Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Lahirnya suku suku dikecamatan kepenuhan

291 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Lahirnya suku suku dikecamatan kepenuhan

  1. 1. Sejarah Lahirnya Suku-suku di KepenuhanBhinneka tunggal ika adalah semboyan pemersatu dari segala suku yang ada dibuminusantara dari sabang sampai merauke,mereka diikat oleh kesatuan yang tak dapatdipisahkan. Salah satu kebhinneka tunggal ika itu termasuklah suku yang adadiluhak Kepenuhan Kab.Rokan hulu-Riau. Suku-suku ini hidup saling berdampingantanpa ada suatu perbedaan yang dapat memisahkan mereka atau sesuatu yang akanmemecah belahkan keberadaan kesukuan yang dijunjung didaerah ini, kebhinekaandaerah ini terletak pula pada semboyannya yaitu “Bisik Montok Uwang Koponuhan“.Semboyan ini adalah melambangkan jati dari kesukuan diadat luhak kepenuhan.Karena luhak kepenuhan termasuk dalam kelompok luhak nan-limo yaitu :1. Luhak Rokan2. Luhak Kunto Darussalam3. Luhak Rambah4. Luhak Tambusai5. Luhak KepenuhanLuhak Rokan dan luhak Kunto Darussalam terletak di Rokan Kiri, sedangkan luhakRambah,tambusai dan Kepenuhan terletak didaerah Rokan Kanan.Lahirnya Suku-Suku Di Kepenuhan.Kepenuhan pada mulanya telah dihuni oleh kelompok masyarakat yang datang daridaerah daratan (diduga dari Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Pagaruyung) dan jugadari daerah lautan (Kerajaan Malaka,Malaysia). Kedatangan masyarakat iniberkelompok dan kedatangan mereka silih berganti satu sama lain.Untuk mengetahui secara mendalam tentang asal-usul masyarakat daerah ini, makapenulis akan memaparkan terlebih dahulu tentang sejarah yang meletarbelakangidari para pendatang tersebut.Suatu ketika berlayar sebuah perahu kapal dari hindia yang berasal dari gununghimalaya menuju kedaerah malaka, ditengah mengarungi lautan mereka berselisihdengan perahu asal jawa yang tujuan mereka ini adalah pulang kedaerah asalmereka yaitu pulau jawa. Sekelompok orang jawa menyebut dengan Melayu. Melayudisini (diartikan dengan orang yang berlari seperti orang yang dikejar) demikiananggapan orang jawa yang melihat kejadian kapal dari hindia yang berlayar begitukencang dengan menyebut mlayu ! mlayu !! mlayu !!!.Sesampai diselat malaka, mereka melabuhkan perahu kapalnya ditepian untukberhenti beberapa saat guna manambah perbekalan dalam melanjutkan perjalananberikutnya. Dengan kedatangan sekolompok masyarakat ini penduduk setempat jugamemilih alibi bahwa rombongan yang datang adalah orang melayu dan ada sebagianlagi beranggapan dengan orang Malaya. Tujuan dari rombongan perahu kapaltersebut adalah kedaerah Rokan Kanan tepatnya didaerah Kepenuhan.Perbekalan yang dibutuhkan sudah mereka dapatkan dan tali yang diikatkan sudahpula dilepas pertanda perahu kapal akan berlayar menuju persinggahan berikutnyayaitu daerah Rokan. Ditengah perjalanan rombongan mengalami suatu hambatan bahwaperahu kapal yang mereka tumpangi kandas ditengah sungai, karena tanpa merekasadari bahwa mereka terhenti, dengan situasi yang demikian para penumpang dananggota lainnya membantu untuk mengeluarkan perahu kapal yang kandas supayaperjalanan dapat dilanjutkan kembali.Situasi yang sedemikian ada sebagian mereka menahan air atau menumpu perahukapal agar perahu kapal tidak lari arah dari yang direncanakan, adapula sebagian
  2. 2. mereka yang berdiam diri, adapula sebagian mereka menikmati dan mengikuti apayang diperbuat oleh rekan-rekannya yang lain, adapula yang menjadi kapten kapalbaik dibawah ditengah maupun diatas agar perahu kapal dapat terkendali denganbaik, dan adapula yang mementingkan kepentingannya sendiri.Demikian situasi yang terjadi pada saat itu dan menurut sejarah dengan kejadiantersebut lahirlah suku-suku yang menunjukkan jati diri yang mereka miliki, yaitu:MelayuPosisi mereka pada kejadian itu ada tiga tempat yaitu :“ Posisi ditengah adalah sebagai kapten kapal yang labih dikenal dengan namaMelayu Tongah“ Posisi diatas adalah untuk mengatur layar, yang lebih dikenal dengan namaMelayu Ateh“ Posisi dibawah adalah tugas mekanik, yang lebih dikenal dengan nama MelayuPasak.Filsafat yang dapat diambil dari peristiwa diatas adalah suku melayu tidakmemihak kepada siapapun karena keberadaannya sebagai pemimpin dalam menjalankantugas selama menempuh perjalanan, tugas yang seperti itu selalu dipegang olehorang melayu dalam setiap menjalankan tugas yang diamanahkan kepada mereka tanpamemandang darimana serta dengan siapa saja mereka berurusan.Kandang KopuhSuku kandang kopuh dinamakan demikian adalah tugas yang diembankan ketika ituadalah menahan air atau yang lebih dikenal dalam bahasa kepenuhan “Mongandang“air agar air dapat terkumpul sehingga air tergenang atau air tersebut terkumpulmenjadi pasang kembali.PungkutPosisi mereka pada saat itu hanya berdiam diri dalam perahu kapal, menungguhasil pekerjaan dari penumpang lain, suatu ketika mereka mengira kapal akantenggelam dan mereka berupaya menyelamatkan diri dari bahaya yang menimpa,karena ingin cepatnya anak mereka sendiripun hampir tertinggal.MoniliangSikap yang diambil suku ini adalah mengelilingi perahu kapal, melihat kesanakemari sebentar kedepan sebentar kebelakang, entah apa yang mereka kerjakan.Moniliang berarti (mengelilingi kapal). Suatu ketika karena mengelilingikelihatan oleh mereka air pasang akan menimpa perahu kapal hingga mereka berucap“ bono ! bono !! itu bono datang !!! “, bono artinya air kemudian mereka berucapkembali “itulah tadin ku sobuik aie akan datang, kalian onak bokoju yo, lotihawak !“ ( kami sudah berkata,air akan datang namun kalian ingin juga bekerja,capek kerja terus ).“godang kato bang!“ ucapan ini spontan keluar dari penumpang lain atas sikapyang mereka ambil. Ucapan dari penumpang tersebut lengket kepada mereka sehinggamenjadi semboyan pula dari suku moniliang yaitu “godang kato uwang moniliang“.Arti dari semboyan tersebut adalah mereka selalu meninggi, selalu ingin lebih,selalu ingin pintar dan itulah orang moniliang.KutiSuku ini berasal dari kata mengikuti, sehingga menjadi kuti dalam perjalanansejarah tersebut dari suku ini hanya mengikuti apa yang terbaik untuk perahukapal yang sedang kandas, pokoknya menguti saja.AmpuKetika perahu kapal yang kandas, dari suku ini turun kebawah untuk menahan
  3. 3. perahu kapal dari tempat kandas agar perahu kapal tidak terpeleset ketempat yanglebih membahayakan, mereka berupaya memberi tumpuan, dalam bahasa daerahkepenuhan “Mengampu“ artinya mencoba untuk menahan sekaligus mengangkat kapalyang kandas karena pekerjaan ini amat berat sehingga mereka cepat marah apabilasesuatu belum sesuai dengan apa yang dikerjakan, dan akan kita jumpai bahwasifat marah ini masih lengket dalam keseharian mereka.MaisPada masa itu suku mais merupakan suatu rombongan atau kelompok yang sedikitmemiliki harta dan kekayaan serta makanan,menurut sejarah mereka hanyamementingkan untuk urusan mereka sendiri,jika orang tahu akan dimilikinya merekaakan menutupi kelebihan yang mereka miliki. Atas sikap mereka itu timbul pulasemboyan untuk suku ini “kodek kandang to-oang“ artinya kikir yang tidakberkesudahan.Lahirnya suku tersebut sebanyak tujuh suku yang lebih dikenal dengan suku nan-tujuh yaitu : suku Melayu, suku Moniliang, suku Kandang Kopuh, suku Pungkuik,suku Kuti, suku Mais, dan suku Ampu. Atas kerjasama dan tingkah polah yangmereka lakukan maka perahu kapal yang kandas dapat terselamatkan,sehingga perahukapal dapat berlayar kembali sesuai dengan yang direncanakan menuju tanahharapan yaitu Kepenuhan.Mereka memulai kehidupan kesehariannya yaitu : bercocok tanam, berladang,nelayan dan berburu,komunitas ini terus berkembang sesuai dengan perkembangannyasehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mewadahi suku nan-tujuh inimenjadi satu kasatuan yang utuh.Pada masa itu dipercayakan kepada Datuk Bendahara Sakti dari suku melayu untukmemimpin mereka dengan baik sebagaimana yang mereka harapkan.

×