Manajemen Konflik

46,299 views

Published on

Published in: Education, Business
2 Comments
16 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
46,299
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
24,190
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
2
Likes
16
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Manajemen Konflik

  1. 1. Management Konflik Kelompok 5 IKMB ‘08
  2. 2. <ul><li>Gerardin Ranind Kirana </li></ul><ul><li>Nanda Permata L. </li></ul><ul><li>Era Puspitasari </li></ul><ul><li>Aditya Tetra </li></ul><ul><li>Yesita Minda </li></ul><ul><li>Nur Saidatul Ulfah </li></ul><ul><li>Citra Ratna Sari </li></ul><ul><li>Ovy Puspitasari </li></ul><ul><li>Fufut Tri N. </li></ul>
  3. 3. Konflik organisasi ( organizational conflict ) Adalah ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota atau kelompok – kelompok organisasi, biasanya timbul karena adanya kenyataan berbeda bagi mereka tentang pembagian sumberdaya yang terbatas, status, tujuan, nilai atau persepsi dan kegiatan – kegiatan. <ul><li>Konflik biasanya timbul karena tiga masalah yaitu: </li></ul><ul><li>masalah komunikasi . </li></ul><ul><li>hubungan pribadi . </li></ul><ul><li>struktur organisasi. </li></ul><ul><li>Suatu konflik muncul dalam sebuah organisasi, penyebabnya selalu diidentifikasikan sebagai komunikasi yang kurang baik. Disinilah manajer dituntut untuk memenuhi sisi lain dari ketrampilan interpersonalnya, yaitu kemampuan untuk menangani dan menyelesaikan konflik. </li></ul>
  4. 4. Intervensi (campur tangan) pihak ketig a <ul><li>Arbitrase ( arbitration ) : </li></ul><ul><li>Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang mencari pemecahan mengikat. </li></ul><ul><li>Penengahan ( mediation ) : </li></ul><ul><li>Menggunakan mediator yang diundang untuk menengahi sengketa. </li></ul><ul><li>Konsultasi : </li></ul><ul><li>Untuk memperbaiki hubungan antar kedua pihak serta mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan konflik. </li></ul>
  5. 5. Hal - hal yang Perlu Diperhati-kan Dalam Mengatasi Konflik : <ul><li>Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif. </li></ul><ul><li>Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi. </li></ul><ul><li>Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut hak karyawan. </li></ul><ul><li>Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul. </li></ul><ul><li>Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis. </li></ul><ul><li>Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok / unit kerja. </li></ul><ul><li>Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua unit / eselon merupakan mata rantai organisasi yang saling mendukung, jangan ada yang merasa paling hebat. </li></ul><ul><li>Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling pengertian antar unit / departemen / eselon . </li></ul>
  6. 6. Konflik merupakan proses yang dinamis, bukannya kondisi statis. Pendekatan yang baik untuk menggambarkan proses suatu konflik suatu konflik antara lain sebagai berikut : <ul><li>Antecedent Conditions or latent Conflict </li></ul><ul><li>Merupakan suatu kondisi yang berpotensi menyebabkan atau mengawali suatu terjadinya konflik.Pada kondisi seperti ini dikatakan konflik bersifat laten, yaitu berpotensi untuk muncul, tapi dalam kenyataannya tidak terjadi. </li></ul><ul><li>Perceived Conflict </li></ul><ul><li>Agar konflik dapat berlanjut, kedua belah pihak harus menyadari bahwa mereka dalam keadaan terancam dalam batas-batas tertentu. </li></ul><ul><li>Felt Conflict </li></ul><ul><li>Persepsi berkaitan erat dengan perasaan. Karena itulah jika orang merasakan adanya perselisihan baik secara aktual maupun potensial, ketegangan, frustasi, rasa marah, rasa takut, maupun kegusaran akan bertambah. </li></ul><ul><li>Manifest Conflict </li></ul><ul><li>R eaksi yang mungkin muncul pada tahap ini; argumentasi, tindakan agresif, atau bahkan munculnya niat baik yang menghasilkan penyelesaian masalah yang konstruktif. </li></ul>
  7. 7. <ul><ul><li>Conflict Resolution or Suppression </li></ul></ul><ul><ul><li>Conflict resolution atau hasil suatu konflik dapat muncul dalam berbagai cara. Kedua belah pihak mungkin mencapai persetujuan yang mengakhiri konflik tersebut. </li></ul></ul><ul><ul><li>Conflict Alternatif </li></ul></ul><ul><li> Ketika konflik terselesaikan, tetap ada perasaan yang tertinggal. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Menurut Ross (1993) </li></ul><ul><li>M anajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif. </li></ul><ul><li>Stephen P. Robbins-1974 </li></ul><ul><li>“ Managing organizational conflict ” mengemukakan bahwa perbedaan pandang antara pandangan lama tantang konflik yang disebutnya pandangan tradisional dan pandangan baru tentang konflik yang disebutnya pandangan interaksionis. </li></ul><ul><li>Minnery (1980) </li></ul><ul><li>M anajemen konflik merupakan proses, sama halnya dengan perencanaan kota merupakan proses. </li></ul>
  9. 9. Manajemen Konflik dalam Komunikasi <ul><li>Asumsi setiap orang memiliki kecenderungan tertentu dalam menangani konflik.Terdapat 5 kecenderungan : </li></ul><ul><li>Penolakan : konflik menyebabkan tidak nyaman </li></ul><ul><li>Kompetisi : konflik memunculkan pemenang </li></ul><ul><li>Kompromi : ada kompromi dan negosiasi dalam konflik untuk meminimalisasi kerugia n </li></ul><ul><li>Akomodasi : ada pengorbanan tujuan pribadi untuk mempertahankan hubungan </li></ul><ul><li>Kolaborasi : mementingkan dukungan dan kesadaran pihak lain untuk bekerja bersama-sam a. </li></ul>
  10. 10. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan : <ul><li>Disiplin </li></ul><ul><li>Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan </li></ul><ul><li>Komunikasi </li></ul><ul><li>Mendengarkan secara aktif </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Fisher (2001) menggunakan istilah transformasi konflik secara lebih umum dalam </li></ul><ul><li>menggambarkan situasi secara keseluruhan. </li></ul><ul><li>Pencegahan Konflik, bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik yang keras. </li></ul><ul><li>Penyelesaian Konflik, bertujuan untuk mengakhiri perilaku kekerasan melalui persetujuan damai. </li></ul><ul><li>Pengelolaan Konflik, bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong p erubahan perilaku positif bagi pihak yang terlibat. </li></ul><ul><li>Resolusi Konflik, solusi ini menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun h ubungan baru dan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan. </li></ul><ul><li>Transformasi Konflik, mengatasi sumber konflik sosial dan politik yan g lebih luas dan berusaha mengubah kekuatan negatif dari peperangan menjadi kekuatan sosial dan politik yang positif. </li></ul>
  12. 12. Metode pengelolaan konflik <ul><li>Metode Stimulasi konflik </li></ul><ul><li>Metode pengurangan konflik </li></ul><ul><li>Metode penyelesaian konflik </li></ul><ul><li>Pada metode penyelesaian ini ada 3 cara yang dilakukan, yaitu : </li></ul><ul><li>a. Dominasi dan penekanan </li></ul><ul><li> Cara ini ada bermacam bentuk antara lain: Memaksa ( Forcing ) , </li></ul><ul><li> Membujuk ( Smoothing ) , Menghindari ( Avoidence ) , Keinginan Mayoritas ( Majorit y Rule ) , b. Kompromi </li></ul><ul><li> Bentuk-bentuk kompromis mencakup : </li></ul><ul><li> Separasi ( Separation ) , Arbitrasi ( Arbitration ) , Mengambil keputusan berdasarkan faktor kebetulan ( Settling by chance ) , Menyogok ( Bribing ) c. Penyelesaian secara integratif </li></ul><ul><li> Ada tiga macam tipe metode penyelesaian konflik secara integrative yaitu metode (a) Consensus ( concencus ); (b) Konfrontasi ( Confrontation ); dan (c) Penggunaan tujuan-tujuan superordinat ( Superordinate goals ) . </li></ul>
  13. 13. Strategi <ul><li>Menghindar </li></ul><ul><li>Mengakomodasi </li></ul><ul><li>Kompetisi </li></ul><ul><li>Kompromi atau Negosiasi </li></ul><ul><li>Memecahkan Masalah atau Kolaborasi </li></ul>
  14. 14. Meminimalisir konflik dengan komunikasi efektif <ul><li>Ada lima macam gaya komunikasi yang dapat memicu konflik : </li></ul><ul><li>Komunikasi Negatif </li></ul><ul><li>Komunikasi Blaming </li></ul><ul><li>Komunikasi Superior </li></ul><ul><li>Komunikasi Tidak Jujur </li></ul><ul><li>Komunikasi Selektif </li></ul>
  15. 15. Untuk menjelaskan berbagai alternatif penyelesaian konflik dipandang dari sudut menang – kalah masing-masing pihak, ada empat kuadran manajemen konflik : <ul><li>Kuadran Kalah-Kalah (Menghindari konflik) </li></ul><ul><li>Kuadran Menang-Kalah (Persaingan) </li></ul><ul><li>Kuadran Kalah-Menang (Mengakomodasi) </li></ul><ul><li>Kuadran Menang-Menang (Kolaborasi) </li></ul>

×