Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PROSES PENGECORAN
Oleh:
Arya Mahendra Sakti
Proses Pengecoran
Adalah suatu proses pembuatan yang
pada dasarnya merubah bentuk logam
dengan cara mencairkan logam,
kem...
Berdasarkan Jenis bahan model, bahan
cetakan dan cara penuangannya
1. Proses pengecoran dengan bahan pasir
sebagai bahan c...
Proses pengecoran dengan bahan pasir
sebagai bahan cetakan (Sand Casting).
Yaitu proses pengecoran yang
menggunakan pasir ...
Skema Aliran Pengecoran
Dapur peleburan logam
Urutan Proses Pembuatan Billet
Macam Produk dari Billet
Proses Pembuatan Slab
Macam Produk dari Slab
Macam Produk dari Hot Rolled Coil
Contoh Produk
Contoh Produk
Contoh Produk
Contoh Produk
Contoh Produk
Pembuatan Pola
Pola adalah bentuk tiruan dari benda kerja yang
sebenarnya dan digunakan untuk membuat rongga
cetakan.
 Ka...
Ketentuan Pembuatan Pola
1. Pola harus mudah dikeluarkan dari cetakan.
2. Penempatan inti harus mudah.
3. Sistem saluran h...
Faktor-faktor Lain Dalam
Perencanaan Pola
1. Penyusutan.
2. Tambahan material untuk
penyelesaian mesin.
3. Sudut kemiringa...
Macam - macam Pola
1. Pola Tunggal.
2. Pola Terbelah.
3. Pola yang dapat dibongkar pasang
(pola Terlepas).
4. Pola Ganda.
...
JENIS, BAHAN, DAN KONSTRUKSI POLA
Gambar Berbagai jenis pola yang dapat dipakai
berulang-ulang
A. Pola tunggal;
B. Pola be...
Gambar A. Pola sekali pakai B. Hasil Pengecoran
Pola sekali pakai :
A B
Pola sekali pakai, ditinggalkan dalam cetakan dan
...
Pembuatan Inti
Yaitu suatu bentuk dari pasir yang
dipasang pada rongga cetakan untuk
mencegah pengisian logam cair pada
ba...
Inti Basah
Yaitu inti yang dipasang bersamaan pada
saat pembuatan cetakan.
Kerugiannya :
1. Biasanya lemah, tidak bisa
men...
Inti Kering
Yaitu inti yang dibuat secara terpisah dan
dipasang setelah pola dikeluarkan.
Sifat-sifat yang harus dimiliki ...
Gambar Inti
Pembuatan Cetakan
Pembuatan cetakan bawah (drag) :
1. Dasar cetakan dibuat dari kayu
(datar/rata).
2. Pola dan rangka ceta...
1. Pemasangan sistem saluran (cawan tuang,
saluran turun, saluran masuk ).
2. Dasar cetakan dibuat dari kayu (datar/rata)....
11-3
Keuntungan Pembentukan dengan Cetakan :
• Laju produksi tinggi,
• Finishing lebih baik,
• Toleransi dimensi lebih bai...
JENIS CETAKAN
Berdasarkan bahan yang dipakai :
Berdasarkan cara pemakaian :
• cetakan pasir,
• cetakan lempung,
• cetakan ...
Cetakan Pasir :
Gambar Bagian-bagian penting cetakan pasir
• cawan tuang
(pouring basin),
• saluran turun
(sprue),
• salur...
Prosedur pembuatan cetakan pasir :
1. Dengan pola yang dapat dipakai berulang-ulang; pasir
dipadatkan disekitar pola, kemu...
Prosedur pembuatan cetakan pasir dengan
pola yang dapat dipakai berulang-ulang :
Prosedur pembuatan cetakan pasir dengan
pola sekali pakai :
 Sangat tepat untuk mengecor benda-benda
dalam jumlah kecil;
 Tidak memerlukan pemesinan lagi;
 Menghemat bahan coran;
...
Kerugian Pengecoran dengan Pola
Sekali Pakai :
Pola rusak sewaktu dilakukan
pengecoran;
Pola lebih mudah rusak, oleh kar...
SALURAN MASUK, DAN PENAMBAH
Sistem Saluran Masuk : berfungsi untuk mengalir-
kan logam cair ke dalam rongga cetakan.
 Caw...
 Turbulensi aliran masuk ke rongga cetakan pada
dasar atau dekat dasarnya harus seminimal mung-
kin, terutama untuk benda...
Penambah (riser) : dibuat sebagai cadangan logam
cair untuk mengimbangi penyusutan (shrinkage) dalam
pembekuan dari coran....
 Berhubungan dengan
udara luar ⇒ pembekuan
logam cair lebih cepat
• Tidak berhubungan
dengan udara luar ⇒
pembekuan logam...
Mesin-mesin Pembuat Cetakan
1. Mesin Guncang (Jolt Machine)
Mesin ini berfungsi untuk menaik-turunkan
pasir dalam rangka c...
Gambar Mesin Guncang
Mesin Desak (Squeeze Machine)
Yaitu mesin yang berfungsi untuk
menekan pasir yang berada dalam
rangka cetakan untuk mencap...
Gambar Mesin Desak
MesinGuncang Desak
(Jolt-Squeeze Machine)
Yaitu mesin yang berfungsi untuk
mengguncang dahulu dengan cara
menaik - turunka...
Gambar Mesin Guncang-Desak
Katup desak
Katup getar
Katup guncang
Mesin Pelempar Pasir
(Sand Slinger)
Yaitu mesin yang berfungsi untuk
melemparkan pasir kedalam cetakan
melalui sudu-sudu y...
Mesin Pelempar Pasir
Gambar Mesin Pelempar Pasir
Syarat Pasir Cetak
1. Tahan panas.
2. Mempunyai sifat mampu bentuk.
3. Permeabilitas yang cocok dan sesuai.
4. Distribusi ...
Proses Pengecoran
Proses pengecoran ini dibagi menjadi :
1. Pengecoran permanen dengan
tekanan rendah.
2. Pengecoran perma...
Pengecoran permanen dengan
tekanan rendah
Pada proses pengecoran ini yaitu cetakan
diletakkan diatas dapur induksi, dan ga...
Pengecoran permanen dengan
gravitasi
Yaitu proses pengecoran yang dilakukan
dengan cara mengalirkan logam cair ke
dalam ce...
Pengecoran tuang
Yaitu proses pengecoran yang dilakukan
dengan cara mengalirkan logam cair ke
dalam cetakan tanpa tekanan....
Pengecoran dengan tekanan
(pengecoran corthias)
Yaitu proses pengecoran dengan cara
cetakan diletakkan diatas dapur induks...
Proses Pengecoran Sentrifugal
Proses pengecoran sentrifugal dibagi
menjadi 3 macam yaitu :
1. Pengecoran sentrifugal sejat...
Pengecoran sentrifugal sejati
Yaitu proses pengecoran yang banyak
dipakai untuk pembuatan pipa, lapisan
mesin, dan benda y...
Pengecoran sentrifugal sejati
Pengecoran sentrifugal sejati
Pengecoran semi sentrifugal
Pada proses ini dilakukan dengan logam
cair diisi penuh dari atas cetakan,
cetakan diputar pel...
Pengecoran Sentrifuging
Yaitu proses pengerjaan dengan cara
logam cair dilakukan dari atas pada
bagian tengah dari cetakan...
Pengecoran Sentrifuging
Cetak-Tekan (Die Casting)
Proses ini menggunakan tekanan yang
tinggi di dalam memasukkan logam cair
ke dalam rongga cetaka...
Keuntungan proses Cetak-Tekan
(Die Casting)
1. Tidak memerlukan proses
penyelesaian.
2. Ukuran dan bentuk benda kerja sang...
Kerugian proses Cetak-Tekan
(Die Casting)
1. Harga mesin dan cetakan mahal.
2. Untuk jumlah produksi kecil tidak
menguntun...
Cetakan Plaster
(Plaster Mold Casting)
Yaitu proses pengecoran yang tidak
permanen, cetakan hanya untuk sekali
pemakaian, ...
Keuntungannya
1. Ketelitian ukuran tinggi.
2. Permukaan coran halus.
3. Cetakan plaster khusus untuk
penggunaan cil.
Kerugiannya
1. Ongkos produksi mahal.
2. Permeabilitas cetakan plaster sedikit
rendah, hingga diperlukan proses
vakum.
Pola Hilang (Investment Casting)
Proses pengecoran ini seringkali
disebut dengan pengecoran presisi,
karena hasil coran me...
Keuntungannya
1. Memungkinkan untuk memproduksi
benda kerja yang kompleks dan presisi
dengan permukaan yang halus.
2. Dapa...
Karakteristik Pembekuan
Pembekuan (solidifikasi) : transformasi logam cair kem-
bali ke bentuk padatnya.
• Solidifikasi lo...
• Solidifikasi paduan; Paduan pada umumnya mem-
beku pada daerah temperatur tertentu.
Shrinkage : adalah penyusutan pada daerah tertentu
yang dapat menimbulkan cacat-cacat coran (berupa
rongga-rongga atau ret...
Solidifikasi terarah ; untuk mengurangi pangaruh
shrinkage dapat dilakukan dengan mengarahkan proses
solidifikasi pada dae...
2) Memasang cil (chill) :
Panas tertinggi dapat terjadi pada bagian-bagian tebal
yang mengalami konsentrasi aliran panas p...
SIFAT-SIFAT PRODUK COR
Dipengaruhi oleh :
1. Pendinginan yang cepat akan
mengurangi ukuran sel.
2. Zat-zat penginti akan m...
SEGREGASI MAKRO
Proses ini dimulai dari adanya segregasi
mikro, yaitu variasi komposisi pada
sebuah butir.
Pada proses p...
MACAM SEGREGASI MAKRO
1. Segregasi Normal
Terjadi bila permukaan padatan yang
kurang lebih berbentuk bidang
menggerakkan u...
2. Segregasi Balik
Adalah ciri paduan larutan padat dengan pola
pembekuan dendritik.
3. Segregasi Gravitasi
Yaitu terjadi ...
VISKOSITAS
Penuangan leburan ke dalam cetakan
sangat dipengaruhi oleh viskositas/
kekentalan dari suatu larutan/cairan.
...
Viskositas berubah secara linier
terhadap komposisi paduan, tetapi dapat
juga menunjukkan variasi-variasi yang
menyolok d...
FLUIDITAS
Yaitu kemampuan suatu cairan untuk mengisi atau
memenuhi suatu cetakan logam.
Fluiditas dipengaruhi oleh beberap...
SELESAI
TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Proses pengecoran

4,097 views

Published on

permesinan

Published in: Engineering
  • Be the first to comment

Proses pengecoran

  1. 1. PROSES PENGECORAN Oleh: Arya Mahendra Sakti
  2. 2. Proses Pengecoran Adalah suatu proses pembuatan yang pada dasarnya merubah bentuk logam dengan cara mencairkan logam, kemudian dimasukkan kedalam suatu cetakan dengan dituang atau ditekan. Dimana di dalam cetakan ini logam cair akan membeku dan menyusut.
  3. 3. Berdasarkan Jenis bahan model, bahan cetakan dan cara penuangannya 1. Proses pengecoran dengan bahan pasir sebagai bahan cetakan (Sand Casting). 2. Proses pengecoran sentrifugal (Centrifugal Casting). 3. Proses pengecoran dengan cetakan permanen(Permanent Mold Casting). 4. Proses pengecoran cetak-tekan (Die Casting). 5. Proses pengecoran dengan pola hilang. (Investment Casting).
  4. 4. Proses pengecoran dengan bahan pasir sebagai bahan cetakan (Sand Casting). Yaitu proses pengecoran yang menggunakan pasir sebagai bahan cetakannya.
  5. 5. Skema Aliran Pengecoran
  6. 6. Dapur peleburan logam
  7. 7. Urutan Proses Pembuatan Billet
  8. 8. Macam Produk dari Billet
  9. 9. Proses Pembuatan Slab
  10. 10. Macam Produk dari Slab
  11. 11. Macam Produk dari Hot Rolled Coil
  12. 12. Contoh Produk
  13. 13. Contoh Produk
  14. 14. Contoh Produk
  15. 15. Contoh Produk
  16. 16. Contoh Produk
  17. 17. Pembuatan Pola Pola adalah bentuk tiruan dari benda kerja yang sebenarnya dan digunakan untuk membuat rongga cetakan.  Kayu : digunakan untuk jumlah produksi terbatas, sehingga tidak perlu menggunakan bahan yang awet, tetapi biaya relatif murah dan mudah dibentuk;  Logam : digunakan untuk jumlah produksi yang besar, sehingga lebih awet dalam penggunaannya;  Jenis logam yang sering digunakan : 1. Kuningan, 2. Besi cor, dan 3. Aluminium  Stirofoam (polistiren) : digunakan untuk pola sekali pakai.
  18. 18. Ketentuan Pembuatan Pola 1. Pola harus mudah dikeluarkan dari cetakan. 2. Penempatan inti harus mudah. 3. Sistem saluran harus dibuat sempurna untuk mendapatkan aliran logam cair yang optimum. 4. Penentuan permukaan pisah sehemat mungkin dan membutuhkan ketelitian yang tinggi.
  19. 19. Faktor-faktor Lain Dalam Perencanaan Pola 1. Penyusutan. 2. Tambahan material untuk penyelesaian mesin. 3. Sudut kemiringan. 4. Distorsi. 5. Bidang Pemisah. 6. Bagian-bagian yang mengalami perubahan tebal.
  20. 20. Macam - macam Pola 1. Pola Tunggal. 2. Pola Terbelah. 3. Pola yang dapat dibongkar pasang (pola Terlepas). 4. Pola Ganda. 5. Pola Berpasangan. 6. Pola Khusus.
  21. 21. JENIS, BAHAN, DAN KONSTRUKSI POLA Gambar Berbagai jenis pola yang dapat dipakai berulang-ulang A. Pola tunggal; B. Pola belah; C. Pola terpisah; D. Pola dengan pengalir; E. Pola dengan papan penyambung; F. Pola roda dengan penuntun; G. Pola sipat/pola sapu.
  22. 22. Gambar A. Pola sekali pakai B. Hasil Pengecoran Pola sekali pakai : A B Pola sekali pakai, ditinggalkan dalam cetakan dan dibiarkan menguap. Oleh karena itu pola jenis ini merupakan pola tunggal yang telah dilengkapi dengan sistem saluran masuk, pengalir, dan penambah.
  23. 23. Pembuatan Inti Yaitu suatu bentuk dari pasir yang dipasang pada rongga cetakan untuk mencegah pengisian logam cair pada bagian yang seharusnya berbentuk lubang atau rongga dalam coran. Beberapa macam inti, yaitu untuk inti minyak, inti Co2, Inti udara, dll.
  24. 24. Inti Basah Yaitu inti yang dipasang bersamaan pada saat pembuatan cetakan. Kerugiannya : 1. Biasanya lemah, tidak bisa menggantung. 2. Pasir mudah gugur. 3. Kedudukan kurang teliti.
  25. 25. Inti Kering Yaitu inti yang dibuat secara terpisah dan dipasang setelah pola dikeluarkan. Sifat-sifat yang harus dimiliki inti kering : 1. Cukup kuat dan keras setelah dipanaskan 2. Cukup porus. 3. Harus dapat hancur pada saat logam cair memadat. 4. Harus mempunyai permukaan yang licin. 5. Tahan panas. 6. Diusahakan materialnya tidak banyak mengeluarkan gas.
  26. 26. Gambar Inti
  27. 27. Pembuatan Cetakan Pembuatan cetakan bawah (drag) : 1. Dasar cetakan dibuat dari kayu (datar/rata). 2. Pola dan rangka cetak (30-50 mm) untuk drag ditaruh diatas kayu. 3. Drag diisi pasir penuh, kemudian dipadatkan dengan baik. 4. Drag dibalik, permukaan cetakan ditaburi pasir kering dan halus.
  28. 28. 1. Pemasangan sistem saluran (cawan tuang, saluran turun, saluran masuk ). 2. Dasar cetakan dibuat dari kayu (datar/rata). 3. Pola dan rangka cetak (30-50 mm) untuk drag ditaruh diatas kayu. 4. Kup diisi pasir penuh, kemudian dipadatkan dengan baik. 5. Kup dibalik, permukaan cetakan ditaburi pasir kering dan halus. Pembuatan cetakan atas (kup) :
  29. 29. 11-3 Keuntungan Pembentukan dengan Cetakan : • Laju produksi tinggi, • Finishing lebih baik, • Toleransi dimensi lebih baik, • Sifat mekanik lebih baik. Proses Pengecoran : • Pengecoran biasa, pengisian rongga cetakan dilakukan tanpa tekanan; • Pengecoran khusus, pengisian rongga cetakan dilakukan dengan tekanan.
  30. 30. JENIS CETAKAN Berdasarkan bahan yang dipakai : Berdasarkan cara pemakaian : • cetakan pasir, • cetakan lempung, • cetakan logam, • cetakan khusus 1. Cetakan tidak permanen : hanya dapat digunakan satu kali saja. Contoh : • cetakan pasir (sand casting), • cetakan kulit (shell mold casting), • Cetakan presisi (precision casting). 2. Cetakan permanen : dapat digunakan berulang-ulang. Contoh : • gravity permanent mold casting, • pressure die casting, • centrifugal die casting.
  31. 31. Cetakan Pasir : Gambar Bagian-bagian penting cetakan pasir • cawan tuang (pouring basin), • saluran turun (sprue), • saluran masuk (gate), • pola (pattern), • bagian atas cetakan (cope), • bagian bawah cetakan (drug), • alas cetakan (bottom board), • baut pena (pin), • pengunci (lug), • sambungan pemisah (joint for parting),
  32. 32. Prosedur pembuatan cetakan pasir : 1. Dengan pola yang dapat dipakai berulang-ulang; pasir dipadatkan disekitar pola, kemudian pola dikeluar- kan, rongga yang terbentuk diisi dengan logam cair. 2. Dengan pola sekali pakai; pola dibuat dari polisteren atau sejenisnya dan tidak dikeluarkan, pola menguap pada saat logam cair dituangkan ke dalam cetakan.
  33. 33. Prosedur pembuatan cetakan pasir dengan pola yang dapat dipakai berulang-ulang :
  34. 34. Prosedur pembuatan cetakan pasir dengan pola sekali pakai :
  35. 35.  Sangat tepat untuk mengecor benda-benda dalam jumlah kecil;  Tidak memerlukan pemesinan lagi;  Menghemat bahan coran;  Permukaan mulus;  Tidak diperlukan pembuatan pola kayu yang rumit;  Tidak diperlukan inti dan kotak inti;  Pengecoran jauh lebih sederhana. Keuntungan Pengecoran dengan Pola Sekali Pakai :
  36. 36. Kerugian Pengecoran dengan Pola Sekali Pakai : Pola rusak sewaktu dilakukan pengecoran; Pola lebih mudah rusak, oleh karena itu memer-lukan penanganan khusus lebih sederhanan; Pada pembuatan pola tidak dapat digunakan mesin mekanik; Tidak ada kemungkinan untuk memeriksa keadaan rongga cetakan.
  37. 37. SALURAN MASUK, DAN PENAMBAH Sistem Saluran Masuk : berfungsi untuk mengalir- kan logam cair ke dalam rongga cetakan.  Cawan tuang;  Saluran turun;  Pengalir;  Saluran masuk.
  38. 38.  Turbulensi aliran masuk ke rongga cetakan pada dasar atau dekat dasarnya harus seminimal mung- kin, terutama untuk benda cor yang kecil;  Harus dihindari terjadinya pengikisan terhadap dinding dan rongga cetakan, dengan mengatur aliran logam cair secara baik;  Logam harus dapat masuk ke rongga cetakan sedemikianrupa, sehingga terjadi pembekuan (solidifikasi) terarah;  Slag, kotoran, atau partikel asing tidak boleh masuk ke rongga cetakan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam merancang sistem saluran masuk :
  39. 39. Penambah (riser) : dibuat sebagai cadangan logam cair untuk mengimbangi penyusutan (shrinkage) dalam pembekuan dari coran. Logam cair dalam penambah harus membeku lebih lambat dari coran. Jenis Penambah : A. Terbuka, B. Buntu.
  40. 40.  Berhubungan dengan udara luar ⇒ pembekuan logam cair lebih cepat • Tidak berhubungan dengan udara luar ⇒ pembekuan logam cair lebih lambat • Pembekuan cepat ⇒ dibutuhkan cadangan logam cair lebih banyak ⇒ harus dibuat lebih besar • Besar ⇒ kurang ekonomis • Pembekuan lambat ⇒ dibutuhkan lebih sedikit logam cair ⇒ dapat dibuat lebih kecil • Kecil ⇒ lebih ekonomis • Besar dan terbuka ⇒ lebih mudah dibuat • Kecil dan tertutup ⇒ lebih sulit dibuat Penambah buntuPenambah terbuka Penambah buntu dan penambah terbuka :
  41. 41. Mesin-mesin Pembuat Cetakan 1. Mesin Guncang (Jolt Machine) Mesin ini berfungsi untuk menaik-turunkan pasir dalam rangka cetakan sampai mencapai kepadatan tertentu. Mesin ini hanya cocok untuk cetakan yang besar, karena proses satu persatu.
  42. 42. Gambar Mesin Guncang
  43. 43. Mesin Desak (Squeeze Machine) Yaitu mesin yang berfungsi untuk menekan pasir yang berada dalam rangka cetakan untuk mencapai kepadatan tertentu. Mesin ini cocok dipakai untuk pembuatan benda kerja yang tipis.
  44. 44. Gambar Mesin Desak
  45. 45. MesinGuncang Desak (Jolt-Squeeze Machine) Yaitu mesin yang berfungsi untuk mengguncang dahulu dengan cara menaik - turunkan dan kemudian menekan pasir yang berada di dalam cetakan untuk memperoleh kepadatan yang merata di seluruh bagian. Pada mesin ini cetakan atas dan bawah dapat dikerjakan secara bersama-sama.
  46. 46. Gambar Mesin Guncang-Desak Katup desak Katup getar Katup guncang
  47. 47. Mesin Pelempar Pasir (Sand Slinger) Yaitu mesin yang berfungsi untuk melemparkan pasir kedalam cetakan melalui sudu-sudu yang diputar dengan kecepatan tinggi untuk memperoleh kekerasan dan kepadatan yang diinginkan.
  48. 48. Mesin Pelempar Pasir
  49. 49. Gambar Mesin Pelempar Pasir
  50. 50. Syarat Pasir Cetak 1. Tahan panas. 2. Mempunyai sifat mampu bentuk. 3. Permeabilitas yang cocok dan sesuai. 4. Distribusi dan keseragaman besar butir yang sesuai. 5. Komposisi yang sesuai. 6. Mampu untuk dipakai lagi. 7. Harganya murah.
  51. 51. Proses Pengecoran Proses pengecoran ini dibagi menjadi : 1. Pengecoran permanen dengan tekanan rendah. 2. Pengecoran permanen dengan gravitasi. 3. Pengecoran tuang. 4. Pengecoran dengan tekanan atau pengecoran corthias.
  52. 52. Pengecoran permanen dengan tekanan rendah Pada proses pengecoran ini yaitu cetakan diletakkan diatas dapur induksi, dan gas mulia dialirkan kedalam dapur yang membuat logam cair naik ke cetakan melalui saluran masuk dari batu tahan api. Proses ini sangat ekonomis bila laju produksi berkisar 5000 – 50.000 buah pertahun.
  53. 53. Pengecoran permanen dengan gravitasi Yaitu proses pengecoran yang dilakukan dengan cara mengalirkan logam cair ke dalam cetakan tanpa tekanan sama sekali dan hanya akibat gaya gravitasi. Cetakan biasanya dilapisi dengan bahan tahan api dan karbon, guna mengurangi efek cil dan memudahkan pengeluaran coran.
  54. 54. Pengecoran tuang Yaitu proses pengecoran yang dilakukan dengan cara mengalirkan logam cair ke dalam cetakan tanpa tekanan. Proses ini lebih sederhana dan terbatas untuk logam-logam dengan titik lebur yang sangat rendah. Seperti : seng, timbal, dan barang kerajinan yang bersifat imitasi.
  55. 55. Pengecoran dengan tekanan (pengecoran corthias) Yaitu proses pengecoran dengan cara cetakan diletakkan diatas dapur induksi, dan logam cair dialirkan kedalam dapur dengan diberikan tekanan yang membuat logam cair naik ke cetakan melalui saluran masuk dari batu tahan api, dan inti cetakan dipaksakan masuk ke dalam cetakan secara bersamaan.
  56. 56. Proses Pengecoran Sentrifugal Proses pengecoran sentrifugal dibagi menjadi 3 macam yaitu : 1. Pengecoran sentrifugal sejati. 2. Pengecoran semi sentrifugal. 3. Pengecoran Sentrifuging.
  57. 57. Pengecoran sentrifugal sejati Yaitu proses pengecoran yang banyak dipakai untuk pembuatan pipa, lapisan mesin, dan benda yang simetris. Dengan cara cetakan diputar mengitari sumbu horisontal atau vertikal, dan logam cair diturunkan pada ujungnya.
  58. 58. Pengecoran sentrifugal sejati
  59. 59. Pengecoran sentrifugal sejati
  60. 60. Pengecoran semi sentrifugal Pada proses ini dilakukan dengan logam cair diisi penuh dari atas cetakan, cetakan diputar pelan secara sentrifugal dan gravitasi. Produk yang dihasilkan roda mobil yang bisa dilakukan tunggal ataupun yang lebih dari satu.
  61. 61. Pengecoran Sentrifuging Yaitu proses pengerjaan dengan cara logam cair dilakukan dari atas pada bagian tengah dari cetakan atas yang kemudian dihubungkan secara radial dengan tengah, gaya sentrifugal yang ada dalam logam cair akan membuat coran yang padat.
  62. 62. Pengecoran Sentrifuging
  63. 63. Cetak-Tekan (Die Casting) Proses ini menggunakan tekanan yang tinggi di dalam memasukkan logam cair ke dalam rongga cetakan. Cetakan dibuat dari baja khusus yang dikenal dengan “dies” atau “matriis”.
  64. 64. Keuntungan proses Cetak-Tekan (Die Casting) 1. Tidak memerlukan proses penyelesaian. 2. Ukuran dan bentuk benda kerja sangat tepat. 3. Baik untuk produksi tinggi. 4. Bahan sisa rendah dikarenakan (saluran turun, pengalir, dan saluran masuk) dapat dilebur kembali.
  65. 65. Kerugian proses Cetak-Tekan (Die Casting) 1. Harga mesin dan cetakan mahal. 2. Untuk jumlah produksi kecil tidak menguntungkan. 3. Umur cetakan logam berkurang dengan naiknya suhu logam. 4. Hasil cetakan harus segera dikeluarkan. 5. Sering terjadi efek cil atau logam tidak seluruhnya jadi satu, dan sering hasil coran tidak merata.
  66. 66. Cetakan Plaster (Plaster Mold Casting) Yaitu proses pengecoran yang tidak permanen, cetakan hanya untuk sekali pemakaian, dan khusus untuk pengecoran logam non ferrous.
  67. 67. Keuntungannya 1. Ketelitian ukuran tinggi. 2. Permukaan coran halus. 3. Cetakan plaster khusus untuk penggunaan cil.
  68. 68. Kerugiannya 1. Ongkos produksi mahal. 2. Permeabilitas cetakan plaster sedikit rendah, hingga diperlukan proses vakum.
  69. 69. Pola Hilang (Investment Casting) Proses pengecoran ini seringkali disebut dengan pengecoran presisi, karena hasil coran mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Proses ini memakai pola dari lilin yang kemudian dibungkus dengan pembungkus bahan cetakan, kemudian dipanaskan untuk mengeluarkan lilin dalam cetakan dan cetakan siap digunakan kalau sudah kering.
  70. 70. Keuntungannya 1. Memungkinkan untuk memproduksi benda kerja yang kompleks dan presisi dengan permukaan yang halus. 2. Dapat dipakai untuk mengecor semua jenis logam. 3. Coran tidak memerlukan pengerjaan lanjut. 4. Tidak ada bekas sambungan cetakan. 5. Mudah untuk pengontrolan sifat metalurgi logam.
  71. 71. Karakteristik Pembekuan Pembekuan (solidifikasi) : transformasi logam cair kem- bali ke bentuk padatnya. • Solidifikasi logam murni ; logam murni membeku pada temperatur konstan yaitu sama dengan tem- peratur pembekuannya/ temperatur leburnya.
  72. 72. • Solidifikasi paduan; Paduan pada umumnya mem- beku pada daerah temperatur tertentu.
  73. 73. Shrinkage : adalah penyusutan pada daerah tertentu yang dapat menimbulkan cacat-cacat coran (berupa rongga-rongga atau retak) Tahapan terjadinya shrinkage : • Penyusutan yang terja- di selama pendinginan fase cair (sebelum ter- jadi solidifikasi); • Penyusutan yang terja- di pada saat perubahan fase cair ke fase padat; • Penyusutan yang terja- di selama pendinginan fase padat sampai tem- peratur kamar.
  74. 74. Solidifikasi terarah ; untuk mengurangi pangaruh shrinkage dapat dilakukan dengan mengarahkan proses solidifikasi pada daerah tertentu, dengan cara : 1) Memasang penambah (riser); dengan memasang riser (gambar 11.6), maka daerah yang mengalami solidifikasi awal akan berada jauh dari sumber logam cair, sehingga shrinkage yang mungkin terjadi berada pada riser itu sendiri. Menurut hukum Chvorinov, riser diletakkan pada daerah yang memiliki rasio volume terhadap luas rendah, karena pada daerah tersebut akan me- ngalami solidifikasi paling cepat. Dengan menambahkan riser, maka solidifikasi dapat diperlambat sehingga kemungkinan terjadinya shrinkage dapat dihindarkan.
  75. 75. 2) Memasang cil (chill) : Panas tertinggi dapat terjadi pada bagian-bagian tebal yang mengalami konsentrasi aliran panas paling tinggi, sehingga pada bagian tersebut kemungkinan akan terjadi shrinkage. Untuk mencegah terjadinya shrinkage tersebut dapat dipasang cil yaitu benda (terutama logam) yang diletak- kan pada bagian cetakan yang mendapat panas paling tinggi untuk mempercepat pendinginan sehingga bagian tersebut membeku pada waktu yang bersamaan dengan bagian lainnya.
  76. 76. SIFAT-SIFAT PRODUK COR Dipengaruhi oleh : 1. Pendinginan yang cepat akan mengurangi ukuran sel. 2. Zat-zat penginti akan membantu pembentukan butir-butir eutektik halus bulat dan sifat mekanis yang bagus. 3. Terbentuknya struktur lamelar.
  77. 77. SEGREGASI MAKRO Proses ini dimulai dari adanya segregasi mikro, yaitu variasi komposisi pada sebuah butir. Pada proses pembekuan akan memberikan perbedaan komposisi.
  78. 78. MACAM SEGREGASI MAKRO 1. Segregasi Normal Terjadi bila permukaan padatan yang kurang lebih berbentuk bidang menggerakkan unsur pokok dengan titik lebur rendah menuju pusat.
  79. 79. 2. Segregasi Balik Adalah ciri paduan larutan padat dengan pola pembekuan dendritik. 3. Segregasi Gravitasi Yaitu terjadi bila senyawa-senyawa, inklusi- inklusi yg tdk larut, atau logam yg dpt bercampur dalam cairan memiliki densitas yg sangat berbeda dgn leburannya, krn itu zat-zat ini akan mengambang atau tenggelam.
  80. 80. VISKOSITAS Penuangan leburan ke dalam cetakan sangat dipengaruhi oleh viskositas/ kekentalan dari suatu larutan/cairan. Viskositas ini dapat diukur sebagai tegangan geser. Dimana tegangan geser adalah gaya per satuan luas yang bekerja pada cetakan tersebut.
  81. 81. Viskositas berubah secara linier terhadap komposisi paduan, tetapi dapat juga menunjukkan variasi-variasi yang menyolok dalam batas-batas fasa tertentu. Viskositas maksimum pada batas kelarutan padat, dan minimum pada komposisi eutektik.
  82. 82. FLUIDITAS Yaitu kemampuan suatu cairan untuk mengisi atau memenuhi suatu cetakan logam. Fluiditas dipengaruhi oleh beberapa faktor yang antara lain : 1. Fluiditas akan meningkat seiring dengan meningkatnya panas lanjut karena hal ini akan menurunkan viskositas dan menunda pembekuan. 2. Fluiditas akan meningkat dengan meningkatnya suhu cetakan, karena pembekuan akan menjadi lambat. 3. Tipe pembekuan memiliki efek yang besar. 4. Tegangan permukaan dan keberadaan lapisan oksida. 5. Bahan cetakan dan pelapis cetakan juga mempengaruhi ekstrasi panas pembasahan permukaan cetakan.
  83. 83. SELESAI TERIMA KASIH

×