AT Rapier Usecase Document

500 views

Published on

a sample configuration to use Allied Telesis Rapier as a core router, an experience from IMTelkom (http://www.imtelkom.ac.id)

Published in: Education, Technology, Business
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

AT Rapier Usecase Document

  1. 1. Allied Telesys Rapier[Technical Documentation]Nyoman Bogi Aditya KarnaSisfo – IM Telkombogi@imtelkom.ac.idhttp://bogi.blog.imtelkom.ac.id Institut Manajemen Telkom http://www.imtelkom.ac.id
  2. 2. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)Latar BelakangBanyak praktisi IT lebih memilih produk Cisco untuk memenuhi berbagai kebutuhanmereka seputar networking, mulai dari yang paling sederhana seperti switch, accesspoint, sampai gigabit router. Disamping karena kestabilan, Cisco juga didukung denganinterkoneksi dengan berbagai perangkat lain, dimana Cisco telah menjadi standar untuksistem lainnya.Namun dalam beberapa hal, produk sekelas lainnya yang dikeluarkan oleh Allied Telesys(dahulu dikenal dengan nama Allied Telesyn) bisa menjadi alternatif disamping karenaharganya yang lebih murah juga didukung dengan kestabilan (MTBF, Mean Time BetweenFailure) yang tinggi. Hal ini menyebabkan Allied Telesys sangat sesuai untuk komunitasSME, Small to Medium Enterprise.TujuanUntuk dapat menggunakan dan memprogram Rapier, seorang administrator harusmengerti cara kerja protokol TCP/IP dan ARP (Address Resolution Protocol).Rapier pada dasarnya adalah switch, namun memiliki kelebihan dari sisi :1. multi-port rapier menyediakan 24 port standar + 2 port optional untuk koneksi UTP, diberi nama port1 s.d. port24 (s.d. port26 jika optional port diaktifkan).2. programmable multi-switch rapier dapat diprogram menjadi gabungan dari banyak switch3. programmable multi-subnet (Virtual LAN) rapier dapat diprogram sehingga setiap port dapat menerima lebih dari 1 subnet4. firewall administrator dapat memprogram firewall untuk setiap port sampai ke level MAC address5. SNMP agent administrator dapat memanfaatkan SNMP agent di setiap port untuk dapat memeriksa trafik masuk/keluar dgn menggunakan aplikasi MRTG6. manageable dengan menggunakan koneksi serial port (dengan memanfaatkan aplikasi Hyper Terminal), administrator dapat berinteraksi dengan Rapier7. DHCP server administrator dapat mengaktifkan Rapier sebagai DHCP server yang nantinya akan memberikan IP address kepada setiap client yang meminta8. QOS dengan adanya QOS scheduler, administrator dapat menerapkan traffic shaping untuk suatu VLAN
  3. 3. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)Cara Mengontrol RapierPengontrolan Rapier dilakukan dari PC melalui interkoneksi serial (port serial). Jika PCmenggunakan sistem operasi Microsoft Windows, maka aplikasi yang dapat digunakanuntuk berinteraksi dengan Rapier adalah Hyper Terminal. Untuk menggunakan HyperTerminal, lakukan langkah2 berikut :1. pindahkan switch monitor D-Link ke nomor yang sesuai dengan PC yang tersambung dengan Rapier2. jalankan program aplikasi HyperTerminal dengan memilih : Start – All Programs – Accessories – Communications – Hyper Terminal3. Selanjutnya, pastikan HyperTerminal berinteraksi melalui Serial Port COM (Communication) dimana Rapier terpasang (COM1, COM2, atau COM3) dan gunakan setting komunikasi berikut :4. Selanjutnya HyperTerminal akan mencoba berinteraksi dengan Rapier, dan jika berhasil Rapier akan menanyakan : INFO: MLD Snooping is active, L3FILT is activated INFO: Executing configuration script <flash:boot.cfg> INFO: Switch startup complete
  4. 4. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id) Login : manager (isi dengan "manager") Password : ******** (isi dengan password yg biasa digunakan untuk root)Jika PC yang terhubung dengan Rapier menggunakan FreeBSD, maka untuk dapatberinteraksi dengan Rapier user harus login sebagai superuser dan kemudianmenggunakan command "cu -l /dev/cuaa0" atau command "cu -l /dev/cuad0"(tergantung versi FreeBSD yg digunakan) untuk dapat berinteraksi via serial port :Pembagian Command di RapierPada dasarnya command yg dipergunakan untuk mengontrol Rapier terdiri dari 8 :1. CREATE : untuk membuat suatu rule (aturan) baru2. DESTROY : kebalikan CREATE, digunakan untuk menghapus suatu rule3. SET : untuk mengubah value dari suatu field pada rule yang telah ada4. ADD : untuk menambah field (dan value-nya) pada rule yang telah ada5. DELETE : kebalikan ADD, digunakan untuk menghapus suatu field pada rule6. SHOW : untuk memperlihatkan daftar rule yang ada atau status dari Rapier7. ENABLE : digunakan untuk mengaktifkan suatu fitur (protokol) di Rapier8. DISABLE : digunakan untuk menon-aktifkan suatu fitur (protokol) di RapierContoh :Manager > enable ip  protokolManager > add ip interface=vlan200 ipaddress=10.14.200.1     field value field value
  5. 5. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)Beberapa command yang paling sering dipakai1. melihat status Port yg ada di RapierManager > show switch port=2melihat status dari port #2 yg ada di Rapier (semua rule yg berlaku di port #2)Manager > show switch countermelihat counter (jumlah incoming/outgoing packet) pada setiap port di Rapier2. melihat VLAN yg ada di RapierManager > show vlanmelihat daftar VLAN (Virtual LAN) yg ada di RapierManager > show vlan=203melihat deskripsi lengkap dari vlan dgn ID 203note: VLAN memiliki nama untuk memudahkan identifikasi dari sisi admin dan ID untukmemudahkan identifikasi dari sisi Rapier (hardware)3. membuat VLAN (single subnet  sebagai switch biasa)Manager > create vlan=sisfo vid=203membuat vlan dengan nama “sisfo” dan ID=203Manager > add vlan=203 port=23mengaktifkan Rapier port 23 sebagai vlan 2034. membuat multiple subnetManager > create vlan=sisfo vid=203Manager > create vlan=rektorat vid=201Manager > add ip int=vlan203 ipaddress=10.14.203.1 netmask=255.255.255.0menambahkan IP=10.14.203.1/255.255.255.0 ke VLAN dgn ID=203Manager > add ip int=vlan201 ipaddress=10.14.201.1 netmask=255.255.255.0menambahkan IP=10.14.201.1/255.255.255.0 ke VLAN dgn ID=201Manager > add vlan=203 port=23Manager > add vlan=201 port=215. melihat DHCPManager > show dhcpmelihat policy (aturan) dan range (range IP yg dapat diberikan ke client) di RapierManager > show dhcp policy=sisfo
  6. 6. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)melihat deskripsi lengkap dari policy "sisfo"Manager > show dhcp range=sisfomelihat deskripsi lengkap ttg IP address yg dialokasikan untuk range "sisfo"note: policy DHCP berfungsi untuk mengeset setting jaringan di sisi client, sementararange DHCP berfungsi untuk mengalokasikan IP address client6. membuat policy dan range DHCPManager > create dhcp policy=sisfo inherit=imtelkom leasetime=86400untuk membuat aturan DHCP yg bernama “sisfo”, dimana rule2-nya diturunkan dari ruledasar (base-rule) yg bernama “imtelkom”, dengan tambahan rule leasetime = 86400(masa sewa IP-MAC berlaku selama 86400 detik)Manager > add dhcp policy=sisfo router=10.14.203.1menambahkan rule pada policy "sisfo", yaitu setting gateway=10.14.203.1Manager > create dhcp range=sisfo policy=sisfo ip=10.14.203.10 number=100mengeset range IP address yg akan diberikan ke client dari 10.14.203.10 sampai10.14.203.109 (100 client)7. melihat tabel ARPManager > show ip arpmelihat tabel IP – MAC address, sangat berguna untuk menentukan lokasi suatukomputer (mengacu pada data MAC Address semua komputer di imtelkom)note: Jika client berhasil meminta IP Address dari Rapier (via DHCP) maka MAC Addressclient akan dicatat oleh Rapier. Tapi jika client menggunakan static IP Address maka MACAddress-nya tidak akan tercatat di Rapier. Selain itu, jika ada router/proxy/access-pointdiantara user dan rapier, maka MAC address yg tercatat di rapier adalah MAC addressdari router/proxy/access-point.Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi client yg menyebarkan virus atau ygmelakukan "penyerangan".8. melihat FirewallManager > show firewallmelihat semua policy (aturan) firewall yg ada di RapierManager > show firewall policy=sisfomelihat deskripsi lengkap dari policy firewall dgn nama sisfo9. membuat policy firewallManager > create firewall policy=sisfomembuat aturan DHCP dengan nama "sisfo"
  7. 7. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)Manager > add firewall policy=sisfo interface=vlan203 type=public method=dynamicmengaplikasikan policy sisfo pada VLAN dgn ID 203. Type firewall adalah public (outgoingpass all, incoming deny all) dan stateful (dynamic)Manager > add firewall policy=sisfo rule=1 action=allow interface=vlan203 protocol=gremenambah rule #1 yg meng-allow Generic Routing Encapsulation untuk VPNManager > add firewall policy=sisfo rule=2 action=allow interface=vlan203 protocol=tcp port=21menambah rule #2 yg meng-allow protocol TCP port 21 untuk FTPManager > add firewall policy=sisfo rule=3 action=allow interface=vlan203 protocol=tcp port=25menambah rule #3 yg meng-allow protocol TCP port 25 untuk SMTPManager > add firewall policy=sisfo rule=4 action=allow interface=vlan203 protocol=udp port=53menambah rule #4 yg meng-allow protocol UDP port 53 untuk DNSManager > add firewall policy=sisfo rule=5 action=allow interface=vlan203 protocol=tcp port=80menambah rule #5 yg meng-allow protocol TCP port 80 untuk HTTPManager > add firewall policy=sisfo rule=6 action=allow interface=vlan203 protocol=tcp port=110menambah rule #6 yg meng-allow protocol TCP port 110 untuk POP3Manager > add firewall policy=sisfo rule=7 action=allow interface=vlan203 protocol=tcp port=119menambah rule #7 yg meng-allow protocol TCP port 119 untuk NNTPManager > add firewall policy=sisfo rule=8 action=allow interface=vlan203 protocol=tcp port=443menambah rule #8 yg meng-allow protocol TCP port 443 untuk HTTPSManager > add firewall policy=sisfo rule=9 action=allow interface=vlan203 protocol=tcp port=1723menambah rule #9 yg meng-allow protocol TCP port 1723 untuk autentikasi VPN10. setting RapierManager > set passwordmengubah password manager (default : login=manager dan password=friend)Manager > create config=imtelkom.cfgmenyimpan semua rule ke file imtelkom.cfg untuk di-load suatu saat nantiManager > set config=imtelkom.cfgmengubah default boot-up configuration ke file imtelkom.cfg agar saat rapier direstartsemua setting yg ada di file tsb akan di-load ke memorySebagai referensi, bagian ini akan menjelaskan setting lengkap Rapier dengan sebelumnyaRapier di-reset terlebih dahulu sehingga semua rule dinamis yg belum disimpan ke filemenjadi hilang, dan Rapier kembali seperti baru keluar dari pabrik (tapi rule yg tersimpandi suatu file dan file tersebut telah diset sbg boot-up configuration akan diload kememory). Untuk me-reset Rapier dapat dilakukan melalui 2 cara, pertama dengan cara
  8. 8. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)menjalankan command "restart reboot" dan kedua dengan menekan tombol reset dipanel depan Rapier selama 5 detik.Note: untuk menghilangkan semua isi Flash memory (file, OS, dan patch), dapatdigunakan command "clear flash totally" namun harus diingat bahwa instruksi ini akanmenyebabkan OS akan menjadi versi 1.0 sehingga admin harus meng-upgrade OS tsbdengan menggunakan aplikasi AT-TFTP yg ada di CDROM bawaan dari Rapier.Manager > restart rebootINFO: Self tests beginning.INFO: RAM test beginning.PASS: RAM test, 32768k bytes found.INFO: BBR tests beginning.PASS: BBR test, 128k bytes found.INFO: Self tests complete.INFO: Downloading switch software.Force EPROM download (Y) ?INFO: Initial download successful.INFO: Initialising Flash File System.INFO: IGMP packet trapping is active for IGMP snooping, L3FILT is activatedINFO: MLD Snooping is active, L3FILT is activatedINFO: Switch startup completelogin: managerPassword: ******  default password "friend"Manager > set passwordOld password: ******  default password "friend"New password: ******  gunakan standar password root server FreeBSDConfirm: ******  gunakan standar password root server FreeBSDKondisi system kosongManager > show systemSwitch System Status Time 14:46:56 Date 28-Sep-2006.Board ID Bay Board Name Host Id Rev Serial number--------------------------------------------------------------------------------Base 114 AT-RP24i Rapier 24i 0 M2-0 65321966Uplink 93 0 AT-A39/T-00 0 M4-4 42204217NSM 4PIC 87 AT-AR040-00 NSM 4PIC 0 M5-0 61664867PIC 38 1 AT-AR023-00 PIC Sync 0 M3-0 63285154--------------------------------------------------------------------------------Memory - DRAM : 32768 kB FLASH : 16384 kB--------------------------------------------------------------------------------SysDescriptionAllied Telesyn AT-RP24i Rapier 24i version 2.7.4-03 27-Oct-2005SysContactSysLocationSysNameSysDistNameSysUpTime11368 ( 00:01:53 )
  9. 9. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)Software Version: 2.7.4-03 27-Oct-2005Release Version : 2.7.4-00 10-Jun-2005Patch Installed : NONETerritory : europeCountry : noneHelp File : help.hlpMain PSU : On Main Fan : OnRPS Monitor : OffConfigurationBoot configuration file: None (file not found)Current configuration: None (file not found)Security Mode : DisabledWarning (2048284): No patches found.Setting File System (file konfigurasi)Manager > create config=imtelkom.cfgInfo (1049003): Operation successful.Manager > set config=imtelkom.cfgInfo (1049003): Operation successful.Manager > disable http serverInfo (1084003): Operation successful.Setting VLAN InterfaceManager > show interface Interfaces sysUpTime: 00:02:13 DynamicLinkTraps.....Disabled TrapLimit............20 Number of unencrypted PPP/FR links.....0 ifIndex Interface ifAdminStatus ifOperStatus ifLastChange ------------------------------------------------------------------------------ 1 port1 Up Down 00:00:00 2 port2 Up Down 00:00:00 3 port3 Up Down 00:00:00 4 port4 Up Down 00:00:00 5 port5 Up Down 00:00:00 6 port6 Up Down 00:00:00 7 port7 Up Down 00:00:00 8 port8 Up Down 00:00:00 9 port9 Up Down 00:00:00 10 port10 Up Down 00:00:00 11 port11 Up Down 00:00:00 12 port12 Up Down 00:00:00 13 port13 Up Down 00:00:00 14 port14 Up Down 00:00:00 15 port15 Up Down 00:00:00 16 port16 Up Down 00:00:00 17 port17 Up Down 00:00:00
  10. 10. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id) 18 port18 Up Down 00:00:00 19 port19 Up Down 00:00:00 20 port20 Up Down 00:00:00 21 port21 Up Down 00:00:00 22 port22 Up Down 00:00:00 23 port23 Up Down 00:00:00 24 port24 Up Down 00:00:00 25 port25 Up Down 00:00:00 26 syn0 Down Down 00:00:00 27 vlan1 Up Down 00:00:00 ------------------------------------------------------------------------------Manager > enable ipInfo (1005287): IP module has been enabled.Manager > create vlan=faculty vid=3Info (1089003): Operation successful.Manager > add ip interface=vlan3 ipaddress=192.168.3.1 netmask=255.255.255.0Info (1005275): interface successfully added.Manager > add vlan=3 port=1-8Info (1089003): Operation successful.Manager > show interface Interfaces sysUpTime: 1 days 06:05:04 DynamicLinkTraps.....Disabled TrapLimit............20 Number of unencrypted PPP/FR links.....0 ifIndex Interface ifAdminStatus ifOperStatus ifLastChange ------------------------------------------------------------------------------ 1 port1 Up Down 00:00:00 2 port2 Up Down 00:00:00 3 port3 Up Down 00:00:00 4 port4 Up Down 00:00:00 5 port5 Up Down 00:00:00 6 port6 Up Down 00:00:00 7 port7 Up Down 00:00:00 8 port8 Up Down 00:00:00 9 port9 Up Down 00:00:00 10 port10 Up Down 00:00:00 11 port11 Up Down 00:00:00 12 port12 Up Down 00:00:00 13 port13 Up Down 00:00:00 14 port14 Up Down 00:00:00 15 port15 Up Down 00:00:00 16 port16 Up Down 00:00:00 17 port17 Up Down 00:00:00 18 port18 Up Down 00:00:00 19 port19 Up Down 00:00:00 20 port20 Up Down 00:00:00 21 port21 Up Down 00:00:00 22 port22 Up Down 00:00:00 23 port23 Up Down 00:00:00 24 port24 Up Down 00:00:00 25 port25 Up Down 00:00:00 26 syn0 Down Down 00:00:00 27 vlan1 Up Down 00:00:00
  11. 11. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id) 28 vlan200 Up Down 00:06:53 29 vlan201 Up Down 00:07:19 30 vlan202 Up Down 00:22:44 31 vlan203 Up Down 00:23:14 32 vlan204 Up Down 00:23:50 33 vlan205 Up Down 00:24:17 34 vlan206 Up Down 00:24:36 35 vlan207 Up Down 00:25:05 36 vlan208 Up Down 00:25:31 37 vlan209 Up Down 00:26:11 38 vlan3 Up Down 00:28:15 ------------------------------------------------------------------------------Setting DHCPManager > show dhcpDHCP Server State .................. disabled BOOTP Status ........... disabled Extended Client ID ..... disabled Debug Status ........... disabled Policies ............... none currently defined Ranges ................. none currently defined In Messages ............ 0 Out Messages ........... 0 In DHCP Messages ....... 0 Out DHCP Messages ...... 0 In BOOTP Messages ...... 0 Out BOOTP Messages ..... 0Manager > enable dhcpInfo (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=imtelkom subnetmask=255.255.255.0 dnsserver=10.14.203.7 domainname=imtelkom.ac.idInfo (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=E_lab inherit=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=E_lab router=10.14.200.1Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=D_rektorat inherit=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=D_rektorat router=10.14.201.1Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=H_zte_p2pro inherit=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=H_zte_p2pro router=10.14.202.1Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=G_library inherit=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=G_library router=10.14.204.1
  12. 12. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=C_staf inherit=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=C_staf router=10.14.205.1Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=C_mahasiswa inherit=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=C_mahasiswa router=10.14.206.1Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=J_studentcenter inherit=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=J_studentcenter router=10.14.207.1Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=HotSpot inherit=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=HotSpot router=10.14.208.1Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=F_astri inherit=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=F_astri router=10.14.209.1Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp policy=A_informatika inherit=imtelkom leasetime=3600Info (1070003): Operation successful.Manager > add dhcp policy=A_informatika router=10.14.3.1Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp range=E_lab policy=E_lab ip=10.14.200.10 number=245Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp range=D_rektorat policy=D_rektorat ip=10.14.201.10 number=245Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp range=H_zte_p2pro policy=H_zte_p2pro ip=10.14.202.10 number=245Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp range=G_library policy=G_library ip=10.14.204.10 number=245Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp range=C_staf policy=C_staf ip=10.14.205.10 number=245Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp range=C_mahasiswa policy=C_mahasiswa ip=10.14.206.10 number=245Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp range=J_studentcenter policy=J_studentcenter ip=10.14.207.10 number=245Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp range=HotSpot policy=HotSpot ip=10.14.208.10 number=245Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp range=F_astri policy=F_astri ip=10.14.209.10 number=245
  13. 13. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)Info (1070003): Operation successful.Manager > create dhcp range=A_informatika policy=A_informatika ip=10.14.3.10 number=245Info (1070003): Operation successful.Manager > show dhcpSetting SNMPenable snmpcreate snmp community=public access=read manager=192.168.1.1 open=YESSetting RoutingManager > add ip route=10.14.2.0 int=vlan3 nexthop=10.14.3.1 mask=255.255.255.0Info (1005275): IP route successfully added.Manager > add ip route=10.14.4.0 int=vlan3 nexthop=10.14.3.1 mask=255.255.255.0Info (1005275): IP route successfully added.Manager > add ip route=10.14.5.0 int=vlan3 nexthop=10.14.3.1 mask=255.255.255.0Info (1005275): IP route successfully added.Manager > create config=imtelkom.cfgInfo (1049003): Operation successful.enable ipcreate vlan=E_lab vid=200add ip interface=vlan200 ipaddress=10.14.200.1 netmask=255.255.255.0create vlan=D_rektorat vid=201add ip interface=vlan201 ipaddress=10.14.201.1 netmask=255.255.255.0create vlan=H_zte_p2pro vid=202add ip interface=vlan202 ipaddress=10.14.202.1 netmask=255.255.255.0create vlan=D_sisfo vid=203add ip interface=vlan203 ipaddress=10.14.203.1 netmask=255.255.255.0create vlan=G_library vid=204add ip interface=vlan204 ipaddress=10.14.204.1 netmask=255.255.255.0create vlan=C_staf vid=205add ip interface=vlan205 ipaddress=10.14.205.1 netmask=255.255.255.0create vlan=C_mahasiswa vid=206add ip interface=vlan206 ipaddress=10.14.206.1 netmask=255.255.255.0create vlan=J_studentcenter vid=207add ip interface=vlan207 ipaddress=10.14.207.1 netmask=255.255.255.0create vlan=HotSpot vid=208add ip interface=vlan208 ipaddress=10.14.208.1 netmask=255.255.255.0create vlan=F_astri vid=209add ip interface=vlan209 ipaddress=10.14.209.1 netmask=255.255.255.0create vlan=IF vid=3add ip interface=vlan3 ipaddress=10.14.3.1 netmask=255.255.255.0add vlan=200 port=10add vlan=201 port=1add vlan=202 port=2add vlan=203 port=3add vlan=204 port=4add vlan=205 port=5add vlan=206 port=6add vlan=207 port=7add vlan=208 port=8
  14. 14. Technical Doc Rapier @ Institut Manajemen Telkom ( http://www.imtelkom.ac.id)add vlan=209 port=9add vlan=3 port=13enable dhcpcreate dhcp policy=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=imtelkom subnetmask=255.255.255.0 dnsserver=10.14.203.7 domainname=imtelkom.ac.idcreate dhcp policy=E_lab inherit=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=E_lab router=10.14.200.1create dhcp policy=D_rektorat inherit=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=D_rektorat router=10.14.201.1create dhcp policy=H_zte_p2pro inherit=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=H_zte_p2pro router=10.14.202.1create dhcp policy=G_library inherit=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=G_library router=10.14.204.1create dhcp policy=C_staf inherit=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=C_staf router=10.14.205.1create dhcp policy=C_mahasiswa inherit=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=C_mahasiswa router=10.14.206.1create dhcp policy=J_studentcenter inherit=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=J_studentcenter router=10.14.207.1create dhcp policy=HotSpot inherit=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=HotSpot router=10.14.208.1create dhcp policy=F_astri inherit=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=F_astri router=10.14.209.1create dhcp policy=A_informatika inherit=imtelkom leasetime=3600add dhcp policy=A_informatika router=10.14.3.1create dhcp range=E_lab policy=E_lab ip=10.14.200.10 number=245create dhcp range=D_rektorat policy=D_rektorat ip=10.14.201.10 number=245create dhcp range=H_zte_p2pro policy=H_zte_p2pro ip=10.14.202.10 number=245create dhcp range=G_library policy=G_library ip=10.14.204.10 number=245create dhcp range=C_staf policy=C_staf ip=10.14.205.10 number=245create dhcp range=C_mahasiswa policy=C_mahasiswa ip=10.14.206.10 number=245create dhcp range=J_studentcenter policy=J_studentcenter ip=10.14.207.10 number=245create dhcp range=HotSpot policy=HotSpot ip=10.14.208.10 number=245create dhcp range=F_astri policy=F_astri ip=10.14.209.10 number=245create dhcp range=A_informatika policy=A_informatika ip=10.14.3.10 number=245

×