10. teknik analisis gender

8,317 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,317
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
154
Actions
Shares
0
Downloads
272
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

10. teknik analisis gender

  1. 1.  Analisis Gender: Cara memandang secara sistematis berbagai macam akibat yg ditimbulkan oleh pembangunan pada perempuan & laki-laki. Perlu pemilahan data terpilah. Tujuan: Perencanaan pembangunan yang berwawasan gender atau yg peka gender Kerangka analisis: merupakan alat untuk evaluasi awal atas suatu situasi atau proyek & alat untuk mengkaji kebutuhan gender pada setiap tahap suatu siklus proyek
  2. 2.  MOSER SWOT HARVARD DLL
  3. 3.  Mencoba memilahkan proyek pembangunan berdasarkan kriteria: 1. Pada peran apa perempuan dilibatkan (Peran produktif, reproduktif, atau peran kemasyarakatan) 2. Kebutuhan gender mana yang ingin dipenuhi oleh proyek itu (bersifat praktis atau strategis) 3. Pendekatan kebijakan mana yang dipakai sebagai dasar munculnya proyek (kesejahteraan, anti kemiskinan, efisiensi, kesamaan, atau pemberdayaan)Metode ini mencoba mengkaitkan konsep tentang peran gender, kebutuhan gender, pendekatan atas kegiatan sehari-hari para pelaksana pembangunan
  4. 4.  Pekerjaan Produksi: Barang & jasa untuk konsumsi & perdagangan (petani, pedagang, dll) yang mendatangkan upah/ pendapatan perempuan & laki-laki dapat dilibatkan, tetapi fungsi & tanggung jawab berbeda sesuai pembagian kerja. → biasanya untuk perempuan kurang terlihat & dihargai
  5. 5.  Pekerjaan Reproduktif: Pekerjaan kerumahtanggaan (pemeliharaan RT, merawat anak, mencari kayu bakar, belanja, dll). Pekerjaan ini penting untuk kelangsungan hidup manusia tetapi jarang dianggap pekerjaan sesungguhnya. Pada masyarakat miskin pekerjaan tersebut hampir selalu menjadi tanggungjawab perempuan & anak.
  6. 6.  Pekerjaan Kemasyarakatan: Bersifat sosial (PKK, Posyandu, Peringatan Hari Besar, dll). Pekerjaan ini jarang diperhitungkan dalam analisis ekonomi, namun menyita banyak waktu.
  7. 7.  Kebutuhan Praktis: Penyediaan air bersih, perawatan kesehatan, penyediaan makanan, dll. (kebutuhan jangka pendek) Kebutuhan Strategis: Mengurangi beban rumah tangga, menghilangkan UU yang diskriminatif, akses kredit, mengatasi subordinasi perempuan, dst. (kebutuhan jangka panjang)
  8. 8. Kebutuhan Peranan yg ditonjolkan Gender Pendekatan Pro yek kebijakan Ketr Reprod Strate Produktif Sosial Praktis uktif gisMencangkulMenanam padiMenyiangirumputMemupuk padiMemanem padiMenyimpan 2,dst
  9. 9. Pendekatan Kebijakan
  10. 10.  Merupakan suatu teknik analisis manajemen dengan cara mengidentifikasi secara internal mengenai kekuatan dan kelemahan dan secara eksternal mengenai peluang dan ancaman. Aspek internal dan eksternal dipertimbangkan dalam kaitan dengan konsep strategis dalam rangka menyusun program aksi. Langkah-langkah/tindakan untuk mencapai tujuan kegiatan dengan cara memaksimalkan kekuatan dan peluang, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman Dapat mengurangi resiko dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan.
  11. 11. LANGKAH-LANGKAH SWOT: Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Mengidentifikasi peluang dan ancaman Analisis keterhubungan kunci internal dan eksternal Setelah dianalisis berdasarkan langkah di atas susunlah Rencana Aksi yang berisi kegiatan gender dengan cara: Susun langkah/tindakan berdasarkan konsep yang bernilai strategis Langkah/tindakan diurut dari awal sampai akhir Sediakan tujuan dan sasaran dalam setiap langkah dan tindakan Tetapkan penanggung jawab setiap langkah/tindakan Tetapkan waktu setiap langkah Tetapkan kegiatan tersebut dilaksanakan Tetapkan indikator penilaian Penjadwalan
  12. 12. Kerangka Harvard disebut GFA (Gender Framework Analysis), sbg landasan untk profil gender.Kerangka tersusun atas elemen: profil aktivitas: produktif, reproduktif, dan aktifitas sosial.Profil akses & kontrol memuat daftar sumberdaya yang diperlukan, dan manfaat yang diperoleh dr melakukan aktivitas tsb.
  13. 13.  Profil kegiatan: umur, alokasi waktu, reward Profil akses dan kontrol: siapa yang memiliki akses dan kontrol terhadap sumberdaya dan manfaatnya Analisis faktor: faktor yang menyebabkan perbedaan laki-laki dan perempuan Siklus proyek: apakah ada manfaat proyek yang direncanakan
  14. 14. A. Aktivitas Produktif Wanita/ Anak wanita Pria/ Anak LakiPertanian: Aktivitas 1 Aktivitas 2, dstPekerjaan sampingan: Aktivitas 1 Aktivitas 2, dstBekerja di luar: Aktivitas 1 Aktivitas 2, dstB. Aktivitas ReproduktifTerkait dengan air: Aktivitas 1 Aktivitas 2, dstTerkait dengan bahan bakar:Penyiapan makanan:Merawat anak:Terkait dengan kesehatan:Membersihkan dan perbaikan:Terkait dengan pasar:Lainnya:
  15. 15. Akses KontrolSumberdaya WANITA PRIA WANITA PRIA Tanah Peralatan Tenaga Kerja Uang kas Pendidikan/ pelatihan, dsb LainnyaManfaat Pendapatan dari Luar Pemilikan kekayaan Kebutuhan Dasar (Sandang, Pangan, Papan) Pendidikan Kekuasaan politik/ prestise, dsb Lainnya 3. Faktor yang Mempengaruhi Hambatan-hambatanPolitisEkonomisBudayaPendidikanLingkunganHukum, dsb
  16. 16.  Perencanaan yang responsif gender adalah perencanaan yang dilakukan dengan memasukkan perbedaan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan & laki-laki
  17. 17.  Kebijakan/program/proyek/kegiatan → Makro dan Mikro Tingkat Nasional, Propinsi dan Kabupaten Kota. Program Nasional merujuk PROPENAS, PROPINSI, Kab./Kota Merujuk PROPEDA
  18. 18.  Tersusunnya rencana kebijakan, program, proyek dan kegiatan pembangunan bidang pendidikan yang responsif gender di berbagai tingkat nasional, propinsi, kab./kota
  19. 19.  Gender analisis pathway : Alat analisis yang membantu perencanaan kebijakan atau perencanaan program pembangunan. Dapat mengidentifikasi kesenjangan gender Dalam perencanaan dapat digunakan :  Gender analysis pathway dan policy  Out look and plan of action (GAP & POP)
  20. 20. 1. Tujuan dan atau Sasaran Program/Proyek/Kegiatan Pembangunan Saat ini Formulasi Kebijakan 2. Data Pembuka Rencana Aksi Responsif Gender Wawasan (Terpilih Responsif menurut Jenis Kelamin) 5. Perumusan P Kembali Gender Kuantitatif E Kualitatif Kebijakan/Program 7. L / Proyek/Kegiatan Rencana A Pembangunan Aksi PAMANTAUAN K yang Ressponsif DAN S 3. Fktor Penyebab Gender EVALUASI A Kesenjangan Gender N Akses Kontriol 8. A Partisipasi 6. Indikator Sasaran A Manfaat Gender N 4. Masalah Gender Apa Dimana Mengapa Bagaimana
  21. 21.  Menganalisis kebijakan pembangunan yang ada dengan menggunakan data pembuka wawasan secara terpilah → mengidentifikasi kesenjangan gender dan permasalahan gender (gender gap & gender issues). Umumnya kebijakan, program, proyek & kegiatan yang ada masih netral gender
  22. 22.  Apa tujuan/sasaran kebijakan/program/ proyek/pembangunan Apa komitmen diintegrasikan tujuan/sasaran Contoh : Mengupayakan perluasan & pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan pada setiap jenjang pendidikan, contoh : kebijakan pembangunan yang netral gender
  23. 23.  Contoh data kwantitatif : presentasi penduduk melek huruf, angka partisipasi murni (APM) SD, SLTP, dan PT secara terpilih
  24. 24.  Digunakan faktor : akses, kontrol, partisipasi & manfaat. Contoh : Apabila data pembuka wawasan (langkah 2) menunjuk angka tidak sama antara perempuan dan laki-laki kesenjangan nilai budaya, ekonomi keluarga.
  25. 25.  Berdasarkan 4 faktor pada langkah 3  Masalah gender apa  Dimana terjadi kesenjangan  Apa akar permasalahan Contoh : Masalah pokok kesenjangan Kesenjangan gender pada SLTA lebih disebabkan oleh faktor kebijakan pendidikan, terutama persebaran fasilitas pendidikan (jumlah sekolah) belum merata dll.
  26. 26.  Dari input keseluruhan proses analisis gender (langkah 4) Langkah apa yang diperlukan untuk mengatasi kesenjangan yang ada Alternatif kebijakan/program/proyek apa yang dikembangkan untuk memperkecil/menghilangkan kesenjangan gender Contoh : Mengupayakan perluasan & pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan pada setiap jenjang pendidikan dengna memperhatikan kesetaraan gender.
  27. 27.  Indikator apa saja yang dapat diidentifikasi :  Untuk mengukur pelaksanaan kebijakan/program/proyek/kegiatan pembangunan yang responsif gender yang responsif gender  Menjelaskan faktor-faktor kesenjangan  Ukuran kebersihan Contoh : APM, APK, TK, SLTP dan SLTA
  28. 28.  Berdasarkan kebijakan/program/proyek/ kegiatan pembangunan yang responsif gender perlu disusun rencana aksi → untuk mengurangi/menghilangkan kesenjangan. Contoh : Memberikan beasiswa dengan memperhatikan keselarasan gender.
  29. 29.  sasaran apa yang perlu dirumuskan Pastikan bahwa dengan rencana aksi tersebut, maka kesenjangan gender berkurang/hilang. Contoh : Penerimaan beasiswa perempuan lebih besar daripada penerima laki-laki.
  30. 30.  Diperlukan dana : di tingkat program di tingkat proyek di tingkat kegiatan Untuk itu diperlukan suatu analisis penganggaran yang responsif gender dengan ciri :  Perlu keterlibatan (partisipasi) perempuan dan laki- laki secara bersama.  Diarahkan untuk membiayai program/proyek dan kegiatan yang memberi manfaat secara adil bagi laki- laki dan perempuan.  Untuk membiayai kebutuhan praktis dan strategis Terkoordinasi antara DPR/DPRD dengan lembaga eksekutif dan masukan dari Lemlit, PT dan organisasi non pemerintah

×