SlideShare a Scribd company logo
1 of 17
1 
BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Atom adalah bagian yang sangat kecil dari suatu unsur yang masih memiliki 
sifat unsur itu. Partikel-partikel penyusun atom terdiri dari elektron ( bermuatan 
negatif ), proton ( bermuatan positif ), dan neutron (netral). Inti atom terdiri dari 
proton dan neutron. 
Para ahli menerima keberadaan atom walaupun belum pernah melihatnya. 
Untuk menjelaskan fakta yang ditemukan. Untuk menjelaskan fakta yang ditemukan 
dari percobaan atau dari kehidupan sehari-hari, para ahli mengajukan model, yaitu 
suatu gambar rekaan berdasarkan data eksperimen dan kajian teoritis yang mereka 
lakukan. Para ahli tidak pernah tahu secara pasti seperti apakah atom itu. Oleh karena 
itu kebenaran suatu model atau teori atom tidak mutlak. Apabila pada perkembangan 
selanjutnya ditemukan fakta yang tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan suatu 
teori yang ada, maka teori tersebut perlu disempurnakan atau bahlkan harus ditolak. 
Teori atom selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sesuai 
dengan penemuan-penemuan terbaru menegnai atom. Perkembangan teori atom mulai 
dari sederhana hingga teori-teori yang dikembangkan berdasarkan penemuan-penemuan 
secara eksperimen. Teori terbaru merupakan perbaikan atau perkembangan 
dari teori sebelumnya 
Teori atom telah lama berkembang mulai pada beberapa abad sebelum Masehi. 
Teori ini telah menjadi pertanyaan besar dikalangan para ahli filsafat Yunani. 
Demokritus (464 SM) berpendapat bahwa suatu materi bersifat diskontinu, artinya 
jika suatu materi debelah-belah secara terus-menerus, akan diperoleh materi terkecil 
yang tidak dapat dibelah lagi. Bagian terkecil yang tidak dapat dibelah lagi tersebut 
dinamakan atomos. Generasi penerusnya,seperti Plato dan Aristoteles tidak 
meneruskan pemikiraan ini. Menurut mereka materi bersifat kontinu, yang berarti 
materi dapat dibelah terus-menerus. Perbedaan pendapat ini terus berkembang hingga 
muncul teori atom Dalton yang mulai berpijak pada penemuan secara eksperimen.
2 
B. Rumusan Masalah 
1. Bagaimana perkembangan teori atom Dalton ? 
2. Bagaimana perkembangan teori atom J.J Thomson ? 
3. Bagaimana perkembangan teori atom Ernest Rutherford ? 
4. Bagaimana perkembangan teori atom Neils Bohr ? 
5. Bagaimana perkembangan teori atom Mekanika Kuantum ? 
C. Tujuan Penulisan 
1. Untuk menegtahui perkembangan teori atom Dalton ? 
2. Untuk menegtahui perkembangan teori atom J.J Thomson ? 
3. Untuk menegtahui perkembangan teori atom Ernest Rutherford ? 
4. Untuk menegtahui perkembangan teori atom Neils Bohr ? 
5. Untuk menegtahui perkembangan teori atom Modern ? 
D. Manfaat Penulisan 
1. Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui mengenai perkembanagn teori-teori 
atom mulai dari teori atom Dalton sampai pada teori atom modern. 
2. Bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi 
diri pada khususnya dan meningkatkan kualitas pembelajaran kimia pada 
umumnya.
3 
BAB II 
PEMBAHASAN 
1. Teori Atom Dalton (1808) 
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya 
tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan 
massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier 
mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan 
massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan 
massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut 
Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut: 
“Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi 
lagi. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki 
atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda. Atom-atom 
bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. 
Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen 
Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali 
dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. 
Kelebihan dari teori Dalton ini adalah memulai minat terhadap penelitian mengenai 
model atom. 
Kelemahan teori Dalton adalah tidak menerangkan hubungan lautan senyawa dan 
daya hantar arus listrik, jika atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsure dan 
tidak dapat dibagi lagi. 
2. Teori Atom J.J Thomson (1900) 
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, 
maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan 
bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang 
diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan 
bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang 
bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. Atom merupakan partikel yang 
bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain 
yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari
penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan 
mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. yang “Atom 
merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron. 
Model atom ini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas 
kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging 
jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif 
yang pejal. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut: 
Kelebihan teori atom Thomson ini adalah membuktikan adanya partikel lain yang 
bermuatan negative dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari 
suatu unsur. Selain itu juga memastikan bahwa atom tersusun dari partikel yang 
bermuatan positif dan negatif untuk membentuk atom netral. 
Kelemahan teori atom Thomson adalah belum dapat menerangkan bagaimana 
susunan muatan positif dalam bola dan jumlah elektron. 
4 
3. Teori Atom Ernest Rutherford (1901) 
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) 
melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng 
tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang 
bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat 
menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk 
menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal 
yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari 
pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada 
lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada 
penyimpangan sudut kurang dari 1°, tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta 
bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih. 
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesimpulan berikut: 
Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan 
Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka 
didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif. 
Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta
bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 
merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 
10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan. Berdasarkan fakta-fakta yang 
didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang 
dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa “Atom terdiri dari 
inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang 
bermuatan negatif”. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel 
netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak 
menolak. Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai berikut: 
Kelebihan teori atom Rutherford adalah menyatakan bahwa atom tersusun dari inti 
atom dan electron yang mengelilingi inti. 
Kelemahan teori atom Rutherford adalah model tersebut tidak dapat menerangkan 
mengapa elektron tidak pernah jatuh ke inti sesuai dengan teori fisika klasik. 
5 
4. Teori Atom Neils Bohr (1913) 
Model atom Rutherford tidak bisa menerangkan mengapa elektron tidak jatuh 
ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron. Dalam ilmu 
pengetahuan, ketidakmampuan suatu model menerangkan fakta-fakta yang ada 
menunjukkan bahwa model atom menurut Rutherford belum sempurna. 
Menurut hukum fisika klasik, gerakan elektron mengelilingi inti akan disertai 
pemancaran energi berupa radiasi elektromagnet. Jika demikian maka energi elektron 
akan melambat. sehingga lintasannya akan berbentuk spiral dan pada akhirnya 
elektron akan jatuh ke inti atom. 
Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan eksperimennya 
menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis. Hipotesis Bohr 
adalah : 
a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang 
bermuatan negatif di dalam suatu lintasan. 
b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan cara menyerap atau 
memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.
Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap 
energi. Jika berpindah ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan 
energi. 
Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat 
berpindahnya elektron. 
Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari 
atom berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari 
model atom Bohr. 
6 
5. Model Atom Modern (1927) 
Model atom Niels Bohr dapat menjelaskan kelemahan dari teori atom 
Rutherford. namun, pada perkembangan selanjutnya diketahui bahwa gerakan 
elektron menyerupai gelombang. oleh karena itu, posisinya tidak dapat ditentukan 
dengan pasti. Jadi, orbit elektron yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu 
tidak dapat diterima. 
Pada tahun 1927, Erwin Schrodinger, seorang ilmuwan dari Austria, 
mengemukakan teori atom yang disebut teori atom mekanika kuantum atau mekanika 
gelombang. teori tersebut dapat diterima para ahli hingga sekarang. 
Teori mekanika kuantum mempunyai persamaan dengan teori atom Niels Bohr dalam 
hal tingkat-tingkat energi atau kulit-kulit atom, tetapi berbeda dalam hal bentuk 
lintasan atau orbit tersebut. dalam teori atom mekanika kuantum, posisi elektron 
adalah tidak pasti. hal yang dapat ditentukan mangenai keberadaan elektron di dalam 
atom adalah daerah dengan peluang terbesar untuk menemukan elektron tersebut. 
daerah dengan peluang terbesar itu disebut orbital. Gambaran sederhana dari model 
atom Erwin Schrodinger dan Wernerhesenberg seperti di bawah ini : 
Menurut teori atom modern, electron berada dalam orbital dan setiap orbital 
mempunyai tingkat energi atau bentuk tertentu. Satu atau beberapa orbital yang 
memiliki tingkat energi sama membentuk subkulit. Untuk menentukan tingkat energi
dari electron serta menyatakan kedudukan electron pada suatu orbital digunakan 
bilangan kuantum. Schrodinger menggunakan tiga bilangan kuantum yaitu bilangan 
kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth (l), bilangan kuantum magnetic (m). 
Ketiga bilangan kuantum ini merupakan bilangan bulat dan sederhana yang memberi 
petunjuk kebolehjadian diketemukannya electron dalam atom. Sedangkan untuk 
menyatakan arah perputaran elektron pada sumbunya para ahli menggunakan bilangan 
kuantum spin (s). 
7 
1. Bilangan kuantum utama (n) 
“Bilangan kuantum utama (n) menentukan besarnya tingkat energi suatu 
elektron yang mencirikan ukuran orbital. Bilangan kuantum utama ini pernah 
diusulkan oleh Niels Bohr dan hanya disebut dengan bilangan kuantum saja”. 
Bilangan kuantum utama (n) mewujudkan lintasan elektron dalam atom. n 
mempunyai harga 1, 2, 3, ..... 
Lambang dari bilangan kuantum utama adalah “n” (en kecil). Bilangan 
kuantum utama menyatakan kulit tempat ditemukannya elektron yang dinyatakan 
dalam bilangan bulat positif. Nilai bilangan itu di mulai dari 1, 2, 3 dan seterusnya. 
Jenis kulit-kulit dalam konfigurasi elektron dilambagkan dengan huruf K, L, M, N dan 
seterusnnya. Kulit yang paling dekat dengan inti adalah kulit K dan bilangan kuantum 
kulit ini = 1. Kulit berikutnya adalah L yang mempunyai bilangan kuantum utama = 2 
dan demikian seterusnya untuk kulit-kulit berikutnya. Untuk lebih jelasnya coba 
perhatikan tabel di bawah ini: 
Tabel 1: Hubungan jenis kulit dan nilai bilangan kuantum utama. 
Jenis Kulit Nilai (n) 
K 1 
L 2 
M 3 
N 4 
 
Dari tabel di atas terlihat bahwa bilangan kuantum utama berhubungan dengan 
kulit atom sehingga bilangan kuantum utama dapat digunakan untuk menentukan 
ukuran orbit (jari-jari) berdasarkan jarak orbit elektron dengan inti atom. Kegunaan 
lainnya adalah untuk dapat mengetahui besarnya energi potensial elektron. Semakin
dekat jarak orbit dengan inti atom maka kekuatan ikatan elektron dengan inti atom 
semakin besar, sehingga energi potensial elektron tersebut semakin besar. 
n = 1 sesuai dengan kulit K 
n = 2 sesuai dengan kulit L 
n = 3 sesuai dengan kulit M, dan seterusnya 
Tiap kulit atau setiap tingkat energi ditempati oleh sejumlah elektron. Jumlah elektron 
maksimmm yang dapat menempati tingkat energi itu harus memenuhi rumus Pauli = 
2n2. 
Contoh: kulit ke-4 (n=4) dapat ditempati maksimum= 2 x 42 elektron = 32 elektron 
8 
2. Bilangan kuantum azimuth (l) 
Mekanika gelombang menunjukan bahwa setiap kulit (tingkat energi) tersusun 
dari beberapa subkulit (sub tingkat energi) yang masing-maisng sub kulit tersebut 
dicirikan oleh bilangan kuantum azimut yang diberi lambang “l”. Nilai bilangan 
kuantum ini menentukan bentuk orbital dan besarnya momentum sudut elektron. 
Misalnya setiap elektron dengan harga l = 0 akan mempunyai bentuk orbital seperti 
bola yang berarti kebolehjadian (probabilitas) untuk menemukan elektron dari inti 
atom kesegala arah akan bernilai sama. 
Bilangan kuantum azimut (l) menunjukkan sub kulit dimana elektron itu bergerak 
sekaligus menunjukkan sub kulit yang merupakan penyusun suatu kulit. 
Bilangan kuantum azimuth mempunyai harga dari 0 sampai dengan (n-1) untuk setiap 
n, dan menunjukan letak elektron dalam subkulit. Setiap kulit terdiri dari subkulit 
(jumlah subkulit tidak sama untuk setiap elektron), dan setiap subkulit dilambangkan 
berdasarkan pada harga bilangan kuantum azimut (l). 
n = 1 ; l = 0 ; sesuai kulit K 
n = 2 ; l = 0, 1 ; sesuai kulit L 
n = 3 ; l = 0, 1, 2 ; sesuai kulit M 
n = 4 ; l = 0, 1, 2, 3 ; sesuai kulit N 
dan seterusnya 
Sub kulit yang harganya berbeda-beda ini diberi nama khusus: 
Subkulit yang mempunyai harga l = 0 ; diberi lambang s (s = sharp) 
Subkulit yang mempunyai harga l = 1 ; diberi lambang p (p = principle) 
Subkulit yang mempunyai harga l = 2 ; diberi lambang d (d = diffuse) 
Subkulit yang mempunyai harga l = 3 ; diberi lambang f (f = fundamental)
Lambang s, p, d dan f diambil dari nama spektrum yang dihasilkan oleh logam alkali 
dari Li sampai dengan Cs yang terdiri dari empat deret, yaitu tajam (sharp). Utama 
(principal), kabur (diffuse) dan dasar (fundamental). Untuk harga l selanjutnya (jika 
mungkin) digunakan lambang huruf berikutnya, yaitu g, h, i, dan seterusnya. Agar 
lebih jelas dalam pengelompokannya dibawah ini menunjukan keterkaitan jumlah 
kulit dengan banyaknya subkulit serta jenis subkulit dalam suatu atom. 
9 
Tabel 2 : Hubungan subkulit sejenis dalam kulit yang berbeda pada atom. 
Kulit Bilangan kuantum 
utama (n) 
Bilangan kuantum 
azimut yang 
mungkin 
Jenis 
subkulit 
Jumlah 
subkulit 
K 1 0 1s 1 
L 2 0 2s 2 
1 2p 
M 
3 
0 3s 
1 3p 3 
2 3d 
N 
4 
0 4s 
4 
1 4p 
2 4d 
3 4f 
3. Bilangan kuantum magnetik (m) 
Bilangan kuantum magnetik (m) mewujudkan adanya satu atau beberapa 
tingkatan energi di dalam satu sub kulit. Bilangan kuantum magnetik (m) mempunyai 
harga (-l) sampai harga (+l). 
Bilangan kuantum magnetik menyatakan orbital tempat ditemukannya elektron pada 
subkulit tertentu dan arah momentum sudut elektron terhadap inti. Sehingga nilai 
bilangan kuantum magnetik berhubungan dengan bilangan kuantum azimut dan 
bernilai dari - l hingga + l (l = nilai bilangan kuantum azimutnya). Bilangan kuantum 
magnetik menentuka arah orientasi dari orbital didalam ruang relatif terhadap orbital 
yang lain. Dengan demikian untuk setiap satu subkulit terdapat beberapa orbital yang 
dicirikan dengan nilai m.
Misalnya subkulit s mempunyai nilai l = 0 maka bilangan kuantum magnetiknya (m) = 
0. Angka nol ini melambangkan satu-satunya orbital yang ada pada subkulit s. Sub 
kulit p mempunyai nilai l = 1 maka bilangan kuantum magnetiknya = - 1, 0, +1. 
Angka-angka tersebut melambangkan 3 orbital yang ada pada subkulit p. Subkulit d 
mempunyai nilai l = 2 maka bilangan kuantum magnetiknya = - 2, - 1, 0, + 1, + 2. 
Angka-angka tersebut melambangkan 5 orbital yang ada pada subkulit d dan demikian 
seterusnya. 
Tabel 3 : Hubungan bilangan kuantum azimut dengan bilangan kuantum magnetik. 
Bilangan 
Kuantum 
Azimut 
Tanda 
Orbital 
Bilangan Kuantum 
Magnetik 
Gambaran 
Orbital 
Jumlah 
Orbital 
0 S 0 1 
1 P -1, 0, +1 3 
2 D -2, -1, 0, +1, +2 5 
3 F -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3 7 
Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai magnetik (m) diantara - l sampai + l (l = 
bilangan kuantum azimut). Nilai bilangan kuantum magnetik suatu elektron 
tergantung pada letak elektron tersebut dalam orbital. Nama-nama kotak di atas sesuai 
dengan bilangan kuantum magnetiknya. Dan perlu diingat juga dengan mengabaikan 
tanda -/+ maka nilai m tidak mungkin lebih besar dari nilai l. 
10 
4. Bilangan kuantum spin (s) 
Bilangan kuantum spin (s) merupakan bilangan kuantum yang terlepas dari 
pengaruh momentum sudut. Hal itu berarti bilangan kuantum spin tidak berhubungan 
secara langsung dengan tiga bilangan kuantum yang lain” Sudarmo Unggal(2006: 6). 
Bilangan kuantum spin bukan merupakan hasil dari penyelesaian persamaan 
gelombang, tetapi didasarkan pada pengamatan Otto stern dan Walter Gerlach 
terhadap spektrum yang dilewatkan pada medan magnet, dan ternyata didapatkan dua 
spektrum yang terpisah dengan kerapatan yang sama. Kesimpulan yang diperoleh 
bahwa terjadinya pemisahan garis spektrum oleh medan magnet dimungkinkan karena 
elektron-elektron tersebut selama mengelilingi inti berputar pada sumbunya dengan
arah yang berbeda. Dapat diandaikan bumi berotasi pada sumbunya selama 
mengelilingi matahari. Berdasarkan hal tersebut diudulkan adanya bilngan kuantum 
spin untuk menandai arah putaran (spin) elektron pada sumbunya. Setiap elektron 
dapat brputar pada sumbunya sesuai dengan arah jarum jam atau berlawanan dengan 
jarum jam, maka probabilitas elektron berputar searah jarum jam adalah ½ , dan 
probabilitas berputar berlawanan dengan jarum jam juga mempunyai harga ½. Untuk 
membedakan arah putarannya maka diberi tanda negatif dan positif. Jadi, harga 
bilangan kuantum spin yaitu – ½ atau + ½. 
Bilangan kuantum spin (s) menunjukkan arah perputaran elektron pada 
sumbunya. Dalam satu orbital, maksimum dapat beredar 2 elektron dan kedua 
elektron ini berputar melalui sumbu dengan arah yang berlawanan, dan masing-masing 
11 
diberi harga spin +1/2 atau -1/2. 
Tabel 1 : Hubungan ke empat bilangan kuantum. 
Kulit N L M 
Sub 
kulit 
Gambaran 
Orbital 
Jumlah 
Orbital 
Jumlah Orbital 
Maksimum 
Subkulit Kulit 
K 1 0 0 1s 2 2 
L 
2 0 0 2s 1 2 
1 -1, 0, +1 2p 3 6 8 
M 
3 0 0 3s 1 2 
1 -1, 0, +1 3p 3 6 18 
2 -2, -1, 0, +1, +2 3d 5 10 
N 
4 0 0 4s 1 2 
32 
1 -1, 0, +1 4p 3 6 
2 -2, -1, 0, +1, +2 4d 5 10 
3 -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3 4f 7 14 
Keempat bilangan kuantum tersebut digunakan untuk menunjukkan letak 
elektron terakhir (terluar) dari suatu atom. Dimulai dari letak kulit atom (bilangan 
kuantum utama), subkulit atom (bilangan kuantum azimut), letak orbital (bilangan 
kuantum magnetik) hingga perputaran elektronnya (bilangan kuantum spin). Sehingga 
bilangan kuantum ini bersifat spesifik sesuai dengan azas larangan pauli. Selanjutnya
kita gabungkan keempat bilangan kuantum tersebut untuk menentukan identitas suatu 
elektron. Agar dapat menentukan dengan tepat maka kita harus paham dengan 
konfigurasi elektron dan diagram orbital terlebih dahulu. 
Berdasarkan beberapa bilangan kuantum diatas, agar dalam penerapannya dapat 
mudah untuk dipahami maka dapat disimpulkan bahwa kedudukan suatu elektron 
dalam suatu atom dinyatakan oleh empat bilangan kuantum, yaitu: 
1) Bilangan kuantum utama (n) menyatakan kulit utamanya. 
2) Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulitnya. 
3) Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbitalnya. 
4) Bilangan kuantum spin (s) menyatakan spin atau arah rotasinya. 
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: 
a) Sampai saat ini, elektron-elektron baru menempati subkulit-subkulit s, p, d, dan f. 
12 
Sedangkan subkulit g, h, dan i belum terisi elektron. 
b) Setiap kulit mengandung subkulit sebanyak nomor kulit dan dimulai dari subkulit 
yang paling sedikit orbitalnya. Kulit pertama hanya mengandung subkulit s; kulit 
ke-2 mengandung s dan p; kulit ke-3 mengandung subkulit s, p, dan d; dan 
seterusnya. 
Tabel 5 : Pembagian Kulit Kulit dalam Atom 
Nomor Kulit Jumlah Subkulit Jumlah Orbital Elektron Maksimum 
Kulit ke-1 (K) S 1 orbital 2 elektron 
Kulit ke-2 (L) s, p 4 orbital 8 elektron 
Kulit ke-3 (M) s, p, d 9 orbital 18 elektron 
Kulit ke-4 (N) s, p, d, f 16 orbital 32 elektron 
Kulit ke-5 (O) s, p, d, f, g 25 orbital 50 elektron 
Kulit ke-6 (P) s, p, d, f, g, h 36 orbital 72 elektron 
Kulit ke-7 (Q) s, p, d, f, g, h, i 49 orbital 98 elektron 
Kulit ke-n n buah subkulit n2 orbital 2n2 elektron 
Sebagai contoh konfigurasi elektron dan diagram orbital dari sulfur (S) seperti 
di bawah ini : 
Untuk menentukan bilangan kuantum dari elektron terakhirnya kita cukup 
memperhatikan subkulit terluarnya yakni 3p :
Penggambaran elektron terakhir yang diberi tanda merah. Elektron tersebut 
terletak pada kulit 3 berarti bilangan kuantum utamanya (n) = 3. Terletak di subkulit p 
berarti bilangan kuantum azimutnya (l) = 1. Sedangkan untuk menentukan bilangan 
kuantum magnetiknya kita perlu menamai tiap-tiap orbital dalam subkulit 3p tersebut 
yakni angka yang berwarna hijau. Sesuai dengan diagram di atas maka nilai bilangan 
kuantum magnetiknya (m) = - 1. Dan karena tanda panahnya ke bawah maka bilangan 
kuantum spinnya (s) = - ½ . 
13
14 
BAB III 
PENUTUP 
A. Kesimpulan 
Berdasarkan pembahasan pada makalah ini dapat disimpulkan bahwa : 
1. Teori Atom Dalton (1808) 
a. Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. 
b. Atom suatu unsur mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom dengan 
unsur yang berbeda memiliki massa dan sifat yang berbeda pula. 
c. Senyawa terbentuk bila atom bergabung satu sama lain. 
d. Atom tidak berubah jika terjadi reaksi kimia. 
Kelemahan : tidak dapat menerangkan adanya proton, neutron, dan 
elektron. 
2. Teori Atom J.J. Thomson (1900) 
a. Atom merupakan bola padat bermuatan positif dengan elektron tersebar 
dipermukaannya. 
Kelemahan : tidak menyatakan gerakan elektron dalam atom. 
3. Teori Atom Rutherford (1901) 
Berdasarkan percobaan hamburan sinar alfa yang ditembakan pada lempeng emas 
disimpulkan : 
a. Atom tersusun dari inti atom yang bermuatan positif (sebagai pusat massa) 
dan elektron-elektron bermuatan negatif yang beredar mengelilingi inti. 
b. Inti atom bermuatan positif karena mengandung proton. Atom bersifat 
netral karena jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron yang 
mengelilingi inti. 
Kelemahan : bertentangan dengan hukum fisika klasik yang emnyatakan 
materi yang bergerak akan kehilangan energi dalam bentuk gelombang 
elektromagnetik. Elektron adalah materi, sehingga ketika ia bergerak 
mengelilingi inti atom, elektron akan kehilangan energi, akibat semakin 
lama energi elektron semakin habis dan akhirnay jatuh ke inti. Jika 
elektron jatuh ke inti, berarti atom akan hancur, padahal kenyataannya 
tidak demikian.
15 
4. Teori Atom Neils Bohr (1913) 
a. Elektron-elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit-orbit 
tertentu. Orbit atau lintasan tersebut selanjutnya disebut sebagai kulit. 
Kulit pertama dinamakan kulit K, kulit kedua dinamakan kulit L, kulit 
ketiga dinamakan kulit M, dan seterusnya. 
Kelemahan : tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom 
berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih 
sempurna dari model atom Bohr. 
5. Teori Atom Modern (1927) 
a. Model atom modern atau model atom mekanika gelombang 
menyatakan bahwa elektron tidak dapat dipastikan tempatnya, hanya 
dapat ditentukan kebolehjadian (kemungkinan) terbesar elektron 
berada. Sehingga elektron-elektron dalam atom mengelilingi inti atom 
pada tingkat energi (kulit-kulit) tertentu. 
B. Saran 
Sebagai bahan pembelajaran yang menjadi dasar untuk dapat mempelajari 
bab-bab berikutnya dalam mata kuliah Kimia, maka penulis menyarankan agar dalam 
mempelajari perkembangan teori atom mulai dari Dalton hingga teori atom modern 
dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar dapat dipahami betul maksud dari teori 
atom itu sendiri.
16 
Daftar Pustaka 
https://www.google.com/search?q=teori+atom+&ie=utf-8&oe=utf- 
8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a diakses pada Rabu, 2 oktober 
2013 
https://www.google.com/search?q=makalh+teori+atom+dalton%2Cthomson%2Cruthe 
rford%2Cbohr+dan+mekanika+kuantum&ie=utf-8&oe=utf- 
8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a diakses pada Rabu, 2 oktober 
2013 
https://www.google.com/search?q=makalah+teori+atom+hingga+teori+mekanika+kuan 
tum&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a diakses 
pada Rabu, 2 0ktober 2013
17

More Related Content

What's hot (18)

Teori atom
Teori atomTeori atom
Teori atom
 
Makalah kimdas
Makalah kimdasMakalah kimdas
Makalah kimdas
 
Perkembangan teori atom
Perkembangan teori atomPerkembangan teori atom
Perkembangan teori atom
 
Teori atom
Teori atomTeori atom
Teori atom
 
Buku teori-atom2
Buku teori-atom2Buku teori-atom2
Buku teori-atom2
 
Kim das
Kim das Kim das
Kim das
 
Artikel tentang atom
Artikel tentang atomArtikel tentang atom
Artikel tentang atom
 
195478912 lembar-kerja-siswa
195478912 lembar-kerja-siswa195478912 lembar-kerja-siswa
195478912 lembar-kerja-siswa
 
Tugas kimia dasar i sylvester saragih
Tugas kimia dasar i sylvester saragihTugas kimia dasar i sylvester saragih
Tugas kimia dasar i sylvester saragih
 
Perkembangan teori atom
Perkembangan teori atomPerkembangan teori atom
Perkembangan teori atom
 
Tugas model atom bohr siti nurojiyah
Tugas model atom bohr siti nurojiyahTugas model atom bohr siti nurojiyah
Tugas model atom bohr siti nurojiyah
 
Lks struktur atom
Lks struktur atomLks struktur atom
Lks struktur atom
 
Perkembangan Teori Atom
Perkembangan Teori AtomPerkembangan Teori Atom
Perkembangan Teori Atom
 
Perkembangan teori atom
Perkembangan teori atomPerkembangan teori atom
Perkembangan teori atom
 
Stuktur atom kelas x
Stuktur atom kelas xStuktur atom kelas x
Stuktur atom kelas x
 
Perkembangan teori atom
Perkembangan teori atomPerkembangan teori atom
Perkembangan teori atom
 
Lks struktur atom
Lks struktur atomLks struktur atom
Lks struktur atom
 
Model atom terkini
Model atom terkiniModel atom terkini
Model atom terkini
 

Similar to PERKEMBANGAN TEORI ATOM

Similar to PERKEMBANGAN TEORI ATOM (20)

Makalah atom & radiasi
Makalah atom & radiasiMakalah atom & radiasi
Makalah atom & radiasi
 
Perkembangan teori atom
Perkembangan teori atomPerkembangan teori atom
Perkembangan teori atom
 
Uraian materi model atom
Uraian materi model atomUraian materi model atom
Uraian materi model atom
 
PERKEMBANGAN TEORI ATOM
PERKEMBANGAN TEORI ATOMPERKEMBANGAN TEORI ATOM
PERKEMBANGAN TEORI ATOM
 
Buku teori-atom2
Buku teori-atom2Buku teori-atom2
Buku teori-atom2
 
Tugas kimia dasar i sylvester saragih
Tugas kimia dasar i sylvester saragihTugas kimia dasar i sylvester saragih
Tugas kimia dasar i sylvester saragih
 
Atom
AtomAtom
Atom
 
Model atom terkini
Model atom terkiniModel atom terkini
Model atom terkini
 
Model Atom Terkini
Model Atom TerkiniModel Atom Terkini
Model Atom Terkini
 
07 bab6
07 bab607 bab6
07 bab6
 
07 bab6
07 bab607 bab6
07 bab6
 
07 bab6
07 bab607 bab6
07 bab6
 
Model atom terkini(1)
Model atom terkini(1)Model atom terkini(1)
Model atom terkini(1)
 
Kimia x ipa 2
Kimia x ipa 2Kimia x ipa 2
Kimia x ipa 2
 
Presentasi BAB 2 - Perkembangan Teori Atom Kurmed.pdf
Presentasi BAB 2 - Perkembangan Teori Atom Kurmed.pdfPresentasi BAB 2 - Perkembangan Teori Atom Kurmed.pdf
Presentasi BAB 2 - Perkembangan Teori Atom Kurmed.pdf
 
Struktur atom
Struktur atomStruktur atom
Struktur atom
 
Struktur atom
Struktur atomStruktur atom
Struktur atom
 
PPT STRUKTUR ATOM (2).pptx
PPT STRUKTUR ATOM (2).pptxPPT STRUKTUR ATOM (2).pptx
PPT STRUKTUR ATOM (2).pptx
 
Presentasi kimia fisika
Presentasi kimia fisikaPresentasi kimia fisika
Presentasi kimia fisika
 
Struktur Atom-OK.ppt
Struktur Atom-OK.pptStruktur Atom-OK.ppt
Struktur Atom-OK.ppt
 

PERKEMBANGAN TEORI ATOM

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Atom adalah bagian yang sangat kecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur itu. Partikel-partikel penyusun atom terdiri dari elektron ( bermuatan negatif ), proton ( bermuatan positif ), dan neutron (netral). Inti atom terdiri dari proton dan neutron. Para ahli menerima keberadaan atom walaupun belum pernah melihatnya. Untuk menjelaskan fakta yang ditemukan. Untuk menjelaskan fakta yang ditemukan dari percobaan atau dari kehidupan sehari-hari, para ahli mengajukan model, yaitu suatu gambar rekaan berdasarkan data eksperimen dan kajian teoritis yang mereka lakukan. Para ahli tidak pernah tahu secara pasti seperti apakah atom itu. Oleh karena itu kebenaran suatu model atau teori atom tidak mutlak. Apabila pada perkembangan selanjutnya ditemukan fakta yang tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan suatu teori yang ada, maka teori tersebut perlu disempurnakan atau bahlkan harus ditolak. Teori atom selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sesuai dengan penemuan-penemuan terbaru menegnai atom. Perkembangan teori atom mulai dari sederhana hingga teori-teori yang dikembangkan berdasarkan penemuan-penemuan secara eksperimen. Teori terbaru merupakan perbaikan atau perkembangan dari teori sebelumnya Teori atom telah lama berkembang mulai pada beberapa abad sebelum Masehi. Teori ini telah menjadi pertanyaan besar dikalangan para ahli filsafat Yunani. Demokritus (464 SM) berpendapat bahwa suatu materi bersifat diskontinu, artinya jika suatu materi debelah-belah secara terus-menerus, akan diperoleh materi terkecil yang tidak dapat dibelah lagi. Bagian terkecil yang tidak dapat dibelah lagi tersebut dinamakan atomos. Generasi penerusnya,seperti Plato dan Aristoteles tidak meneruskan pemikiraan ini. Menurut mereka materi bersifat kontinu, yang berarti materi dapat dibelah terus-menerus. Perbedaan pendapat ini terus berkembang hingga muncul teori atom Dalton yang mulai berpijak pada penemuan secara eksperimen.
  • 2. 2 B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana perkembangan teori atom Dalton ? 2. Bagaimana perkembangan teori atom J.J Thomson ? 3. Bagaimana perkembangan teori atom Ernest Rutherford ? 4. Bagaimana perkembangan teori atom Neils Bohr ? 5. Bagaimana perkembangan teori atom Mekanika Kuantum ? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk menegtahui perkembangan teori atom Dalton ? 2. Untuk menegtahui perkembangan teori atom J.J Thomson ? 3. Untuk menegtahui perkembangan teori atom Ernest Rutherford ? 4. Untuk menegtahui perkembangan teori atom Neils Bohr ? 5. Untuk menegtahui perkembangan teori atom Modern ? D. Manfaat Penulisan 1. Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui mengenai perkembanagn teori-teori atom mulai dari teori atom Dalton sampai pada teori atom modern. 2. Bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri pada khususnya dan meningkatkan kualitas pembelajaran kimia pada umumnya.
  • 3. 3 BAB II PEMBAHASAN 1. Teori Atom Dalton (1808) Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut: “Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Kelebihan dari teori Dalton ini adalah memulai minat terhadap penelitian mengenai model atom. Kelemahan teori Dalton adalah tidak menerangkan hubungan lautan senyawa dan daya hantar arus listrik, jika atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsure dan tidak dapat dibagi lagi. 2. Teori Atom J.J Thomson (1900) Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari
  • 4. penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. yang “Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron. Model atom ini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut: Kelebihan teori atom Thomson ini adalah membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negative dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Selain itu juga memastikan bahwa atom tersusun dari partikel yang bermuatan positif dan negatif untuk membentuk atom netral. Kelemahan teori atom Thomson adalah belum dapat menerangkan bagaimana susunan muatan positif dalam bola dan jumlah elektron. 4 3. Teori Atom Ernest Rutherford (1901) Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°, tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih. Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesimpulan berikut: Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta
  • 5. bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan. Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa “Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif”. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai berikut: Kelebihan teori atom Rutherford adalah menyatakan bahwa atom tersusun dari inti atom dan electron yang mengelilingi inti. Kelemahan teori atom Rutherford adalah model tersebut tidak dapat menerangkan mengapa elektron tidak pernah jatuh ke inti sesuai dengan teori fisika klasik. 5 4. Teori Atom Neils Bohr (1913) Model atom Rutherford tidak bisa menerangkan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron. Dalam ilmu pengetahuan, ketidakmampuan suatu model menerangkan fakta-fakta yang ada menunjukkan bahwa model atom menurut Rutherford belum sempurna. Menurut hukum fisika klasik, gerakan elektron mengelilingi inti akan disertai pemancaran energi berupa radiasi elektromagnet. Jika demikian maka energi elektron akan melambat. sehingga lintasannya akan berbentuk spiral dan pada akhirnya elektron akan jatuh ke inti atom. Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan eksperimennya menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis. Hipotesis Bohr adalah : a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan. b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan cara menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.
  • 6. Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika berpindah ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi. Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron. Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr. 6 5. Model Atom Modern (1927) Model atom Niels Bohr dapat menjelaskan kelemahan dari teori atom Rutherford. namun, pada perkembangan selanjutnya diketahui bahwa gerakan elektron menyerupai gelombang. oleh karena itu, posisinya tidak dapat ditentukan dengan pasti. Jadi, orbit elektron yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu tidak dapat diterima. Pada tahun 1927, Erwin Schrodinger, seorang ilmuwan dari Austria, mengemukakan teori atom yang disebut teori atom mekanika kuantum atau mekanika gelombang. teori tersebut dapat diterima para ahli hingga sekarang. Teori mekanika kuantum mempunyai persamaan dengan teori atom Niels Bohr dalam hal tingkat-tingkat energi atau kulit-kulit atom, tetapi berbeda dalam hal bentuk lintasan atau orbit tersebut. dalam teori atom mekanika kuantum, posisi elektron adalah tidak pasti. hal yang dapat ditentukan mangenai keberadaan elektron di dalam atom adalah daerah dengan peluang terbesar untuk menemukan elektron tersebut. daerah dengan peluang terbesar itu disebut orbital. Gambaran sederhana dari model atom Erwin Schrodinger dan Wernerhesenberg seperti di bawah ini : Menurut teori atom modern, electron berada dalam orbital dan setiap orbital mempunyai tingkat energi atau bentuk tertentu. Satu atau beberapa orbital yang memiliki tingkat energi sama membentuk subkulit. Untuk menentukan tingkat energi
  • 7. dari electron serta menyatakan kedudukan electron pada suatu orbital digunakan bilangan kuantum. Schrodinger menggunakan tiga bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth (l), bilangan kuantum magnetic (m). Ketiga bilangan kuantum ini merupakan bilangan bulat dan sederhana yang memberi petunjuk kebolehjadian diketemukannya electron dalam atom. Sedangkan untuk menyatakan arah perputaran elektron pada sumbunya para ahli menggunakan bilangan kuantum spin (s). 7 1. Bilangan kuantum utama (n) “Bilangan kuantum utama (n) menentukan besarnya tingkat energi suatu elektron yang mencirikan ukuran orbital. Bilangan kuantum utama ini pernah diusulkan oleh Niels Bohr dan hanya disebut dengan bilangan kuantum saja”. Bilangan kuantum utama (n) mewujudkan lintasan elektron dalam atom. n mempunyai harga 1, 2, 3, ..... Lambang dari bilangan kuantum utama adalah “n” (en kecil). Bilangan kuantum utama menyatakan kulit tempat ditemukannya elektron yang dinyatakan dalam bilangan bulat positif. Nilai bilangan itu di mulai dari 1, 2, 3 dan seterusnya. Jenis kulit-kulit dalam konfigurasi elektron dilambagkan dengan huruf K, L, M, N dan seterusnnya. Kulit yang paling dekat dengan inti adalah kulit K dan bilangan kuantum kulit ini = 1. Kulit berikutnya adalah L yang mempunyai bilangan kuantum utama = 2 dan demikian seterusnya untuk kulit-kulit berikutnya. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan tabel di bawah ini: Tabel 1: Hubungan jenis kulit dan nilai bilangan kuantum utama. Jenis Kulit Nilai (n) K 1 L 2 M 3 N 4 Dari tabel di atas terlihat bahwa bilangan kuantum utama berhubungan dengan kulit atom sehingga bilangan kuantum utama dapat digunakan untuk menentukan ukuran orbit (jari-jari) berdasarkan jarak orbit elektron dengan inti atom. Kegunaan lainnya adalah untuk dapat mengetahui besarnya energi potensial elektron. Semakin
  • 8. dekat jarak orbit dengan inti atom maka kekuatan ikatan elektron dengan inti atom semakin besar, sehingga energi potensial elektron tersebut semakin besar. n = 1 sesuai dengan kulit K n = 2 sesuai dengan kulit L n = 3 sesuai dengan kulit M, dan seterusnya Tiap kulit atau setiap tingkat energi ditempati oleh sejumlah elektron. Jumlah elektron maksimmm yang dapat menempati tingkat energi itu harus memenuhi rumus Pauli = 2n2. Contoh: kulit ke-4 (n=4) dapat ditempati maksimum= 2 x 42 elektron = 32 elektron 8 2. Bilangan kuantum azimuth (l) Mekanika gelombang menunjukan bahwa setiap kulit (tingkat energi) tersusun dari beberapa subkulit (sub tingkat energi) yang masing-maisng sub kulit tersebut dicirikan oleh bilangan kuantum azimut yang diberi lambang “l”. Nilai bilangan kuantum ini menentukan bentuk orbital dan besarnya momentum sudut elektron. Misalnya setiap elektron dengan harga l = 0 akan mempunyai bentuk orbital seperti bola yang berarti kebolehjadian (probabilitas) untuk menemukan elektron dari inti atom kesegala arah akan bernilai sama. Bilangan kuantum azimut (l) menunjukkan sub kulit dimana elektron itu bergerak sekaligus menunjukkan sub kulit yang merupakan penyusun suatu kulit. Bilangan kuantum azimuth mempunyai harga dari 0 sampai dengan (n-1) untuk setiap n, dan menunjukan letak elektron dalam subkulit. Setiap kulit terdiri dari subkulit (jumlah subkulit tidak sama untuk setiap elektron), dan setiap subkulit dilambangkan berdasarkan pada harga bilangan kuantum azimut (l). n = 1 ; l = 0 ; sesuai kulit K n = 2 ; l = 0, 1 ; sesuai kulit L n = 3 ; l = 0, 1, 2 ; sesuai kulit M n = 4 ; l = 0, 1, 2, 3 ; sesuai kulit N dan seterusnya Sub kulit yang harganya berbeda-beda ini diberi nama khusus: Subkulit yang mempunyai harga l = 0 ; diberi lambang s (s = sharp) Subkulit yang mempunyai harga l = 1 ; diberi lambang p (p = principle) Subkulit yang mempunyai harga l = 2 ; diberi lambang d (d = diffuse) Subkulit yang mempunyai harga l = 3 ; diberi lambang f (f = fundamental)
  • 9. Lambang s, p, d dan f diambil dari nama spektrum yang dihasilkan oleh logam alkali dari Li sampai dengan Cs yang terdiri dari empat deret, yaitu tajam (sharp). Utama (principal), kabur (diffuse) dan dasar (fundamental). Untuk harga l selanjutnya (jika mungkin) digunakan lambang huruf berikutnya, yaitu g, h, i, dan seterusnya. Agar lebih jelas dalam pengelompokannya dibawah ini menunjukan keterkaitan jumlah kulit dengan banyaknya subkulit serta jenis subkulit dalam suatu atom. 9 Tabel 2 : Hubungan subkulit sejenis dalam kulit yang berbeda pada atom. Kulit Bilangan kuantum utama (n) Bilangan kuantum azimut yang mungkin Jenis subkulit Jumlah subkulit K 1 0 1s 1 L 2 0 2s 2 1 2p M 3 0 3s 1 3p 3 2 3d N 4 0 4s 4 1 4p 2 4d 3 4f 3. Bilangan kuantum magnetik (m) Bilangan kuantum magnetik (m) mewujudkan adanya satu atau beberapa tingkatan energi di dalam satu sub kulit. Bilangan kuantum magnetik (m) mempunyai harga (-l) sampai harga (+l). Bilangan kuantum magnetik menyatakan orbital tempat ditemukannya elektron pada subkulit tertentu dan arah momentum sudut elektron terhadap inti. Sehingga nilai bilangan kuantum magnetik berhubungan dengan bilangan kuantum azimut dan bernilai dari - l hingga + l (l = nilai bilangan kuantum azimutnya). Bilangan kuantum magnetik menentuka arah orientasi dari orbital didalam ruang relatif terhadap orbital yang lain. Dengan demikian untuk setiap satu subkulit terdapat beberapa orbital yang dicirikan dengan nilai m.
  • 10. Misalnya subkulit s mempunyai nilai l = 0 maka bilangan kuantum magnetiknya (m) = 0. Angka nol ini melambangkan satu-satunya orbital yang ada pada subkulit s. Sub kulit p mempunyai nilai l = 1 maka bilangan kuantum magnetiknya = - 1, 0, +1. Angka-angka tersebut melambangkan 3 orbital yang ada pada subkulit p. Subkulit d mempunyai nilai l = 2 maka bilangan kuantum magnetiknya = - 2, - 1, 0, + 1, + 2. Angka-angka tersebut melambangkan 5 orbital yang ada pada subkulit d dan demikian seterusnya. Tabel 3 : Hubungan bilangan kuantum azimut dengan bilangan kuantum magnetik. Bilangan Kuantum Azimut Tanda Orbital Bilangan Kuantum Magnetik Gambaran Orbital Jumlah Orbital 0 S 0 1 1 P -1, 0, +1 3 2 D -2, -1, 0, +1, +2 5 3 F -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3 7 Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai magnetik (m) diantara - l sampai + l (l = bilangan kuantum azimut). Nilai bilangan kuantum magnetik suatu elektron tergantung pada letak elektron tersebut dalam orbital. Nama-nama kotak di atas sesuai dengan bilangan kuantum magnetiknya. Dan perlu diingat juga dengan mengabaikan tanda -/+ maka nilai m tidak mungkin lebih besar dari nilai l. 10 4. Bilangan kuantum spin (s) Bilangan kuantum spin (s) merupakan bilangan kuantum yang terlepas dari pengaruh momentum sudut. Hal itu berarti bilangan kuantum spin tidak berhubungan secara langsung dengan tiga bilangan kuantum yang lain” Sudarmo Unggal(2006: 6). Bilangan kuantum spin bukan merupakan hasil dari penyelesaian persamaan gelombang, tetapi didasarkan pada pengamatan Otto stern dan Walter Gerlach terhadap spektrum yang dilewatkan pada medan magnet, dan ternyata didapatkan dua spektrum yang terpisah dengan kerapatan yang sama. Kesimpulan yang diperoleh bahwa terjadinya pemisahan garis spektrum oleh medan magnet dimungkinkan karena elektron-elektron tersebut selama mengelilingi inti berputar pada sumbunya dengan
  • 11. arah yang berbeda. Dapat diandaikan bumi berotasi pada sumbunya selama mengelilingi matahari. Berdasarkan hal tersebut diudulkan adanya bilngan kuantum spin untuk menandai arah putaran (spin) elektron pada sumbunya. Setiap elektron dapat brputar pada sumbunya sesuai dengan arah jarum jam atau berlawanan dengan jarum jam, maka probabilitas elektron berputar searah jarum jam adalah ½ , dan probabilitas berputar berlawanan dengan jarum jam juga mempunyai harga ½. Untuk membedakan arah putarannya maka diberi tanda negatif dan positif. Jadi, harga bilangan kuantum spin yaitu – ½ atau + ½. Bilangan kuantum spin (s) menunjukkan arah perputaran elektron pada sumbunya. Dalam satu orbital, maksimum dapat beredar 2 elektron dan kedua elektron ini berputar melalui sumbu dengan arah yang berlawanan, dan masing-masing 11 diberi harga spin +1/2 atau -1/2. Tabel 1 : Hubungan ke empat bilangan kuantum. Kulit N L M Sub kulit Gambaran Orbital Jumlah Orbital Jumlah Orbital Maksimum Subkulit Kulit K 1 0 0 1s 2 2 L 2 0 0 2s 1 2 1 -1, 0, +1 2p 3 6 8 M 3 0 0 3s 1 2 1 -1, 0, +1 3p 3 6 18 2 -2, -1, 0, +1, +2 3d 5 10 N 4 0 0 4s 1 2 32 1 -1, 0, +1 4p 3 6 2 -2, -1, 0, +1, +2 4d 5 10 3 -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3 4f 7 14 Keempat bilangan kuantum tersebut digunakan untuk menunjukkan letak elektron terakhir (terluar) dari suatu atom. Dimulai dari letak kulit atom (bilangan kuantum utama), subkulit atom (bilangan kuantum azimut), letak orbital (bilangan kuantum magnetik) hingga perputaran elektronnya (bilangan kuantum spin). Sehingga bilangan kuantum ini bersifat spesifik sesuai dengan azas larangan pauli. Selanjutnya
  • 12. kita gabungkan keempat bilangan kuantum tersebut untuk menentukan identitas suatu elektron. Agar dapat menentukan dengan tepat maka kita harus paham dengan konfigurasi elektron dan diagram orbital terlebih dahulu. Berdasarkan beberapa bilangan kuantum diatas, agar dalam penerapannya dapat mudah untuk dipahami maka dapat disimpulkan bahwa kedudukan suatu elektron dalam suatu atom dinyatakan oleh empat bilangan kuantum, yaitu: 1) Bilangan kuantum utama (n) menyatakan kulit utamanya. 2) Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulitnya. 3) Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbitalnya. 4) Bilangan kuantum spin (s) menyatakan spin atau arah rotasinya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: a) Sampai saat ini, elektron-elektron baru menempati subkulit-subkulit s, p, d, dan f. 12 Sedangkan subkulit g, h, dan i belum terisi elektron. b) Setiap kulit mengandung subkulit sebanyak nomor kulit dan dimulai dari subkulit yang paling sedikit orbitalnya. Kulit pertama hanya mengandung subkulit s; kulit ke-2 mengandung s dan p; kulit ke-3 mengandung subkulit s, p, dan d; dan seterusnya. Tabel 5 : Pembagian Kulit Kulit dalam Atom Nomor Kulit Jumlah Subkulit Jumlah Orbital Elektron Maksimum Kulit ke-1 (K) S 1 orbital 2 elektron Kulit ke-2 (L) s, p 4 orbital 8 elektron Kulit ke-3 (M) s, p, d 9 orbital 18 elektron Kulit ke-4 (N) s, p, d, f 16 orbital 32 elektron Kulit ke-5 (O) s, p, d, f, g 25 orbital 50 elektron Kulit ke-6 (P) s, p, d, f, g, h 36 orbital 72 elektron Kulit ke-7 (Q) s, p, d, f, g, h, i 49 orbital 98 elektron Kulit ke-n n buah subkulit n2 orbital 2n2 elektron Sebagai contoh konfigurasi elektron dan diagram orbital dari sulfur (S) seperti di bawah ini : Untuk menentukan bilangan kuantum dari elektron terakhirnya kita cukup memperhatikan subkulit terluarnya yakni 3p :
  • 13. Penggambaran elektron terakhir yang diberi tanda merah. Elektron tersebut terletak pada kulit 3 berarti bilangan kuantum utamanya (n) = 3. Terletak di subkulit p berarti bilangan kuantum azimutnya (l) = 1. Sedangkan untuk menentukan bilangan kuantum magnetiknya kita perlu menamai tiap-tiap orbital dalam subkulit 3p tersebut yakni angka yang berwarna hijau. Sesuai dengan diagram di atas maka nilai bilangan kuantum magnetiknya (m) = - 1. Dan karena tanda panahnya ke bawah maka bilangan kuantum spinnya (s) = - ½ . 13
  • 14. 14 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada makalah ini dapat disimpulkan bahwa : 1. Teori Atom Dalton (1808) a. Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. b. Atom suatu unsur mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom dengan unsur yang berbeda memiliki massa dan sifat yang berbeda pula. c. Senyawa terbentuk bila atom bergabung satu sama lain. d. Atom tidak berubah jika terjadi reaksi kimia. Kelemahan : tidak dapat menerangkan adanya proton, neutron, dan elektron. 2. Teori Atom J.J. Thomson (1900) a. Atom merupakan bola padat bermuatan positif dengan elektron tersebar dipermukaannya. Kelemahan : tidak menyatakan gerakan elektron dalam atom. 3. Teori Atom Rutherford (1901) Berdasarkan percobaan hamburan sinar alfa yang ditembakan pada lempeng emas disimpulkan : a. Atom tersusun dari inti atom yang bermuatan positif (sebagai pusat massa) dan elektron-elektron bermuatan negatif yang beredar mengelilingi inti. b. Inti atom bermuatan positif karena mengandung proton. Atom bersifat netral karena jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi inti. Kelemahan : bertentangan dengan hukum fisika klasik yang emnyatakan materi yang bergerak akan kehilangan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Elektron adalah materi, sehingga ketika ia bergerak mengelilingi inti atom, elektron akan kehilangan energi, akibat semakin lama energi elektron semakin habis dan akhirnay jatuh ke inti. Jika elektron jatuh ke inti, berarti atom akan hancur, padahal kenyataannya tidak demikian.
  • 15. 15 4. Teori Atom Neils Bohr (1913) a. Elektron-elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit-orbit tertentu. Orbit atau lintasan tersebut selanjutnya disebut sebagai kulit. Kulit pertama dinamakan kulit K, kulit kedua dinamakan kulit L, kulit ketiga dinamakan kulit M, dan seterusnya. Kelemahan : tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr. 5. Teori Atom Modern (1927) a. Model atom modern atau model atom mekanika gelombang menyatakan bahwa elektron tidak dapat dipastikan tempatnya, hanya dapat ditentukan kebolehjadian (kemungkinan) terbesar elektron berada. Sehingga elektron-elektron dalam atom mengelilingi inti atom pada tingkat energi (kulit-kulit) tertentu. B. Saran Sebagai bahan pembelajaran yang menjadi dasar untuk dapat mempelajari bab-bab berikutnya dalam mata kuliah Kimia, maka penulis menyarankan agar dalam mempelajari perkembangan teori atom mulai dari Dalton hingga teori atom modern dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar dapat dipahami betul maksud dari teori atom itu sendiri.
  • 16. 16 Daftar Pustaka https://www.google.com/search?q=teori+atom+&ie=utf-8&oe=utf- 8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a diakses pada Rabu, 2 oktober 2013 https://www.google.com/search?q=makalh+teori+atom+dalton%2Cthomson%2Cruthe rford%2Cbohr+dan+mekanika+kuantum&ie=utf-8&oe=utf- 8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a diakses pada Rabu, 2 oktober 2013 https://www.google.com/search?q=makalah+teori+atom+hingga+teori+mekanika+kuan tum&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a diakses pada Rabu, 2 0ktober 2013
  • 17. 17