Ramadhan sebagai waktu untuk berlatih

1,189 views

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,189
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
16
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ramadhan sebagai waktu untuk berlatih

  1. 1. Ramadhan sebagai waktu untuk belajar<br />Bismillahirrahmanirrahimm<br />Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Allahumma solli wasallim 'ala saiyidina Muhammadiw. wala alihi wasahbihi ajma'in.<br />Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. <br />Segala pujian hanya bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Shalawat dan salam kita sampaikan untuk Rasul junjungan kita, Nabi Muhammad s.a.w. <br />Cucurilah rahmat dan rahimMu ke atas majlis yang diadakan pada hari ini. Berkatilah ia dari awal hingga akhirnya.<br />Topik yang ingin saya sampaikan kali ini adalah tentang “Ramadhan sebagai waktu untuk belajar”.<br />Ramadhan adalah bulan yang khusus, karena berbeda dengan bulan-bulan yang lain, di bulan ini kita melaksanakan ibadan shaum (puasa). Ibadah shaum inilah yang membuat Ramadhan menjadi spesial.<br />Pada bulan ini kita banyak belajar. Banyak hal ternyata.<br />Pelajaran pertama adalah latihan kejujuran iman. Pada bulan ini, kita berpuasa. Kita puasa atau tidak, tidak ada yang tahu dan tidak ada yang peduli. Ini benar-benar antara kita dan Allah semata. Kita juga bisa cari-cari alasan untuk tidak berpuasa, seperti pura-pura sakit, sedang dalam perjalanan (musafir), atau malah pura-pura lupa puasa (langsung minum). Ini adalah latihan yang paling dasar; entah yang paling mudah atau paling susah.<br />Pelajaran kedua adalah latihan untuk mendisiplinkan diri. Setidaknya, di bulan puasa ini kita makan tepat waktu; pada saat sahur dan telebih-lebih pada saat buka puasa. Hampir semua orang berbuka puasa tepat pada waktunya. Bahkan sebelum waktunya berbuka puasa sudah bersiap-siap. Kita belajar berdisiplin untuk waktu makan.<br />Di luar bulan Ramadhan, banyak di antara kita yang tidak disiplin dalam waktu makan. Seringkali kesibukan pekerjaan, sekolah, dan lain-lain membuat kita makan tidak tepat waktu. Waktu makan seringkali ngaco. Akibatnya ada yang jatuh sakit karena makan yang tidak teratur ini. Maka di bulan Ramadhan ini kita belajar untuk berdisiplin soal waktu makan ini. Banyak yang justru menjadi sehat dan naik berat badannya.<br />Masih soal disiplin, di bulan Ramadhan ini menjadi waktu di mana kita berlatih untuk disiplin dalam waktu shalat. Setidaknya kita berusaha untuk shalat tepat waktu.<br />Menariknya adalah kalau di bulan lain mungkin kita lebih susah untuk tepat waktu karena lingkungan yang membuat kita sulit, misalnya ada pandangan atau tuduhan kita terlalu agamis (Islamis) dan bahkan fundamentalis. Di bulan Ramadhan, kita bebas dari tudingan seperti itu. Justru kita diharapkan untuk bisa lebih Islamis. Maka kita manfaatkan waktu ini untuk belajar.<br />Sebetulnya kita bisa perluas lagi tentang disiplin ini ke hal-hal lain, seperti disiplin dalam berlalu lintas, disiplin dalam bekerja, dan masih banyak lainnya.<br />Mudah-mudahan disiplin yang kita latih di bulan Ramadhan ini tetap melekat kepada kita meskipun Ramadhan sudah berlalu.<br />Pelajaran ketiga adalah puasa melatih kita untuk mengendalikan diri, bersabar. Jika ada hal-hal yang membuat kita marah atau kesal atau emosi, maka kita membuang semua itu dengan mengatakan bahwa … kita sedang puasa. Sabar, sabar, sabar.<br />Bukan saja kita bersabar ketika orang lain melakukan banyak kesalahan, tetapi kita juga berusaha untuk tidak membuat orang lain emosi. Sebagai contoh, dalam berlalu lintas kita berusaha bersabar untuk tidak nyodok dan antri. (Ini khususnya menjelang buka puasa.)<br />Semoga kesabaran yang kita latih di bulan Ramadhan ini tetap melekat.<br />Pelajaran keempat adalah puasa melatih kita untuk merasakan penderitaan orang yang kelaparan. Percaya atau tidak, di negara kita yang kaya raya ini masih banyak orang yang kekurangan makanan. Bukan hanya kekurangan makanan tapi betul-betul kelaparan. Puasa mengajari kita untuk merasakan hal ini, karena jika kita hanya mendengarkan cerita (atau berteori saja) maka kita tidak dapat memahaminya. Setelah kita melakukannya kita baru bisa merasakan.<br />Jika ada obat untuk menghilangkan rasa lapar, bolehkah kita minum di bulan Ramadhan ini? Menurut saya tidak boleh. Justru pelajaran merasakan lapar ini yang penting sehingga kalau ditiadakan maka akan hilang salah satu makna atau pelajaran puasa. Puasa tidak sekedar tidak makan saja, tetapi merasakan rasa lapar.<br />Diceritakan bahwa ketika Nabi Yusuf (as) menjadi pejabat (memegang perbendaharaan negara), maka dia berpuasa untuk merasakan kesusahan orang yang lapar.<br />Menariknya, di bulan Ramadhan ini justru sering banyak cobaan. Pekerjaan bukannya berkurang, malah bertambah. Kesehatan kita juga terganggu, tetapi kita tetap berusaha puasa semampu kita.<br />Tapi jangan khawatir, Allah tidak akan memberikan cobaan yang di luar kemampuan kita.<br />Semua pelajaran di atas tidak hanya kita seorang yang melakukannya di bulan Ramadhan ini, melainkan beramai-ramai. Jadi kita banyak teman untuk melakukannya. Kita tidak terlihat aneh atau mendapat tudingan ini dan itu. Inilah salah satu hal mengapa kita perlu manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kapan lagi kalau bukan Ramadhan?<br />Demikian pembahasan secara singkat mengenai bulan Ramadhan sebagai waktu untuk kita belajar dan berlatih. Semoga bermanfaat.<br />billahi taufik wal hidayah. wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. <br />

×