Sistem manajemen pertamina

5,836 views

Published on

  • Be the first to comment

Sistem manajemen pertamina

  1. 1. PROFIL PERTAMINA • PERTAMINA ADALAH HASIL GABUNGAN DARI PERUSAHAAN PERTAMIN DENGAN PERMINA YANG DIDIRIKAN PADA TANGGAL 10 DESEMBER 1957. PENGGABUNGAN INI TERJADI PADA 1968.[1] DIREKTUR UTAMA (DIRUT) YANG MENJABAT SAAT INI ADALAH KAREN AGUSTIAWAN YANG DILANTIK OLEH MENNEG BUMN SYOFAN DJALIL PADA 5 FEBRUARI 2009 MENGGANTIKAN DIRUT YANG LAMA ARI HERNANTO SOEMARNO. • KEGIATAN PERTAMINA DALAM MENYELENGGARAKAN USAHA DI BIDANG ENERGI DAN PETROKIMIA, TERBAGI KE DALAM SEKTOR HULU DAN HILIR, SERTA DITUNJANG OLEH KEGIATAN ANAK-ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN PATUNGAN. • DI TAHUN 2013, PERTAMINA MENEMPATI PERINGKAT 122 DARI 500 PERUSAHAAN TERBAIK DUNIA VERSI FORTUNE GLOBAL[4].
  2. 2. PRESTASI PERTAMINA : • CEO, CFO DAN INVESTOR RELATIONS PERTAMINA TERBAIK PADAASIAN EXCELLENCE RECOGNITIONS AWARDS 2013. • PERTAMINA RAIH INDONESIA SUSTAINABLE BUSINESS AWARDS (ISBA) 2012 DENGAN KATEGORI INDUSTRY CHAMPIONS ENERGY. • PERTAMINA RAIH EMERGING MARKETS AWARD PADA TAHUN 2013. • PERTAMINA MERAIH DUA PENGHARGAANSEBAGAI WINNER – BEST CSR REPORTING IN ANNUAL REPORT DAN RUNNER UP 2 – BEST SUSTAINABILITY REPORT ON WEBSITE OLEH NATIONAL CENTER FOR SUSTAINABILITY REPORTING(NCSR) DALAM AJANG INDONESIA SUSTAINABILITY REPORTING AWARD (ISRA).
  3. 3. PLANNING : MENJADI PERUSAHAAN ENERGI NASIONAL KELAS DUNIA. MENJALANKAN USAHA MINYAK, GAS, SERTA ENERGI BARU DAN TERBARUKAN SECARA TERINTEGRASI, BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP KOMERSIAL YANG KUAT.
  4. 4. STRATEGI BISNIS : EKSPLORASI DAN PRODUKSI MENINGKATKAN PRODUKSI DARI LAPANGAN EKSISTING. MELAKUKAN ALIANSI STRATEGIS UNTUK EKSPANSI MAUPUN MEMBANGUN KEMAMPUAN SPESIFIK. NON EKSPLORASI DAN PRODUKSI MENINGKATKAN BISNIS PERNIAGAAN GAS DI DALAM NEGERI SERTA MEMANFAATKAN PELUANG UNTUK MEMPERBESAR BISNIS TRANSPORTASI DAN PEMROSESAN GAS MELALUI SINERGISITAS DENGAN AP PERTAMINA LAINNYA. PRO AKTIF DALAM PERUMUSAN PRICING POLICY SELARAS DENGAN KEBIJAKAN NASIONAL. PENINGKATAN KAPASITAS DAN KEMAMPUAN SPESIFIK JASA PENGEBORAN UNTUK MENUNJANG RENCANA EKSPANSI PERUSAHAAN.
  5. 5. ORGANIZING :
  6. 6. CONTROLLING : DISADARI BAHWA HAMPIR SEMUA KEGIATAN OPERASI RIG, OPERASI PEMBORAN DAN KERJA ULANG MEMILIKI RESIKO YANG TINGGI SEHINGGA PERLU METODE–METODE DAN PROSEDUR KERJA UNTUK MENGURANGI RESIKO TERSEBUT. SEMUA PEKERJA, KONTRAKTOR ATAU PEMASOK YANG BEKERJA UNTUK PT. PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA DIHARUSKAN MEMPELAJARI, MEMAHAMI DAN MEMATUHI MANUAL, PROSEDUR DAN ATURAN HSE PERUSAHAAN, STANDAR PRAKTIS INDUSTRI SEJENIS, SERTA PERATURAN DAN PERUNDANG– UNDANGAN PEMERINTAH YANG BERLAKU. DENGAN BEGITU PERTAMINA JUGA MENGELUARKAN BEBERAPA KEBIJAKAN, SEBAGAI CONTOH : 1. KEBIJAKAN LARANGAN PEMAKAIAN NARKOBA, MINUMAN KERAS DAN MEROKOK 2. KEBIJAKAN MUTU
  7. 7. ACTUATING : DALAM MENJALANKAN KEGIATAN USAHANYA, PERUSAHAAN HARUS: • MEMERHATIKANASPEK-ASPEK PENGATURAN YANG BERASAL DARI PIHAK EKSTERNAL PERUSAHAAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA. • MEMATUHI KEBIJAKAN/ REGULASI/ PENGATURAN INSTANSI PEMERINTAH TERKAIT. • MEMATUHI KEBIJAKAN/ REGULASI/ PENGATURAN BADAN USAHA HILIR MIGAS (BPH MIGAS) YANG MEMBIDANGI PENGATURAN MENGENAI PENGAWASAN TERHADAP PELAKSANAAN PENYEDIAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BBM DAN PENGANGKUTAN GAS BUMI MELALUI PIPA.
  8. 8. KEBIJAKAN & MANAJEMEN SISTEM PERTAMINA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN OLEH PERTAMINA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN : • SISTEM MANAJEMEN MUTU SECARA KONSISTEN. • SISTEM MANAJEMEN RESIKO DALAM PENCAPAIAN HASIL USAHA. • MANAJEMEN LINGKUNGAN, UNTUK MENCIPTAKAN PROSES KERJA YANG RAMAH LINGKUNGAN. • SISTEM MANAJEMEN PERLINDUNGAN INFORMASI, UNTUK MENJAGA KERAHASIAAN DAN MENYEDIAKAN INFORMASI YANG HANDAL. • PEDOMAN TATA NILAI PERUSAHAAN BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP CLEAN, COMPETITIVE, CONFIDENTS, CUSTOMER FOCUSED, COMMERCIAL DAN CAPABLE.
  9. 9. SISTEM MANAJEMEN PERTAMINA BEBERAPA MANAJEMEN YANG DITERAPKAN DI PERTAMINA : •MANAJEMEN AKUNTANSI •MANAJEMEN PERSEDIAAN •MANAJEMEN SDM •MANAJEMEN PEMASARAN
  10. 10. KESEHATAN, KESELAMATAN, KEAMANAN, LINGKUNGAN, LATIHAN (K3LL) K3LL ADALAH SALAH SATU WUJUD MANAJEMEN SDM DI PERTAMINA. K3LL MERUPAKAN CARA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAUPUN KEAHLIAN PEKERJANYA DAN LINGKUNGAN KERJA YANG RAMAH LINGKUNGAN. 1. KESEHATAN : KESEHATAN ADALAH ASET YANG SANGAT PENTING DALAM BEKERJA DAN BERAKTIFITAS, SEHINGGA PERTAMINA MENGADAKAN PROGRAM-PROGRAM UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN PEKERJANYA. TUJUAN : • MENCEGAH PENYAKIT AKIBAT KERJA. • MENCIPTAKAN IKLIM KERJA YANG SEHAT SERTA MENDUKUNG KESEHATAN PEKERJA SECARA OPTIMAL.
  11. 11. 2. KESELAMATAN : PERTAMINA BESERTA MANAJEMEN DAN PEKERJANYA SANGAT MEMPERHATIKAN ASPEK-ASPEK KESELAMATAN DALAM BEKERJA DAN BERAKTIFITAS. KESELAMATAN ADALAH PRIORITAS UTAMA YANG TIDAK DAPAT DIABAIKAN, WALAUPUN PENCAPAIAN-PENCAPAIAN LAIN DALAM HAL PRODUKSI DAN PEMASARAN ADALAH TUJUAN PERUSAHAAN. PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI DAN KEBERHASILAN PEMASARAN AKAN MENJADI PERCUMA JIKA ASPEK KESELAMATAN TIDAK DIPERHATIKAN, UNTUK ITULAH SEMUA PEKERJA BERKOMITMEN DALAM HAL MENDUKUNG DAN MEMPERHATIKAN ASPEK KESELAMATAN DALAM BEKERJA. TUJUAN : • TANPA INSIDEN. • MENGHILANGKAN FAKTOR-FAKTOR RESIKO KECELAKAAN KERJA.
  12. 12. 3. KEAMANAN : KEAMANAN DALAM LINGKUNGAN KERJA MERUPAKAN FAKTOR UTAMA UNTUK TERCIPTANYA SUASANA KERJA YANG KONDUSIF SEHINGGA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PEKERJA DAN PERALATAN KERJA. PERTAMINA MEMPUNYAI SISTEM MANAJEMEN PENGAMANAN YNG DISINGKAT DENGAN SMP YAITU SISTEM PENGAMANAN TERPADU YANG DISUSUN OLEH KEPOLISIAN RI DIMANA DILAKUKAN AUDIT/VERFIKASI SECARA RUTIN OLEH SEBUAH TIM DARI KEPOLISIAN RI. TUJUAN : •TANPA KEHILANGAN ASSET AKIBAT PENCURIAN. •TANPA TERHENTINYA OPERASI AKIBAT GANGGUAN KEAMANAN.
  13. 13. 4. LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN SUDAH MENJADI PRIORITAS UTAMA DALAM OPERASI PERUSAHAAN BAIK DI KANTOR PUSAT MAUPUN UNIT-UNIT OPERASI, DIMANA PROSES EKSPLORASI, PRODUKSI, PENGOLAHAN, DISTRIBUSI MAUPUN PENYIMPANAN (STORAGE) HARUS MENGEDEPANKAN ASPEK LINGKUNGAN YANG RAMAH LINGKUNGAN, TANPA PENCEMARAN DAN EMISI/RADIASI MAUPUN LIMBAH BERACUN SERTA MENINGKATKAN PEMAKAIAN ENERGI SECARA EFISIEN. TUJUAN : • TANPA PENCEMARAN LINGKUNGAN, TUMPAHAN MINYAK. • TANPA LIMBAH BERBAHAYA. • KOMITMEN DALAM PENGURANGAN EMISI TERHADAP LINGKUNGAN. • KOMITMEN DALAM PEMAKAIAN ENERGI (ENERGY EFICIENCY).
  14. 14. 5. LATIHAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN KEAHLIAN DALAM ASPEK HSE MERUPAKAN PRIORITAS DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DI PERTAMINA, SEHINGGA SETIAP PEKERJA WAJIB MENJALANI SAFETY MANDATORY TRAINING, HSE TRAINING MODULE UNTUK ASPEK OPERASI DAN HSE LEADERSHIP TRAINING DENGAN STANDAR INTERNASIONAL. UNTUK NAIK KE JENJANG JABATAN YANG LEBIH TINGGI, MAKA SEORANG PEKERJA WAJIB MENGIKUTI PELATIHAN MODUL HSE YANG SESUAI DENGAN JABATAN YANG AKAN DICAPAINYA DALAM WAKTU TERTENTU. TUJUAN : •MEMPUNYAI SKILL DAN KEMAMPUAN ASPEK HSE SESUAI JABATAN DAN PEKERJAAN.
  15. 15. FYI : PT PERTAMINA (PERSERO) MEMULAI PENJUALAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) KE LUAR NEGERI MELALUI PENJUALAN DI SEKTOR PERKAPALAN (MARINE). PENJUALAN PERDANA INI MELAYANI PASOKAN BBM MARINE KEPADA PERUSAHAAN KAPAL PESIAR CRUISE CLASSIC INTERNATIONAL AUSTRALIA. PENJUALAN PERDANA INI DIGUNAKAN UNTUK MEMASOK BBM MARINE KAPAL PESIAR MV PRINCESS DAPHENE DI PERAIRAN WEST POINT CRUISE TERMINAL SINGAPORE. PENJUALAN PERDANA INI MERUPAKAN BAGIAN DARI KONTRAK PENJUALAN BBM SELAMA 6 BULAN KEPADA PERUSAHAAN AUSTRALIA TERSEBUT DENGAN NILAI KONTRAK US$3 JUTA.

×