) رواه الطبراني وصححه الألباني في صحيح الجامع (943) . </li></ul><ul><li>“ Rahasiakanlah agar setiap keinginan bisa sukses. Sebab selalu ada orang yg iri atas nikmat yg diraih seseorang” (HR Thabrani) </li></ul><ul><li>أظهروا النكاح وأخفوا الخِطبة ( رواه الديلمي ) وهو حديث ضعيف ، ضعفه الألباني رحمه الله في السلسلة الضعيفة (2494) ، وفي ضعيف الجامع الصغير (922) . </li></ul><ul><li>“ Umumkanlah pernikahan dan rahasiakanlah lamaran” (HR. Daylami) </li></ul>
  20. 20. Khitbah yang diharamkan <ul><li>Melamar wanita yang bersuami </li></ul><ul><li>Melamar wanita yang dalam masa `iddah </li></ul><ul><li>Melamar wanita yang menjadi mahram </li></ul><ul><li>Melamar wanita yang telah dilamar oleh orang lain </li></ul>
  21. 21. Larangan meminang wanita yg telah dipinang <ul><li>عَنِ ابْنِ عُمَرَ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا - قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ  لا يَخْطُبْ بَعْضُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ اَلْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ اَلْخَاطِبُ ( مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ ) </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,&quot;Janganlah seorang laki-laki meminang pinangan saudaranya, sehingga peminang pertama itu meninggalkan (membatalkan) atau mengizinkannya &quot;.(HR Bukhari) </li></ul>
  22. 22. Melihat Langsung Calon Yang Terpilih <ul><li>عَنْ جَابِرٍ  قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ  إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ فَإِنْ اِسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا مَا يَدْعُوهُ إِلَى نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ - رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ </li></ul><ul><li>Apabila salah seorang di antara kamu hendak meminang seorang perempuan, kemudian dia dapat melihat sebahagian apa yang kiranya dapat menarik untuk mengawininya, maka kerjakanlah . (HR Ahmad dan Abu Daud) </li></ul>
  23. 23. <ul><li>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  أَنَّ اَلنَّبِيَّ  قَالَ لِرَجُلٍ تَزَوَّجَ اِمْرَأَةً : أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا ؟ قَالَ : لا . قَالَ : اِذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا </li></ul><ul><li>Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bertanya kepada seseorang yang hendak menikahi wanita,&quot;Apakah kamu sudah pernah melihatnya?&quot;. &quot;Belum&quot;, jawabnya. Nabi SAW bersabda,&quot;Pergilah melihatnya dahulu&quot; . (HR. Muslim) </li></ul>
  24. 24. Tujuan melihat <ul><li>Hati calon suami itu yakin bahwa calon istrinya tidak mempunyai cacat yang dapat menimbulkan rasa kecewa. </li></ul><ul><li>Menurut riwayat, pernah seorang laki-laki meminang seorang wanita Anshar, maka Rasulullah SAW bertanya,` </li></ul><ul><li>Apakah kamu sudah melahatnya ?`. `Belum`, jawabnya. Maka dengan tegas Rasulullah SAW berkata,`Pergilah kamu melihatnya karena di mata orang anshar ada sesuatu`.(HR. Muslim) </li></ul>
  25. 25. Tujuan melihat <ul><li>2. Untuk mengukuhkan keinginan untuk melakukan peminangan dan menghilangkan perasaan ragu yang mengusik. Dalam hal ini Rasulullah bersabda : </li></ul><ul><li>Dari Mughirah bin Syu`bah bahwa dia datang kepada Rasulullah SAW dan meberitahukannya bahwa dirinya telah meminang seorang wanita. Maka nasehat Rasulullah SAW adalah,`Lihatlah dia, karena hal itu bisa melanggengkan pernikahan antara kalian .(HR. An-Nasai, Tirmizy) </li></ul>
  26. 26. Batasan Dalam Melihat <ul><li>Muka dan telapak tangan </li></ul>
  27. 27. Hubungan Antara Laki-laki dan Wanita Yang sudah Dipinangnya <ul><li>Belum Halal </li></ul>
  28. 28. Rentang waktu Khitbah dan Aqad Nikah jangan terlalu lama

×